Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Architecture

Sebuah Panduan Untuk Memulai dalam Fotografi Real Estate

by
Length:MediumLanguages:
This post is part of a series called Architectural Photography.
25 Stupendous Examples of Architecture Photography
James Kerwin, Urban Explorer: Go Slow and Respect Your Subject

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Bisnis properti adalah salah satu industri yang paling kompetitif di dunia. Didominasi oleh para agen yang mencari penjualan besar, menjual properti sebenarnya adalah tentang membuat anda terlihat berbeda dari para pesaing anda. Dan tidak ada cara yang lebih baik untuk menangkap perhatian pembeli selain dengan menampilkan foto terbaik dari rumah yang sempurna, bukan? Pada artikel kali ini, kita akan melihat dunia yang menarik dari fotografi dalam bisnis properti.

Kebutuhan akan fotografi real estate akan selalu ada, bagaimanapun keadaan ekonomi yang sedang berlangsung. Penurunan pasar di  Amerika Serikat yang terjadi beberapa tahun yang lalu tidak berdampak pada permintaan akan foto yang menampilkan properti yang ingin dijual. Ketika para makelar kesulitan untuk menjual rumah dan properti, foto yang dibuat dengan baik dapat menjadi pembeda dari properti yang mereka jual dengan properti lainnya.

Dikarenakan permintaan yang selalu ada untuk fotografi real estate, bidang ini dapat menjadi karir yang menarik untuk dikerjakan atau menjadi kesempatan bagi anda untuk menambah pendapatan freelance anda. Namun, untuk menjadi sukses dalam fotografi real estate, anda membutuhkan beberapa teknik dan pertimbangan yang membedakan bidang ini dengan bidang fotografi lainnya. Mari kita lihat.


Berkenalan dengan Chase Thibodeaux

Chase Thibodeaux adalah seorang fotografer real estate yang berasal dari bagian Western North Carolina. Chase telah sukses dalam membangun bisnis fotografi real estate miliknya sendiri, Xposure Real Estate Photography. Dia juga bersedia untuk membagi pengalamannya pada artikel ini. Bisnisnya telah berkembang dengan sangat cepat dan membuatnya sibuk memotret properti-properti yang mengagumkan di daerahnya.


Xposure Real Estate Photography milik Chase Thibodeaux telah mencakup fotografi real estate di Western North Carolina.

Memilih Peralatan yang Tepat

Dalam bidang fotografi apapun, hal pertama yang penting untuk dilakukan adalah mempertimbangkan peralatan yang akan menunjang kesuksesan anda. Dalam fotografi real estate, anda mungkin saja sudah memiliki peralatan yang diperlukan untuk memulai.

Kamera

Banyak fotografer memilih untuk menghabiskan sebagian besar budget mereka di kamera. Namun, fotografi real estate bisa jadi tidak terlalu menuntut tentang kamera apa yang anda gunakan dibandingkan dengan jenis fotografi lainnya. Anda tidak memerlukan kamera yang terbaru dan tercanggih untuk mendapatkan foto yang bagus.

Akan lebih menguntungkan jika anda menggunakan kamera yang bagus dengan kemampuan ISO yang tinggi, dan semakin baru kamera anda, biasanya semakin baik pula hasil yang akan anda dapatkan. Klien anda mungkin saja akan meminta foto yang diambil di malam hari dengan tujuan untuk memperlihatkan properti mereka saat disinari lampu.

Jika anda telah memiliki kamera digital SLR modern, kemungkinan besar anda tidak perlu menggantinya untuk mulai dalam fotografi real estate. Simpanlah budget anda untuk barang-barang yang akan kami diskusikan di bawah ini.

Lensa

Lensa adalah hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan dalam fotografi real estate dan lensa wide angle adalah pilihan terbaik yang bisa anda dapatkan. Anda tidak akan selalu memotret ruang seluas Taj Mahal, jadi untuk memotret kamar mandi dari dua ruang tidur di rumah yang bergaya Cape Cod, anda tentu saja akan membutuhkan lensa wide angle untuk menangkap keseluruhan ruangan.

Sebuah lensa wide angle atau ultrawide adalah kunci kesuksesan anda dalam fotografi real  estate. Sudut pandang yang ditawarkan oleh lensa seperti ini akan memudahkan anda untuk menempatkan orang yang melihat foto tersebut merasa seperti berada di tempat foto diambil dan membuat mereka merasa seperti sedang berada di rumah tersebut.


Foto oleh Chase Thibodeaux.

Chase mengatakan: “Untuk mendapatkan foto yang bagus, anda perlu untuk menampilkan area rumah tersebut sebanyak mungkin. Memotret dari beberapa angle (seperti dari sudut) ruangan akan memberikan kesan ruang yang lebih luas. Anda dapat membuat ruangan yang sangat kecil terlihat jauh lebih luas hanya dengan mengatur posisi kamera anda.”

Aksesoris

Semua hal yang disebutkan di atas memang penting, namun jangan sampai anda melupakan satu hal utama yang bisa meningkatkan hasil foto properti anda: sebuah tripod. Seringkali, anda akan berada di lingkungan yang pencahayaannya kurang dan pada saat seperti inilah penggunaan tripod akan berpengaruh. Anda akan terbagi saat ingin mengambil foto dengan low ISO untuk hasil yang berkualitas, ditambah dengan mengurangi aperture untuk menghasilkan ketajaman foto yang lebih baik dan menambah kedalaman pandang dari foto anda. Tentu saja, untuk mencapai hal ini ada yang harus dikorbankan dan biasanya kecepatan shutter-lah yang harus dihilangkan dari pilihan.

Menurut Chase: “Untuk mereka yang ingin mempelajari fotografi real estate, hal utama yang harus anda fokuskan adalah peralatan anda. Anda tidak perlu menggunakan peralatan yang mahal untuk mendapatkan foto yang bagus, anda hanya harus memiliki sebuah kamera DSLR dan lensa ultra wide angle. Tambahkan tripod dan anda sudah siap untuk memotret!”


Pengambilan Foto

Setelah kita mendapatkan semua peralatan yang dibutuhkan untuk berhasil dalam fotografi real estate, sekarang mari kita rencanakan pengambilan fotonya.

Ketika bekerja dengan klien anda, pastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi. Jika ini adalah pengalaman pertama anda dalam fotografi real estate, pastikan anda mempunyai beberapa foto yang membuat properti terlihat seperti apa yang makelar atau pemiliknya inginkan. Klien anda pasti menginginkan anda untuk mengambil foto ruang tamu utama, kamar tidur, dan kamar mandi.


Foto oleh Chase Thibodeaux.

Saat anda merencanakan untuk melakukan pemotretan properti, artinya anda harus mempersiapkan setting untuk foto sedini mungkin. Jika anda bekerja dengan seorang klien, anda harus memberitahukan bahwa rumah mereka perlu berada dalam kondisi siap foto agar anda bisa bekerja dengan baik. Hal ini sangat penting, apalagi jika anda ingin memotret rumah yang masih ditinggali.

Jika rumah tersebut sedang tidak ditinggali, biasanya agen properti akan ingin untuk hadir saat anda melakukan pemotretan. Keadaan seperti ini akan membutuhkan anda untuk berbicara dengan agen tersebut tentang waktu yang dia butuhkan jika ingin melihat proses pemotretannya.

Pastikan bahwa anda menyediakan klien anda foto dengan kualitas web dan resolusi penuh. Dengan jadwal yang padat, agen properti seringkali tidak punya waktu atau alat yang dibutuhkan untuk memproses foto, jadi pastikan foto yang anda hasilkan sudah memiliki ukuran yang sesuai agar foto tersebut dapat langsung dimasukkan dalam sistem listing mereka.

Menangkap Suasana yang Diinginkan

Jadi, anda sudah mendapatkan susunan yang sudah disetujui dan siap untuk menjelajahi properti untuk mendapatkan foto yang akan membuat rumah tersebut terjual dalam waktu singkat. Sekarang saatnya kita melihat langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah mengamati interiornya. Setelah anda telah mendapatkan ide yang bagus untuk memotret ruangan tersebut, berarti ini adalah waktu bagi anda untuk mendalami ruangan tersebut. Anda dapat memasang tripod anda dan mulai mengatur ruangan tersebut agar keindahan dari rumah yang anda foto dapat terlihat. Tahap ini membutuhkan apresiasi tertentu terhadap arsitektur dan desain.

Pendapat Chase Thibodeaux mengenai pengaturan ruang: “Banyak orang ingin mengatur tripod mereka setinggi mungkin dan seringkali mengambil foto ‘setinggi mata’. Hal ini tidak saya rekomendasikan karena ketika anda memotret setinggi mata, anda otomatis akan mengarahkan kameranya ke bawah. Ketika anda melakukan hal tersebut, anda akan menghasilkan sesuatu yang disebut “converging vertical”. Dimana sudut dinding yang lurus akan terlihat bengkok atau miring jika dibandingkan dengan bingkai foto. Tinggi yang pas untuk mengatur tripod adalah setinggi dada, atau sekita 4.5 – 5 kaki, yang akan memudahkan anda untuk mendapatkan dinding yang terlihat vertikal di frame.”

Setelah mengatur ruangan seperti yang anda inginkan, memotret serangkaian foto dengan teknik bracketing juga merupakan ide yang bagus. Untuk memotret dengan teknik bracketing, kita perlu mengambil foto dari tempat yang sama namun dengan beberapa exposure yang berbeda. Kita akan mengambil beberapa foto yang mempunyai rentang terang dan gelap yang berbeda yang nantinya akan kita gabungkan. Software seperti Photoshop akan memudahkan kita untuk menyatukan foto dan menggabungkan area yang diberi highlight dan bayangan. Tujuan hal ini adalah untuk menangkap rentang exposure yang besar.


Foto oleh Chase Thibodeaux.

Pendapat Chase Thibodeaux tentang pencahayaan: “Salah satu hal yang paling penting dalam memotret sebuah rumah adalah pencahayaan yang bagus. Kesalahpahaman yang kerap terjadi dalam fotografi real estate adalah pemikiran bahwa anda memerlukan flash eksternal untuk mendapatkan foto yang bagus. Ini tidaklah benar! Semua foto yang saya ambil menggunakan pencahayaan natural dengan teknik HDR.

Memotret dengan teknik bracketing untuk HDR akan mencegah terjadinya bayangan yang kasar atau hot spots yang biasanya dihasilkan oleh flash eksternal. Warna-warna juga akan terlihat lebih cerah ketika anda menggunakan HDR. Ketika anda menggabungkan foto yang diambil dengan teknik bracketing, sangatlah penting untuk membuatnya tetap terlihat natural. Daripada teknik umum seperti tone mapping, saya lebih suka menggunakan exposure fusion karena saya lebih menyukai hasil foto yang diambil dengan teknik ini. Memperbaiki dan mengatur foto lebih lanjut dapat dilakukan dengan Photoshop.”

Jangan lupa juga untuk mengambil foto bagian luar rumah yang bagus. Terkadang, ini berarti anda harus melakukan beberapa pengamatan sebelum hari pemotretan. Carilah waktu dimana pencahayaan terbaik akan jatuh pada bagian luar rumah dan manfaatkan hal tersebut. Selain itu, anda juga perlu untuk memasukkan cuaca sebagai pertimbangan lainnya dalam memotret bagian luar rumah. Bahkan rumah yang berharga jutaan dolar sekalipun akan terlihat tidak menarik jika disandingkan dengan langit yang gelap.


Foto oleh Chase Thibodeaux.

Pendapat Chase Thibodeaux tentang bagian eksterior: “Untuk foto bagian luar rumah, saya biasanya menurunkan exposure-nya satu atau dua tingkat untuk menyeimbangkannya dengan cahaya matahari. Hari yang sedikit mendung akan memberikan kondisi yang terbaik karena bayangannya akan terbatas dan juga membuat cahaya yang ada di luar terlihat lebih dekat dengan cahaya yang ada di dalam rumah. Hal ini akan membantu untuk mengurangi cahaya yang berlebihan dari jendela. Cahaya yang berlebihan biasanya terjadi saat cahaya yang di luar lebih terang daripada cahaya yang ada di dalam. Sensor kamera biasanya tidak dapat mendeteksi perbedaan tersebut sehingga anda perlu menggunakan mata anda sebagai gantinya.”


Satu Gagasan Lagi

Chase memberikan gagasan terakhir tentang bagaimana membedakan anda dengan fotografer lainnya, “Satu jasa paling populer yang saya tawarkan adalah Pole Aerial Photography untuk foto bagian luar rumah. Mengatur kamera pada sebuah tiang akan memberikan anda sudut pandang yang berbeda akan rumah yang anda potret dan membedakannya dengan foto yang diambil fotografer lainnya.

“Ketika pembeli sedang mencari rumah dengan melihat foto, sangatlah mudah bagi mereka untuk melihat foto yang terlihat sama. Hal yang anda lakukan untuk terlihat berbeda akan menjadi kesuksesan yan besar! Hal penting lainnya adalah anda perlu untuk mengerti bahwa fotografi real estate tidak hanya tentang bagaimana memasarkan sebuah properti, namun fotografi real estate juga mencakup tentang orang yang memasarkan, yaitu agen yang akan menjual rumah tersebut. Tidak peduli apakah anda berniat untuk memulai fotografi real estate hanya untuk kesenangan anda ataukah untuk memulai bisnis anda, perjalanan yang anda alami akan menguntungkan anda."


Kesimpulan

Fotografi real estate adalah bidang yang akan selalu memiliki peminat dan menyediakan kesempatan kerja yang menarik. Menjelajahi properti yang indah dapat menjadi bagian yang menyenangkan dari pekerjaan ini dan hal ini juga akan memperluas sudut pandang anda dalam fotografi.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.