Unlimited After Effects and Premiere Pro templates, stock video, royalty free music tracks & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Business
Photography

Fotografi Business to Business: Pelaku

by
Length:MediumLanguages:
This post is part of a series called Freelance Photography.
Photography Business to Business: The Outsourcer

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Dalam seri ini, kita mempertimbangkan tiga jenis utama klien bisnis yang menyewa layanan foto-video dan bagaimana cara terbaik untuk membantunya: Agen Outsurcing, Pelaku dan Desainer. Hari ini, dalam bagian kedua, kita akan melihat hubungan antara Pelaku dan fotografer. Dalam artikel ini kamu akan belajar siapakah Pelaku itu dan apa yang mereka inginkan, bagaimana mendapatkan pekerjaan dengan mereka, dan bagaimana menghasilkan foto yang bagus untuk jenis klien ini.

Pelaku

Dalam cara yang sama seperti Agen Outsourcing, Pelaku akan mencari seorang fotografer untuk disewa dalam membantu menyelesaikan sebuah proyek. Meskipun, perbedaannya adalah peran yang akan kamu mainkan ketika memberikan bantuan itu.

Seorang Pelaku akan menjadi seseorang yang memiliki berbagai tugas dan bakat. Mereka memiliki skill kreatif, namun tidak hingga pada level yang mereka inginkan untuk sebuah obyek tertentu sehingga mereka memerlukan seseorang untuk membantu.

Satu contoh seorang Pelaku bisa jadi berupa sebuah kedai kopi kecil. Mereka mungkin menangani marketing dan websitenya sendiri, dan bahkan memotret juga, namun sekarang mencarimu untuk mengisi celah pada skill mereka. Katakanlah mereka membutuhkan beberapa banner pop-up berukuran besar untuk sebuah acara namun tidak dapat membuat foto yang bermutu cukup bagus untuk hal itu: Itulah dimana kamu muncul!

collaborator
Gambar via Photodune

Kamu Adalah Seorang Kolaborator

Bagi seorang Pelaku, kamu adalah seorang kolaborator.

Dengan sebuah Agen Outsourcing kamu adalah seorang pemecah masalah; dengan seorang Desainer kamu adalah sarana untuk mencapai tujuan. Seorang Pelaku ingin dapat berkerja denganmu untuk mencapai tujuan mereka. Kamu perlu terbuka terhadap ide, mendengarkan apa yang mereka katakan dan membuat saran berdasarkan ide tersebut. Kamu mungkin akan memulai dengan idemu dan ide mereka, dan menemukan titik tengahnya.

creativity
Gambar via Photodune

Bagaimana Mendapatkan Pekerjaan Fotografi Dengan Seorang 'Pelaku'

Karena seorang Pelaku akan memiliki ide yang bagus tentang branding dan nilai-nilai mereka, mereka harusnya memiliki ide yang lebih baik tentang apa yang mereka inginkan dibandingkan sebuah Agen Outsourcing. Karena itu, visi kreatifmu dan harga akan menjadi faktor kunci yang dilihat untuk pekerjaan itu.

Kamu harus memiliki alasan yang bagus dan solid mengapa menyewa fotografer (yaitu, kamu!) lebih menguntungkan Pelaku dibandingkan jika mereka harus mengerjakannya sendiri. Jika kita kembali ke contoh banner kedai kopi kembali: si Pelaku mungkin bisa memotret beberapa foto bagus dengan kamera mereka yang akan tampak oke pada banner. Namun kamu dapat memotret, sebagai contoh, gambar macro biji kopi segar, kamu dapat mengedit gambar hingga menyesuaikan warnanya dengan branding kedai, kamu bahkan dapat melakukan manipulasi foto untuk menampilkan seseorang sedang meminum secangkir kopi di puncak sebuah gunung.

Sebagai seorang kolaborator, pertanyaan kuncinya bukan apakah kamu mampu melakukan pekerjaannya, tapi bagaimana kamu dapat berkerja bersama dengan skill yang dimiliki klien potensial untuk melengkapi dan memperkuat pengalaman mereka.

Mengenal sebuah brand itu penting. Pelaku ingin tahu apakah kamu peduli tentang mendapatkan gambar yang benar untuk bisnis mereka. Kepribadian juga kuncinya. Terlebih seperti Agen Outsourcing, dimana layanan pelanggan adalah faktor krusial, Pelaku juga menginginkan layanan pelanggan yang bagus. Kali ini layanan yang bagus berada dalam bentuk sebuah rekanan kreatif, bukan seperti lazimnya sebuah peran klien-supplier.

Apakah Kamu Berpengalaman?

Menyewa seorang fotografer dapat menjadi mahal dan jika sebuah bisnis mampu mendapatkan foto yang layak dengan DSLR atau smartphone mereka sendiri lalu mengapa mereka menyewamu?

Ini lebih ke arah fotografer dibandingkan memotret foto, dan tidak ada yang tahu itu lebih baik selain kita fotografer, namun apakah klien tahu itu? Seringkali, orang hanya tidak mengerti apa yang dilakukan fotografer selain memiliki sebuah kamera mahal.

Beberapa minggu yang lalu, seorang klien memberi tahu saya bahwa mereka menyadari kamera saya memotret gambar lebih baik jika dibandingkan dengan milik mereka. Sejujurnya saya sedikit bingung, namun itu bukanlah pertama kalinya hal seperti itu dikatakan, jadi itu membuatku berpikir lebih banyak tentang apa yang sesungguhnya kita lakukan.

Daripada menjadi defensif, yang mengarah ke sisi negatif, yang terbaik adalah menawarkan solusi. Jadi jika klien memberitahumu bahwa mereka memiliki kamera yang bagus namun gambar yang dihasilkan terlalu gelap, kamu mungkin ingin menyarankan bagaimana kamu bisa mendapatkan pencahayaan yang sesuai. Jika butik pengantin memiliki masalah dalam membuat model mereka kelihatan bagus dalam pakaiannya kamu dapat menjelaskan bagaimana kamu mengarahkan pose model tersebut yang seharusnya, berkerja dengan tata rias mereka, dan sentuhan khusus dalam post-production yang dapat kamu lakukan

Terbukalah dan jangan menghindar tentang harga dan persiapan diri untuk memecah biaya jika diminta. Setiap orang ingin mendapatkan yang layak atas uang mereka dan hal yang sama berlaku bagi fotografi. Biarkan mereka tahu bahwa mereka mendapatkan banyak hasil dengan uang mereka!

Brief
Gambar via Photodune

Tentukan Ekspektasi Yang Jelas Dengan Klien Barumu

Setelah klien Pelaku setuju untuk pengambilan foto, maka sebuah perjanjian tertulis adalah tempat untuk memulainya, sama halnya seperti pekerjaan lainnya. Tidak seperti Agen Outsourcing, yang mungkin mencarimu sebagai titik awal, Pelaku mungkin telah memiliki ide yang cukup jelas tentang apa yang mereka inginkan, tidak perlu seluruh tahapannya mengenai bagaimana mencapainya.

Untungnya, kamu telah melakukan riset sblm kamu duduk bersama dengan klien, jadi mulailah membicarakan apa tujuan mereka. Mungkin itu sesuatu yang sederhana seperti contoh yang saya sebutkan sebelumnya, gambar kualitas bagus untuk dipasang pada banner pop-up; atau itu mungkin sesuatu yang kurang spesifik: 'kami menginginkan gambar yang akan memicu engagement dalam media sosial'.

Percaya dirilah tentang bertanya, Pelaku mengetahui bisnis mereka luar dalam dan mereka ingin menyediakan informasi yang akan memberikanmu ide yang jauh lebih jelas tentang cara pendekatan proyek. Temukan apa (jika ada) yang berhasil bagi mereka di masa lampau. Sudahkan mereka mencoba pendekatan ini sebelumnya? Kamu tidak ingin mendapati dirimu mengajukan hal yang sama dengan yang sudah diujikan orang lain dan tidak disukai.

Seperti seluruh pekerjaan lainnya, kamu perlu menyelesaikan rapat dengan surat perjanjian yang jelas dan disetujui oleh kedua belah pihak. Itu bukan untuk mengatakan perkaranya terukir di batu, namun itu akan memberikanmu dan klien sebuah poin rujukan jika sesuatu mulai di luar jalur atau menderita 'misi merayap'.

Tentukan Ekspektasi di Awal

Karena Pelaku sudah memiliki ide tentang apa yang mereka inginkan dan bagaimana harganya, ekspektasi mereka seharusnya sudah sesuai. Selain klien tidak bisa memerasmu, mereka akan bersemangat dan terkadang itu berarti mereka dapat terbawa dengan apa yang mereka inginkan dan apa yang mungkin. Itu adalah tugasmu untuk menjaga gairah agar tetap tinggi, namun dengan ekspektasi dan gol yang realistis.

Selain kamu telah setuju pada kontrak, penting juga untuk membicarakan apa yang terjadi setelah pekerjaan selesai. Apa Yang Mereka Lakukan Terhadap Foto? Apakah mereka memiliki skill untuk apa yang mereka butuhkan? Kembali ke contoh kedai kopi: apakah mereka mendesain sebuah banner sendiri atau mereka menyerahkannya ke pihak ketiga yang mengurusi semuanya? Dapatkan semua informasi yang kamu perlukan untuk memastikan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kamu tidak ingin menyerahkan gambar yang telah diperkecil ukurannya untuk pencetakan dalam format besar, atau sebuah gambar berukuran besar untuk dibagikan di Facebook dan dimampatkan dengan susah.

Dengan mengetahui tujuan akhir si Pelaku akan membantumu menyajikan permintaan yang disesuaikan dengan itu dan menjaga semuanya sesederhana mungkin. Dengan melakukan ini dapat menghindari minggu-minggu penuh email hanya untuk meminta gambar dengan ukuran / spesifikasi / bahkan warna yang berbeda. Jadi ketika kamu menentukan surat perjanjian, jangan lupa untuk menyetujui hasil akhir dan penyajiannya.

compromise
Gambar via Photodune

Bersiaplah Untuk Kompromi Kreatif

Dengan Agen Outsourcing, kita membicarakan tentang melenturkan otot kreatifmu. Kamu dapat melenturkannya juga dengan klien 'Pelaku', namun kamu harus siap untuk kompromi.

Mereka seringkali memiliki ide sendiri yang sangat kuat dan kamu perlu menemukan cara untuk menegosiasikan hal ini untuk mencapai sebuah kompromi yang menyenangkan jika kira mereka tidak sesuai. Mungkin ide mereka tidak memungkinkan secara teknis, atau itu mungkin hanya sebuah perbedaan dalam selera personal. Triknya adalah menjaga momentum kreatif tetap menuju solusi yang terasa mengasyikkan bagi kedua pihak.

Salah satu cara terbaik untuk menciptakan perasaan kreatif positif adalah cukup dengan menikmati pekerjaanmu. Miliki antusiasme untuk setiap tahapan proses, dan temukan cara untuk mendapatkan rasa tertarik terhadap klien, bisnis mereka, dan tugas yang didapat. Kenali mereka sedikit. Apa yang memotivasi mereka? Dari mana asalnya? Apa hal yang mereka cintai dari pekerjaannya? Lakukan dengan semangat murni untuk apa yang kamu lakukan dan, paling sering, orang akan ingin bertemu denganmu.

Tentu saja terkadang suatu hal tidak berjalan seperti yang direncanakan. Suatu ketidakmungkinan teknis lebih mudah untuk dipisahkan, namun benturan selera agak sulit. Hindari sikap konfrontasional atau meremehkan—kamu tidak ingin mengesalkan siapa saja—namun jangan mengkompromikan produk atau etikamu jika itu tidak sesuai denganmu. Kendala ini sangat langka, namun jika kamu merasa sangat kuat tentangnya maka mungkin cara terbaik adalah meninggalkan pekerjaan itu. Melakukan sesuatu yang bertentangan denganmu hanya akan menumbuhkan kebencian.

Semoga saja, dengan melakukan riset dan berbicara di awal dengan klien, kamu akan dapat mengerti kemana arahnya dan hal - hal apa saja yang telah mereka lakukan sebelumnya.

Kamu Adalah Pahlawannya

Klien tipe 'Pelaku' sangat bagus untuk diajak berkerja bersama karena mereka benar-benar dapat mendorongmu secara kreatif. Itu menjadi tanggung jawabmu untuk membawa rapat awal ke suatu perjanjian yang cocok untuk baik kebutuhan klien dan apa yang dapat kamu capai secara realistis: itu tentang membimbing klienmu dengan halus menuju sebuah rencana yang dapat dilakukan dan menyenangkan, dan dimana mereka merasakan jumlah kendali yang baik namun kamu tetap memiliki area untuk beraksi.

Penting untuk diingat bahwa 'pelaku' akan memiliki pengetahuan yang banyak tentang bisnis mereka dan mungkin terbiasa menangani banyak hal secara mandiri. Menyewamu mungkin memerlukan beberapa justifikasi, namun juga tanggapi secara personal. Cukup ingatlah apa yang kamu lakukan lebih daripada memiliki sebuah kamera mahal. Kamu hanya perlu dapat menjelaskan ini dalam bentuk menawarkan solusi, daripada merasa terganggu tentang kurangnya pemahaman.

Juga, Pelaku memperhatikan keuangan dengan melakukan banyak hal secara mandiri sehingga penting bagi mereka untuk merasa mendapatkan suatu nilai dari uang yang digunakan untuk menyewamu. Ini dapat berupa pengetahuanmu tentang pencahayaan yang baik, kemampuan editing, kecepatan berkerja, kreatifitas atau campuran semuanya; jangan takut untuk menyuarakan apa yang membuatmu hebat.

Ketika kita bicara tentang Pelaku, harga dan kreatifitas akan menjadi faktor utama untuk mendapatkan pekerjaan, jadi pahami struktur hargamu dan menyebutkan itu secara masuk akal (dan dapat dijustifikasi) sangat penting. Mereka juga ingin mengetahui bahwa kamu mengerti brand dan goal mereka, jadi pastikan bahwa semua yang penting dinyatakan dalam tahapan persetujuan.

Ekspektasi setiap Pelaku akan berbeda, namun itu tergantung kamu untuk menjaga ekspektasi masih masuk akal. Kompromi ketika dibutuhkan, namun jika kamu terjebak dalam situasi mustahil maka jangan takut untuk mengatakan bahwa kamu bukanlah orang yang tepat untuk pekerjaan itu: lebih baik melakukan itu pada tahapan surat perjanjian daripada sudah separuh jalan ketika kamu berdua sudah banyak mengeluarkan investasi.

Jaga agar klien termotivasi dan bersemangat tentang apa yang kalian kerjakan bersama dan kemungkinan mereka akan kembali lagi padamu untuk bisnis kembali. Bisnis kecil berkembang dengan mulut ke mulut, jadi lakukan sebuah pekerjaan hebat untuk satu klien 'Pelaku" dan kamu dapat melihat dirimu menjadi fotografer bagi pemilik usaha lokal lainnya.


Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.