Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Fast Lenses

Cara Mengambil Foto dengan Depth-of-Field yang Sangat Sempit

by
Read Time:8 minsLanguages:
This post is part of a series called Lenses.
A Beginner's Introduction to Wide Angle Photography
The Complete Guide to Renting a Lens Online

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhlis Tirowali (you can also view the original English article)

Jadi Anda telah menghemat setiap rupiah, dan tabungan Anda sudah sangat penuh. Ini saatnya menggunakan uang tersebut dan membeli lensa baru. Dan tidak ada pilihan yang lebih baik dari pada sebuah lensa prima yang cepat?  Yang menawarkan banyak manfaat, dan kita akan masuk lebih dalam ke salah satu manfaatnya pada hari ini: depth of field yang profesional dan tingkat kedangkalan yang halus, yang sempit.

Tutorial yang Dipublikasi Ulang

Setiap beberapa minggu, kita mengunjungi kembali beberapa tulisan favorit pembaca yang berasal dari keseluruhan historis pada situs. Tutorial ini pertama dipublikasikan pada Juni 2010.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

Memulai lebih jauh dengan Depth-Of-Field

Saya akan mendapatkan semua hal dari Mr. Wizard kepada Anda, jadi persiapkan diri Anda. Bayangkan profil sebuah lensa. Ini akan sedikit terlihat seperti sepakbola atau oval dengan titik penunjuk. Jika Anda memotong bentuk tersebut dibagian tengah antara dua titik tersebut, Anda akan memiliki dua bentuk yang terlihat seperti segitiga. Sekarang pikirkan kembali masa-masa awal sekolah.  Apakah nama sebuah gelas yang berbentuk segitiga? Jika Anda bilang “prisma", Anda mendapatkan bintang emas dan tambahan waktu lima menit. Lihat apa yang saya bicarakan pada ilustrasi dibawah.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

Sekarang pikirkan tentang apa yang dapat prisma lakukan. Ini menciptakan pelangi dari cahaya putih. Ini pada dasarnya menarik cahaya menjadi beberapa bagian. Hal tersebut hampir berlawanan dengan yang sebuah kamera coba lakukan, yang mencoba memfokuskan cahaya dan menjaganya tetap satu.

Menggunakan aperture yang lebar menunjukkan sudut, bagian yang meruncing dari lensa. Ketika Anda berhenti, Anda hanya menggunakan bagian tengah yang tidak akan berbentuk seperti prisma. Semakin lensa Anda terlihat seperti dua prisma,   semakin terlihat diluar fokus, dan depth-of-field yang lebih sedikit yang akan Anda dapatkan.

Dan siapa yang tidak ingin mendapatkan shallowness? Pada faktanya, kita membayar lebih banyak untuk mendapatkannya. Dengan memahami bagaimana depth-of-field bekerja dan konsep diatas, Anda akan dapat mengatasi lensa mahal tersebut.  Dan Anda akan dapat lebih memahami topik lain yang akan kita bahas.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

From A Distant Land

Ada tiga hal yang memberikan efek pada depth-of-field Anda. Pertama aperture, yang baru kita bicarakan.  Kedua yaitu jarak. Jika Anda memiliki lensa fokus manual yang lama dengan penanda jarak padanya, Anda akan melihat penanda jarak pendek yang mencakup cukup area dibandingkan jarak yang lebih jauh.

Penanda 1 meter mungkin berjarak dua sentimeter dari penanda 2 meter, namun penanda 10 meter mungkin hanya setengah sentimeter dari penanda 20 meter. Alasan dari semua hal tersebut sulit untuk dijelaskan dan melibatkan grafik kurva eksponensial, namun itu dihubungkan dengan fakta bahwa semakin jauh Anda dari sesuatu, depth-of-field lebih banyak, yang akan Anda dapatkan.

Jika Anda memotret lensa pada f/2 dan subjek Anda berjarak 1 meter, jarak depth-of-field Anda mungkin hanya 15 cm. Tapi jika Anda fokus pada sesuatu yang berjarak 10 meter,  Pada dasarnya, semakin besar jaraknya, semakin besar depth-of-field. Anda bisa melihat ilustrasi dari konsep ini di bawah ini.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

Aturan Two-Thirds/One-Third

Seperti yang saya singgung di atas, depth-of-field adalah rentang yang pasti. Pada jarak tertentu dengan f/stop tertentu, Anda mungkin memiliki kedalaman fokus 30 cm.  Ingatlah bahwa dua pertiga kedalaman ini terbentang di belakang subjek Anda (sesuatu yang Anda fokuskan), dan sepertiga meluas di depannya.

Misalnya, katakanlah Anda berfokus pada 90 cm dan, karena lensa Anda, Anda memiliki depth-of-field 30 cm. Semuanya dari 80 cm sampai 110 cm akan menjadi fokus. 20 cm di belakang subjek Anda, 10 cm di depan. Dua pertiga, sepertiga. Lihat ilustrasi di bawah ini untuk memvisualisasikan gagasan ini.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

Sidenote

Bagi Anda yang memiliki gelar dalam bidang fisika, Anda mungkin telah menghubungkan dua pertiga / sepertiga aturan dengan jarak. Anda mendapatkan depth-of-field lebih rendah pada jarak yang lebih dekat, karena itulah depth-of-field tidak meluas sejauh di depan subjek Anda seperti di belakang.

Ini bukan koneksi penting untuk dibuat atau dimengerti, itu hanya menarik. Jika Anda melihat kursi di foto di bawah ini, Anda dapat melihat bagaimana ide ini dapat memengaruhi gambar Anda.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

Persoalan Panjang

Hal terakhir yang mempengaruhi depth-of-field Anda adalah focal length lensa Anda. Semakin panjang focal length, semakin dalam depth of field.  Jika Anda memiliki lensa 50mm yang dipasang pada f/1.4 dan lensa 85mm yang ditetapkan pada f/1.4, dan keduanya terfokus pada benda di jarak yang sama: Lensa 85mm akan memiliki depth-of-field yang dangkal. Fenomena ini terkait dengan bagaimana optik dipasang dan lagi, fisika.

Penting untuk dicatat bahwa lensa yang lebih panjang secara inheren memiliki depth-of-field yang dangkal daripada lensa pendek.  ambar di bawah ini dibuat dengan lensa 85mm yang diatur pada f/1.4. Saya cukup jauh, namun depth-of-field cukup dangkal untuk menciptakan efek yang sejuk.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

Chromatic Aberration

Kembali ke masalah prisma sejenak. Karena lensa dengan aperture lebar berbentuk seperti prisma, mereka cenderung mengalami chromatic aberration. Chromatic aberration secara harfiah adalah "penguraian berbagai warna yang saya sebutkan di awal.  Lapisan lensa modern dan bentuk lensa aspherical membantu mengurangi hal ini, namun tetap berisiko, terutama pada lensa yang lebih tua.

Chromatic aberration bisa membuat sesuatu pada satu warna tampak berkabut atau terkadang membuat mereka tampak sedikit bergeser pada posisi. Bunga merah muda dari bunga dan daun hijau muda di bagian atas gambar ini memiliki sedikit kabut di sekitar mereka karena chromatic aberration.  Mereka tidak lepas dari fokus, tapi warnanya jauh berbeda dari warna latar belakang sekitarnya, yang mempertegas penyimpangan.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

Flare

Lensa flare sedikit lebih sering ditemui dibanding chromatic aberration. Flare terjadi saat sumber cahaya langsung menyentuh lensa Anda.  Bahkan mungkin itu tidak keluar di gambar, itu mungkin di luar dari bingkai. Hal itu menyebabkan lingkaran atau coretan cahaya tampak pada gambar akhir. Arahkan lensa sudut lebar ke matahari, dan Anda akan melihat apa yang sedang saya bicarakan.

Masalah ini juga terkait dengan masalah prisma, dan lensa aperture yang lebar jauh lebih rentan terhadap flare dibanding lensa dengan aperture yang lebih kecil.   Lapisan lensa membantu, tapi solusi terbaik untuk flare adalah penutup lensa. Sementara penutup tidak membantu jika sumber cahaya di bingkai Anda, mereka melakukan pekerjaan yang bagus untuk menghalangi cahaya yang berasal dari luar gambar.

Manfaat yang sama sekali tidak terkait adalah melindungi lensa dari benturan dan tetes yang tidak disengaja.  Gambar di bawah ini memiliki sejumlah besar  flare, hal ini disebabkan aperture lensa yang lebar, dan sudut lensa yang lebar. Lensa wide angle lebih rawan flare juga.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

Memfokuskan pada Brackets

Memfokuskan lensa pada f/2.8 bisa jadi sulit. Lensa ultra cepat, seperti f/1.2 dan f/1.4, bisa sangat sensitif sehingga sistem autofocus bisa bermasalah dengan mereka.  Autofocus bekerja paling baik dalam situasi kontras tinggi, jadi pada adegan kontras rendah, perlu dilakukan sedikit bracketing.

Kebanyakan orang tahu tentang exposure bracketing, dan para perfeksionis di antara kita bahkan mungkin mencoba-coba white balance bracketing. Fokus bracketing mengikuti proses yang sama. Teknik ini hanya akan benar-benar bekerja dengan benda stasioner atau kebanyakan objek stasioner.  Cukup gunakan autofocus Anda untuk memulai. Setelah terkunci, matikan saja. Secara manual kembali fokus sedikit, ambil foto, dan kemudian pergi sedikit dimana yang sebelumnya, dan ambil foto lagi.

Kita berbicara setengah milimeter di kedua arah. Kurang lebih dengan yang satu ini.  Jika Anda melihat dari dekat foto ini, hidung anjing menjadi fokus, tapi matanya hanya sedikit mati. Jika saya bracketed fokus saya, mungkin saya bisa memperbaiki ini.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

Apa yang saya lakukan dengan itu?

Ada banyak alasan untuk menggunakan depth-of-field yang dangkal. Yang paling umum adalah teknik komposisi yang disebut fokus selektif. Hal ini membawa perhatian pada sesuatu dalam situasi yang berantakan dengan menjadikannya satu-satunya fokus.  Ini bisa digunakan untuk membersihkan latar belakang yang berantakan. Tapi dengan menggunakan depth-of-field yang dangkal saat sedang turun salju atau hujan, memungkinkan Anda untuk membuat hujan menghilang.

Hal lain adalah dengan menggunakan depth-of-field yang dangkal saat ada sumber cahaya kecil di latar belakang seperti lampu lalu lintas atau lampu liburan.  Depth-of-field akan mengubah lampu ini menjadi bola bercahaya yang indah. Tapi menggunakan depth-of-field yang dangkal juga bisa memberi gambar Anda kualitas seperti mimpi atau membuatnya tampak nostalgia seperti gambar di bawah ini.

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography

Beberapa Rekomendasi Aksesoris

Sebagian besar foto yang ditunjukan pada tutorial ini diambil menggunakan Nikon 50mm f/1.2 dan Nikon 85mm f/1.4. Keduanya lensa fokus manual dan, tak perlu dikatakan, mereka sulitbdigunakan agar dapat fokus pada DSLR.

Jika saya memiliki dana tak terbatas, saya akan membeli layar ground glass baru untuk kamera saya. Jika kamera Anda memungkinkan Anda untuk menukar ini, Anda bisa membelinya dengan patch split-screen rangefinder atau alat bantu fokus lainnya.  Jika Anda memiliki lensa fokus manual, baca manual Anda untuk menentukan pengaturan terbaik untuk memfokuskan lensa Anda.

Saat Anda membeli lensa Anda, saya sangat menyarankan untuk mendapatkan nama merek, penutup lensa khusus. Sebagian besar lensa hadir bersama mereka, namun lensa high-end setidaknya menawarkannya sebagai aksesori.  Lensa penutup lensa bekas biasanya menyangkut pada alur filter Anda, yang akan menyulitkan penggunaan filter.

Jadi jika Anda belum mencoba, mulailah menabung uang Anda, karena itu sangat berharga. Dan setelah membaca ini, Anda tidak akan bodoh menggunakan depth-of-field yang dangkal...

shallow depth of field photographyshallow depth of field photographyshallow depth of field photography
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.