Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Inspiration

5 Foto Portrait Bisnis Yang Menginspirasi dan Bagaimana Cara Membuatnya

by
Length:LongLanguages:
This post is part of a series called Photoshop Portraits.
How to Perfectly Retouch Makeup for Beauty and Fashion Photography
How to Increase Impact in Portraits With Selective Masking

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Foto portrait bisnis yang profesional bisa menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Kamu perlu memfoto sesuatu yang cocok untuk image perusahaan, juga membuat keputusan teknis yang benar yang akan berdampak pada penghasilanmu. Di sini kami akan memberimu tips paling top untuk foto portrait bisnis yang sukses dan menunjukkanmu beberapa foto inspirasi agar kreatifitasmu mengalir.

Apa Yang Kamu Butuhkan

Sebuah Lensa Yang Cepat dan Tajam

Saya telah mengatakan sebelumnya, namun saya sungguh menyukai lensa prime untuk tiap jenis foto portrait. Lensa ini biasanya cepat, tajam dan bagian terbaiknya, harganya umumnya lebih murah dibandingkan lensa zoom.

Focal length merupakan sesuatu yang harus diperhatikan. Tergantung pada area kamu berada, jarak antara kamu dengan subyek mungkin akan dibatasi. Kamu tidak ingin berada tepat di depan wajah mereka atau pada jarak dimana kamu memerlukan megaphone atau walkie-talkie untuk memberi arahan.

Focal length juga penting dalam bagaimana menampilkan subyekmu. Hindari lensa wide untuk foto bagian kepala, karena hasilnya akan jauh dari sanjungan. Penggunaan lensa wide angle untuk foto jarak dekat dapat menyebabkan subyek tampak lebih besar atau melebar dan tampak tidak biasa. Bukan tampilan yang kamu inginkan untuk klienmu! Jika kamu mengusahakan sebuah portrait lingkungan, bagaimana pun juga, lensa wide-angle akan berguna termasuk dalam membuat tampilan yang lebih dramatis dan tentu saja, untuk foto kelompok. Walaupun itu juga menjauhkan subyek dari tepi frame.

Lensa 35mm hingga 105mm masih pantas untuk memotret foto bagian kepala, walaupun jika menggunakan 35mm, itu masih bagian dari lensa wide. Pilih lensa yang lebih panjang dari 105mm dan kamu akan benar-benar mulai memasuki area lensa telephoto dan ini tidak seperti kamu akan memiliki ruang dalam lingkungan kantor atau studio yang dapat menggunakan lensa jenis itu secara efektif. Focal length 85mm merupakan yang paling cocok untuk hal itu.

Pencahayaan Yang Bagus

Jika kamu memfoto dalam studio maka bersenanglah, kamu akan memiliki peralatan lighting yang sudah siap dipakai. Namun jika kamu memfoto di dalam kantor atau di luar ruangan, maka kamu harus memiliki persiapan.

Sebuah peralatan portabel biasanya berkerja dengan baik; termasuk beberapa softbox atau payung lampu dengan dudukan, dan sebuah reflector. Hindari penggunaan flash sebisa mungkin, karena tidak hanya pencahayaan yang jelek untuk portrait namun jika akan membuat klienmu merasa terintimidasi dan tidak nyaman. Saya akan membahas teknik pencahayaan nanti.

Sebuah Background Yang Bersih

Bahkan jika kamu memotret dalam lingkungan, itu harus terlihat apik. Sebuah kantor haruslah tidak tampak berantakan. PIkirkan itu seperti fotografi produk dan atur latarnya.

Jika kamu menggunakan sebuah background untuk studio maka pastikan untuk menyiapkan lebih dari satu warna, dalam hal jika itu serasi dengan apa yang dipakai oleh subyek. Idealnya, selama rapat perencanaan kamu akan mengobrol dengan klien tentang apa yang ingin mereka pakai untuk pemotretan, menyarankan warna yang cocok, style dan lebih baik, sedikit pola.

Jika kamu memfoto menghadap tembok untuk memanfaatkan warna dan teksturnya, maka hindari gangguan seperti soket, figura gambar, dan kabel dan lain-lain. Semakin bersih tampaknya saat pemotretan, semakin sedikit kerja yang harus kamu lakukan ketika proses perapihan.

Teknik

Mengenal Klien

Setiap bisnis berbeda, begitu juga orang di dalam bisnis tersebut. Jangan membuat asumsi, lakukan riset dan rapat sebanyak mungkin untuk mendapatkan pemahaman yang benar tentang klienmu.

Bangun hubungan. Memotret seseorang dapat menjadi sangat personal dan tidak nyaman bagi mereka, itu memerlukan kepercayaan. Bangun kepercayaan itu dan miliki tujuan untuk membuat klienmu merasa senyaman dan serileks mungkin.

Lakukan riset sebelum rapat namun jangan takut untuk bertanya. Pastikan kamu berada pada sisi yang sama dan nyatakan rencana dan tujuan sebelum menentukan tanggal pemotretan. Mengatur ekspektasi dimulai dengan bagian proses ini dan berarti setiap orang berada pada sisi yang sama.

Temukan apa tujuan portrait tersebut—apakah untuk website, atau apakah akan digunakan untuk bahan marketing? Jawabannya akan membentuk arah yang kamu perlukan dalam pemotretan.

Tentukan Jenis Pemotretan

Apakah kamu akan memotret di dalam sebuah studio, di luar ruangan, di area kerja, foto kelompok? Kamu harusnya menentukan ini dalam rapat perencanaan, namun kamu mungkin ingin memadukannya dan sedikit melakukan tiap-tiap jenis—itu benar - benar tergantung pada urusan yang dibuat.

Beberapa bisnis akan menyuarakannya sendiri. Itu akan tampak ganjil untuk mengambil gambar sebuah landscape dan memadukannya dalam lingkungan kantor.

Jika kamu memotret di luar ruangan, pantau lokasinya sebelum pemotretan sesungguhnya, dan buat rencana cadangan dalam hal cuaca buruk – bahkan jika rencana itu berarti penjadwalan ulang.

Mendapatkan Cahaya Yang Benar

Pencahayaan selalu merupakan bagian fundamental dalam mendapatkan foto yang benar. Sungguh benar-benar tidak ada pengganti untuk cahaya ambient, maka jika kamu dapat menggunakannya, lakukan. Meskipun itu tidak selalu mungkin. Pernah sekali, kamu harus merekam video untuk seorang klien dalam sebuah ruangan rapat yang berantakan dimana shutter mengarah ke jendela. Kamu mengatur dua lampu portabel juga menggunakan lampu overhead yang ada di ruangan, dan melakukan pekerjaan kami, namun itu jauh dari ideal.

Jika kamu menggunakan lampu portabel untuk foto bagian kepala, coba untuk menyeimbangkan cahaya dengan cahaya ambient dari jendela sehingga tidak menciptakan bayangan yang keras atau membuat sebagian wajah tertutup bayangan. Disarankan juga untuk membaurkan cahaya agar lebih lembut.

Tinjau tempat pemotretan sehari sebelumnya, itu sangat berguna. Itu berarti kamu dapat membuat rencana dan berpikir dengan benar tentang bagaimana kamu atau mengaturnya, daripada mendadak pada hari H dan terpaksa menyesuaikan cahaya.

Posing

Lengan Pengganggu Itu

Orang tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan lengan mereka ketika mereka dipotret, dan jika kamu tidak mengarahkannya, kamu bisa berakhir dengan pose aneh seperti bahu yang kendur atau tubuh yang tegang.

Menyilangkan lengan mungkin membuat merasa nyaman namun bagi ahli bahasa tubuh setuju kalau ini adalah gestur yang negatif dan defensif. Ngomong-ngomong tentang itu, ini adalah pose yang sangat, sangat populer untuk portrait bisnis dan jujur saja, saya tidak yakin mengapa selain mungkin mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan tangan mereka.

Kamu dapat menghindari lengan dimana ini sah saja untuk sebuah foto headshot sederhana. Jika foto yang kamu inginkan termasuk pinggang, kamu harus memberi mereka beberapa arahan.

Kamu dapat mencoba pose lengan 'action', dimana orang tersebut secara aktif melakukan atau memegang sesuatu. Bisa saja berupa sedang mengetik, memegang sebuah berkas, sebagai contoh. Hati-hati dalam menggunakan sesuatu yang cepat kuno, seperti sebuah mobile phone.

Tangan posisi istirahat di belakang badan cenderung pas jika kamu tidak mengharapkan hal lainnya di dalam foto.

Senyum di Depan Kamera

Wajah pelaku bisnis yang serius, cengir lebar atau senyum bibir yang rapat? Senyum yang tidak alami merupakan yang sulit dan dapat benar-benar mengubah nuansa portrait.

Membuat orang merasa santai akan membantu dan jika kamu tidak yakin, maka minta mereka melakukan beberapa ekspresi untuk foto—jepret ketika kamu mengobrol dengan mereka dan buat komentar lucu agar mereka dapat senyum secara alami.

Jadilah Kreatif...Jika Layak

Ini semua datang dari mengenal klienmu. Jika mereka memiliki bisnis yang sedikit berbeda maka masuk akal untuk melakukan foto portrait yang berbeda.

Selalu lakukan apa yang benar untuk bisnis, apa yang telah kamu diskusikan dan setuju selama rapat dan ketika menyetujui kontrak. Jika sebuah perusahaan akuntansi menginginkan beberapa headshot standar korporasi pada staf mereka untuk website, maka itu bukan waktunya untuk menunjukkan apa yang dapat kamu lakukan dengan menghasilkan sesuatu yang edan.

Post-Production

Saya belum pernah menemukan orang yang senang melihat fotonya sendiri. Kita cenderung tertarik kepada kesalahan kita dan melihat diri kita secara negatif.

Ketika kamu sedang mengedit, sangat bijaksana untuk tidak terlalu berlebihan. Menghilangkan setiap kerutan di bawah mata dan garis tawa akan tampak jelas dan bahkan menyebabkan penampakan gambar yang seperti boneka plastik. Tidak ada yang akan berterimakasih untuk menampakkan cacat mereka dan itu dapat terjadi oleh kekurangan yang tampak jelas.

Dalam edit portrait saya cenderung membuat layer duplikat, menggandakan cela secara menyeluruh dan kemudian menurunkan opacity sampai cela itu tampak lebih baik namun masih kelihatan alami.

Memutihkan mata dan gigi harus dilakukan sedikit saja. Hanya dicerahkan dalam tampilan yang natural – tidak ada yang ingin menjadi Ross dari serial Friend pada episode itu.

Saya sekali pernah difoto dalam portrait profesional pada pekerjaan sebelumnya dan ketika saya mendapatkan gambarnya, saya tahu saya tampak lebih baik namun saya tidak cukup yakin mengapa atau bagaimana dan saya kira itu adalah medium kebahagiaan yang harus dituju. Mereka bahagia dengan gambarnya, namun tidak dapat menunjukkan pada bagian mana yang kamu ubah dari diri mereka.

Bagaimana Cara Menangani Potensi Masalah

Foto Kelompok

Ini dapat menjadi sulit. Seperti pernikahan, ada banyak orang untuk diarahkan. Seorang asisten dapat sangat membantu namun jika kamu tidak punya, cari orang yang bertindak sebagai bos atau paling senior—mereka adalah orang yang kemungkinan akan paling didengarkan dan melakukan apa yang kamu inginkan.

Keseluruhan kelompok perlu terlihat bagus, jadi cek kembali gambarmu setelah setiap pengambilan dan pastikan tidak ada seorang pun yang matanya tertutup atau separuh tersenyum pada wajahnya.

Untuk mendapatkan senyum natural, gunakan beberapa candaan ringan. Jika kamu menggunakan moment ‘1… 2… 3… cheese’, kamu akan mendapatkan beberapa orang yang tampak sangat kaku dan tidak nyaman.

Kacamata

Pantulan dalam kacamata sangat menyusahkan. Coba dan arahkan kepala subyek menjauhi cahaya sehingga kamu tidak mendapatkan titik putih kecil pada kacamata. Terkadang mungkin untuk menghilangkan gangguan itu dalam post-production, namun jujur saja, mengapa harus pusing? Saya biasanya cukup bertanya apakah mereka oke tanpa kacamata, saya belum pernah mendapatkan orang yang menolak untuk melepasnya atau yang tampak tidak nyaman melakukannya.

Inspirasi

Seorang Businessman Yang Bahagia Di Tempat Kerja

happy businessman
Image: Photodune

Ini berlawanan dengan apa yang saya sebutkan tentang melipat lengan namun posisinya tidak tertutup rapat dan dia tersenyum lebar jadi nampaknya cukup bagus. Dengan latar belakang orang lain yang berpose dan membuatnya di luar fokus menambahkan daya tarik ke dalam sebuah foto yang berpotensi membosankan, namun saya merasa jaket berwarna mustard itu menggangu jadi berhati-hatilah dengan warna yang muncul dimana seharusnya itu tidak boleh terjadi.

Penjual Bunga Di Depan Tokonya

florist
Image: Photodune

Seseorang yang memiliki profesi yang sangat visual, seperti penjual bunga ini, memberikanmu banyak kesempatan untuk menambahkan daya tarik ke dalam sebuah gambar. Ini tidak hanya cukup bagus secara visual namun juga secara langsung menampilkan apa yang dilakukannya, yang mungkin cukup berguna untuk alat marketing seperti kartu nama.

Sebuah Tim Profesional

team
Image: Photodune

Ketika memotret sebuah tim, akan bijaksana agar mereka memakai warna atau tonal yang sama. Variasi bayang antara navy dan hitam cukup baik di sini, walaupun saya merasa tidak dengan garis-garisnya, mata saya jadi tertuju pada itu. Dalam situasi seperti ini, akan berguna untuk memiliki orang yang membawa lebih dari satu pakaian.

Businessman Stress

stressed businessman
Image: Photodune

Bukan headshot tradisional! Ini untuk bisnis dengan penampilan yang sedikit jenaka. Dia tetap berpakaian yang bagus, jadi mungkin ini adalah perusahaan pemasaran yang profesional namun ingin menampilkan kreatifitasnya. Itu juga menjadi strategi marketing cerdik untuk sebuah asisten personal atau virtual—mengambil sisi stres bisnis kamu, dan sebagainya.

Portrait Korporasi Tradisional

corporate portrait
Image: Photodune

Berdiri bersandar pada jendela dapat berhasil dengan baik jika tidak disinari matahari secara langsung. Gunakan aperture yang dekat untuk menyisihkan latar belakang, perhatikan exposure dan hati - hati terhadap pantulan (seperti dirimu sendiri) yang muncul pada kaca.

Bagaimana Membawa Portrait Bisnis Lebih Jauh Lagi

Sebaik membantumu mengedit portrait, action atau pre-set dapat menjadi sebuah cara yang cepat dan berguna dalam memberikan klien suatu ekstra. Jika, sebagai contoh, kamu tahu mereka akan menggunakan gambar mereka sebagai bagian dari pencitraan korporasi—website dan media sosial, dll—kemudian kamu dapat meletakkan gambarmu ke dalam header Facebook atau Twitter.

montage
Montase yang dibuat dengan Photoshop action

Ini adalah header Facebook dibuat dengan Facebook and Twitter Timeline Cover Montage Action dari Sevenstyle. Saya mencobanya dengan landscape dimana itu membutuhkan 20 gambar untuk berkerja.

Baca instruksinya terlebih dahulu karena diperlukan sedikit persiapan, namun setelah kamu selesai itu akan semudah klik untuk mendapatkan header Facebook dan Twitter lalu akan ada pilihan lebih lanjut seperti variasi perspektif dan tekstur.

Ini adalah video ringkas tentang aksi dalam, um, action:

Dibutuhkan agak lama selama berkerja, namun setelah selesai, kamu memiliki pilihan untuk mengubah layout dan perspektif sesukamu. Ini juga memiliki keuntungan yaitu kamu dapat membuatnya untuk lebih dari satu klien dan semuanya terlihat berbeda.

Tip Ampuh Untuk Mendapatkan Portrait Bisnis

  1. Kenali klien dan bisnisnya.
  2. Pastikan latar belakang tampak lega dan rapi.
  3. Dapatkan pencahayaan yang benar—hindari bayangan yang keras (kecuali kamu ingin menampilkan drama!)
  4. Jaga semuanya tetapi rileks dan bersahabat
  5. Gunakan kemampuan post-production dengan halus

Beberapa Sumber Lebih Lanjut

Pemikira Akhir

Portrait bisnis dan pemotretran korporasi adalah cara yang bagus untuk memperkenalkan dirimu dan jasamu ke dalam komunitas bisnis. Lakukan pekerjaan yang hebat dan ada potensi untuk pekerjaan lanjutan dari perusahaan ketika merekea ingin penyegara gambarnya.

Mengenal perusahaan adalah kuncinya karena itu adalah hal mendasar untuk keputusan pemotretan. Ketika kamu melakukan rapat awal, itu adalah waktu yang baik untuk bertanya, mendapatkan sensasi atmosfir dan gaya kerja, dan mendapatkan kontrakmu.

Cobalah untuk menjaga setiap orang rileks dan buatlah seefisien dan semenyenangkan mungkin. Beberapa obrolan dan lelucon dapat membantu orang rileks dan santai, dimana akan membuat pekerjaanmu jauh lebih mudah.

Ambillah banyak foto sehingga kamu memiliki banyak pilihan, dan ingatlah ketika akan memfoto kelompok, setiap orang harus kelihatan bagus, jadi jangan pergi hingga kamu puas bahwa kamu memiliki foto dimana tidak ada seorang pun yang matanya tertutup atau memiliki mimik wajah yang aneh!

Sedikit itu berarti lebih banyak ketika kita melakukan post-production. Kamu mencari pendapat 'wow saya kelihatan bagus' tanpa mereka bisa menyadari mengapa mereka kelihatan bagus. Biarkan beberapa garis, bayang dan kerutan untuk menghindari tampilan 'seperti-boneka'.

Terakhir, pikirkan tentang menaikkan penawaranmu dengan memberikan bonus seperti paket media pesanan menggunakan foto terbaru. Sebuah action atau pre-set dapat membuat ini semudah klik sederhana dan klienmu akan menghargainya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.