Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Theory
Photography

Panduan Pemula Framing dan Cropping yang Bijaksana

by
Length:MediumLanguages:
This post is part of a series called Composition.
The Theory and Psychology of Framing Your Image
A 10 Step Guide to Understanding and Utilising Pattern

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Kita semua memiliki sedikit perbedaan pandangan dunia. Tidak dua orang melihat subjek apapun tepatnya sama di tingkatan yang kecil. Pandangan itu adalah perspektif kita dan sangat penting – keduanya dalam kehidupan, dan fotografi.  Bagaimana sesuatu itu dibingkai, dan perspektif yang kami berikan pada subjek fotografi kami, benar-benar relevan pada hasil dari proses fotografi.

Tutorial yang Diterbitkan Ulang

Setiap beberapa minggu, kami mengunjungi kembali postingan favorit pembaca kami dari seluruh sejarah situs. Tutorial ini pertama kali diterbitkan pada Oktober 2010.

Hari ini kami akan mengeksplorasi bagaimana kami bisa mendekati proses fotografi framing dan perspektif, untuk menyampaikan sensasi yang akurat dari pemandangan yang kami gambarkan. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut!


Framing itu Penting

Jika anda sedang mencari salah satu cara termurah untuk meningkatkan fotografi anda, mulai dengan menginvestasikan beberapa waktu mempelajari menyusun potret anda. Secara pribadi, saya telah menemukan waktu berinvestasi di proses ini yang terbayar kembali dengan sangat besar. Seringkali bepergian dan memotret subjek yang sama dengan yang lain, saya akan bertanya mengapa seseorang mungkin menyukai potret saya lebih dari milik mereka sendiri. Lebih dan lebih, saya menyadari ini  hanyalah cara saya menyusun subjek utamanya.

Dari poin itu, saya mulai melihat hal-hal dengan sedikit berbeda dengan mencoba meningkatkan fotografi saya sendiri secara sengaja saat meletakkan kamera ke mata saya. Tindakan selanjutnya adalah beberapa pelajaran yang telah saya pelajari menggunakan teknik framing berbeda untuk mengubah perspektif dan memungkinkan meningkatkan fotografi saya. Saat individu sebagai perspektifnya, saya tidak berusaha mengatakan “Inilah cara yang benar menyusun foto anda” karena itu tidak selalu benar.  Hanya apa yang berhasil bagi anda. Harapan saya bahwa anjuran ini akan mengarahkan anda untuk mengevaluasi ulang karya anda dengan mata untuk berkembang. 

NB. Saya mengambil pandangan yang luas terhadap apa arti “framing” di artikel ini. Bisa berarti gambar yang tepat terlihat di jendela bidik, atau bisa berarti keseluruhan pandangan terhadap seluruh pemandangan berkembang di sekitar kamera. 


Mencari Gangguan

Tip yang saya punya adalah mencari gangguan. Jadi sering saat saya menyusun potret yang saya dapatkan terbungkus dengan sepenuhnya di subjek utama. “Lihatlah ular itu sungguh mempesona!” atau “Wow, matahari terbenam yang mengagumkan!” Saya yakin banyak dari kita menjadi seperti “pandangan lurus”, khususnya saat bepergian ke negara baru dan eksotis.

Jika momennya tidak bergerak terlalu cepat, sejenak melihat sekitar subjek untuk gangguan yang tidak diinginkan. Contohnya, saya mengambil foto pertama air terjun yang indah ini di Gibraltar Range National Park di New South Wales, Australia. Ini pemandangan dari dekat lahan parkir. 

photogaphy cropping theory

Ini air terjun yang indah dan saya hanya sendiri, membuat pemandagan yang ideal. Pastinya satu foto ini akan menjadi perwakilan dari bagaimana air terjun terasa pada saya. Tidak berbahaya memotretnya. Ini bukan pemenang penghargaan dengan cara apapun, tetapi juga bukan serangan. Kemudian saya menyadari jalan kecil pendek, curam 2km jauhnya ke arah dasar air terjun. Menghabiskan beberapa jam memotret, saya pergi ke bawah jalan kecil untuk melihat apa yang dilihat. Untungnya jalan kecil ini mengarah ke kolam di dasarnya dan saya bisa memotretnya.

photogaphy cropping theory

Sekarang kami sampai di suatu tempat. Sebatang kayu bundar yang menarik di depannya, dengan air terjun bak sutera di belakangnya. Kecuali saya tidak menyadari pohon di sebelah kiri (jangan bertanya bagaimana, tetapi saya benar-benar tidak ingat ada pohon di situ saat itu!) bergerak sedikit kea rah kanan, saya mendapat foto ini:

photogaphy cropping theory

Saya paling puas dengan foto ini (meskipun bisa memakai beberapa bantuan dari cropping pasca prosesi, di bawah). Jadi, ini tangkapan yang jauh lebih baik daripada foto sisi jalan yang asli.


Horizontal atau Vertikal

Cara lain menyusun foto adalah membuat pilihan antara orientasi lanskap atau portrait. Sifat bawaan kita biasanya memiliki banyak dari kita yang men-default-kan ke orientasi horizontal, atau orientasi lanskap.  Itulah cara mata dan otak kami mengambil pemandangan bagaimanapun juga. Tetapi eksperimen menarik membuka mata saya menantang frame ini dalam pikiran. Dalam eksperimen yang bebas saya memposting foto berikut ini di Twitter dan Facebook suatu hari:

photogaphy cropping theory

Beberapa hari kemudian, di waktu yang sama dan lebih atau kurang dengan audiens yang sama, saya memposting versi horizontalnya seperti:

photogaphy cropping theory

Saya jadi memiliki kebiasaan memotret pemandangan dua kali seperti ini, selama ada banyak kegunaan bagi foto-foto vertikal, termasuk sampul majalah. Saat saya memposting foto kedua, ada lebih banyak respon daripada sebelumnya. Pemandangannya persis sama, dan fotonya diambil berjarak 6 detik. Tetapi satu foto hanya beresonansi dengan lainnya lebih daripada foto yang saya lebih sukai.  Hal ini merupakan pengingat yang jelas agar membalikkan kamera anda dari waktu ke waktu, dan lihat bagaimana anda bisa menyusun hal-hal dengan berbeda.


Menambah Konteks

Beberapa subjek yang berdiri sendiri dengan baik – portrait. Banyak yang bisa dikomunikasikan dengan portrait bagus yang sedikit hal lain yang diperlukan. Tetapi, seringkali memasukkan bagian sekililing membantu menghubungkan pemirsa keseluruh lokasi. Ambil contoh foto ini dari Arlington National Cemetry.

Itu batu nisan tunggal, dan kecuali saya memberitahu lebih banyak soal itu, berdiri sendiri. Tak mengherankan itu sangat penting bagi keluarga prajurit ini, tetapi menarik kembali sedikit memberi hubungan baru terhadap prajurit diantara prajurit lainnya.


Zoom In

Terkadang tindakan atau intisari foto diberi terlalu banyak konsep (artinya subjek bisa menjadi kacau di sekelilingnya). Dalam perkara-perkara ini sebaiknya mencoba menunjuk subjek dengan tepat dan isi framenya. Memiliki lensa zoom yang layak akan selalu membantu fotografi perjalanan dan harus dipakai saat segalanya menjadi sangat sibuk.

Di contoh ini saya berakhir menggunakan pemotongan pasca prosesi (bawah) untuk mengisolasi subjek, yang mana bagi saya adalah kombinasi orang-orang menaruh penatu warna-warni dan koleksi besar piring satelit, semuanya keabuan dan kurang hidup. Efek yang serupa bisa diproduksi oleh zooming sederhana dengan lensa saat menangkap foto.

photogaphy cropping theory
photogaphy cropping theory

Memotong Sendiri

Saya telah menyebutkan cropping pasca prosesi, dan saya yakin anda akan mengetahuinya selanjutnya! Tetapi pertama-tama saya pikir penting mendapat dasar-dasar framing; Memotong sendiri.  Hal ini tidak lebih--dari mencoba dan metode rotasi yang benar, zooming dan bergerak sendiri di sekitar pemandangannya sampai framing yang diidamkan tercapai. Intinya, ini menjadikannya benar di awal jadi anda tidak perlu menyesuaikannya nanti. 

Saya menemukan pemandangan di bawah ini saat berjalan di jalanan Fes, Maroko, saya langsung memotret tanpa banyak menyusun sama sekali.

photogaphy cropping theory

Ambil hanya beberapa detik lagi, saya berhenti berjalan, mengkomposisi ulang dan membuat tangkapan lain dengan apa yang saya yakini menjadi frame yang lebih menyenangkan.

photogaphy cropping theory

Contoh ini juga menarik beberapa elemen lain yang telah didiskusikan. Saya zoom ini sedikit, bergerak ke sisi sedikit, dan potong gangguannya. Masih bisa ditingkatkan menjadi lebih bagus, dan selama saya duduk di kantor yang berjarak 7,300 mil saya berharap bisa teleportasi kembali untuk mengubah sedikit hal! Tetapi, intinya ini berhasil pada saya.


Pemotongan Pasca Prosesi

Hal ini mungkin salah satu cara yang termudah untuk membuat segalanya benar. Program seperti Photoshop, Picasa dan lain-lain membuatnya mudah memotong, rotasi dan zoom. Ada juga opsi mengambil foto aslinya dan membuat sesuatu yang belum pernah bisa dilakukan langsung di kamera. Pertama, foto asli kura-kura “melakukan urusan kura-kuranya” di dalam air hangat Meksiko’s Riviera Maya.

photogaphy cropping theory

Dan sekarang ubah ke arah yang berbeda.

photogaphy cropping theory

Mengisolasi kura-kura kemudian membuka gambar di depannya untuk memberi beberapa ruang melihat, memberi gambar sensasi yang benar-benar berbeda. 


Kesimpulan

Maksud saya bersama dengan artikel ini adalah untuk membantu memberi sedikit pandangan ke perspektif dalam fotografi, dan pentingnya menyusun foto dalam bentuk yang beragam.  Memotong gambar bisa menghasilkan hasil yang berbda, dan benar-benar mengubah penyampaian fotonya. Apakah anda melakukannya secara pribadi atau dalam pasca prosesi, ini adalah teknik penting untuk dikuasai.

Pernahkah anda mencoba cara lain framing yang bisa digunakan untuk meningkatkan fotografi anda? Jangan ragu tinggalkan komentar di bawah!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.