Unlimited After Effects and Premiere Pro templates, stock video, royalty free music tracks & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Pitching
Photography

Cara Melakukan Cold Pitch dan Mendapatkan Pekerjaan di Bidang Fotografi Kreatif yang Anda Inginkan

by
Length:LongLanguages:
This post is part of a series called Freelance Photography.
How to Get Hired: Advice From Creative Directors
Is Your Photo Practice Ready to Grow? Find Your Cost of Doing Business

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhlis Tirowali (you can also view the original English article)

Jika anda sudah lama bergabung di dunia bisnis, anda mungkin saja bisa mendapatkan klien hanya dengan berdasarkan reputasi anda. Jika anda baru saja memulai bisnis anda, atau bahkan sudah cukup lama di dunia bisnis, anda tetap harus mencari klien untuk anda sendiri. Mungkin kedengarannya sedikit menyeramkan, tapi tidak harus selalu begitu.

Sebagai fotografer, kita sering memikirkan pekerjaan atau ide yang ingin kita lakukan. Menawarkan diri untuk pekerjaan ini menyulitkan karena perusahaan tersebut mungkin saja sedang tidak mencari apa yang anda tawarkan. Dalam artikel ini, saya akan memberitahu anda cara terbaik untuk memulai percakapan dalam pitching.

Jangan Takut Dengan Cold Pitch!

Sebelum kita mulai, ada persepsi umum tentang pitching yang salah dan ingin saya luruskan. Pitching bukanlah tentang bagaimana anda meyakinkan orang untuk mempekerjakan anda. Anda akan melakukannya nanti. Pitching adalah tentang bagaimana anda meyakinkan orang tersebut bahwa anda menarik, memiliki sesuatu untuk ditawarkan, dan layak untuk dipeertimbangkan. Tujuan dari pitching adalah untuk memulai percakapan.

Jadi, sambil anda membaca tutorial ini, ingat: pitching adalah tentang membuat orang lain merasa senang. Yang harus anda lakukan dalam pitching adalah membangkitkan imajinasi, membantu orang tersebut menyadari potensi yang anda miliki dan mulailah bicara. Jika anda percaya dengan kemampuan anda dan dapat menggunakan akal anda, ini tidaklah susah. Bahkan pitching bisa terasa menyenangkan!

1. Temukan Perkerjaan yang Anda Inginkan dan Kesempatan Untuk Mendapatkan Pekerjaan Tersebut

Menemukan sebuah kesempatan kerja atau ide dapat terjadi dalam berbagai cara. Mungkin anda orang yang senang berjalan-jalan dan sedang mencari cara agar dibayar untuk melakukannya! Mungkin anda pernah melihat ide yang serupa di suatu tempat dan ingin mencobanya. Anda mungkin juga pernah melihat sebuah website dan berpikir ‘ah, akan lebih bagus jika ditambah dengan foto!’ Jangan remehkan pemikiran ini: jika anda tidak pernah mencoba, anda tidak akan pernah tahu.

Yang anda butuhkan hanyalah pikiran dan investasi waktu anda. Jika pekerjaan impian anda tercapai, maka semuanya akan sepadan. Jika tidak, ada tidak rugi apapun dan kemungkinan besar anda sudah memiliki template yang bagus yang bisa anda tawarkan ke pihak lain dengan jenis pekerjaan yang hampir sama.

Saat anda sudah menemukan jenis pekerjaan yang ingin anda lakukan, buatlah daftar klien yang memungkinkan. Datfar yang masih kasar pun tidak apa-apa, bahkan kategori bisnis yang anda rasa akan sesuai dengan ide anda juga boleh anda tuliskan.

Ketika anda sudah mendapatkan daftar yang masih kasar tersebut, pikirkan bisnis lokal apa yang sesuai dengan kategori tersebut. Kemungkinan kesuksesannya biasanya lebih besar jika anda cukup dekat untuk dapat berjabat tangan dengan orang tersebut. Sebagian besar dari proses membeli foto adalah tentang kepercayaan. Akan susah untuk mempercayai seorang fotografer jika hanya berdasarkan track record-nya sementara anda tidak pernah bertemu dengan fotografer tersebut. Ya, anda mungkin saja pernah membuat foto yang sangat bagus untuk klien anda yang sebelumnya, namun situasi pada setiap klien bisa saja berbeda. Yang paling sering terjadi, apalagi jika anda baru saja mulai, ketika anda dapat memberikan waktu untuk calon klien anda, hal tersebut menjadi bagian yang terbesar untuk mendapatkan kepercayaan mereka, jadi mulailah dengan kesempatan yang ada di sekitar anda.

2. Sebelum Melakukan Pitching, Lakukan Riset Terlebih Dahulu

research
Lakukan riset terhadap perusahaan yang anda inginkan sebelum mengirimkan proposal anda [Gambar via Pixabay CC0]

Apakah Mereka Mengenal Anda?

Dari sudut pandang klien, bekerja dengan orang yang mereka kenal jauh lebih mudah daripada bekerja dengan orang yang mereka belum kenal! Jika anda pernah bekerja sama sebelumnya dan mempunyai track record yang bagus, besar kemungkinan anda akan dapat meyakinkan mereka untuk mencoba sesuatu yang baru.

Jika klien potensial anda belum mengenal anda, maka kesempatan anda akan lebih sempit. Dalam kasus seperti ini, penawaran yang berhasil biasanya terjadi karena kebutuhan dasar yang terpenuhi dan track record yang telah anda bangun. Bangunlah kepercayaan dengan beberapa pekerjaan terlebih dahulu sebelum anda mencoba untuk meyakinkan klien anda untuk melakukan sesuatu yang baru.

Apakah Mereka Membutuhkan Jasa Fotografi?

Ini sangat penting: saat anda menemukan klien yang ingin anda pitch, pelajari semua yang anda bisa tentang bagaimana bisnis mereka bekerja. Jika anda ingin menawarkan jasa fotografi, lihatlah apakah mereka sudah mempunyai set foto yang bagus di website mereka; lihatlah media sosial mereka, apakah media sosial mereka terlihat seperti sudah dikerjakan oleh orang yang tepat? Jika iya, anda harus berpikir dengan cara yang berbeda. Mereka tidak mungkin mempekerjakan seorang fotografer jika mereka sudah mempunyai seseorang untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Jika anda menawarkan bisnis yang lebih baik atau lebih murah (atau keduanya) dari apa yang mereka punya saat ini, anda mungkin masih punya kesempatan. Namun, jika anda melihat sesuatu dan berpikir bahwa hal tersebut kurang bagus, jangan pernah mengatakannya. Mungkin hal itu benar, tapi anda harus menghindarinya agar anda tidak menyinggung seseorang dengan cara menunjukkan letak kesalahannya. Jika anda benar-benar merasa bahwa ada ‘celah’, contohnya, di website mereka terlihat jelas bahwa seseorang di perusahaan mereka mengambil foto tersebut dari ponsel dengan kualitas yang buruk. Jika memang benar begitu, anda harus mencoba dengan cara yang lain. Misalnya dengan mengatakan ‘Saya sedang mengira-ngira apakah anda tertarik untuk memperbaharui foto di website anda? Saya lihat anda sudah mempunyai X, yang sebenarnya sudah bagus, tapi bagaimana kalau anda menambahkan Y?’ Anda tidak mengatakan bahwa foto yang sudah ada itu buruk, anda hanya memberikan saran yang bermakna mungkin sudah saatnya mereka mengganti foto tersebut dengan yang baru!

Apa yang Mereka Tidak Punya dan Anda Bisa Berikan?

Apakah ada sesuatu dari bisnis mereka yang membutuhkan jasa fotografi? Anda dapat membantu bisnis tersebut dengan menyediakan keahlian yang mereka butuhkan. Beberapa bisnis, terutama bisnis yang kecil, belum mempunyai pengalaman untuk mengetahui bagaimana caranya mencari jasa fotografi yang mereka butuhkan.

Lihatlah tampilan mereka secara online; carilah kesempatan di bagian pemasaran mereka. Apakah menurut anda film yang menceritakan tentang bisnis mereka dapat menguntungkan bisnis tersebut? Apakah sebuah brosur yang penuh dengan foto produk dan jasa mereka akan berguna bagi mereka? Apakah mereka mempunyai halaman tentang ‘team’ mereka yang tidak diisi dengan foto?

Carilah perusahaan lain yang mempunyai lingkungan yang sama dengan perusahaan yang anda pilih dan bandingkan apa yang mereka miliki dan apa yang perusahaan yang anda pilih tidak miliki. Bisa saja perusahaan saingan tersebut mempunyai ide yang bagus yang bisa anda adaptasi dalam konsep yang serupa untuk proposal anda sendiri. Namun, jangan pernah 100% meniru hasil kerja orang lain. Selain karena hal itu salah secara etika, bisa saja perusahaan yang anda pilih pernah bekerja sama dengan saingan anda dan mengetahui darimana asal ide anda tersebut.

Bersiaplah juga  untuk mengalami beberapa kejutan dan kebingungan. Banyak bisnis dan pemilik bisnis yang sangat bersemangat, namun tidak terlalu paham tentang konsep visual. Memang tidaklah terlalu penting bagi mereka untuk benar-benar mempelajari konsep visual. Mereka barangkali tahu bahwa mereka membutuhkan jasa fotografi namun untuk membicarakan konsep dari sebuah gambar dapat menjadi sedikit asing untuk sebagian besar orang. Anda mungkin harus memberikan beberapa penjelasan dan mendengarkan dengan sabar tentang apa yang mereka inginkan. Tidak apa-apa! Itu adalah bagian dari jasa yang anda berikan.

Bagimana Jasa Anda Dapat Menguntungkan Mereka?

Jika anda tidak bisa menjelaskan ini, maka kemungkinan besar tidak ada pekerjaan untuk anda. Sebuah perusahaan di US tidak mungkin menerbangkan anda dari UK hanya untuk mengambil beberapa foto untuk mereka ketika mereka bisa saja mempekerjakan orang yang berada di sekitar mereka. Berpikirlah dengan realistis dan pikirkan apa yang bisa anda tawarkan untuk perusahaan tersebut yang orang lain tidak bisa.

Jika anda memiliki pengetahuan tentang pemasaran atau SEO (search engine optimisation), anda dapat menggunakannya untuk meyakinkan bahwa jasa anda akan menguntungkan mereka. Contohnya, jika ada ingin membuat sebuah film untuk mereka, anda dapat menyarankan mereka agar menaruh film tersebut di website dan media sosial mereka sehingga penonton mereka bertambah dan interaksi terhadap perusaan mereka meningkat.

3. Buatlah Agar Pitch Anda Sesuai Dengan Apa yang Mereka Butuhkan

pitch
Buatlah sesuatu yang dipesan lebih dahulu untuk pitch [Gambar via Pixabay CC0]

Buatlah Sesuatu Yang Khusus dan Berpikirlah Secara Visual

Membuat sesuatu yang spesifik untuk sebuah perusahaan terdengar seperti pekerjaan yang berat untuk dilakukan saat anda tidak (belum) dibayar untuk itu. Tetapi, saya sangat merekomendasikan anda untuk melakukan ini. Ini akan menunjukkan pada perusahaan tersebut bahwa anda serius, anda bisa menampilkan kualitas pekerjaan anda dan itu adalah hal yang sangat professional untuk dilakukan.

Rekan saya (seorang pembuat film) dan saya pergi liburan ke Skotlandia beberapa tahun yang lalu dan menginap di sebuah hotel yang merupakan bagian dari jaringan kecil hotel lokal disana. Kami sangat menikmati liburan kami dan sangat menyukai keramahan seperti keluarga yang ditawarkan dan pelayanan yang diberikan oleh hotel tersebut. Karena saat itu rekan saya membawa kameranya, dia  memutuskan untuk membuat film pendek yang dibuat khusus untuk hotel tersebut dan mengirimkannya dengan penawaran pitching saat kami sudah pulang. Lalu mereka menghubungi kami dan membayar kami untuk membuat film dan memotret di setiap hotel milik mereka dan area di sekitarnya! Tentu saja ini tidak selalu terjadi, tapi ini adalah bukti yang benar-benar nyata tentang bagaimana sedikit kerja keras anda dapat memberi hasil yang baik.

Jika tidak memungkinkan bagi anda untuk membuat sesuatu yang dibuat khusus untuk perusahaan tersebut, anda dapat menyertakan karya anda yang serupa. Buatlah agar karya anda tetap seimbang, penuh perasaan, bergaya dan sesuai. Berhati-hatilah saat akan memasukkan contoh dari pesaing anda; beberapa perusahaan akan merasa waspada dan bisa saja membatalkannya. Tujuan anda adalah untuk membuat mereka membayangkan bahwa mempekerjakan anda adalah hal yang tepat, dan bukan untuk merasa khawatir terhadap pesaing anda.

Buatlah Sesingkat Mungkin dan Masukkan Sesuatu yang Akan Mengundang Respon.

Anda dapat membuat penawaran anda sebagus mungkin, tapi jangan mengirimkan sesuatu yang terlalu panjang. Orang yang membaca penawaran anda masih mempunyai banyak pekerjaan lain hari itu dan mereka tidak akan membaca penawaran anda sampai habis jika anda mengirimkan sesuatu yang panjangnya seperti novel. Tulislah proposal anda dengan rapi, sopan, dan menarik. Jangan lupa sebutkan sesuatu yang spesifik tentang perusahaan mereka, jadi mereka tahu kalau anda tidak mengirim penawaran ini ke semua orang untuk mendapatkan pekerjaan.

Tulislah sesuatu yang akan mengundang respon seperti ‘Saya akan dengan senang hati bertemu dengan anda untuk membahas ini lebih lanjut...’ atau ‘Saya mengharapkan balasan anda terhadap penawaran ini...’ – sesuatu yang menyiratkan bahwa anda mengharapkan respon dari mereka meskipun respon tersebut berupa penolakan.

Hindari Mengirimkan CV Anda

Mengirimkan beberapa baris email atau memasukkan CV anda di lampiran tidak berarti anda akan langsung membuat orang terkesan dengan anda. Ketika suatu perusahaan ingin mencari orang untuk mengisi suatu pekerjaan, mereka seringkali meminta anda untuk memasukkan CV dan memberikan surat pengantar. Sedangkan di bidang fotogarfi, anda biasanya bekerja sedikit demi sedikit, dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Portfolio anda, dan beberapa kliping jika ada, adalah yang membangun track record anda.

Tapi bukan berarti anda tidak bisa menceritakan dengan siapa saja anda pernah bekerja, jika hal tersebut dapat membantu anda; saya sangat menganjurkan anda untuk melakukannya. Jika anda pernah mempunyai klien terkenal yang bisa anda bicarakan, lakukan saja! Namun ceritakan hal tersebut di bagian email saja dan jangan mengirimkannya sebagai CV. Menurut saya, dalam industri kreatif, orang-orang ingin mengetahui apakah anda orang yang enak untuk diajak bekerja sama dan apakah anda dapat melakukan pekerjaan tersebut. Menulis sesuatu yang dibuat khusus untuk perusahaan yang anda inginkan merupakan gambaran dari sikap tersebut daripada hanya memasukkan CV yang sama seperti yang anda kirimkan ke semua orang.

Buatlah Penawaran Anda Terlihat Profesional

Jika anda melakukan pitching untuk pekerjaan di bidang fotografi, jangan hanya melampirkan foto anda di dalam email atau mencetak beberapa foto anda dan mengirimkannya. Pikirkanlah cara untuk menyajikan foto anda dengan cara yang menarik. Bisakah anda membuat sebuah portfolio digital yang singkat? Keahlian desain yang anda miliki akan sangat berguna disini; dan jangan lupa untuk menyertakan logo dan nama bisnis anda!

Mungkin ini terlihat seperti buang-buang waktu, apalagi jika anda tidak mendapatkan pekerjaan tersebut. Namun ini bukanlah hal yang merugikan karena anda akan mendapatkan template yang bisa anda sesuaikan untuk dipakai di kemudian hari. Semakin sering anda melakukan ini, semakin gampang dan cepat juga proses ini akan berlangsung.

4. Mengirimkan Proposal Anda

Lewat Pos atau Email?

mail
Pikirkan apakah anda akan mengirim proposal anda melalui pos atau email? [Gambar via Pixabay CC0]

Hal ini benar-benar tergantung dari anda dan perusahaan tersebut. Jika perusahaan tersebut lebih banyak bekerja di bagian media dan mengerti dunia digital, maka saya pribadi lebih memilih untuk mengirim proposal saya dengan email. Saya rasa mereka sudah terbiasa berkomunikasi dengan orang-orang lewat email dan kemungkinan besar mereka tidak akan menaruh email tersebut sebagai ‘junk mail’. Jika perusahaan tersebut adalah perusahaan pribadi dengan skala yang kecil maka hal sebaliknya yang akan berlaku. Pertimbangkanlah dengan hati-hati bagaimana anda akan mengirim proposal tersebut, namun ingatlah bahwa anda akan selalu bisa mengikuti perkembangan proposal tersebut dengan metode lain yang nanti akan saya jelaskan. Satu lagi, jika anda sudah mendapatkan kontak perusahaan tersebut, jangan takut untuk bertanya: beritahu mereka anda sudah membuat sebuah penawaran dan cara apakah yang lebih mereka sukai untuk menerima penawaran tersebut.

Mencari Tahu Orang yang Bisa Anda Hubungi dan Kenali Siapa yang Membuat Keputusan

Hindari mengirimkan proposal anda ke ‘info@’ dan alamat email umum lainnya.  Kemungkinan besar proposal anda tidak akan sampai ke orang yang membuat keputusan di perusahaan tersebut. Jika memungkinkan, kenali siapa yang membuat keputusan di perusahaan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mencoba untuk mencari perusahaan tersebut dari email CEO. Ini akan membantu anda untuk mengenali orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut dan jabatan mereka. Jika anda gagal, anda bisa mencoba LinkedIn atau bahkan dengan menggunakan mesin pencari yang biasanya anda gunakan.

Jangan takut untuk mengirimkan proposal anda ke lebih dari satu orang, namun menurut saya, 2 atau 3 orang sudah cukup sehingga anda tidak terlihat seperti ingin mengirimi semua orang di perusahaan tersebut dengan email yang beruntun!

Ketika ingin menulis judul di email anda, jangan menuliskan ‘proposal’ atau sesuatu yang sudah bisa ditebak: bisa jadi email anda akan dihapus sebelum dibaca. Sebaliknya, tulislah sesuatu yang bisa menarik perhatian orang yang anda tuju.

Kapan Harus Mengirim Proposal: Pentingnya Pemilihan Waktu

Hal yang seringkali dilupakan untuk dipertimbangkan adalah kapan anda harus mengirimkan proposal anda. Kecil kemungkinan proposal anda akan dibaca jikan anda mengirimkannya pada Jum’at sore, saat orang-orang bersiap untuk berakhir pekan. Selain itu, hindari mengirim proposal anda pada hari Senin pagi karena saat itu adalah waktu dimana orang akan membaca email mereka secara umum dan kemungkinan email anda akan terlewat atau dikira sebagai junk.

Menurut Customer.io, waktu yang paling populer untuk mengirimkan email adalah di hari Selasa, yang berarti anda juga harus menghindari hari tersebut!

Jika anda menggunakan software pihak ketiga seperti MailChimp, anda dapat mempelajari datanya untuk mengetahui kapan waktu yang optimal untuk mengirimkan email tersebut. Mereka juga mempunyai artikel menarik tentang waktu yang optimal untuk mengirim email di blog mereka yang sangat layak untuk dibaca.

5. Menindak Lanjut

Kadang-kadang orang menjadi sibuk hingga lupa untuk membalas email anda, kadang mereka juga menunggu sampai mereka bisa membicarakannya di meeting. Anda tidak akan pernah tahu alasan apa yang membuat email anda belum dibalas, namun cobalah untuk tidak berpikir bahwa proposal anda telah ditolak.

Hindari bersikap tidak sabaran dan menanyakan tentang email anda dalam waktu yang terlalu cepat. Saran saya, tunggu sampai 2 minggu sebelum anda menanyakan proposal anda. Jika anda mengirim email, sertakan email anda yang sebelumnya dibawah email yang baru ini dan buatlah agar follow up anda tetap singkat. Sesuatu seperti; ‘Halo, XXX, saya hanya ingin bertanya apakah anda sudah sempat untuk membaca email yang saya kirim beberapa waktu yang lalu, saya akan dengan senang hati berbicara dengan anda perihal pemikiran anda dan saran dari anda.’ Atau semacam itu. Jangan terkesan terlalu putus asa dan terdengar kesal karena mereka belum membalas. Jagalah agar email anda tetap singkat, ramah, dan terkesan ringan.

Jika anda tidak mendapat kabar apapun dari mereka, ada baiknya jika anda mengganggapnya sudah ‘cukup’. Jika sebelumnya anda sudah mengirimkan email, mungkin anda bisa mencoba untuk yang terakhir kalinya dengan cara mengirimkan proposal anda melalui pos (dan sebaliknya jika anda sudah mengirimkan proposal anda melalui pos). Anda tidak akan pernah tahu, walaupun mereka tidak membalas email anda, mereka mungkin saja menyimpan rincian file anda untuk lain waktu.

Anda juga bisa menanyakan proposal anda lewat telepon tapi bersiaplah untuk dioper ke sana kemari atau bahkan dijawab hanya dengan jawaban ‘tidak’ yang kasar. Pikirkan dengan matang apa yang ingin anda sampaikan dan cobalah untuk tidak terdengar seperti ‘sales’. Jika perusahaan yang anda tuju adalah perusahaan besar, besar kemungkinan mereka sudah mendengar banyak penawaran sehingga anda perlu memastikan agar penawaran yang anda buat terlihat menonjol karena alasan yang tepat.

Kesimpulan

Melakukan pitching untuk pekerjaan yang anda inginkan dan bukan pekerjaan yang sedang diiklankan mungkin terdengar menakutkan. Anda harus melakukan ini dengan perlakuan dan perhatian yang sama dengan jika anda mengerjakan pekerjaan yang dibayar dan semoga saja anda akan mendapatkan hasil yang sesuai. Berikut ini adalah poin-poin utama yang saya rangkum:

  • Lakukan riset anda
  • Cari tahu apakah mereka sudah memiliki jasa yang akan anda tawarkan
  • Cari tahu apakah ada sesuatu yang mereka tidak punya dan anda bisa berikan
  • Buatlah agar jasa anda menguntungkan mereka
  • Buatlah sesuatu yang dibuat dengan khusus dan memiliki nilai visual
  • Tulislah sesuatu yang singkat dan mengundang respon
  • Jangan hanya melampirkan CV anda
  • Buatlah agar penawaran anda terlihat profesional
  • Pikirkan apakah anda akan mengirim proposal anda melalui pos atau email
  • Lakukan riset tentang siapa yang harus menerima proposal tersebut
  • Mengetahui kapan anda harus mengirim proposal
  • Melakukan follow up terhadap surat atau email anda yang sebelumnya
  • Tahu kapan anda harus berhenti!

Mudah-mudahan dengan mengikuti beberapa atau semua tips di artikel ini akan membantu anda untuk membuat penawaran kreatif yang akan menarik perhatian.

Jangan berkecil hati jika anda tidak mendapat kabar atau ditolak, hal-hal seperti ini membutuhkan waktu untuk dibangun dan bahkan jika penawaran anda terdengar bagus, bisa saja perusahaan tersebut memang sedang tidak membutuhkan jasa anda. Jika anda mendapatkan jawaban tidak yang belum pasti, anda dapat menanyakannya lagi nanti. Anda bisa bertanya dengan sopan kepada klien anda apakah mereka ingin anda melakukan follow up lagi dalam beberapa bulan ke depan atau kembali dengan ide bisnis yang lain di masa depan.

Jika anda terus-terusan mendapatkan penolakan, pertimbangkan untuk mengirimkan proposal anda kepada teman anda yang profesional atau mentor anda untuk menangkap kesalahan yang tidak anda lihat. Gunakan proposal anda sebagai template untuk penawaran selanjutnya dan jangan berhenti mencari pekerjaan yang anda sukai, selain berguna sebagai latihan, siapa tahu penawaran anda akan diterima.

Terakhir, ingatlah bahwa jasa fotografi yang sukses tidak memerlukan klien yang terlalu banyak. Anda bisa membuat penghasilan dari tiga klien yang bagus, dan sangat mungkin untuk membuat penghasilan yang cukup dari lima klien. Anda tidak perlu membuat semua calon klien anda menerima proposal anda, anda hanya perlu beberapa dari mereka!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.