Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Shooting

Bagaimana Mengambil Foto Yang Tidak Memerlukan Post-Production

by
Length:MediumLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Di dunia dimana menggunakan paket post-production untuk meningkatkan foto hampir merupakan kebutuhan, sulit bagi pemula, orang yang tidak ahli komputer atau murni fotografi merasa mereka memiliki sesuatu untuk ditawarkan. Bagaimana seseorang membuat gambar cantik dari hasil yang tidak memerlukan post editing? Di dalam tutorial ini, saya bertujan membagikan beberapa tips untuk menangani itu!


1. Ketahui Hasil Yang Kamu Inginkan

Apakah membantu untuk mempersiapkan dalam benak, atau pada kertas, apa yang coba kamu capai dalam gambarmu. Apakah kamu ingin drama? Romansa? Kegembiraan? Lakukan brainstorming untuk bagaimana kamu bisa mendapatkan tampilan ini. Sebagai contoh, romansa dapat melibatkan pencahayaan yang lemah, warna yang hangat dan banyak closeup.

Alih-alih bergantung pada 'filter' atau 'action' untuk melakukan ini nantinya, pertimbangkan bagaimana kamu dapat mengubah pengaturan. Sudut apa pada subyek yang ingin kamu ambil? Bagaimana kamu akan mengarahkan mereka? Mungkin itu hendaklah dilakukan di akhir hari agar cahaya matahari lebih lembut? Lokasi mana yang kamu anggap romantis?


2. Pilihan Lokasi, Indoor vs Outdoor

Mengapa tidak mencampurkan keduanya? Sebuah lokasi outdoor akan berpotensi memberikan cahaya yang paling cantik dan natural. Indoor memiliki potensi membuat foto dengan grain jika tidak diberikan cahaya yang cukup. Namun bagaimana pun juga, berkerja dengan flash memberikan kemampuan untuk mengendalikan bagaimana cahaya mengenai subyek dan dari arah mana, baik indoor dan outdoor.

Saya tetap menempelkan flash pada kamera sepanjang waktu, hanya dalam kasus saya ingin menambahkan sumber cahaya tambahan pada hasil foto terlepas dimana saya berada.


Bayi Sully difoto indoor hanya dengan cahaya dari jendela yang mengenai wajahnya.

3. Kenali Peralatanmu

Ajukan beberapa pertanyaan pada diri sendiri: Apakah subyek bergerak cepat seperti event olahraga? Mungkin kamu memerlukan lensa yang berbeda untuk menangkap ini dengan benar. Jenis shutter speed apa yang kamu sadari yang berkerja terbaik dengan subyek yang bergerak cepat?

Mengenal peralatanmu seiring waktu akan membantu dalam sebuah momen panik atau ketika kamu merasa terburu-buru atau tertekan. Latihan mengambil foto pada semua bidang: olahraga, portrait, candid dan lain-lain untuk menjadi 'fasih' pada lebih dari satu genre pemotretan. Temukan beberapa panduan pengaturan untuk tiap skenario sehingga kamu dapat menghapal dan mengacu ketika diperlukan.


4. Pengaturan Kamera

Ketika saya pertama kali menggunakan DSLR teman saya merekomendasikan saya untuk mulai dengan pengaturan dasar sebagai panduan: Shutter Speed = 125, ISO Outdoors = 100/200, ISO Indoors = 400.

Saya selalu mulai sebuah pengambilan foto dengan pengaturan ini, kecuali ketika keluar pada matahari Hawaii yang cerah. Kemudian saya menaikkan shutter speed di sana! ISO menentukan seberapa sensitif sensor terhadap cahaya, dengan demikian menurunkan angka, dan gambar hasilnya akan lebih baik.

Semakin rendah shutter speed semakin baik gambarmu tampak dalam kondisi gelap. Saya juga suka memonitor Exposure Level Sensor pada layar LCD karena ketika dalam cahaya matahari yang cerah (seperti di pantai misalnya) sulit untuk melihat gambar secara jelas pada layar LCD.


5. Gunakan Cahaya Sebaik Mungkin

Dengan tidak adanya post-production sebagai cadangan, sekarang bukan waktunya untuk malas dengan pencahayaan. Pencahayaan adalah teman terbaik fotografer khususnya ketika memfoto di luar. Bahkan awan yang bergerak di depan matahari (atau menjauh dari matahari) dapat berdampak pada foto dan seberapa bagus itu diterangi.

Ambil waktu untuk mengenali sumber cahaya secara menyeluruh. Bahkan jika ini berarti memindahkan subyek dari area ke area sementara kamu melihat melalui viewfinder untuk melihat dimana cahaya mengenai mereka. Jangan lupa untuk membawa reflector atau lembar putih untuk mencerahkan subyek. Menggunakan reflector itu tidak curang!

Ketika memotret di dalam dengan flash naikkan pencahayaan dengan lampu dan overhead. Sangat penting untuk menggunakan waktumu untuk memetakan sumber cahaya. Walaupun itu bukan sesuatu yang perlu kamu bawa, sumber cahaya (natural atau tidak) harus selalu dipertimbangkan sebagai bagian dari perlengkapan peralatan.


6. Kontras

Foto yang terekspos secara jelek setara dengan kontras yang jelek. Kondisi pencahayaan, filter lensa dan exposure semuanya dapat menentukan kontras. Semakin tinggi kontras semakin besar ketajaman yang akan dimiliki gambar. Ketika melihat melalui viewfinder saya sering mencari putih yang paling putih dan hitam yang paling hitam terlebih dahulu.

Saya kemudian mencari (seringkali dalam waktu pengaturan sebelum memotret) seberapa banyak warna pelangi yang mungkin jatuh di antaranya. Saya menyesuaikan pengaturan berdasarkan itu. Saya juga akan merekomendasikan penyesuaian dalam pengaturan kontras pada kamera (Picture Settings ~> Contrast).

Seseorang yang mengedit foto mereka dalam post-production akan menurunkan pengaturan ini untuk memastikan informasi gambar disimpan. Tentu saja, karena mengedit foto bukan yang kamu cari sekarang, kamu dapat menaikkan tingkat kontras lebih jauh lagi untuk membuatnya 'menonjol'. Mainkan sekitar ini sedikit untuk mencari yang mana yang kamu suka.


7. Pertimbangkan Komposisi

Apakah horizon lurus atau miring? Apakah kamu perlu melakukan zoom out atau zoom in? Apakah ada tong sampah di sudut bawah yang tidak benar-benar kamu perlukan dalam foto?!

Lihat dengan baik di sekitar viewfinder sebelum mengambil gambar. Jika kamu tidak yakin yang mana yang kamu sukai, ambil foto close-up dan foto lebar. Ambil lebih banyak gambar untuk memastikan kamu mendapatkan yang bagus.

Pohon menakjubkan, dan tong sampah hijau manis sebagai bonus.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.