Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Shooting
Photography

Foto yang Lebih Baik Melalui Kata-kata: Seni Catatan Lapangan Foto yang Menghilang

by
Length:MediumLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Kamera modern menyimpan banyak informasi tentang foto-fotomu. Kamera digital merekam data EXIF (Exchangable Image File Format/format file gambar yang dapat dirubah) tentang informasi spesifik foto-foto, waktu dan tanggal, dan bahkan lokasi GPS. Dengan data dan peralatan yang tersedia saat ini memungkinkan untuk mengelola dan mencari foto dengan berbagai macam cara, dari tipe kamera atau lensa sampai lokasi geografis.

Walaupun semua data itu penting, para fotografer bisa dan harus melakukan hal lebih dalam. Untuk benar-benar terlibat dalam pengambilan foto, foto tersebut harus memiliki rekaman siapa dan kenapa sebuah objek difoto, begitu juga dengan ada apa dan kapan. Semua hal yang terjadi di luar frame memiliki dampak besar pada mengapa sebuah foto itu berarti, dan kepada siapa foto itu berarti.

Masa-masa Sebelum EXIF

Para fotografer pada masa-masa film akan mencatat lebih banyak catatan daripada fotografer modern, karena mereka tidak memiliki penolong digital seperti EXIF. Biasanya mereka akan membawa sebuah pulpen dan catatan untuk mencatat informasi penting tentang setiap foto. Data-data seperti tipe kecepatan shutter, lubang lensa, ISO, dan film dalam foto-foto dicatat di sana. Seseorang hanya dapat membayangkan betapa lambannya proses pencatatan dan betapa tidak cocoknya hal tersebut dengan fotografi modern, di mana fotografer-fotografer mengambil sangat banyak foto dengan rangkaian waktu yang cepat dan menyimpannya hanya pada satu kartu memori.

Bagaimanapun ada satu manfaat dari lambannya proses pencatatan, para fotografer memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan foto yang mereka ambil. Selain itu, sebagaimana mereka tidak bisa melihat hasil dari foto yang mereka ambil sebelum roll film telah jadi dan dicetak (atau sederhananya telah jadi dalam hal transparansi), pencatatan akan membantu, kemudian untuk menghubungkan masing-masing foto dengan catatan yang telah diambil, untuk mengerti lebih dalam alasan mengapa sebuah foto gagal atau berhasil.

Exposure log books were common tools for photographers using film No EXIF existed back then
Buku-buku log eksposur (jurnal yang digunakan untuk pencatatan) adalah perlengkapan umum bagi para fotografer pengguna film. Saat itu belum ada EXIF!

Nyatanya pencatatan adalah hal yang penting untuk proses pembelajaran karena saat itu tidak ada umpan balik (saran dan masukan) setelah mengambil foto. Sekolah fotografi akan menyarankan murid-murid mereka untuk tetap mencatat segalanya, hal-hal yang disebutkan di atas dan juga waktu hari, kondisi cahaya, tipe film, ISO yang digunakan dan segala deviasi (penyimpangan) dari hal tersebut (untuk push processing/salah satu teknik fotografi setelahnya), filter kamera yang digunakan, apabila foto diambil dari teknik bracketing, apakah tripod digunakan atau tidak, dan segala informasi yang mungkin penting untuk memahami hasil dari foto.

Karena pencatatan adalah hal penting dalam fotografi bagi amatiran yang serius, murid-murid dan para profesional, setiap orang akan membuat catatan mereka, masing-masing disesuaikan pada kebutuhannya. Bagi mereka yang tidak ingin membuat buku catatan mereka, mungkin dapat membeli halaman log fotografer yang standar, dengan spasi-spasi untuk data penting. Majalah juga memberikan buku-buku log seperti yang ditunjukan di bawah ini, dari majalah Practical Photography bulanan Inggris.

Exposure log books allow to write notes about each specific photo taken and can be a logic way to slow down your photography
Buku log eksposur untuk mencatat catatan spesifikasi setiap foto yang diambil dan bisa menjadi hal yang masuk akal untuk memperlambat fotografi.

Pencatatan untuk Foto yang Lebih Lengkap

Walaupun buku-buku log eksposur tetap digunakan oleh beberapa fotografer dalam mengambil gambar film, kenyataannya pencatatan berhubungan dengan fotografi adalah hal yang sangat kuno bagi kita. Tapi seharusnya tidak begitu! Faktanya, pencatatan adalah bagian penting dari fotografi di era modern, terutama jika kamu pikir berbagai macam cara baru fotografimu bisa disajikan. Dengan datangnya slideshow digital, galeri online, produksi multimedia, memiliki lebih dari hanya fotografimu membuat penceritaan lebih baik. Peralihan ke era digital dan alami sebagai sarana multi-image yang murah, berarti pencatatan adalah hal yang penting. Apabila kamu ingin menceritakan sebuah cerita, kamu mungkin seharusnya melakukan lebih dari sekadar yakin pada data EXIF dan GPS-mu. Apabila kamu mau mendapatkan awalan pencatatan yang baik, catatan yang sebenarnya tentang fotografimu.

Fotografi Digital adalah Sarana Multimedia

Walaupun saat ini banyak hal tercakupi, kamera modern menyimpan banyak informasi yang harusnya dituliskan sebelumnya, masih banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk menjamin foto-fotomu memiliki cerita cemerlang. Pencatatan adalah salah satu caranya.

Semakin banyak informasi yang kamu miliki tentang foto-fotomu, dan tidak hanya aspek-aspek teknis, semakin berharga presentasimu. Slideshow yang persembahkan di bawah ini, DIIS MANIBUS – Ritual Kematian pada Jaman Romawi adalah sebuah contoh bagaimana memiliki catatan lapangan membantu menciptakan dokumen yang lebih baik. Slideshow hanya meraih potensi penuhnya dengan kombinasi teks dan foto.

5W dan Dirimu

Semua hal ini membawa kita ke dunia lain yang kamu tidak pikirkan berhubungan dengan fotografimu: jurnalistik. Bahkan apabila kamu bukanlah seorang jurnalis, kamera adalah perangkat utama dokumenter: merekam sebuah gambaran dunia di hadapannya. Mengikuti sikap kritis jurnalis bisa membantumu mengambil foto yang lebih baik. Tidak berhenti mengambil foto saja: selidiki subjek-subjekmu, dan jawab lima pertanyaan penting ketika datang saatnya untuk mendokumentasi sebuah cerita:

  1. Tentang siapa?
  2. Apa yang terjadi?
  3. Kapan terjadi?
  4. Di mana terjadi?
  5. Kenapa terjadi?

Dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantumu memberikan konteks pada fotografimu. Kamu tidak perlu bertanya pada seseorang, setiap waktu, untuk jawaban-jawaban dari Lima W (sebutannya), tapi mencari di buku-buku, informasi online dan segala sumber tersedia dapat membantumu mendapatkan foto yang telah kamu ambil lebih bagus. Itulah yang jurnalis dan juga beberapa jurnalis foto lakukan, terutama kalau bekerja sendirian. Tidak hanya mengambil foto, memahaminya dan menjawab alasan-alasan kenapa foto tersebut diambil.

Seni Catatan Lapangan Foto yang Menghilang

The Microcassette recorder from 1969 changed the way journalists recorded interviews
Perekam microcassette (tape), sejak 1969, merubah cara jurnalis merekam wawancara. Banyak fotografer juga menggunakannya untuk merekam catatan lapangan.

Untuk mencatat catatan lapangan semacam ini, kerap kali lebih baik menggunakan rekaman suara. Pada masa-masa lawas, para jurnalis akan menggunakan alat perekam asli untuk merekam suara dan jawaban dari orang-orang yang diwawancara. Alat perekam yang pertama sangat merepotkan dan tidak praktis untuk dibawa ke mana-mana, tapi dengan dek kaset dan kaset kompak, sekitar 1963, alat perekam menjadi lebih kecil dan lebih ringan. Pengenalan microcassette oleh Olympus pada 1969, bersama dengan garis perekam yang kecil, merubah cara jurnalis mengambil banyak catatan dan merekam wawancara.

Modern smartphones include tools like this Pocket Recorder a digital recorder that photographers can use to record their thoughts while in the field
Ponsel pintar modern memiliki alat seperti Pocket Recorder, sebuah perekam digital yang fotografer bisa gunakan untuk merekam pikiran mereka ketika sedang di lokasi pemotretan.

Alat perekam dengan microcassette adalah masa lalu, tapi gagasan untuk merekam catatan lapanganmu sendiri tetaplah penting dan banyak alat yang tersedia untuk melakukannya. Walaupun ada banyak alat perekam khusus, kamu bisa menggunakan ponsel pintarmu dengan hasil yang sangat baik. Banyak aplikasi perekam di market (layanan penyedia berbagai macam produk pada perangkat), ada yang gratis dan berbayar yang bisa digunakan untuk merekam suara. Untuk pengguna Windows Phone 8 disarankan menggunakan Pocket Recorder, namun banyak berbagai macam program lain dapat dipilih. Android dan iPhone juga memiliki pilihan yang sangat banyak untuk memilih perekam suara yang tersedia.

Perekam suara seperti Pocket Recorder pada versi 10, menyediakan fitur untuk menyimpan file secara langsung ke folder mana pun di kartu memori, dan juga membagikan file rekaman suara ke Office dan OneNote atau melampirkannya ke email. Rekamannya memiliki fitur geocode (menggambarkan bagaimana suasana suatu tempat) yang menarik kalau kamu berjalan-jalan dan mencatat banyak catatan. Aplikasi Pocket Recorder juga dapat merekam pada latar belakang (diminimize), ketika kita sedang melakukan hal lain di ponsel (seperti memeriksa pukul berapa bulan muncul di waktu yang tepat), mengubah file menjadi format mp3, atau membuat nada dering dari perekammu.

Perekam suara dapat menjadi pilihan terbaik apabila kamu tidak suka mencatat. Tapi ingatlah mencatat di kertas tetap memberikan kebebasan yang tidak bisa didapatkan dengan cara lain... kecuali kamu menggunakan cara lain seperti catatan digital. Menggambarkan lokasimu bisa menjadi tambahan yang baik dari pencatatan. Menggambar, walaupun kamu tidak terlalu jago menggambar selain matchstick men (stickman), bisa membantu untuk menciptakan catatan lengkap dari perjalanan-perjalananmu. Kita cenderung berpikir kita dapat menyimpan segalanya di ingatan, tetapi waktu dan umur memudarkan ingatan dan beberapa hal spesifik menghilang. Memiliki catatan akan membantu.

Notebooks an application for Windows Phone 8 allow to create notebooks for each subject mixing audio photography drawings and text
Notebooks, sebuah aplikasi untuk Windows Phone 8, menyediakan fitur untuk membuat buku catatan untuk setiap subjek, menggabung audio, fotografi, gambar dan teks

Jika kamu tidak terlalu suka membawa buku catatan, lagi-lagi ponsel pintarmu bisa sangat berguna. Aplikasi seperti Notebooks menyediakan fitur berbagai catatan untuk setiap subjek dan menghindarkanmu dari catatan yang berantakan. Tersedia gratis, Notebooks memiliki fitur penggabungan teks, foto-foto dan bahkan gambar-gambar di dalam dokumen yang dapat diunggah ke OneDrive sehingga kamu tidak kehilangan catatanmu. Aplikasi Notebooks adalah program yang menarik untuk dimiliki oleh fotografer dan yang lainnya yang perlu mencatat dan yang berhubungan dengan foto dan sketsa. Bahkan Notebooks dapat mendikte catatan, walaupun seberapa cepat aplikasinya bekerja tergantung dari bagaimana sistem memahamimu.

Kesimpulan

Sekarang kamu memiliki gambaran bagaimana pencatatan dapat memberikan fotografimu sebuah dorongan yang nyata. Pencatatan tidak hanya tentang kamu dapat mengingat apapun setelahnya; ini tentang bagaimana memperlambat dirimu dan menjadi berhati-hati dalam foto-foto yang kamu ambil. Tujuan yang pencatatan ciptakan adalah sesuatu yang menuntunmu menjadi lebih baik dalam fotografi.

Jika kita memikirkan bahwa fotografi kita, di beberapa kesempatan, adalah sebuah cerminan tentang bagaimana kita berinteraksi dengan ruang-ruang, menulis catatan dengan pikiran dan deksripsi tempat-tempat – mungkin merekam suara kicauan burung, arus air, atau suara angin sepoi-sepoi yang mengenai pohon – dapat menambah pengalaman, tidak hanya untukmu, tapi untuk orang-orang yang melihat perjalanan fotografimu. Catatlah ini. Ini adalah saran yang bagus!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.