Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Camera Selection

Kebangkitan Film: Tips, Kamera, dan Nasihat Pemula

Scroll to top
Read Time: 13 mins
This post is part of a series called Film Photography.
Five Fantastic Film Cameras for Under $100
The Comprehensive Guide to Vintage Film and Cameras

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Ketika saya pertama kali masuk ke dalam fotografi hampir 20 tahun yang lalu, film merupakan standar de facto dan, tentu saja, standar satu-satunya. Selama lebih dari ratusan tahun film hanya menjadi satu-satunya pilihan. Nama terbesar dalam film untuk semua fotografi; saya yakin kamu pernah mendengar Ansel Adams.

Beberapa foto terkenal paling menginspirasi yang pernah dibuat diambil oleh fotografer terkenal—jadi mengapa semua pro modern di saat ini memotret secara digital jika semua yang hebat memotret dengan film? Jawabannya cukup sederhana: kenyamanan dan harga.


Jika Film Begitu Bagus, Mengapa Kita Memotret Digital?

Saya ingin mengawali tutorial ini dengan mengatakan bahwa saya mendapatkan penghasilan mayoritas dari memotret digital. Film versus digital merupakan subyek yang sangat kontroversial dan poin tutorial ini adalah bukan untuk mengklaim bahwa satu lebih baik dari lainnya, namun lebih untuk menyediakan pemahaman yang lebih baik bagi pembaca terhadap film, dan apa yang dapat dilakukannya di masa sekarang, bahkan dalam dunia digital.

Format digital...

  1. Memungkinkanmu mengulas pekerjaanmu setelah tiap pengambilan gambar, dari kamera, tanpa harus menunggu film untuk dikerjakan.
  2. Mudah ditransfer dalam format digital dari satu komputer ke komputer lainnya, atau dari ponsel satu ke lainnya, atau dari kotak email satu ke lainnya.
  3. Berharga lebih murah dalam jangka panjang untuk cetak karena tidak ada biaya pengembangan.
  4. Lebih serba guna karena sensor digital dapat mengubah ISO selama penggunaan.
  5. Tidak kadaluarsa seperti film.

Saya bisa saja meneruskan. Fakta sederhana adalah digital masuk akal bagi fotografer 35mm modern dan tentu saja untuk penghobi di akhir pekan. Tidak ada bahan kimia untuk ditangani, kamu tidak perlu duduk di dalam kamar gelap selama berjam-jam untuk melihat apakah filmmu dikembangkan [dengan baik], dan kamu hanya memerlukan satu atau dua kartu memori alih-alih banyak rol film.


Jika Digital Adalah Rajanya, Mengapa Kamu Merekomendasikan Film?

Jika kamu tertarik dalam menjadi seorang fotografer, memulai dapat menjadi sangat mahal. Dijamin, jika kamu membeli peralatan bekas kamu dapat menghemat banyak uang. Namun bahkan digital SLR (DSLR) bekas dapat menghabiskan beberapa ratus dollar sementara SLR film dengan kondisi mulus berharga kurang dari $100.

Bahkan SLR film profesional paling top dan paling mahal berharga hanya beberapa ratus dollar di pasar barang bekas. di sisi lain, DSLR lini atas bisa berharga ribuan, bahkan untuk bekasnya. Harga memulai adalah salah satu hambatan yang paling berat untuk ditangani ketika memasuki fotografi dan ini adalah dimana film dapat membantumu menghemat sementara kamu mulai mendalami dunia fotografi.

Alasan kedua saya menyarankan film bagi pemula adalah bahwa itu merupakan cara yang lebih imersif untuk mempelajari hubungan antara aperture, ISO dan shutter speed. Kamu juga harus lebih sadar akan sekitarmu dan cahaya yang tersedia ketika memotret dengan film. Saya harus mengakui, saya sedikit marah mengetahui bahwa kebanyakan fotografer modern tidak pernah menyentuh atau ingin mencoba film; mereka merampas dari diri mereka sendiri sebuah pengalaman yang benar-benar menakjubkan yang saya percayai dapat membawa mereka ke level yang benar-benar baru.

Format digital mungkin seseorang menjadi sangat malas, khususnya jika kamu memotret dalam format RAW digital. Kamu dapat mengalami overexpose atau underexpose dan memperbaiki itu daripada melakukannya secara benar di awal. Sialnya, mengkhawatirkan tentang white-balance tampaknya hanyalah sesuatu yang ada di masa lampau; sebuah eye-dropper tool sederhana memperbaiki semuanya dalam post processing! Dengan belajar menggunakan film mengajarimu untuk benar-benar peduli dengan sekitar sembari mengakrabkan diri dengan kamera dan semua perilakunya.

Jika kamu kira alasan saya memotret dengan film tampak subyektif, alasan terakhir saya bahkan tampak lebih seperti itu; namun dengarkan saya. Menurut pendapat saya, fotografi hitam putih belum bisa dibuat ulang dalam format digital yang menyamai format hitam putih cantik yang masih tersedia saat ini.

Sulit untuk menjelaskan; mungkin itu film grain versus digital grain, mungkin itu adalah tone tak terbatas yang dapat dihasilkan film hitam putih atau mungkin itu adalah kombinasi banyak elemen berbeda untuk "membuatnya terjadi". Yang saya tahu adalah saya belum melihat hasil konsisten dari cetakan hitam putih digital yang sama menakjubkannya dengan contoh tak terhitung cetakan hitam putih film yang telah saya lihat sepanjang hidup saya. Tentu saja ini subyektif, namun itulah dia.

Canon EOS 630 - Kodak T-MAX400 B&W Film


Oke Baiklah, Dimana Saya Memulai?

Dimana lagi? Kamera! Ada begitu banyak buatan, model dan format kamera selama bertahun-tahun yang akan tampak konyol untuk mencoba dan mengulas semuanya. Dan saya tidak ingin "berpura-pura", saya tidak ingin memeriksa internet mencari informasi tentang sistem kamera yang tidak saya ketahui. Saya percaya itu hanya akan melemahkan informasi saya dan merampas pengalaman nyata yang benar-benar berguna darimu. Goal saya adalah untuk menyediakan beberapa yang saya ketahui sehingga kamu dapat memutuskan kapan kamu melakukan pencarian kamera film sendiri.

Di dalam artikel ini, saya tidak akan membahas kamera film format medium atau besar karena saya bisa menuliskan sebuah buku hanya untuk topik itu sendiri. Tidak untuk menyebutkan, saya tidak akan membuatmu menghemat uang apapun dengan merekomendasikan jalur format medium/besar. Alih-alih, saya akan memulai dengan sistem EOS dari Canon, saya akan melanjutkan dengan sebuah kilasan singkat ke dalam rangefinder dan menyelesaikan dengan rekomendasi film.

Saya meminta maaf terlebih dahulu bagi mereka yang tertarik dengan Nikon atau pembuat lainnya. Saya memiliki pengalaman yang lebih banyak dengan Canon, namun beberapa prinsip yang sama ini seharusnya berlaku bagi sistem lainnya dan rekomendasi film hendaklah berfungsi.

Mari kita mulai!


Canon EOS Elan

Model Mencakup:

Elan
Elan II(e)
Elan 7(e)(n)(ne)

Diangkat Untuk Ulasan: Elan IIe

Canon EOS Elan IIe merupakan daya tawar ketika kamu membandingkan rasio antara harga dan kinerja. Sementara 1v merupakan film SLR yang menakjubkan (dan melegenda), bahkan sekarang sebuah salinan yang bagus dijual seharga beberapa ratus dollar dan itu mungkin investasi yang cukup banyak untuk sebuah kamera film bekas ketika kamu pertama kali memulai, khususnya karena Elan begitu murah dan menyediakan banyak fungsi yang sama.

Elan juga sangat mudah ditemukan di dalam lelang online. Itu menggunakan film 35mmm dan memiliki dudukan lensa EF modern (dibandingkan dengan dudukan lensa FD yang lebih tua dan telah terhenti). Saya akan sangat merekomendasikan membeli satu dengan sebuah battery grip jika kamu ingin menggunakan batre AA, body-nya sendiri hanya akan menggunakan batre 2CR5 yang lebih mahal.

Mengapa?

  1. Harga. ($20-$50)
  2. Kinerja dan Fitur
  3. Ergonomis
  4. Fitur Pro

Dimana?

  1. eBay
  2. Bagian Jual/Beli dalam Forum Kamera
  3. Toko Kamera Lokal
  4. Yard Sales

Fitur

  1. Pengoperasian Film Senyap (Elan merupakan SLR pertama dengan pengoperasian yang hampir senyap)
  2. AF/MF simultan dengan lensa USM
  3. Sebuah thumbwheel besar untuk kendali
  4. Sinkronisasi flash kecepatan tinggi
  5. Pada dasarnya merupakan SLR "otomatis semuanya" dengan setiap kendali profesional yang dapat kamu harapkan dalam sebuah SLR film

Catatan

  1. Tidak Ada AE Lock
  2. Tidak memiliki perlindungan cuaca (walaupun punya saya seringkali terkena hujan)
  3. Dikenal akan underexposing ketika berada dalam situasi cahaya campuran yang sulit jika menggunakan film ISO yang lebih rendah (50, 100)
  4. Pastikan untuk membeli jenis yang memiliki grip sehingga kamu dapat menggunakan batre AA

Sampel Foto


Canon EOS 600-Series

Model Mencakup:

EOS 650
EOS 620
EOS 630

Up For Review: EOS 630

Alasan saya merekomendasikan kamera seri 600 adalah karena mereka sangat murah, dibuat kokoh, dan cukup mudah ditemukan. Seri ini merupakan yang pertama yang bergantung pada fokus elektronik dengan berkomunikasi antara mikroprosesor pada papan sirkuit dan motor autofokus dalam lensa EF. Sistem AF melampaui apapun juga di masa tersebut.

EOS 630 merupakan jenis terakhir dari lini 600. Itu memiliki prosesor tercepat yang menghasilkan AF lebih cepat, memiliki layar pandang yang dapat diganti, memiliki LCD terang dan dapat menggunakan databack. Itu juga memiliki konstruksi yang semuanya logam; itu telah bertahan secara baik selama bertahun-tahun.

Jika saya memiliki keluhan, yang terbesar adalah sulit untuk melakukan metering secara manual karena diperlukan pengoperasian banyak tombol untuk mencapainya. Kamera ini juga bukan yang paling nyaman dalam genggaman tanganmu dibandingkan dengan sistem EOS lainnya.

Mengapa?

  1. Harga. ($5-$50)
  2. Kinerja dan Fitur
  3. Membangun Kualitas
  4. Fitur-Fitur Pro

Dimana?

  1. eBay
  2. Bagian Jual/Beli dalam Forum Kamera
  3. Toko Kamera Lokal
  4. Yard Sales

Fitur

  1. AF Modern
  2. Layar pandang yang dapat diganti
  3. LCD terang
  4. Kompatibel Dengan Databack
  5. Konstruksi logam

Catatan

  1. Ergonomisnya bukan yang terbaik
  2. Penekanan banyak tombol untuk beberapa pengoperasian

Sampel Foto


Canon EOS Rebel Series

Model Mencakup:

Rebel SII
Rebel X/XS
Rebel G
Rebel 2000
Rebel K2
Rebel Ti/T2

Diangkat Untuk Ulasan: Rebel G

Seri Rebel mungkin yang kamu kenal sebagai "kamera Andre Agassi". Pemain tenis terkenal tersebut disewa oleh Canon untuk memasarkan kamera lini Rebel mereka sepanjang tahun 90-an dan 2000-an. Itu merupakan salah satu lini paling sukses yang diproduksi secara massal yang pernah dibuat oleh Canon (dan dilanjutkan dengan Rebel digital saat ini).

Saya merekomendasikan kamera ini karena harganya hampir tidak ada; saya benar-benar menyaksikan seseorang memberikannya. Itu tidak berarti ada yang salah dengannya, pada kebalikannya! Mereka cukup mumpuni dengan beberapa fitur level pro dalam sebuah kemasan yang sangat ringan dan kompak.

Alasannya mengapa begitu murah adalah karena kamera ini dibuat begitu banyak dan karena tidak pernah sebagai kamera "profesional", harganya tidak semahal itu, bahkan ketika masih baru. Bagaimana pun juga jangan harapkan banyak fitur pro dan kualitas menakjubkan.

Jika kamu ingin tidak menghabiskan biaya pada sebuah body hanya untuk mendapatkan pengalaman memotret dan mengembangkan film, ini adalah kameramu.

Mengapa?

  1. Harga. ($5-$30)
  2. Ukuran dan Bobot
  3. Mudah Ditemukan

Dimana?

  1. eBay
  2. Bagian Jual/Beli dalam Forum Kamera
  3. Toko Kamera Lokal
  4. Yard Sales

Fitur

  1. Sangat kompak dan ringan (separuh bobot Elan II dan 630).
  2. Menerima semua lensa EF modern
  3. Skala meter penuh di dalam viewfinder sepanjang waktu, bahkan dalam mode manual meter.

Catatan

  1. Kurangnya pratinjau Langkah DOF 
  2. Viewfinder sempit
  3. Flash bawaannya lemah
  4. Dudukan lensa berbahan plastik bukannya logam
  5. Kamu hanya memiliki satu kendali untuk mengatur baik shutter speed dan aperture, sehingga metering mode manual lebih sulit daripada seharusnya.

Sampel Foto


Rangefinder

Apa pula rangefinder itu? Itu adalah sebuah kamera yang dilengkapi dengan sebuah rangefinder, duh! Untuk semua maksud dan tujuan, sebuah rangefinder adalah metode fokus. Kebanyakan rangefinder menunjukkan dua gambar sebuah subyek; ketika kamu memutar roda fokus, salah satu gambar berpindah hingga itu sebaris dengan gambar lainnya dan itulah bagaimana kamu mengetahui itu berada dalam fokus. Secara pribadi, saya sangat menikmati metode fokus ini. Rangefinder populer karena hal berikut:

  1. Sangat kompak
  2. Tidak ada kaca bergerak
  3. Pengoperasian yang hening
  4. Pemotretan dengan "kedua mata yang terbuka"

Rangefinder menawarkan pengalaman memotret yang unik dimana kamu tidak melihat melalui lensa seperti yang kamu lakukan dengan sebuah SLR. Itu lebih seperti memotret melalui sebuah kamera point-n-shoot modern. Karena viewfinder berada di samping, kamu dapat membuka kedua mata sembari melihat melalui viewfinder untuk mensurvei layar saat memotret. Ini membuat rangefinder sangat populer di antara fotografer urban dan jurnalis foto.

Jika kamu telah meriset rangefinder pada tingkatan apapun, kamu mungkin mendengar Leica, mereka sangat terkenal dalam hal rangefinder, merupakan peringkat puncaknya. Sayangnya, itu berarti mereka juga benar-benar mahal.

Saya memiliki pengalaman dengan beberapa rangefinder selama bertahun-tahun, namun saya selalu kembali ke Canon QL-17 GIII. Saya menyukai foto yang dihasilkan dari benda ini, khususnya hitam putih. Itu sering dijuliki sebagai "Leica miskin" karena kualitas lensanya dapat membuat foto menakjubkan untuk harga tersebut.

Canon Canonet QL-17 GIII

Kamu dapat menemukannya di forum kamera bekas dan eBay seharga $20-$30. Alasan harganya begitu murah adalah segel cahaya seringkali terpotret, terkadang pisau aperture berhenti dan shutter speed mati.

Jika kamu cukup beruntung untuk menemukan salah satu yang perlu penggantian segel cahaya, itu cukup mudah dan murah untuk diperbaiki (kita membicarakan $12-$15 untuk segel baru) jika kamu memperbaikinya sendiri.

Pengganti Segel Cahaya pada Canon Canonet QL-17 GIII saya 

Sampel Foto

Canon Canonet QL-17 GII - Kodak B&W T-MAX400


Kamu Telah Meyakinkan Saya, Jadi Bagaimana Dengan Film?

Pertama dan paling utama, temukan lab kamera lokal bereputasi dan telpon mereka. Mereka akan memberitahumu jenis film apa yang dapat mereka tangani juga apa yang dapat mereka cetak dan jenis media cetak apa yang dapat mereka lakukan.

Jangan malu mengakui kamu seorang pemula film. Nyatanya, saya mendorong hal tersebut. Jika tidak, mereka akan menganggap kamu tahu apa yang kamu lakukan dan kamu mungkin melewatkan beberapa pelajaran penting sembari berkerja dengan lab fotomu. Setelah kamu mengembangkan beberapa rol pertamamu, silahkan melihat apakah ada layanan lainnya yang lebih murah (termasuk online) jika kamu begitu berminat.

Saya menyarankan toko kamera lokal karena saya percaya dalam mendukung industri lokal. Dan, seperti yang saya lupakan, kamu dapat belajar banyak dengan bertanya dan berurusan dengan lab secara pribadi.

Negatif dan Slide Film

Pada umumnya, ada dua jenis film; slide film dan film negatif. Saya akan fokus pada film negatif, itu yang paling mudah (dan paling murah) untuk dikerjakan. Seiring kemajuanmu, kamu mungkin ingin mencoba-coba dengan slide film dimana itu dapat secara teknis menghasilkan cetakan yang lebih baik daripada negatif dan usia slide jauh lebih lama daripada negatif (yang mulai memburuk dalam satu dekade).

Kecepatan Film

Berikutnya adalah kecepatan film. Kecepatan ISO dalam kamera digital hadir dari sistem penilaian film ISO dan prinsip yang sama berlaku. Semakin besar angka ISO, semakin sedikit cahaya yang kamu perlukan untuk memaparkan pemandangan pada negatif film.

Apa yang akan saya rekomendasikan adalah memulai dengan film ISO400 (atau sekitarnya) sehingga kamu memiliki sedikit lebih banyak keleluasaan dengan cahaya yang tersedia. Lebih tinggi lagi dan kamu akan mulai melihat banyak film grain dan ISO lebih rendah lagi akan memerlukan cahaya matahari atau banyaknya cahaya interior, lebih dari sebuah cahaya standar yang akan disediakan ruangan dalam rumahmu.

Penyimpanan

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa beberapa orang menyimpan batre di dalam kulkas mereka. Nah, saya tidak mengerti apakah itu berfungsi untuk batre, namun itu tentu saja berhasil untuk film. Saya menyimpan semua film saya di dalam kulkas. Mengapa? Film dibuat dari bahan kimia yang mulai rusak ketika terkena panas. Semakin hangat, semakin cepat itu memburuk.

Jika kamu memastikan film tetap dingin, prosesnya melambat, walaupun tidak pernah benar-benar berhenti. Tidak peduli apakah kamu menyimpan film di dalam kulkas atau freezer, tidak ada efek buruk pada film jika kamu membekukan dan mencairkannya. Bagaimana pun juga, saya menyimpan milik saya di dalam kulkas sehingga saya dapat menggunakannya secara langsung alih-alih menunggunya mencair.

Jenis

Berikut beberapa film yang telah saya gunakan bertahun-tahun. Saya memotret hitam putih dengan Kodak T-MAX400 hampir secara ekslusif di masa sekarang ini, walaupun kadang saya menggunakan rol T-MAX100 sesekali. Untuk foto warna, saya tidak ingat terakhir kali saya menggunakan film negatif yang lebih lambat dari 400. Saya akan merekomendasikan memulai dengan TMX400 jika kamu tertarik dalam hitam putih, saya menemukannya sangat serba guna. Sekali lagi, telepon toko lokalmu dan pastikan tidak ada masalah dengan mengembangkan film apapun yang kamu ingin gunakan.

Hitam Putih

Lambat: Ilford Pan F50
Menengah/Cepat: Plus-X, FP4,Tri-X, T-MAX400

Warna

Lambat: Kodak Gold 100, Fuji Super G 100
Menengah/Cepat: Kodak Professional Portra / Royal Gold 400, Fuji NPH

Catatan Penting

Ketika kamu membeli kamera film bekas pertamamu, pastikan untuk meletakkan rol film warna murahan melalui itu dan minta lab foto mengembangkan langsung ke CD sehingga kamu dapat memeriksa kemungkinan permasalahan dengan kamera. Kamu akan dapat melihat jika ada kebocoran cahaya, jika shutternya mati atau pisau aperture tidak berfungsi.

Saya juga menyarankan untuk memiliki light meter atau menggunakan kamera digital untuk melakukan metering (jika kamu memilikinya, tentu saja). Tuliskan pembacaan dan bandingkan dengan foto yang kamu dapatkan untuk menentukan apakah kamera filmmu memiliki permasalahan metering.


Rangkuman

Saya tahu kamu akan memiliki banyak pertanyaan ketika membeli kamera film pertama tersebut dan menjalankan rol pertama melalui itu, dan kebanyakan dari itu a berupa trial and error. Namun saya harap artikel ini akan cukup untuk membuatmu memulai dan saya mendorong tiap darimu untuk paling tidak mencoba memotret beberapa rol film.

Saya telah menyediakan beberapa pilihan yang hampir tidak memiliki harga, jadi bahkan jika kamu tidak menikmatinya, kamu tidak banyak kehilangan uang. Saya yakin kamu akan sangat menikmatinya!

Hanya saja berhati-hatilah, itu dapat membuatmu kecanduan dengan cepat. Sebelum kamu mengetahuinya, kamu akan membeli bahan kimia untuk pengembangan film dan mencoba mencari kamar mana di rumahmu yang dapat kamu ubah menjadi sebuah kamar gelap!

Semua foto © Shane Parker Photography

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Photo & Video tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.