We want to learn about your experience with Tuts+. Take part to earn $50! Help us out to earn $50! Get Started
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Photography Fundamentals

Panduan Pemula Dalam Fotografi Film

by
Read Time:8 minsLanguages:
This post is part of a series called Film Photography.
An Introduction to Large Format Photography

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Hanya sekitar 15 tahun yang lalu dimana pembuat kamera membawakan kita pada permulaan fotografi digital. Rumor menyebar bahwa film telah mati. Walaupun mayoritas profesional telah membuat transisi dari film ke digital, film tetap bertahan sebagai format yang sangat populer, dimana kita semua masih dapat belajar dari situ.

Dimana memulai dengan film

Bagi mereka yang telah mengambil fotografi dalam tahun-tahun terakhir, film tampaknya seperti sebuah format kuno yang tidak lagi melayani tujuannya. Namun saya tidak akan menghabiskan sisa tutorial ini mencoba untuk membandingkan fotografi film atau digital untuk mengubahmu! Ada teknik-teknik berbeda yang diperlukan, namun kebanyakan dapat dipelajari dengan memahami bahwa fotografi film dapat menguntungkan secara besar pada pekerjaan digitalmu. Bahkan saya memulai fotografi dalam digital, itu hanya setelah saya mengambil sebuah kamera film dimana saya benar-benar mulai mengerti konsep ISO, exposure, aperture dan memerlukan waktu untuk mendapatkan hasil yang bagus!


Foto oleh Simon Bray

Film v. Digital

Walaupun preferensi film atau digital akan selalu hadir pada setiap fotografer, ada beberapa elemen fundamental dari fotografi film yang saya lihat sebagai keuntungan tersendiri dibandingkan dengan digital. Dengan sebuah kamera film, kamu melakukan semua kerjanya, kamu harus mengerti proses fisik foto diambil dan harus memiliki pengaturan exposure yang benar.

Tidak ada pilihan mengklik, memeriksa LCD, dan mencoba lagi. Bagi saya, ini berarti saya merasa jauh lebih terlibat dengan foto yang saya ambil. Saya juga mengetahui saya tidak membiarkan otak elektronik sebuah kamera digital yang melakukan semua pekerjaannya.


Foto oleh misha maslennikov

Biaya

Ada juga biaya untuk dipertimbangkan. Kebanyakan orang akan menganggap bahwa fotografi film lebih mahal dikarenakan keharusan membeli film atau membayar untuk pemrosesannya, namun sebuah kamera film yang layak akan awet seumur hidup. Pentax SLR tua milik saya jauh lebih tua daripada saya , berkerja secara sempurna dan tidak akan ketinggalan jaman.

Dengan kamera digital pilihan untuk memperbarui hampir ada setiap tahun. Pembuat bertujuan untuk memastikan kamu mengikuti teknologi, memiliki pixel terbanyak, fitur terbaru dan pengambilan gambar yang paling tajam. Tentu saja pembaruan ini bermanfaat, namun ada harganya.


Foto oleh P▲R▲

Format Film

Film hadir dengan beberapa rasa berbeda yang cocok untuk tujuan yang berbeda. Jenis utamanya adalah hitam putih, positif warna (slide film) dan pembalikan warna (atau negatif). Ukuran film paling populer adalah 35mm. Kebanyakan kamera single lens reflex (SLR) dan rangefinder menggunakan film ini. Itu biasanya hadir dalam roll yang memungkinkan 24 atau 36 kali pencahayaan.

Dua ukuran besar film lainnya adalah film format menengah dan format besar. Film format menengah jauh lebih besar dari film 35mm dan memerlukan kamera berformat menengah. Format menengah dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada 35mm dan oleh karena itu tetap digunakan oleh banyak fotografer profesional. Itu hadir dalam format 120 atau 220. Hampir setiap kamera format menengah dapat menggunakan 120, dan itu memiliki sebuah cadangan kertas. 220 tidak memilikinya, sehingga hanya kamera tertentu yang dapat menggunakannya, namun kurangnya kertas memungkinkan roll untuk menyimpan lebih banyak film, tepatnya dua kali lebih banyak.

Film format besar sedikit lebih berbeda daripada baik format 35mm dan Menengah dimana itu hadir sebagai lembar 4'x5' terpisah (atau bahkan lebih besar) yang harus dimuat ke dalam penahan film. Tiap penahan film harus dimuat di dalam gelap. Tiap penahan juga hanya menahan dua exposure. Rompi fotografer tradisional dengan semua kantong awalnya didesain untuk pengguna format besar. Kamu harus memiliki banyak kantong untuk menyimpan semua penahan film tersebut.


Foto oleh Simon Bray

Jenis Film

Setelah kamu menentukan format film mana yang akan kamu gunakan, ada banyak jenis film berbeda untuk dipilih. Terlepas dari jenis yang disebutkan sebelumnya, perusahaan seperti Fuji, Ilford, Kodak dan Agfa semuanya membuat berbagai jenis film. Masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda tergantung pada ISO, tujuan penggunaan, kontras dan kecepatan.

Sebuah tutorial menyeluruh dapat saja dituliskan tentang topik ini sendiri, namun sebelum kamu terburu-buru dan membeli banyak roll film, baca secara singkat website pembuat film untuk mencari tahu film mana yang paling cocok dengan kebutuhanmu. Juga, coba untuk menghindari penggunaan film termurah; jika kamu memiliki sebuah kamera yang bagus dan ingin membuat foto yang bagus, maka layak menggunakan film berkualitas profesional.


Foto oleh boklm

Kamera Film

Jika kamu berminat dalam dunia fotografi film, kamu akan ingin menentukan sebuah kamera film. Sama halnya dengan dunia fotografi digital, ada kamera berbeda yang cocok untuk tujuan yang berbeda. Kamera yang paling populer adalah 35mm seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Kamera ini berkisar dari point-and-shoot otomatis hingga kamera rangefinder yang sederhana (namun profesional) hingga kamera SLR manual penuh (atau otomatis penuh).

Langkah berikutnya adalah kamera format menengah, yang sedikit lebih berisi, namun menghasilkan gambar resolusi lebih besar dan lebih tinggi. Jika kamu benar-benar ingin memulai dengan hal dasar, kamu bahkan dapat mencoba sebuah Lomo atau kamera mainan yang sangat trendi di masanya dan didesain untuk pemakaian yang sangat mudah.


Foto oleh faiz tajuddin

Kesabaran, Disiplin Dan Pengaturan Yang Benar

Salah satu perbedaan besar antara memotret digital dan film adalah bahwa dengan film, kamu tidak memiliki pilihan untuk menilai fotomu saat berkerja. Bagi beberapa di antara kamu, itu akan memerlukan banyak waktu untuk terbiasa. Kamu tidak akan lagi dapat menggunakan metode fotografi trial and error. Sejauh yang saya sadari, ini bukanlah hal yang buruk.

Ketika memotret dalam film, kamu perlu menggunakan sedikit lebih banyak waktu tersebut untuk memastikan bahwa pengaturan exposure benar tergantung pada cahaya yang tersedia, dimana light meter bisa menjadi sangat berguna. Kamu akan perlu memeriksa bahwa kamu memiliki komposisi persis seperti kamu menginginkannya dan bahwa kamu bahagia dengan hasil gambar yang kamu ambil. Ini semua memerlukan kamu untuk menjadi sangat terbiasa dengan kameramu. Jadi pastikan untuk membaca manual atau menghabiskan waktu dengan kameramu.

Disiplin dan kesabaran ini berarti bahwa persentase film yang lebih besar yang akan kamu ambil akan menjadi yang bermutu bagus dan latihan ini telah meningkatkan fotografi keseluruhan saya secara signifikan dimana saya ingat untuk menggunakan waktu pada tiap pemotretan dan tidak hanya menjepret dengan berharap saya akan mendapatkan hasil yang saya inginkan.


Foto oleh neiltron

Pengembangan

Setelah kamu mengambil fotomu, kamu harus sabar sebelum melihatnya. Bagi saya, ini semua merupakan bagian kesenangannya. Ketika kamu memutuskan untuk mengembangkan filmmu, pastikan kamu melakukannya dengan benar. Jika kamu tidak percaya diri dengan pengembangan itu sendiri, atau kamu tidak memiliki sumber dayanya, bawa itu ke toko atau studio agar ada seseorang yang melakukannya untukmu.

Perlu diingat bahwa kamu mempercayai seseorang lainnya untuk mengembangkan fotomu, jadi bawa itu ke seseorang yang kamu kira akan mengurusi pengembangan fotomu daripada membayar beberapa dollar di mall lokal. Jika kamu memiliki kesempatan, coba dan lakukan pengembangan sendiri. Ini adalah bagian krusial dari fotografi film dan memberimu sebagai fotografer sebuah kendali yang lebih besar tetapi apa yang kamu buat.


Foto oleh J. Tegnerud

Memindai dan berbagi

Ketika kamu mendapatkan cetakannnya, kemungkinan kamu ingin juga bisa melihatnya di komputer. Beberapa toko cetak dapat menempatkan foto ini ke dalam disc, namun jangan gunakan ini sebagai alternatif untuk mencetaknya. Itu mengurangi daya tarik dari keseluruhan proses. Merupakan momen yang bagus ketika kamu pertama kali melihat cetakan barumu.

Kamu juga nantinya memiliki pilihan untuk men-scan fotomu ke dalam sebuah komputer, dimana ini tidak masalah, namun sadari bahwa scanner berkualitas rendah akan benar-benar merusak kualitas gambarnya. Setelah scanning, kamu akan dapat membagikan hasil foto film barumu yang cantik secara online dan menunjukkan kepada dunia betapa bagusnya itu. Dan jangan hanya meninggalkan cetakan di dalam kotak di suatu tempat!


Foto oleh paulo renato

Menjadi Kreatif

Sekarang kesempatanmu untuk keluar dan mencoba fotografi film. Semoga kamu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa sebenarnya fotografi film itu dan bahwa ada banyak yang perlu dipelajari dan dinikmati. Cobalah menggunakan sebuah kamera film. Hemat beberapa uang dan temukan di Ebay atau cari di sekitar loteng rumah ibu dan ayahmu.

Kamu nantinya dapat memotret baik dengan kamera digital dan film dan mencoba disiplin berbeda pada saat bersamaan. Bandingkan hasil dan terus bereksperimen dengan film. Kamu akan segera siap untuk mencoba memproses karyamu sendiri!


Foto oleh Der Ohlsen

Apakah kamu sudah antusias dengan film? Bagikan tautan gambar film-mu di dalam komentar di bawah. Silahkan beritahu kami jika kamu memiliki sebuah kamera film favorit, dan beritahu kami tips film favoritmu!

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.