7 days of unlimited video, AE, and Premiere Pro templates - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Interviews

Rehahn Croquevielle: Potret Dari Vietnam

Scroll to top
Read Time: 7 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Dwi Bagus Nurrohman (you can also view the original English article)


Rehahn Croquevielle adalah seorang fotografer asal Prancis, dia lebih dikenal dengan nama Rehahn. Dia belajar secara otodidak, dia memulai pada 2007 dia menemukan fotografi dan Vietnam. Dia menjadi terkenal setelah rilisan bukunya berjudul Vietnam, Mosaic of Contrasts. Aku cukup mudah untuk berbincang dengan sesama fotografer mengenai buku sebelumnya dan project terbarunya, Vietnam from the Sky.

Kapan kamu memulai mengambil kamera dan apa yang membuat kamu tertarik mengenai fotografi?

Aku membeli kamera pertama ku pada saat aku memulai berpetualang pada 2007. Awalnya adalah Canon EOS 350D. Ketika aku pindah ke Vietnam, aku berinvestasi untuk Canon 5D Mark ll, yang mana menolongku meningkatkan kemampuanku dalam fotografi.

Aku pikir yang membuatku tertarik dengan fotografi adalah adanya kesempatan untuk menghubungkanku dengan orang-orang. Rehahn sebelum fotografi adalah seseorang yang pemalu. Namun, Rehahn menjadi seorang yang cukup berani untuk berbicara dan bertemu dengan orang lain dengan tujuan untuk memotret mereka.

Harus ada gabungan antara persuasif, negosiasi, dan diskusi pada prosesnya, sehingga aku harus berinteraksi dengan gayaku. Aku mempelajari semuanya sendiri, tapi harus kuakui Vietnam adalah surga yang indah bagi fotografer dan tidak hanya sebagai objek potret saja!

Pada titik mana kamu memutuskan fotografi sebagai karirmu secara serius? apakah kamu sebagai seorang fotografer dengan waktu penuh atau hanya mengambil gambar untuk mencari pengalaman lebih?

Setelah aku berpindah ke Hoi An, Vietnam pada 2012, disamping aku mengelola bisnis restoran disini, aku memiliki banyak waktu senggang. Ini memberikan kesempatan untuk mendedikasikan diriku untuk belajar fotografi dan menjelajahi Vietnam.

Negara ini adalah perpaduan dari corak dan budaya yang tidak akan meninggalkan orang lain. Pada September 2013, Aku melakukan perjalanan selama 15 hari dengan motorku dimulai dari sisi utara negara dan aku kembali dengan membawa 6000 foto. Ini membuatku merasa cocok. Teman-temanku dan fans mendukungku, dimana saat aku membagikan foto-foto tersebut pada akun Facebook-ku, pada saat itu aku mendapat banyak perhatian.

Ada 6000 anggota pada agustus, dan 20.000 pada Oktober, dan saat ini lebih 50.000. Komentar-komentarnya memotivasi ku, dan muncul ide untuk membukukannya. Aku tidak mau menganggap diriki profesional dan aku tidak mau keuanganku hanya berdasarkan pada fotografiku. Prioritas utamaku adalah kebebasan! yang mana menjadi prinsip utama dalam keputusanku pindah ke Vietnam.

Kau telah pergi menjelajah dunia, namun menetap di Vietnam. Kenapa memilih Vietnam?

Vietnam adalah surga bagi fotografer. Cahayanya istimewa. Negaranya aman. Kita dapat hidup 15 hari pada daerah terjauh tanpa banyak masalah, dan kupikir itu akan membuatku mengunjungi seluruh bagian negara ini!

Ada 54 kelompok suku dan daerah yang jelas berbeda dengan yang lainnya. Antara jarak 200 kilometer, kita menemukan realita yang berbeda-beda.

Kau mempunyai restoran di kota Hoi An, tapi kau dulunya bekerja pada sebuah industri percetakan di Prancis. Kenapa kamu meninggalkan negaramu dan profesimu?

Aku mempunyai restoran dengan galeri foto didalamnya. Aku berusia 32 saat pindah kemari. Di Prancis aku merasa bekerja banyak namun tidak sepadan. Aku tidak mendapat banyak waktu luang dan tidak ada kebebasan! Disini, fotografi menjadi gairahku, bahkan menjadi candu.

Fotorafi membantuku menjernihkan pikiran dan membuatku nyaman, Restoran hanya sebuah kesempatan yang kupilih pada saat yang tepat. Sekarang hal tersebut memberiku banyak kesempatan untuk bertemu banyak orang dan bahkan banyak fotografer profesional datang untuk menemuiku disini.


Kau menggunakan motormu untuk menjelajahi Vietnam. Apakah itu opsi yang bagus bagi fotografer untuk menjelajahi daratan? atau apa ada alasan lain yang kamu pilih sebagai cara untuk berkeliling?

Sepeda motor adalah pilihan mudah dan lagi, sebuah cara yang akan menawarkan kebebasan. Aku dapat berhenti di suatu desa kapanpun, aku dapat menjauh dari rute turis-turis, dan menikmati waktuku. Terkadang aku menghabiskan satu hari penuh di sebuah desa. Selain itu, ini adalah cara praktis untuk bergerak, dan biaya bensin tidaklah mudah.

Siapa fotografer yang mempengaruhimu? dan diluar itu, apakah ada bidang yang kamu jadikan inspirasi?

Fotografer yang menginspirasiku adalah Manny Librodo, terutama koleknya mengenai India dan Filipina. Aku mengirimkan kopian bukuku kepadanya. Inspirasi ku dalam fotografi sekarang ini datang dari berbagai sumber (suku-suku). Aku beruntung, Vietnam mempunyai lebih dari 50. Aku telah memoto selusin, dan sekarang jauh dari kata selesai!

Kau mempunyai gairah untuk memotret. Bagaimana kamu memulai memotret dalam perjalananmu?

Potret menjadi bidang kesukaanku. Pemandangan cukup membuatku tertarik, namun gagasan mengenai sendirian dengan tripodku untuk beberapa jam tidak membuatku cemburu. Aku senang berbagi, aku senang cerita dan selalu yakin bahwa fotoku membawakan cerita itu.

Potret bukanlah subjek mudah. Kita tidak bisa mendapatkan objek natural dalam 5 menit. Itu membutuhkan waktu dan banyak kontak sosial. Potret perjalanan menggambarkan 90% kerjaku.

Kamu memotret banyak anak keci; dan orang dewasa. Kenapa?

Anak-anak seringkali membawa banyak kemungkinan. Tersenyum atau masam, mereka tetaplah indah. Kita dapat mengalami momen-momen lucu bersama mereka. Mereka juga sabar, khususnya saat seperti bertemu dan berinteraksi dengan orang baru seperti saya.

Orang tua, di Vietnam, selalu tersenyum dengan wajah yang jelas. Kehidupannya akan banyak tergambar dari wajah mereka melalu kerutannya. Janggut panjang dari orang-orang bijak selalu memikatku. Mereka sulit untuk difoto karena itu membutuhkan waktu dan kamu ingin tidak terlalu mencampuri kehidupannya. Kita harus tahu kapan harus berhenti sebelum mengganggu mereka, tapi aku mempunyai koleksi besar tentang orang-orang janggut panjang.

Bagaimana kamu mendapatkan izin dari orang yang kau foto? Apa orang-orang tersebut adalah orang asing atau kamu telah mengenal mereka?

Tidak ada rahasia. Waktu adalah kunciku untuk sukses. Kadangkala, kamu harus duduk bersama mereka untuk 20 menit sebelum mengambil foto pertama. Dan bahkan, satu jam. Tapi itu semua, sepadan!

Orang Vietnam menyukai fotografi, dari yang termuda dan tertua yang ada di desa. Kamu hanya perlu tahu bagaimana cara mendekati mereka, bercengkrama dengan mereka dan menunjukkan foto. Humor juga ampuh untuk memecah kekakuan.

Dapatkah kamu menjelaskan prosesmu saat memotret orang? Bagaimana kamu mendekati mereka dan mengarahkan mereka untuk difoto?

Aku berkelana dengan motorku dan itu sering terjadi aku mengambil jalan setapak yang menuntunku ke desa kecil. Ketika mereka tidak terbiasa melihat orang asing, mereka akan lari kerumah. Jadi aku duduk dimanapun, dan anak kecil kembali dalam 10 menit kemudian. Aku mengambil foto dan menunjukkannya. Dari situ, prosesnya akan terus berjalan.

Mereka tertawa, dan bercanda, sehingga orang tua mereka datang untuk melihat. Pada akhirnya, orang dewasa akan mulai bergabung. Sekitar satu jam, seluruh desa ada disini dan semuanya akan menjadi mungkin. Aku selalu menunjukkan foto mereka. Itu sangat penting.

Untuk teknisnya, apa yang kamu gunakan untuk fotograti potretmu?

Aku menggunakan Cannon lensa 70-200mm f/2,8 dan ketika aku merasa orang-orang mulai menerima, aku menggantinya dengan 50mm f/1,4.

Bukumu Vietnam, Mosaic of Contrasts menawarkan pandangan yang dekat dari negara dan orang-orangnya. Apakah ini semua akan kamu publikasikan ketika menunjukkan negara atau kamu berniat untuk membagikan penemuanmu kepada dunia?

Buku ini hanyalah awal. Tujuanku adalah menunjukkan kepada dunia ada lebih yang bisa dilihat daripada hanya Halong Bay. Aku ingin memberikan orang nilai, meskipun mereka berkekurangan, namun masih bahagia dan optimis sepanjang waktu.

Aku harap hal itu akan menarik banyak fotografer ke Vietnam. Itu juga sebagai cara ucapan terima kasih kepada orang-orang yang telah menerimaku dengan tangan terbuka di negaranya. Aku mempunyai banyak projek, seperti buku di Cuba, kurencanakan untuk esok.

Kau seringkali disebutkan ingin berkelana pada tempat baru dan negara baru. Apakah kamu berpikir bahwa fotografimu di tempat tersebut dapat mencapai intimasi seperti yang kau tunjukkan dalam karyamu mengenai Vietnam?

Aku tidak berpikir bahwa siapapun dapat mengeluarkan buku dalam 15 hari perjalanan! Kita harus tenggelam dan mempelajari mengenai populasi, budaya ,dan juga bahasa. Aku tidak merasa aku akan mengeluarkan buku dengan gaya yang sama dengan negara lain, untuk saat ini.

Q. Apa projekmu kedepannya? Apakah ada arah tertentu yang kamu pakai dalam fotografi dan perjalananmu?

Aku menyiapkan sebuah buku berjudul Vietnam From the Sky. Sebuah perusahaan Vietnam (Key Production) berinvestasi pada sebuah drone dan mengajukan kemitraan untuk menjelahi melalui Vietnam untuk serangkaian 50 gambar yang terlihat dari langit.

Itu diluar kebiasaanku, tapi aku ingin belajar dan aku akan kembali ke potret dengan segera. Penting untuk keluar dari bidang kita sendiri.

Dalam hitungan sebulan aku akan menuju Rajasthan dengan seorang fotografer asal India selama sepuluh hari potret foto. Aku tidak sabar untuk kesana.

Lihat karya Rehahn di www.rehahnphotographer.com dan ikuti perjalanannya di Facebook.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Photo & Video tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.