Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Shooting

10 Tips Panduan Memulai Street Portrait

by
Length:MediumLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Pernahkah anda berjalan menyusuri jalan, melewati orang asing yang mangalihkan pandangan anda. Saya tidak hanya berbicara tentang mengamati segolongan masyarakat yang menarik! Orang-orang yang memiliki sesuatu yang menarik tentang diri mereka, sejauh itu bagus untuk diabadikan dalam film?

Nah, street portraiture atau seni street portrait adalah jawabannya. Awalnya mungkin menakutkan, tapi kesempatan untuk meng-capture penduduk sebuah kota, orang-orang yang memberi energi dan semangat di tempat itu, yang memotivasi, adalah hal yang sangat mengasyikkan. Semoga, beberapa tips ini akan membuat anda terus melangkah keluar dari pintu dan akan menangkap esensi kota anda melalui orang-orang itu.

Langkah 1 - Dimana?

Pertama, anda perlu memikirkan di mana tempat yang mungkin baik untuk memulai aksi. Untuk bisa melakukannya, saya sarankan beroprasi di tempat yang anda tahu, di suatu tempat yang anda merasa nyaman dan aman. Pilih daerah kota yang akan sibuk dan memiliki perpaduan yang baik antara orang-orangnya, jika anda hanya berjalan di sekitar lingkungan anda mungkin tidak ada banyak orang dan anda akan merasa sangat sulit bekerja! Mungkin yang terbaik adalah menuju area sentral yang memiliki toko, kantor dan kafe. Orang-orang akan hilir mudik di sepanjang hari mereka dan anda akan memiliki banyak kesempatan untuk mendekati mereka.


Foto oleh dgblitwin

Langkah 2 - Peralatan

Saya merasa lebih baik untuk tetap sederhana. Ada banyak hal yang harus dipikirkan saat berada di jalanan dan mendekati subjek baru di lingkungan yang tidak pasti. Yang terbaik adalah menjaga peralatan tetap basic dan efisien. Saya akan merekomendasikan body DSLR yang sederhana dan quick prime lens yang bagus, seperti 50mm. Harus membawa perlengkapan adalah suatu kerumitan dan beban. Anda tidak ingin terganggu oleh banyaknya pilihan perubahan lensa, flashgun dan bawaan lainnya. Dengan pengaturan sederhana ini, anda hanya perlu berkonsentrasi pada pengambilan gambar dan berbuat yang terbaik di situasi yang anda hadapi.


Foto oleh drburtoni

Langkah 3 - Anda, sang fotografer

Penting agar anda melakukan pendekatan terhadap tugas dengan kerangka berpikir yang benar. Tanpa ingin terdengar merendahkan, penting untuk berpola pikir positif. Jika anda menuju ke luar pintu berpikir bahwa tidak ada yang mau diambil fotonya, anda akan kembali dengan tangan kosong. Terserah bagaimana cara anda untuk membuat koneksi dengan subjek potensial anda untuk mendapatkan shot!

Diyakinkan oleh kenyataan bahwa ini bukan tugas yang menuntut secara teknis. Ini semua tentang kombinasi kepribadian dan keinginan untuk meng-capture cerita seseorang. Jika anda pernah ditolak, jangan menganggapnya serius. Beberapa orang hanya tidak suka foto mereka diambil, jadi cobalah untuk tetap termotivasi dan jika anda bosan melakukannya, beristirahatlah dan coba lagi nanti.


Foto oleh Azety

Langkah 4 - Pendekatan

Jadi begitu anda melakukan hal-hal yang biasa anda lakukan, anda harus memilih subjek pilihan anda. Tanpa ingin terdengar berprasangka, cobalah mendekati orang yang tampil 'menarik' atau suka punya cerita dalam sejarah mereka. Bagaimana anda mulai berbicara dengan orang itu terserah anda. Beberapa orang ingin membuat sebuah pintu masuk dengan permintaan sederhana, seperti meminta waktu, untuk membangun percakapan. Sedangkan sebagian yang lain dengan senang hati akan mendekati orang dan bertanya apakah mereka keberatan jika diambil fotonya.

Adalah penting untuk anda meminta izin, mohon jangan mulai mengintip berkeliling mengambil gambar orang-orang secara pribadi! Bersikaplah sopan, ramah, mengajukan pertanyaan kepada teman baru anda, perkenalkan diri anda, jelaskan apa yang anda lakukan, foto apa yang akan digunakan dan sebelum anda mengetahuinya. Begitu anda berhasil menembus celah yang canggung dan menemukan tempat untuk memahami, anda akan bisa mulai melakukan pemotretan.


Foto oleh Nwardez 2

Langkah 5 - Sedikit Membosankan

Sekarang saya tahu kita baru saja sampai ke titik di mana anda mulai memotret, tapi ada beberapa hal yang ingin saya selesaikan sebelum anda benar-benar bisa menggunakan kamera anda!

Ada dua formalitas yang harus dilewati, pertama adalah paperwork. Penting agar anda mendapatkan subjek untuk menandatangani formulir persetujuan, yang menyatakan bahwa anda telah diberi izin untuk mengambil foto dan orang yang bersangkutan mengizinkan anda untuk menggunakan gambar mereka.

Model untuk form templatenya tersedia secara online, pastikan anda telah membaca dan menetapkan persyaratan yang anda inginkan. Ini mungkin tampak terlalu ekstrim, tapi itu demi kepentingan terbaik anda. Meminta alamat email subjek bisa jadi sangat bermanfaat, jadi anda bisa mengirimnya hasil potretan anda. Ini adalah sarana kecil untuk mengucapkan terima kasih dan meyakinkan subjek bahwa anda serius.

Hal ini juga penting untuk anda merasa aman dalam setiap situasi dan dengan masing-masing subjek. Jika pada suatu saat anda merasa telah memasuki situasi atau percakapan yang tidak aman, buat alasan dan pergi. Dalam konteks ini, tidak ada gunanya mempertaruhkan keselamatan anda sendiri demi sebuah foto.


Foto oleh Bestarns

Langkah 6 - Pengaturan

Penting untuk mendapatkan pengaturan kamera yang tepat sebelum anda mulai memotret, karena anda tidak punya waktu untuk memotret dan kemudian menyesuaikannya. Saya akan merekomendasikan menyetel aperture ke kisaran f4, yang akan memberi cukup depth-of-field untuk difokuskan di seluruh kontur wajah tanpa menyertakan terlalu banyak latar belakang yang mengganggu.

Kalau bisa shutter speed anda diatur ke kisaran 1/125, karena anda ingin "membekukan" subjek. Sesuatu yang lebih rendah dan anda mungkin mulai mendapatkan gambar yang blur. Ingatlah bahwa subjek anda bukanlah model yang terlatih dan mungkin tidak terlalu baik untuk tetap diam!

Setelah anda mengatur pengaturan itu, atur ISO yang sesuai untuk memastikan anda memiliki cukup cahaya yang masuk. Jangan takut naik ke ISO 800 jika itu berarti anda memiliki depth of field dan shutter speed yang anda inginkan. Saya mencoba menghindari penggunaan flash, karena bisa sangat menakutkan bagi subjek dan hal itu menghalangi natural street feel yang coba anda capai.


Foto oleh SerialK

Langkah 7 - Bekerja Cepat & Terus Berbicara

Setelah anda pada akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengambil beberapa gambar, penting untuk bekerja dengan cepat dan efisien. Paling sedikit beberapa menit. Jangan mengandalkan hanya mengambil beberapa shot dan berharap salah satu dari mereka akan sesuai harapan, terus memotret. Beberapa orang mengambil hingga 50 tembakan dari satu subjek hanya dalam beberapa saat.

Jangan ragu untuk mengarahkan subjek anda, mintalah mereka untuk tersenyum atau melihat langsung ke kamera tergantung pada nuansa tembakannya. Ini tidak hanya akan meningkatkan peluang anda untuk mendapatkan shot yang anda inginkan, ini juga akan membuat subjek anda merasa nyaman dan membuat mereka merasa lebih nyaman dengan mendapati kamera menghadap wajah mereka!


Foto oleh Jubilo

Langkah 8 - Gaya

Saat anda beraksi, penting untuk diingat bahwa anda melakukan lebih dari sekadar mengambil foto orang asing. Setiap individu memiliki sebuah cerita untuk diceritakan. Di balik setiap wajah ada sejarah yang bisa ditangkap. Jadi pikirkan baik-baik tentang gaya di mana anda memotret setiap orang untuk menangkap ekspresi dan cerita mereka.

Beberapa fotografer street portrait suka mendapatkan sesuatu yang sangat dekat, sangat dekat sehingga terasa tidak nyaman, memusatkan perhatian tepat pada fitur wajah. Alternatifnya adalah memasukkan subjek anda ke dalam konteks. Biarkan mereka mengekspresikan diri. Mungkin mereka sedang istirahat kerja dan menggunakan seragam mereka. Mungkin mereka sudah tinggal di satu kota itu sepanjang hidup mereka dan akan bagus untuk memasukkan sebuah monumen unik yang bisa di-capture di tempat yang mereka kenal begitu lama.


Foto oleh Slimmer Jimmer

Langkah 9 - Konsistensi

Saat anda beralih dari subyek ke subjek, penting untuk mempertimbangkan konsistensi melalui kumpulan gambar yang anda ciptakan. Kenyataan bahwa anda hanya menggunakan cahaya yang tersedia di dalam wilayah geografis yang kecil akan membantu menambahkan kontinuitas melalui gambar, tapi sebagai fotografer, anda juga bisa memiliki gaya tertentu dalam pikiran. Ini bisa terjadi jika semua shot akan diproses dalam warna hitam dan putih atau anda memastikan bahwa sinar matahari menyinari sisi kanan wajah subjek.


Foto oleh Fabbio

Langkah 10 - Sekarang Giliran Anda!

Jadi sampai sini pembahasan kita, segera lakukan persiapkan dan taktik eksekusi untuk mengatasi dunia yang menarik dari street portraiture. Sekarang terserah anda, temukan beberapa ruang dalam jadwal sibuk anda untuk membawa kamera anda dan menuju ke kota untuk meng-capture orang-orang dan membuatnya seperti apa adanya.

Ini mungkin tampak seperti prospek yang menakutkan di awal. Saat anda melangkah ke luar dan diberi kesempatan untuk meng-capture beberapa subjek pertama anda, anda akan segera tumbuh dengan percaya diri dan anda akan merasa sangat senang. Pada tingkat fotografi, ini adalah tantangan untuk bekerja dengan cepat di lingkungan yang diberikan untuk anda. Pada tingkat manusia, ini adalah cara yang bagus untuk berinteraksi dengan orang-orang yang berbagi kota dengan anda.


Foto oleh Pixelens
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.