Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. HDR
Photography

Terungkap! 7 Mitos Tentang Fotografi High Dynamic Range

by
Length:MediumLanguages:
This post is part of a series called HDR Photography.
Exposure Blending in Photoshop & Photomatix: Part 1

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

HDR, atau "High Dynamic Range" mendapat banyak celaan di internet, terutama dari sesama fotografer. Jadi mengapa "HDR" membuat begitu banyak hubungan cinta/benci? Pada artikel ini, kita akan melihat mitos dan kesalahpahaman tentang HDR, dan mencari tahu apa yang dapat anda lakukan untuk membuat foto HDR anda menjadi lebih baik.

7. HDR Tidak Bisa Terlihat Realistis

Ada banyak yang tidak suka karena foto HDR tidak terlihat realistis. Saat anda membuka Photomatix dan mengatur setiap slider hingga titik ekstrem biasanya hasilnya kurang halus. Tapi HDR yang bagus bukan tentang terlihat "berlebihan". Ini tentang menemukan keseimbangan yang tepat antara "di luar kamera" dan "terlalu berlebihan", yang mana membutuhkan beberapa pemikiran dan kesabaran.

Bila anda melakuan pencarian kata "HDR" di Google image, anda akan melihat banyak diantaranya yang  over saturation, foto-foto yang terlalu kontras, foto-foto yang teralu terlihat datar, ada yang memiliki awan yang hitam, cahaya yang terlihat eneh, dan penajaman subyek yang seharusnya tidak perlu. Tidak ada cara yang "benar" atau "salah" untuk melakukan HDR, tapi pasti ada hal-hal yang terlihat lebih baik untuk mengurangi perasaan tidak suka antara anda sesama fotografer.

HDR sunset stream and mountrains
Foto yang digunakan dengan izin dari Aman Anuraj

Foto ini memadukan exposure di berbagai bagian komposisi untuk menciptakan pemandangan matahari terbenam yang sangat realistis dan indah. Ketika saya melihat foto ini, saya membayangkan bahwa inilah yang inginkan dimana saya berdiri di sana memandangnya dengan kedua mata saya sendiri. Tidak semua foto HDR yang dikerjaknakan terlihat kacau.

6. HDR adalah Proses Digital yang Palsu

Beberapa orang percaya bahwa tidak etis memanipulasi kenyataan menggunakan Photoshop atau membuat gambar HDR. Jika anda seorang jurnalis foto, maka saya setuju. Tapi jika anda memotret landscape, arsitektur, atau scene HDR umum lainnya, maka ini bukan tentang menciptakan "kenyataan". Ini tentang menciptakan "seni". Dan seni itu tidak harus sesuai dengan apa yang secara teknis terjadi.

Bahkan di dunia fotografi saat ini, banyak fotografer membuat foto HDR. High dynamic range tidak harus dibuat menjadi gambar yang mencolok seperti yang anda pikirkan di awal, melainkan foto yang mana anda memperluas nilai pencahayaan yang pada mulanya itu di luar kemampuan kamera anda. Salah satu yang terbaik adalah Ansel Adam menggunakan Zone System untuk memperluas jangkauan fotonya. Dia menandai dan melakukan pencetakan film negatif dengan teknik "dodge here", "burn here", semuanya adalah upaya untuk meningkatkan jangkauan detail untuk hasil cetakan. Sampai batas tertentu, itu adalah hal yang sama yang kebanyakan dari kita saat ini menggunakannya dengan teknik HDR. Perbedaannya adalah bahwa film memiliki lebih banyak lintang exposure daripada sensor digital, sehingga bisa mendorong dan menarik exposure di ruangan gelap. Kita tidak memiliki fleksibilitas yang sama kecuali kita memadukan beberapa exposure secara digital.

5. Semuanya Terlihat Lebih Baik dalam HDR

Ada beberapa subjek yang secara alami menonjolkan HDR, dan yang lainnya tidak. Jika Anda memotret apapun yang memiliki tekstur dan kedalaman (terutama metal), maka HDR bisa terlihat bagus. Ini populer untuk landscape dan arsitektur. Tapi, anda tidak bisa sekedar menerapkan HDR pada apapun dan membuatnya terlihat lebih baik.

HDR dog
Foto oleh Pengguna Flickr "knowprose" di bawah Creative Commons

Jika anda mengaplikasikan teknik ini pada orang, hewan, atau umumnya sesuatu yang seharusnya lembut dan suka disayang, maka HDR akan memiliki efek sebaliknya. Tidak hanya terjadi pada gambar HDR ini, beberapa orang pada umumnya juga mengeluhkan hal yang sama, tapi mungkin saya juga tidak akan menggunakan proses ini untuk hewan peliharaan saya.

4. HDR itu Buruk dan Semua Orang Membencinya

Nyatanya jumlah hasil pencarian membuktikan hal itu tidak benar. Mitos umum di antara para fotografer ini, yang diabadikan oleh banyak blog di Tumblr dan Wordpress yang didedikasikan untuk "HDR sucks" . Kerap kali, foto yang hanya sedikit atau sekedarnya menerapkan proses HDR, yang non fotografer tidak tahu akan hal itu. Yang mereka tahu adalah bahwa mereka menyukainya. Jika klien saya menyukainya, dan saya dibayar untuk itu, saya benar-benar yakin akan terus melakukannya. Hanya fotografer yang tahu kata HDR, yang sebagiannya tidak menyukainya.

HDR wedding photograph
Foto oleh NOM Creative

Saya hanya menyampaikan beberapa baris soal HDR tidak bekerja untuk foto portrait. Foto ini menggunakan foto dasar HDR untuk aksen bangunan di belakang mereka, lalu versi salinan bersih dari foto pasangan (non HDR) diletakan di bagian atasnya.

3. HDR Berarti Selalu Membawa Tripod Kemana-mana

Untuk membuat foto HDR, anda harus mengambil beberapa exposure dan memadukannya. Menggunakan tripod jelas merupakan cara terbaik. Jika anda memotret landscape, memotret di malam hari, atau anda cukup memiliki kesabaran untuk mempersiapkan tripod, maka pastinya itu adalah cara terbaik untuk mendapatkan gambar yang bagus. Namun, tidak berarti anda tidak bisa melakukannya tanpa tripod.

HDR church
Foto oleh NOM Creative

Saya punya sebuah pengakuan. Saya tidak pernah menggunakan tripod. Saya bahkan tidak memilikinya sebelum mulai menulis untuk Tuts + dan memerlukan tripod untuk tutorial video saya. Tapi saya masih membuat foto HDR. Jika anda bergerak, maka foto anda tidak akan dalam satu garis. Tetapi jika anda menggunakan shutter speed dan motor drive yang cepat (umumnya dengan ISO yang lebih tinggi), anda dapat memberi ruang pada exposure dan mendapatkan foto HDR yang bagus dengan hanya menggunakan tangan. Saya melakukan semua ini untuk travel fotografi saya ketika saya tidak ingin membawa tripod atau ketika saya tidak diperbolehkan membawanya.

2. Preset pada Software Saya adalah yang Terbaik

Fakta: preset pada perangkat lunak anda bisa jadi mengerikan. Photomatix adalah perangkat lunak yang umum dan dibuat khusus untuk HDR, dan bisa melakukan tugasnya dengan baik. Perangkat HDR yang paling banyak tersedia adalah Photoshop itu sendiri. Photoshop benar-benar melakukan pekerjaan yang bagus dalam mencampur exposure, meski presetnya kurang sempurna.

Exposure Original dari Pantheon

Inilah tiga exposure original Pantheon saya:

Original images of Pantheon

Gambar HDR di Photoshop

Dan ini hasil gambar HDR di Photoshop:

Photoshop HDR image of Pantheon
HDR yang sangat buruk terlalu ditimbulkan oleh Photoshop menggunakan salah satu preset.

Benar-benar penuh dengan awan hitam, ada bayangan di bagian samping-sampingnya (diambil hanya menggunakan tangan dan angin kencang dengan awan yang bergerak cepat), artefak yang aneh, dan cahaya yang sangat kuat. Tanpa mengutak-atik pengaturan apa pun, ini adalah foto yang cukup mengecewakan jika saya harus berhenti sampai di sini. Dari pada saya mengotak-atik setting pada foto ini, dan karena saya tau bangunan ini bentuk nyatanya seperti apa, saya memadukannya kembali seperti ke bentuk aslinya.

Hasil Akhir Gambar HDR

Foto oleh NOM Creative

Untuk gambar akhir ini, saya memadukan tingkat kecerahan dari langit yang asli, di atas versi gambar HDR dari bangunan ini. Terkadang anda harus mengotak-atik pengaturan HDR anda, tapi itu lebih baik dari pada tidak, dan anda harus memadukannya kembali seperti foto aslinya.

1. Software HDR dapat Melakukan Semua Pekerjaan

Sebagian besar foto HDR yang terlihat mengerikan di internet hanya membutuhkan waktu 10 detik untuk membuatnya setelah memprosesnya di Photomatix, Nik, atau Photoshop. Hanya sekedar klik "save". Mari kita telusuri contoh di dunia nyatanya: foto HDR matahari terbit di Gunung Haleakala di Maui. Saya mengambil banyak tingkatan exposure untuk membuat panorama high resolution, jadi mari kita lihat sebagian kecilnya:

Sunrise Mt Haleakala
Salah satu eksposur pertengahan yang nanti akan disatukan bersama.

Karena scene ini adalah backlight, anda tidak punya detail apapun pada bagian highlight atau pun shadow, memberikan anda banyak efek siluet. Terlihat kalau ini seperti foto low dynamic range, mungkin mirip seperti foto yang diambil dengan ponsel anda, meskipun ini diambil dengan Canon 5D Mark III. Jadi tidak peduli bagaimana anda melakukannya, anda harus meng-extend dynamic range-nya. Lakukanlah HDR.

Initial HDR processed image

Ta-da! Kita sudah selesai kan? Cuma bercanda, bahkan mendekati pun belum. Banyak waktu yang harus dihabiskan setelah gambar ini dikonversi ke HDR. Ini adalah gambar dengan resolusi yang sangat tinggi, yang ditujukan untuk ukuran cetak yang besar, diperlukan detail yang sangat teliti. HDR memerlukan keseriusan dalam pengerjaannya, dan diperlukan banyak penyesuaian untuk membuat gambar yang bagus menjadi lebih bagus lagi.

Completed HDR processed image

Setelah banyak penyesuaian pada kurva, masking, dan sedikit exposure blending dari exposure yang asli, berikut adalah sebagian dari hasil akhirnya. Jika anda ingin melihat versi full dari foto yang indah ini dalam resolusi tinggi, anda bisa melihatnya di gigapan.

Apakah Foto-Foto Saya "HDR"?

High Dynamic Range bukanlah sebuah proses instan. Ya, memang ada software khusus HDR. Tapi anda juga perlu memperluas dynamic range dari foto anda dengan memunculkan detail shadow dan memunculkan detail highlight dengan luminosity masking, exposure blending, curves, levels, atau penyesuaian slider pada raw. HDR adalah sebuah proses, bukan sebuah aliran. Ini adalah teknik atau metode khusus yang bisa anda gunakan untuk membuat suatu seni dan menjualnya. Dari pada sekedar membaca soal teknik high dynamic range, lebih baik segera ambil foto dan cari tau apakah anda bisa menggunakan HDR sebagai sebuah alat ketika subjeknya itu sesuai.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.