Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Theory

Menguasai Dua Teknik Fokus Secara Alternatif

by
Length:MediumLanguages:
This post is part of a series called Lenses.
Everything You Need to Know About Lenses: Part 2
How to Calculate the Sharpest Aperture for Any Lens

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Beriringan dengan kemampuan saya yang semakin meningkat sebagai fotografer, selalu ada satu aspek yang selalu membuat saya kesulitan dalam perihal kecepatan. Karena komposisi dan pose saya telah meningkat, saya mendapatkan dasar atau pondasi sebagai seorang fotografi. Bagaimanapun, kemampuan saya untuk fokus dengan cepat dan akurat sepertinya tidak pernah beriringan dengan kemampuan saya yang lain… hingga sampai pada ketika seorang teman saya yang juga seorang fotografer mengajarkan saya beberapa trik yang merubah cara saya untuk fokus. Teknik yang akan saya sarankan dalam artikel ini terdiri dari dua bagian: pemfokusan tombol belakang dan juga fokus dan meng-komposisi ulang.

Seperti yang sudah kita katakan perihal dua teknik sebelumnya, kita menggunakan tombol dibelakang kamera untuk menjalankan mesin autofokus pada kamera kita. Selain itu saya menggunakan titik pusat autofokus, dan menerapkan teknik yang dinamakan fokus dan meng-komposisi ulang.

Pemfokusan Tombol Belakang

saat ini, saya menggunakan kamera Canon 5D Mark II. Kamera ini jauh dari kamera terbaik yang pernah saya miliki. Kualitas gambarnya dan keseluruhan “sentuhan” gambarnya menghasilkan sesuatu yang menurut saya, tidak cocok. Bagaimanapun, ketika keluaran terbaru Nikon hadir, ini juga menurut saya(pendapat yang dibagi oleh banyak orang) bahwa autofokus kamera ini memiliki beberapa kemunduran. Menggunakan titik fokus pusat dan meng-komposisi ulang sebaik seperti tombol dibelakang kamera membantu saya menghadapi kemunduran-kemunduran ini.

Pertama-tama mari bahas tentang bagaimana mempersiapkan teknik ini. Sekarang ini mungkin kamera anda telah ter-set untuk langsung autofokus ketika anda memencet tombol shutter. Saya telah merubah pengaturannya sehingga ketika saya memencet tombol shutter, tidak akan ada yang terjadi dengan proses pemfokusannya. Saya suka dengan gagasan tombol shutter yang hanya melakukan satu pekerjaan: membidik katup lensa.

Ada beberapa alasan. Saya lebih memilih masing-masing tombol hanya memiliki satu fungsi yang digunakan sesering mungkin. Selanjutnya, ada waktu dimana ketika saya berada disebuah pernikahan dan saya hanya perlu memotret tidak perduli fokusnya bagus atau tidak. Jika anda menggunakan tombol shutter untuk tombol fokus juga, anda mungkin akan segera kehilangan momen tersebut karena kamera anda sibuk mencari-cari titik fokus.

Tombol yang mengikutsertakan fokus pada 5D Mark II terletak dibelakang kamera. Hampir semua kamera memiliki tombol dibelakang kameranya, tepat disebelah viewfinder window. Bagaimanapun juga, tidak semua kamera lalai mengikutsertakan tombol fokus. Seringkali, anda harus menjewer pengaturan agar dia berkelakuan baik. Pastikan dan periksa fitur manualnya untuk mengganti dan menemukan pengaturan yang anda sukai.


Tombol yang berada dibelakang yang bertuliskan “AF-ON” digunakan untuk tombol autofokus kamera 5D Mark II.

Ini sudah separuh jalan tekniknya. Jika hanya itu saja yang ingin anda rubah, maka tidak masalah. Yang diperkenankan untuk ada lakukan adalah mematikan autofokus nya, jika perlu menguncinya. Apabila anda menggunakan tombol shutter untuk memfokuskan juga, anda perlu menekan tombol AF-lock ketika memotret untuk mencapai kesuksesan. Dengan tombol fokus yang dibelakang, anda hanya perlu memencetnya dan melepaskannya kembali untuk mengunci fokus.

Jika sesuatu melewati frame anda, cukup lepaskan jari anda dari tombol dan fokusnya tidak akan berubah. Dan jika anda sedang fokus terhadap sesuatu namun anda ingin merubah komposisi nya, jangan utak-atik titik fokusnya, lepaskan jari anda dari tombol dan atur ulang komposisi nya. Yang mana menuntun kita kepada poin selanjutnya. Terus terang, metode pemfokusan dan pengkomposisian ulang ini adalah bagian yang lebih besar dari kebiasaan fokus saya.

Pemfokusan dan Pengkomposisian Ulang

Metode ini lebih kepada penjelasan dari diri sendiri saja. Anda mungkin sudah mengetahui bahwa sebagian sistem autofokus pada kamera adalah berdasarkan atas “poin-poin” yang tersebar sepanjang grid dan juga dapat ditemukan di viewfinder. Titik yang sudah terpilih adalah titik yang akan terfokuskan. Tergantung dengan pengaturan kamera anda, kamera anda akan menjangkau dari manapun antara secara otomatis memilih semua pengaturan autofokus dan benar-benar mengatur fokus secara manual. Saya memilih untuk meninggalkan titik autofokus terkunci tepat ditengah-tengah garis grid. Lalu saya fokuskan kepada subjek saya lalu  menutupi mereka dengan titik pusat, melepaskan tombol yang dibelakang, mengatur komposisi nya untuk memanfaatkan pertiga dari peraturan atau beberapa teknik komposisional lainnya, lalu bidik.


Pada contoh ini, saya menempatkan mata sang subjek berada ditengah-tengah frame, fokus hanya kepada mereka, lalu menggeser kameranya, tekniknya dijelaskan dibawah.

Katakanlah saya sedang memotret sebuah potret orang. Langkah pertama adalah untuk memposisikan subjek anda sesuai dengan apa yang ingin anda tampilkan, dan juga memiliki pandangan akan bagaimana akan hasil foto tersebut.

Langkah selanjutnya yang akan saya ambil adalah melihat kearah viewfinder dan memindahkan kamera saya sehingga titik fokus autofokusnya berletak ditempat yang saya inginkan untuk fokus. Untuk potret orang, poin ini adalah pengelihatan yang sangat sering. Kemudian, saya menjalankan fokus menggunakan tombol yag berada dibelakang, dan kamera fokus kepada titiknya. Selanjutnya, saya memindahakan kamera sehingga adegan muncul seperti yang saya inginkan. Pada poin ini, saya tidak menyentuh tombol dibelakang, saya memencet tombol shutter, dan karena sudah saya atur sebelumnya, tidak ada yang berubah di sistem autofokus. Tombol shutter dengan sederhana membidik adegan dan jadilah sebuah gambar.


Pada foto diatas, saya menggambarkan perubahannya menggunakan foto yang telah jadi. Diatas dari itu semua, saya menempatkan subjeknya secara sementara, yang hanya berfokus ke matanya. Difoto kedua, saya telah memindahkan kamera saya untuk memenuhi komposisi yang saya inginkan. Catat bahwa saya melepaskan tombol fokus setelah awalnya mendapatkan fokus.

Menggunakan fokus dititik tengah bukan berarti kita memfokuskan titik fokus untuk semua foto – itu adalah dimana bagian pengkomposisian ulang digunakan. Terdengar seperti langkah tambahan, namun tidak perlu waktu lama untuk menjadi kebiasaan. Beberapa hari pertama saya menggunakannya, saya tidak puas dengan hasilnya, namun mudah untuk melihat kekuatan yang teknik ini sediakan.

Ada satu lagi pengaturan yang saya mau sarankan untuk dimanfaatkan. Di kamera saya, saya memliki tombol shutter yang ter-set untuk mengunci ukuran ketika memencetnya. Ini menjadi penggunaan yang hebat ketika menggunakan aperture atau bidikan yang harus didahulukan. Saya memiliki kamera yang mengukur wajah, dan ketika memfokuskan ke mata, saya juga menghentikan meterannya sambil menekan tombol shutter. Dengan cara itu, ketika saya mengkomposisi ulang, kameranya tidak lagi merubah pengaturan exposure.

Keuntungan Dari Tekniknya

Seperti yang sudah kita bahas diatas, saya berubah haluan ke teknik ini dan saya sangat senang dengan hasil fokus saya. Menurut saya tombol shutter yang berada dibelakang sangat cocok untuk digunakan pada pemotretan acara-acara, olahraga dan juga pernikahan, atau siapapun yang butuh memotret sesuatu yang bergerak cepat. Anda bisa mengatasi autofokus dan kemunduran pada kamera anda.

Walaupun fokus dan mengkomposisi ulang bisa menjadi teknik yang cepat, ketika saya ingin berpindah ke tekniknya, saya menyadari bahwa komposisi saya meningkat dengan baik. Pertama saya berkonsentrasi kepada hal yang ingin saya fokuskan, kemudian ketika sampai pada proses komposisi, saya memiliki ide yang lebih baik tentang bagaimana saya ingin  “mengelilingi” atau menggambarkan subjek yang sedang difokuskan. Itu membuat saya meluangkan waktu saya dan memberikan lebih banyak pemikiran waras untuk apa yang mau saya lakukan terhadap foto saya.

Satu alasan yang membuat teknik ini bekerja adalah titik poin dari kamera yang system autofokus nya seringkali cepat dan akurat dalam titik autofokusnya. Saya bisa mengatakan bahwa ini sangat benar untuk kamera 5D Mark II saya – kemampuan kameranya untuk mengunci fokus, sangat teliti walaupun dalam pencahayaan yang rendah, sangat baik dengan titik fokusnya. Poin lainnya yang sudah saya sentuh adalah bahwa saya adalah penyokong besar atas pemutusan tombol shutter dalam proses pemfokusan. Saya lebih memilih menggunakannya hanya untuk melepaskan bidikan dan menciptakan exposure.

Akhirnya, teknik autofokus ini tidak menutupi anda untuk menggunakan metode fokus berkelanjutan. Mau itu Al Servo focus, atau autofokus berkelanjutan, semuanya memungkinkan. Tombol autofokus dibelakang akan terus mengendalikan fokus selama tombolnya ditahan. Berpindah ke tombol belakang dan menggunakan metode fokus serta komposisi ulang tidak perlu untuk merubah kebiasaan penggunakan autofokus kita, hanya merubah dan meningkatkan bagiannya.

Kritik Tentang Teknik Tersebut

Untuk merangkum teknik alternatif ini dengan adil, saya harus mempersembahkan pilihan alternatif untuk teknik ini. Saya dapat mengatakan bahwa memotret menggunakan dua metode ini, saya lebih memilih metode yang sudah kita bahas diatas. Bagaimanapun, banyaknya jumlah perbedaan pendapat menarik perhatian saya akhir-akhir ini.

Kritiknya yaitu memfokuskan dan meng-komposisi ulang bisa menyebabkan beberapa masalah dengan keluar dari fokus ketika anda memindahkan kamera anda. Pada dasarnya, teorinya adalah segi pandang kamera terhadap subjek berubah seiring dengan pengulangan komposisi, jadi focal plane nya tidak lagi bersejajar dengan panjang fokus yang anda ingin autofokuskan. Artikel ini menyediakan beberapa latar belakang yang menurut pendapatnya sebaik seperti sketsanya yang dibuat.

Artikel diatas akan membuat itu terdengar seperti apabila keutamaan potret yang diambil menggunakan teknik ini akan menderita pada fokusnya. Sedangkan dalam pengelihatan matematika itu masuk akal, saya pikir anda pasti sudah tahu bahwa fotografi itu setara dengan bagian sains dan kesenian. Saya menggunakan teknik ini dan keutamaan fotonya lebih tajam daripada yang dapat mata saya selesaikan. Saya telah memotret dengan beberapa fotografer yang jauh lebih berbakat dari aya dan mereka menggunakan teknik ini untuk lusinan pemotretan pernikahan selama bertahun-tahun, jadi saya pikir teknik ini pasti sangat berhasil untuk seseorang.

Kesimpulan

Teknik yang ditampilkan diatas sudah menjadi satu hal yang penting bagi saya sebagai fotografer. Kemampuannya untuk mengunci fokus dan secara konsisten memfokuskan ke subjek tersebut adalah dua hal yang membantu meningkatkan pekerjaan saya dan membantu si kamera “keluar dari zona nyamannya” da membiarkan saya melakukan apa yang saya mau. Bagaimanapun juga, fotografer lain sudah sangat senang dengan autofokus yang standar.

Akhirnya, semua teknik fotografi akan membutuhkan pengalaman dengan jumlah yang adil dan latihan untuk memutuskan apa yang anda suka dan apa yang bekerja untuk anda. Jika anda mencari sesuatu untuk meningkatkan hasil autofokus anda, metode diatas sangat pantas untuk anda menghabiskan waktu untuk bereksperimen.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.