Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Capture One Pro

Dasar dari Kamera Digital dengan Medium Format

by
Read Time:8 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Setelah beberapa bulan yang lalu, saya mengamati tren yang ada diantara para fotografer terkenal. Mereka tidak lagi dengan puas dengan kamera crop factor atau bahkan kamera digital dengan iftur yang serupa dengan kamera 35mm full frame, banyak fotografer yang berpindah ke digital medium format.  Apa keuntungan yang ditawarkan oleh digital medium format, dan apakah anda akan segera menggunakan kamera ini? Bacalah tutorial ini untuk mengetahuinya.


Berbicara secara Teknis

Pertama, mari bicara tentang apa sebenarnya kamera digital dengan medium format ini. Sebenarnya semua ini hanyalah tentang sensor. Semua hal lainnya sama, namun sesnor kamera yang lebih besar menghasilkan kualitas foto yang lebih besar.   Apa yang membedakan kamera ponsel anda dari SLR? Selain perbedaan optika dan hardware pendukung lainnya, perbedaan yang paling besar adalah pabrik ponsel anda tidak bisa memasukkan imaging chip sebesar SLR untuk perangkat yang muat dalam kantong. 


Untuk menolong membayangkan perbedaan dari ukuran sensor, saya menaruh skema ini dengan bantuan dari website pabrik kamera Phase One. Tiga kamera yang di sebelah kiri adalah kamera digital dengan sensor medium format, dan sensor yang terakhir memberikan gambaran untuk perbandingannya.

Untuk para fotografer profesional yang sudah ahli, bukan rahasia lagi bahwa kualitas dari karya mereka tidak sepenuhnya ditentukan oleh peralatan yang digunakan.  Foto mereka terlihat kuat karena pengetahuan mereka, dedikasi terhadap karya seni dan pengalaman sebagai fotografer. Namun, fotografer dengan budget seperti ini biasanya lebih cenderung ingin untuk meningkatkan hasil karya mereka ke level selanjutnya.


Keuntungan

Semakin banyak fotografer yang membuat berita dengan berpindah ke kamera digital dengan medium format, rasa tertarik anda juga akan berkembang dengan berbeda diantara kamera SLR digital standar dan kamera yang menawarkan sensor yang lebih besar. Digital medium format menawarkan seperangkat keuntungan yang terus menarik fotografer. Mari kita lihat beberapa darinya.

Kualitas Foto dan Resolusi

Untuk banyak fotografer, semuanya adalah tentang file itu sendiri. Mereka akan mengorbankan hampir semuanya yang ada di kamera asalkan hal itu bisa menolong untuk meningkatkan hasil akhirnya.  Ketika kita membicarakan tentang keuntungan yang ditawarkan oleh digital medium format, ini adalah point penting untuk dipertimbangkan.

Meskipun pabrik SLR tradisional bekerja keras untuk mengejar dalam hal resolusi, urutan teratas dari kamera digital medium format masih belum bisa ditandingi saat ini.  Perhatikan penawaran fitur yang ditawarkan oleh kamera IQ180 miliki Phase One. Kamera ini dilengkapi dengan sensor 80 megapixel, yang dua kali lebih baik dari kamera digital SLR terbaik.


Di foto 31 megapixel yang disediakan oleh Hasselblad ini, sangatlah mudah untuk melihat kekuatan dari digital medium format. Yang paling atas adalah foto keseluruhan dan dibawahnya adalah 100% potongan dari file foto yang berukuran besar.  Perhatikan bahwa foto tersebut tetap mempertahankan kejernihan dan detailnya meskipun foto tersebut hanyalah sebagian kecil dari foto aslinya.

Apakah semua orang memerlukan foto ini? Tidak. Namun, memotret dengan kamera ini untuk iklan besar dan menghasilkan foto berukuran besar akan sangat menguntungkan.  Tawar-menawar dalam proyek iklan adalah kompetisi yang menegangkan dan jika anda bisa menawarkan sesuatu yang lain dari yang lainyya adalah tipe keuntungan yang membuat fotografer tersebut dipekerjakan – adil ataupun tidak.  Dan juga, kemampuan untuk dapat memotong foto sampai ke proporsi yang ekstrim dan masih bisa mempertahankan detail halusnya bukanlah hanya sekedar mimpi dengan kamera yang memiliki proporsi ini.

Flash Sync

Inspirasi dari artikel ini adalah dua fotografer favorit saya yang menulis tentang bagaimana mereka mengubah format mereka akhir-akhir ini.  Meskipun saya sudah familiar dengan digital medium format sebelumnya, migrasi dari David Hobby (dari Strobist fame) dan Zack Arias (yang banyak dipuji oleh Onelight ) yang baru-baru ini membagi detail dari perubahan mereka ke kamera dengan sensor yang besar.  Jika anda familiar dengan karya Arias dan Hobbu, anda mungkin akan tahu bahwa karya mereka seringkali melibatkan kegunaan flash. Dengan keuntungan strobo yang dimiliki ole digital medium format, tidak sulit untuk memahami apa yang mereka pikirkan.

Seperti yang anda ketahui, kamera memiliki “sync speed”. Kecepatan ini adalah kecepatan shutter speed tercepat yang mana kamera tersebut menggunakan unit flash dengan tipe strobo.  Pada banyak kamera SLR, kecepatan shutter speed yang paling cepat adalah sekitar 1/160 per detik sampai dengan 1/250 per detik. Ada beberapa teknologi yang dapat membantu kita untuk melewati batas ini, namun seringkali, unit flash kehilangan kekuatannya.


Ini adalah foto dari artikel yang saya tulis tentang kegunaan flash. Dalam foto ini, anda dapat melihat apa yang terjadi saat kecepatan flash sync terlewati, kita mendapatkan bagian potongan dari foto tersebut.  Dengan kecepatan sync yang jauh lebih cepat pada kamera digital medium format (banyak kamera ini setinggi 1/1600 per detik atau 1/2000 per detik dibandingkan rentang standar SLR sebanyak 1/200) anda tidak mungkin menemui efek ini. 

Dengan kebanyakan kamera digital medium format, teknologi seperti ini tidak dibutuhkan, karena kamera tidak menemui masalah sync terbatas seperti yang dihadapi SLR. Shutter dengan leaf type lebih cocok dengan sync, bahkan dengan kecepatan shutter  yang tinggi. Jika menggunakan flash dan menjaga kedalaman pandang yang dangkal adalah kunci dari tampilan para fotografer, hilangnya pembatasan ini akan membuat perubahan yang tak tertandingi.


Apa yang Mereka Katakan

Seperti yang saya katakan di atas, David Hobby dan Zack Arias telah menulis tentang perubahan mereka ke digital medium format bulan lalu.  Keduanya adalah fotografer yang sangat sukses dan juga instruktur yang luar biasa. Berikut ini adalah pendapat yang mereka bagi mengenai perubahan mereka digital medium format.

David Hobby - Strobist - Phase One P25+ Back

Pada kualitas gambar:

“Pixel individual yang menawarkan rentang dinamis sebesar dua belas stop, dan bisa dikatakan bahwa noise bukanlah masalah. Kamera ini sama sekali bukan amera dengan ISO tinggi.  Namun kamera ini bersinar pada jenis kondisi dimana saya ingin memakainya. Anda bahkan bisa membuat exposure malam selama satu jam tanpa noise.”

Tentang memperlambat proses pembuatan fotonya:

“Faktanya, saya mencoba untuk memperlambat semuanya. Secara sadar, saya saat ini seperti sedang menembak tanpa arah dan berharap ada yang terkena. Chip milik Nikon terlihat bagus. Namun daripada harus membayar untuk kecepatan dan teknologi tambahan yang tidak akan saya gunakan, saya lebih baik menghabiskan uang untuk chip.”

Zack Arias - OneLight, Usedfilm Studios - Phase One IQ140

Dengan penampilan kamera IQ140 miliknya yang tidak bisa dijabarkan:

“Saya tidak bisa menggambarkan dengan tepat bagaimana bagusnya file digital dari kamera ini. Ini bukan hanya tentang jumlah megapixel yang berpengaruh. Ukuran dari sensor fotonya adalah yang mempengaruhi kualitas fotonya.  Saya lebih baik memiliki kamera medium format sebesar 20 megapixel daripada DSLR dengan 30 megapixel karena sensor fisiknya jauh lebih besar. Semakin besar sensornya makan semakin tinggi kualitasnya.”


Mereka Tidak Sempurna

Meskipun kamera digital medium format terlihat seperti mewakili pesatnya perkembangan pasar di kalangan fotografer profesional, kamera ini bukanlah kamera yang bisa dipakai dalam setiap situasi. Selain fakta bahwa kamera ini membutuhkan banyak uang, anda beberapa jumlah faktor yang membuatnya menjadi pilihan yang tidak universal.

Yang pertama, mereka tidak mempunyai saingan di bidang ISO yang tinggi. Kamera seperti ini dibuat untuk memotret dengan cahaya yang cukup dengan pengaturan ISO yang rendah.  Jika anda adalah tipe fotografer yang memotret dengan situasi pencahayan yang kurang dan perlu untuk mengatur ISO anda secara sering, digital medium format bukanlah pilihan untuk anda.

File foto dari kamera ini juga memerlukan pengerjaan seperti foto RAW dari SLR anda saat ini. Namun, software tertentu seringkali digunakan untuk memaksimalkan kekuatan dari file foto. Tidak semua software pengerjaan foto dibuat dengan setara.  Software yang disediakan oleh pabrik seringkali lebih mampu untuk mengerjakan foto yang dihasilkan oleh kamera. Phase One memproduksi software Capture One yang menjadi pilihan bagi pemotret Phase One untuk mengerjakan foto mereka.

Pertimbangkan juga ukuran fotonya yang besar. Saat ini saya memotret dengan menggunakan 5D Mark II, sebuah kamera dengan resolusi kamera bawaan 21.1 megapixel. Saya lebih sering menggunakan mode sRAW 1 yang mengurangi foto sampai dengan 10 megapixel.  Saya jarang membutuhkan resolusi yang lebih dari itu, dan terkadang saya tidak memiliki ruang yang cukup untuk ukuran file dari kamera 21 megapixel.  Sebelum menjual harta benda anda untuk kamera 50 megapixel atau kamera digital medium format, pertanyaan  yang harus anda tanyakan untuk diri anda sendiri adalah: apakah saya membutuhkan resolusi ini?  Meskipun hal ini bukanlah kekurangan dari kamera ini, ukuran resolusinya yang besar hanya akan diperlukan oleh sebagian kecil dari fotografer.

Ketika membahas tentang ergonomis, apa yang ditawarkan digital medium format tentu saja berbeda dengan SLR. Kamera ini sudah pasti tidak sekasar format SLR biasa.  Meskipun kamera ini cocok untuk studio, kebanyakan digital format tidak terlalu cocok untuk fotografi petualangan. Menunya juga tidak terlalu sesuai untuk  penggunaan sehari-hari.

Kenyataan yang paling benar sebenarnya setiap fotografer mempunyai kebutuhannya tersendiri. Kamera ini mengalami peningkatan dan menemukan caranya untuh masuk ke ranah fotografer profesional namun hal ini tidak berarti bahwa kamera ini adalah pilihan yang tepat untuk setiap fotografer.

Anda siap untuk pindah ke digital medium format? Anda mungkin ingin memeriksa terlebih dahulu tentang apa yang mereka tawarkan. Pabrik yang terkenal adalah Hasselblad, Mamiya (Leaf), Phase One dan Pentax. Seperti yang sudah anda ketahui, kamera ini tidaklah murah!

Ini adalah badan Hasselblad H4X dengan sensor Phase One IQ140 yang menempel di belakangnya. Kamera digital medium format adalah sistem modular yang memudahkan penggabungan dan pemasangan badan dan sensor.

Kesimpulan

Digital medium format tampaknya sedang menjadi pilihan yang meningkat popularitasnya diantara fotografer profesional. Meskipun harganya mungkin diluar dari jangkauan anda, mengingat kamera full frame dulu hanya dapat dipakai oleh mereka dengan proyek dan pekerjaan yang memiliki budget yang besar.

Dalam industri apapun, mereka yang berada di tingkat atas membantu untuk mengubah paradigma dan membentuk permintaan yang mengatur pasa. Apakah kamera digital medium format akan menjadi milik anda pada masa dekat ini? Beritahu kami di kolom komentar.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.