Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Image Processing
Photography

Palsu, Penipuan dan Pemalsuan: Cara Mendeteksi Manipulasi Gambar

by
Length:LongLanguages:
This post is part of a series called The Art of Compositing and Digital Image Manipulation.
Creating a Realistic Composite Photo with Displacement Mapping

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

 Perbandingan ini sangat  kuat. Sembilan puluh persen semua informasi yang berasal dari otak kita adalah visual. Maka, otak kita menghabiskan energi memroses informasi visual daripada informasi dari semua indera lain yang disatukan. Mungkin bukan kejutan, maka kami memroses informasi visual lebih cepat ketimbang teks. Mungkin bukan kejutan, maka kami memroses informasi visual lebih cepat ketimbang teks.

Perbandingan palsu bisa menjadi tipuan yang sangat kuat. Kita tumbih mengharapkan apa yang kita lihat adalah kebenaran. Maka, jika yang kita lihat adalah palsu, kita mengembangkan pemahaman yang salah. Model yang di-photoshop menjadi lebih ramping dan lebih menarik telah menetapkan standar kecantikan yang tidak realistis. Dan terkadang, kami membeli produk hanya untuk menemukan yang kami beli bukanlah yang kami lihat. 

Perbedaan antara Memroses Gambar dan Manipulasi Gambar

Beberapa manipulasi gambar ini minor dan mengecohkan kita dengan cara yang tidak signifikan. Nyatanya, kami secara rutin membuat modifikasi pada foto karena kami menyiapkannya untuk publikasi atau cetak. Kami mengubah warna, kontras, dan white balance untuk memperbaiki perlengkapan yang tidak memadai dan membuat ulang secara visual yang kami lihat dan alami saat kami mengambil foto. 

Kami juga secara rutin menghapus atau meminimalkan ketidaksempurnaan dalam foto. Ketika kami melihat sekeliling kami orang-orang di dunia nyata, apa yang kami lihat terpengaruh oleh pergerakan sekitar kami dan pada wajah orang-orang. Fokus kami juga terpengaruh oleh perhatian visual yang berubah. Kami tidak melihat detail sebanyak yang kami melihat lingkungan, wajah dan ekspresi. Foto yang diam tidak memberikan gangguan tersebut jadi mata kita menemukan tempat debu, cacat dan noda yang mungkin sebaliknya tidak kami temui. Retouching halus mengurangi gangguan itu, mengira-ngirakan tampilan dunia nyata.

Manipulasi Gambar untuk Seni dan Iklan

Beberapa manipulasi gambar ini radikal, dikerjakan untuk efek artistik atau komersial. Manipulasi ini dikerjakan dengan jelas, kreatif dan cantik. Seniman pasca-produksi ini sangat dipandang dan dihormati. Christophe Gilbert adalah salah satu favorit saya. Dia secara khusus dikenal dengan kemampuannya memanipulasi cat dan air, tetapi saya menyukai Gilbert untuk kecerdasannya. Dia sangat memahami permintaan tinggi dalam sektor periklanan.

Mengubah Sejarah dengan Manipulasi Gambar

Beberapa manipulasi gambar mengubah pemahaman agenda baru dan mengganti persepsi sejarah. Contoh, Joseph Stalin, diktator Uni Soviet, mengembangkan reputasi pengubahan foto untuk menghapus orang-orang yang telah menjadi musuhnya. Pada foto di bawah, Nikolai Yezhov tampak pada sisi Stalin di foto aslinya (kanan). Setelah Yezhov tidak disukai oleh Stalin, Yezhov dihapus dari foto (kiri) dan dari sejarah Rusia.

Stalin and Yezhov
Asli: Koleksi David King, London, Inggris. Dibuat ulang oleh The New York Times pada “Week in Review: A Brief History of Photo Fakery” (2009).

Pada tahun 1950, di puncak kampanye pemilu, dua fotografer digabung untuk menempatkan senator Ameria (di sebelah kanan) pada perbincangan dengan pemimpin partai Komunis Amerika (sebelah kiri). Menciptakan mood anti-Komunis di Amerika Serikat di tahun 1950an, mungkin saja foto palsu berkontribusi pada kekalahan pemilihan senator.

Senator Tydings 1950
Foto dikumpulkan dan dibuat oleh Fourandsix. Digunakan dengan izin.

Karena manipulasi gambar bisa memiliki implikasi yang luas, peraturan manipulasi gambar pemerintahan dalam jurnalisme ini menjadi sengit. Contoh peraturan berikut dalam fotojurnalis dariNew York Times:

Gambar pada halaman kami, di lembaran atau di Web, yang berisi menggambarkan realita haruslah murni di tiap cara. Tidak ada orang atau objek ditambah, disusun ulang, dibalik, diubah atau dihapuskan dari sebuah tempat (kecuali untuk mengenali praktek pemotongan untuk menghilangkan bagian luar yang berlebih).

Tetapi, beberapa fotojurnalis tergoda untuk memalsukan gambar mereka. Pada tahun 2003, Brian Walski jurnalis terkenal dan terpandang untuk Los Angeles Times, telah dipecat setelah menyerahkan gabungan dua foto yang diambil di Irak. Seorang karyawan koran menyadari bahwa beberapa rakyat Irak di latar muncul dua kali, memberikan petunjuk bahwa foto akhir adalah gabungan Walski mengakui suntingannya dan mengungkapkan dia telah membuat pertimbangan yang dia tidak bisa menjelaskannya sendiri.  Dia menerima tanggung jawab untuk tindakannya dan kemudian pemecatan.

Photography by Brian Walski 2003
Foto Asli: Brian Walski untuk the Los Angeles Times. Diproduksi ulang oleh Frank Van Riper, “Manipulating Truth, Losing Credibility,” The Washington Post (2003). 

Pada tahun 2010, World Press Studio mendiskualifikasi foto Stepan Rudik setelah mengetahui fotografer tersebut telah menghapus bagian ujung boot dari latar belakangnya. Bootnya tidak menambah apapun pada foto dan menghapusnya tidak mengubah cerita. Akan tetapi, World Press Photo dengan keras menerapkan aturan, "konten gambar tidak boleh diubah."

Photography by Stepan Rudik 2010
Foto Asli: Stepan Rudik. Ditiru atas permintaan fotografer oleh Michael Zhang, “World Press Photo Disqualifies Winner,” PetaPixel (2010). Menambah Anotasi.

Tipuan dengan Manipulasi Gambar

Sayangnya beberapa manipulasi gambar radikal dikerjakan dengan maksud menipu dan bahkan untuk menguntungkan penipuan itu. Prakteknya sudah tersebar luas di media sosial, menarik jutaan pengikut untuk melihat dan tidak sengaja membagi foto palsu. Satu feed Twitter memiliki hampir sejuta pengikut dan diperkirakan menghasilkan 10.000 dollar sebulan dalam pendapatan periklanan. Akun ini, seperti yang lain, membagi gambar tidak berkredit dan gambar yang telah dipalsukan pula dengan memasang sebutan yang tidak akurat dan mengecoh pada foto bersejarah, atau dengan sengaja dan memanipulasi gambar secara luas. 

Praktek berbagi gambar curian dan palsu ini sekarang sudah tersebar luas yang mana individu meluncurkan akun media sosial yang dikhususkan untuk "mengungkap" si para pelanggar. Paulo Ordoveza adalah salah satu pahlawan ini, menjalankan akun Twitter @PicPedant. Ordoveza menghabiskan ratusan jam menggunakan sumber internet untuk meriset sumber foto, mengidentifikasi pencipta asli foto yang tak berkredit dan mengungkap manipulasi dalam foto palsu.  Antiviral adalah beberapa feed media sosial yang serupa lainnya.

Cara Menemukan Gambar Palsu 

Memverifikasi dan menandai foto sebagai asli adalah bisnis besar dalam industri fotografi, khususnya fotojurnalis, editor media, juri kompetisi, layanan polisi, dan pengadilan. Layanan online dan buatan menganalisis metadata gambar, menggunakan algoritma yang kompleks dan tersusun untuk mendeteksi perubahan. Metode lain dikenal sebagai "deteksi hantu JPG" menganalisis file untuk melihat jika gambar telah disimpan beberapa kali di pengaturan kualitas yang berbeda — tanda bahwa kemungkinan besar gambar telah dimanipulasi.

Jenis forensik gambar ini berharga dan memiliki tempatnya, tetapi ia tidak praktis atau dijangkau dalam menilai ratusan gambar yang mungkin anda lihat selama lebih dari seminggu atau sebulan pada media sosial, portfolio, atau hanya biasanya tersebar di web. Akan tetapi, anda bisa melatih mata anda mendeteksi manipulasi gambar. Jenis latihan kesadaran ini juga akan membuat anda menjadi fotografer yang lebih baik.

Untuk memulai latihan kesadaran anda, mulai dengan beberapa teknik berikut.

Penilaian Umum

Renungkan dan lihat gambar secara keseluruhan. Bisakah pemandangan dalam gambar benar-benar terjadi seperti yang ditunjukkan? Apakah sesuatu mengenai gambarnya terlihat terlalu luar biasa untuk bisa dipercaya? Jika pemandangannya tidak terlihat masuk akal atau gambarnya terlalu luar biasa, gambarnya mungkin dipalsukan.

Ronald Reagan Time 2007
Majalah Time dikritisi secara luas dalam penambahan air mata pada foto Ronald Reagan pada sampul bulan Maret 2007 mereka. Time membela aksi mereka sebagai "sampul berkonsep," dengan kedua fotografer dan ilustrator dikreditkan di daftar isi. (Sumber: Time.)

Perspektif & Proporsi

Sambil memandangi dengan seksama gambar tersebut, nilailah perspektif dan proporsi pada gambar.  Apakah perspektif tampak realistis, atau perspektif berubah disuatu tempat pada gambar? Jika demikian, kemungkinan gambar ini gabungan dari dua gambar atau lebih yang diambil dari sudut yang berbeda. Variasi dalam perspektif, panjang lensa, dan ruang tajam juga akan menunjukkan perbedaan jika tidak disesuaikan dengan terampil.

Juga pertimbangkan apakah bermacam komponen gambar terlihat berada dalam proporsi satu sama lain. Contohnya, apakah kepala seseorang terlihat terlalu besar untuk tubuh mereka, atau kakinya terlalu kecil untuk tinggi badannya? Apakah furniturnya terlihat terlalu besar atau jendela yang terlalu kecil? Ketidakbiasaan apapun pada proporsi adalah petunjuk yang menunjukkan manipulasi. 

Oprah Winfrey TV Guide 1989
TV Guide diekspos saat mereka menaruh kepala Oprah Winfrey pada tubuh Ann-Margaret untuk sampul 1989 ini. Tidak hanya kepala Oprah yang secara proporsional terlalu besar untuk tubuhnya, pencahayaannya juga tidak konsisten. Pencahayaan pada wajah Oprah dari depan dan kanannya; akan tetapi, menilai dari sorotan pada sisi kiri bahu pencahayaan pada tubuhnya dari kiri dan bagian belakang. (Sampul TV Guide dari “Cover Archive,” TV Guide Magazine. Foto Ann-Margret dari The Neal Peters Collection.)

Pencahayaan

Ketidakbiasaan pencahyaan atau ketidaksesuaian merupakan petunjuk mudah ditemukan setelah anda mengetahui apa yang dicari. Mulai dengan mengikuti alur cahaya dari sumbernya pada gambar dan tentukan apakah sorotan dan bayangannya bergerak di arah yang benar. Contohnya, cahaya berasal dari sisi kiri gambar akan menciptakan bayangan yang terjatuh ke sisi kanan. Semua bayangan—bahkan yang berada di bawah hidung dan mata—harus terjatuh di arah yang sama. Refleksi, seperti bayangan, harus terjatuh di arah yang sama.

Sorotan harus berada di jalur cahaya atau pada permukaan yang memantul yang tertabrak oleh cahaya. Juga evaluasi sorotan untuk realisme. Apakah sorotannya sedikit terang atau mungkin ada yang terlalu terang?  

Bayangan dan refleksi harus realistik pada lokasi, ukuran dan kedalamannya. Contohnya, sumber cahaya yang kuat dari atas akan membuat bayangan yang dalam di bawah subjek. Cahaya studio pada softbox yang ditempatkan di depan subjek dengan sudut 45 derajat akan memproduksi bayangan yang halus dan kecil di bawah subjek di sisi yang berlawanan dengan cahaya. Kekurangan bayangan juga bisa menjadi petunjuk bahwa pencahayaan telah dimanipulasi pada gambar.

Tekstur dan Pola

Tekstur, pola dan objek jarang diulang secara identik, khususnya di alam. Tekstur yang muncul hampir identik atau diulang dengan aneh —contohnya, potongan rumput gelap yang muncul lagi dan lagi — merupakan petunjuk bahwa gambar telah diubah. Menduplikat pohon, pola batang, semak-semak, atau bunga juga tanda manipulasi gambar. Cara cepat menemukan pengulangan ini adalah seberangi pandangan anda selagi anda melihat pada gambar maka kemiripannya akan menonjol lebih banyak lagi. Menduplikat pohon, pola batang, semak-semak, atau bunga juga tanda manipulasi gambar. Cara cepat menemukan pengulangan ini adalah seberangi pandangan anda selagi anda melihat pada gambar maka kemiripannya akan menonjol lebih banyak lagi.

Anda juga bisa mendeteksi manipulasi gambar dengan mencari ketidakbiasaan pada tekstur dan pola yang disebabkan oleh fisik fotografi. Contohnya, tekstur yang terlalu organik atau tampilan yang tidak biasa pada foto karena cahaya menciptakan bayangan dan kedalaman, yang ditingkatkan saat mengompresnya menjadi gambar dua dimensi. Pola harus memiliki garis yang memusat atau melebar, tergantung pada perspektif pada gambar dan panjang lensa yang digunakan. Jika kemungkinan fotografik ini tidak ada atau tidak konsisten, gambarnya mungkin telah dimanipulasi dengan berbagai cara.

Garis yang tidak biasa atau rusak pada pola juga menunjukkan bukti manipulasi gambar. Ini merupakan tugas yang sulit untuk meluruskan dan mempertahankan perspektif saat menyalin atau menggabungkan. Perubahan yang halus beserta tepi dan garis pola, tepi yang tidak biasa atau rusak, atau perubahah arah yang kecil pada garis semua adalah bukti manipulasi gambar. Manipulasi gambar juga bisa menghasilkan lengkungan atau gelombang pada garis, atau perubahan yang tidak biasa pada lengkungan.

Sisa dan Blur

Memilih objek pada gambar adalah tugas yang menuntut. Volume telah ditulis mendeskripsikan metode yang berbeda untuk membuat seleksi yang bersih. Perhatikan dengan seksama pada gambar kecuali gambar suntingan terbaik dan anda mungkin menemukan sisa, ketidakbiasaan, atau lingkaran cahaya sekitar tepi. Bergantung pada seberapa bagus sebuah gambar telah dimodifikasi, potongan latar belakang mungkin ikut terpasang saat objek disalin dan tempel ke gambar yang sama atau berbeda. 

Tepi dan bagian-bagian yang telah dimanipulasi mungkin juga muncul agak tidak jelas. Kemungkinannya, tepi yang telah dimanipulasi mungkin muncul terlalu jelas dari latar, terkadang muncul seolah-olah objek berada di atas sebuah lapisan - diletakkan, daripada berintegrasi dengan latar belakang. Kekurangan bayangan di sekitar tepi objek adalah indikasi lain bahwa gambar telah dimanipulasi. 

Namun satu lagi petunjuk bahwa gambar telah dimanipulasi berat adalah adanya pola lingkaran pada area luas gambar. Pola lingkaran seringkali disebabkan oleh bentuk lingkaran dari tool digital yang digunakan untuk manipulasi gambar. Contohnya, pola lingkaran pada langit, jalan raya, atau dinding sering menjadi tanda penyalinan atau perbaikan.

Tubuh

Wajar mengubah ulang portrait, biasanya dengan maksud meningkatkan fitur terbaik subjek dan meminimalkan keburukannya. Dalam fotografi mode dan majalah, portrait— dan tentunya, keseluruhan tubuh — biasanya diubah ulang, dibentuk ulang, diperhalus, dan dipoles. Karena kita melihat manipulasi ini terlalu sering, kita jadinya menerima saja seperti hal normal atau setidaknya sudah biasa. 

Perbincangan tentang etika memanipulasi tubuh pada gambar ini luas. Ini melebihi artikel ini untuk mengeksplor topik itu secara mendalam. Meskipun, dengan perhatian dan praktek, anda bisa mulai membedakan antara retouching dan manipulasi berat.

Kate Winslet GQ 2003
GQ dikritisi pada tahun 2003 saat Kate Winslet secara publik memprotes bahwa manipulasi gambarnya untuk sampul itu berlebihan. Winslet, dikenal membela bentuk dan lengkukan alami wanita, menegaskan GQ telah mengurangi ukuran kakinya sekitar sepertiganya. Protes Winslet membantu memajukan perbincangan mengenai "memanipulasi kecantikan." (sampul GQ dari The GQ Cover Portfolio.) 

Portrait

Mulailah mencari bukti manipulasi gambar yang meluas pada portrait dengan menguji warna kulit. Warna kulit yang muncul sangat konsisten, terpoles, atau terlalu sempurna dengan warna menunjukkan gambar telah disunting. Warna kulit juga bisa muncul agak pucat jika telah dimanipulasi — mungkin terlalu kecoklatan, terlalu kuning atau terlalu kemerahan.

Saat menilai portrait untuk manipulasi, carilah juga kulit dengan tekstur yang sangat sedikit, terlalu sedikit keriput (bahkan anak-anak memiliki sedikit garis keriput di samping mata saat tersenyum), dan sedikit variasi pada warna dan tone. Tepi yang diblurkan — di sekitar garis rahang, contohnya — adalah tanda lain dari manipulasi gambar manipulation. Juga evaluasi bayang-bayang pada wajah subjek: apakah bayangannya realistis dan sebanding yang diberi sumber cahaya dan bentuk wajah orang tersebut?

Mata dan gigi memberi petunjuk manipulasi tambahan. Semua mata memiliki sedikit pembuluh darah dan hampir semua mata dan gigi memiliki permukaan yang tidak rata. Mata dan gigi yang terlalu putih atau kehilangan variasi halus pada tone memungkinkannya manipulasi. Sorotan pada mata harusnya berasal dari arah yang sama, dan jumlah sorotan harus menyesuaikan jumlah sumber cahaya pada foto. Warna mata yang terlalu terang atau terlalu sempurna seragam adalah indikasi manipulasi lainnya.

Warna dan Tone

Setelah melihat pada gambar secara detail, ambil selangkah untuk memperhatikan lebih dalam, kali ini menilai warna dan tone. Tone biasanya menunjukkan gradasi yang halus dan berubah ketika bergerak dari gelap ke terang. Keseimbangan warna harusnya konsisten jika sumber cahayanya seragam. Contohnya, sebuah objek dengan keseimbangan warna yang keren di tengah foto yang cukup terang mungkin adalah tambahan dari foto lainnya. Perubahan pada saturasi atau saturasi yang tidak nyata adalah dua petunjuk manipulasi lainnya.

Menilai warna pada bayangan juga bisa memberitahu anda sesuatu mengenai sebuah gambar. Warna pada bayangan harus selurus dengan warna pada sorotan. Warna pada bayangan akan menjadi lebih gelap, pastinya tetapi harus menunjukkan white balance dan tone yang masuk akal. Warna pada bayangan juga harus muncul agak tidak bersaturasi.

Jika anda menilai file gambar digital, cobalah menambah keseluruhan saturasi gambar. Perbedaan tonal dan warna pada foto akan menjadi lebih mudah dideteksi. Variasi pada noise warna juga akan menjadi lebih jelas.

Kesimpulan

Ini mudah, menggoda, dan terkadang membenarkan memanipulasi foto untuk mendapat gambar yang sempurna. Seringkali, prosesi yang hati-hati dan sedikit sentuhan bisa mengubah gambar sedang menjadi sesuatu yang spesial. Di lain waktu, retouching dan perubahan yang meluas bisa menghasilkan foto artistik yang tidak berarti merefleksikan realita sebanyak maksud menyampaikan emosi atau pesan. Terkadang, memanipulasi gambar bisa berarti ketidakjujuran berdasarkan maksud menipu yang disengaja. Mengetahui apa yang dicari untuk menentukan apakah sebuah gambar telah dimanipulasi untuk mempersiapkan anda sebagai penonton untuk mengevaluasi dengan benar sebuah gambar dan sebagai fotografer, untuk meningkatkan teknik penyuntingan anda sendiri.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.