Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Composition

Seni Foto Detail: Menangkap Foto Detail Yang Indah

by
Read Time:10 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Salah satu hal yang membuat fotografi menjadi bentuk seni yang sukses adalah bahwa itu dapat menunjukkan sesuatu dalam cara yang berbeda. Sebagai fotografer, kita memperhatikan detail-detail kecil, posisi berdampingan yang aneh dan keanehan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Kita menggunakan banyak tool untuk menangkap subyek dalam cara yang berbeda: variasi lensa, mengubah sudut kamera, menggunakan exposure panjang, atau yang sangat cepat.

Namun tutorial ini akan berfokus pada teknik pengambilan gambar yang detail. Dengan mendekat dan bersikap personal dengan subyek kita, kita dapat menunjukkan kepada audiens hal-hal yang jarang mereka alami.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Menentukan Detail

Saya akan mematahkan beberapa kepercayaan umum tentang pengambilan foto detail. Saya percaya mereka dapat memiliki keseluruhan orang di dalamnya, dipotret dengan sebuah lensa wide angle dan mereka tidak selalu harus diambil dengan pengaturan macro seharga $2000. Jadi untuk tujuan tutorial ini saya ingin mengjukan tiga aspek luas dari pengambilan gambar detail untuk menentukan subyeknya.

Pertama-tama, sebuah pengambilan foto detail dapat berupa gambar dengan subyek apapun yang berukuran kecil atau kecil dalam hubungan keseluruhan dengan subyek umum. Pengambilan foto detail seringkali menceritakan situasi dengan berfokus pada porsi yang relatif kecil dari itu. Pengambilan foto detail dapat berupa gambar yang, melalui teknik komposisional, menarik perhatian pada detail spesifik subyek yang mungkin tidak disadari.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Menggunakan Lensa Macro

Saya tidak ingin membatasi pengambilan gambar detail pada gambar macro, namun saya juga tidak ingin mengabaikannya. Sebuah lensa macro memungkinkanmu berfokus pada sesuatu yang sangat dekat dengan matamu. Beberapa lensa memiliki fungsi bawaan di dalamnya. Kamu juga dapat membeli extension tube atau bellow untuk mendapatkan efek ini dengan lensa apapun.

Pilihan terakhir adalah membeli macro filter yang dikencangkan pada bagian depan lensamu. Lensa yang berlabel sebagai "macro" sama seperti lensa lainnya dalam fakta bahwa kamu mendapatkan apa yang kamu bayar. Sebuah lensa "macro" yang murah memungkinkanmu untuk berfokus hingga sedekat setengah meter. Sebuah lensa macro yang mahal dapat memungkinkanmu untuk berfokus jauh lebih dekat.

Bellow, extension tube dan filter juga dapat berkerja dengan baik. Namun ketika kamu menggunakannya, lensamu tidak akan dapat berfokus pada jarak itu. Kamu harus melepas perangkat untuk melakukan itu. Terakhir, perlu diingat bahwa semakin dekat fokusmu, semakin rendah Depth of Field yang akan kamu punya.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Membuat Lapisan

Lapisan merupakan apa yang memberikan kedalaman gambar dan membuat daya tarik bagi yang melihatnya. Kebanyakan foto detail hanya menunjukkan satu hal secara close-up dan mengabaikan background. Kamu akan melihat beberapa di dalam tutorial ini, namun sering menjadi hal yang bagus untuk melibatkan background di dalam gambarmu. Itu memberikan penonton sesuatu yang lain untuk dilihat dan menempatkan subyek di dalam sebuah konteks.

Di dalam situasi yang digambarkan di bawah, saya mencari cahaya yang bagus pada sebuah konser seperti yang akan kamu lakukan sembari memotret dimana saja. Ketika saya melihat gitar ini disinari dengan baik, saya memutuskan untuk mengambil foto detail kecil yang bagus dari itu. Saat saya sedang mengambil gambar, saya melakukan zoom out sedikit dan memindahkan posisi saya untuk melibatkan drummer pada background yang bermandikan cahaya kuning. Itu menambahkan kontras yang baik dan sebuah lapisan baru pada foto.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Di Wajahmu

Kamu tidak melihat banyak foto detail wajah dari dekat, dan bahkan ketika kamu melakukannya, orang biasanya tidak menganggapnya sebagai foto detail. Kali berikutnya kamu mengambil sebuah portrait atau orang, coba untuk menentukan pikiranmu dalam mode pengambilan gambar detail dan lihat apa yang terjadi. Saya kira kamu akan senang dengan hasilnya.

Gambar di bawah adalah portrait yang diarahkan. Memotret foto selama sebuah permainan poker yang sebenarnya mungkin akan mendatangkan masalah. Saya menggunakan Depth of Field yang benar-benar dalam untuk berusaha menempatkan semuanya dalam fokus. Saya senang dengan hasilnya. Saya telah dituduh menempatkan chip dan kartu di dalam gambar dengan Photoshop, namun gambar ini sepenuhnya dibuat dengan kamera.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Detail Non Close Up

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya tidak memikirkan pengambilan gambar detail sesederhana sebuah gambar dimana kamu berada ekstra dekat dengan subyek. Saya juga mencoba membuat foto yang menekankan sebuah detail melalui komposisi saya. Saya juga menyebut ini pengambilan foto detail. Mereka memiliki kualitas untuk melihat sesuatu dari dekat dengan tambahan bonus memotret dalam jarak normal dan mencantumkan informasi background.

Kamu dapat menekankan detail dalam berbagai cara. Coba untuk fokus selektif, melakukan panning dengan detail sementara itu berada dalam gerakan, atau tekankan subyek dengan cahaya dengan membuatnya lebih terang atau lebih gelap daripada background. Gambar di bawah dibuat di dalam studio tari. Di dalam foto, kamu dapat melihat detail sepatu penari yang lebih tua, sementara background yang berada di luar fokus menunjukkan penari muda yang sedang menonton.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Tangan

Tangan merupakan subyek klasik sebuah foto detail. Untuk tangan, hati-hati dengan exposure. Apa yang dilakukan tangan seringkali sama pentingnya dengan tangan itu sendiri, jadi pencahayaan bisa saja menjadi sulit. Dalam kebanyakan kasus, kamu ingin detail tangan dipaparkan secara sama apapun yang sedang dilakukan tangan.

Teori yang sama berlaku pada fokus. Ketika berkerja jarak dekat dengan Depth of Field yang sempit, ingatlah bahwa mungkin sulit untuk mendapatkan baik tangan dan subyek lainnya dalam fokus. Kamu juga dapat melakukan stop down untuk meningkatkan Depth of Field atau kamu dapat menyesuaikan posisimu sehingga keduanya berada pada jarak yang sama dari kameramu.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Pantulan

Memanfaatkan pantulan adalah cara bagus untuk menunjukkan kepada orang-orang sebuah pemandangan dalam cara yang berbeda, namun agar itu menjadi foto yang detail, obyek yang melakukan pantulan harus menambahkan sesuatu pada cerita gambar. Di dalam gambar poker di atas, kacamata menambahkan lebih banyak informasi pada cerita.

Gambar berikut diambil pada adegan sebuah kecelakaan. Sebuah mobil telah ditabrak oleh kereta api. Sebagai seorang foto surat kabar ini merupakan pemandangan yang tidak lazim untuk dipotret. Alih-alih menunjukkan keseluruhan adegan, saya berfokus pada kaca pecah dan memungkinkan pantulan untuk menceritakan sisa ceritanya. Kamu tidak melihat sebuah mobil atau kereta api, namun kamu dapat langsung memahami apa yang terjadi.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Bunga

Bunga juga merupakan subyek klasik untuk fotografi macro dan gambar detail. Ada begitu banyak foto-foto ini yang muncul sehingga sangat sulit untuk membuat fotomu menonjol.

Dengan menggunakan teknik di atas yaitu mundur sedikit untuk menunjukkan latar belakang dan menggunakan fokus selektif untuk menekankan detail yang saya pilih, saya kira bahwa gambar ini (sementara tanpa maksud menjadi yang pertama) sedikit lebih spesial daripada foto bunga standarmu.

Cara bagus lainnya untuk membuat jenis foto detail ini menonjol adalah melebihkan penekanan cahaya. Ini dapat berarti menunggu waktu yang sempurna di hari tersebut atau menggunakan flash di luar kamera untuk benar-benar membuat fotomu menonjol.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Fauna

Saya bukan seorang fotografer alam liar, namun terkadang saya diminta untuk memotret hewan. Sayangnya, saya belum pernah melakukan perjalanan ke Afrika, sehingga saya paling sering memotret burung dan serangga. Obyek ini kecil dan biasanya jatuh ke dalam kategori foto detail.

Gambar "fauna" pertama yang ingin saya tunjukkan adalah seekor burung kecil yang dirawat agar kembali sehat. Di dalam situasi seperti ini, sabarlah, bergerak secara perlahan ambil banyak foto. Ketika berurusan dengan obyek bergerak dan Depth of Field yang sempit, akan sangat membantu untuk memotret berlebihan dan memastikan bahwa kamu akan mencari gambar sempurna itu.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Foto kupu-kupu hampir sama banyaknya dengan foto bunga, namun saya menemukannya semakin sulit dipotret. Maafkan punahnya, namun kupu-kupu itu makhluk terbang. Gerakan mereka tidak dapat diprediksi, dan hanya ketika kamu memikirkan bahwa kamu akan memiliki semua waktunya untuk mempersiapkan sebuah pemotretan, mereka hanya memutuskan untuk terbang jauh.

Pemanfaatan auto-focus yang cepat sangat membantu ketika memotret kupu-kupu, namun apa yang membawa gambar ke level berikutnya adalah ketika kamu dapat menangkapnya berinteraksi dengan orang. Hal yang sama berlaku untuk gambar serangga dan hewan lainnya.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Tekstur

Penggunaan pendekatan detail adalah teknik bagus untuk menangkap tekstur. Kayu, kain, kulit dan makanan semuanya merupakan subyek yang bagus untuk tekstur. Hal terpenting untuk diingat ketika memotret tekstur adalah bahwa cahaya akan secara drastis mempengaruhi bagaimana tekstur muncul.

Cahaya samping akan menekankan cacat dalam tekstur halus, namun juga membawa detail dalam tekstur yang sangat melengkung atau yang memiliki lembah yang dalam. Pencahayaan muka dapat menyembunyikan cacat, namun itu juga membuatnya lebih datar.

Aspek cahaya penting lainnya di dalam pengambilan gambar ini adalah titik berkilau pada obyek yang memantulkan yang dikenal sebagai sorotan specular. Untuk gambar di bawah, saya memanfaatkan pencahayaan samping yang hampir berada di belakang untuk benar-benar menekankan tekstur hidangan makanan ini. Kamu juga dapat melihat sorotan specular pada sausnya.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Siluet

Di dalam arena yang sama seperti tekstu pencahayaan, ada pemotretan siluet. Sekali lagi, teknik siluet dapat digunakan untuk jenis pemotretan apapun. Gambar di bawah dapat saja dipotret dalam berbagai cara, namun dengan menekankan garis dan bentuk tanaman yucca, itu menempatkan penonton dalam bagian dunia yang spesifik dan melimpahkan sebuah perasaan tertentu.

Perlu diingat bahwa siluet seringkali melibatkan sebuah latar belakang yang sangat jauh, sehingga untuk memotret sebuah foto detail yang sangat dekat kamu akan memerlukan entah latar belakang di luar fokus atau menggunakan f/stop yang ekstrim untuk membuat Depth of Field sedalam mungkin.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Framing

Framing sebuah obyek yang lebih besar di dalam detail kecil dapat sangat sulit dan bahkan bagi saya, itu membatasi tidak menjadi sebuah gambar detail, namun itu adalah sesuatu untuk dipikirkan ketika memotret secara close up.

Kamu dapat membuat sebuah tampilan komik dengan membuat sesuatu tampak berada di dalam obyek kecil lainnya, atau kamu dapat berusaha membuat pengulangan formasi dengan mengulangi bentuk sesuatu yang kecil dalam latar depan dengan sesuatu yang lebih besar di dalam latar belakang. Bayangkan jendela rumah boneka yang melakukan framing pada rumah sebenarnya. Di dalam gambar di bawah, saya memutuskan untuk menunjukkan handel pompa bahan bakar dan di dalam frame terdapat seseorang yang benar-benar sedang memompa bahan bakar.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Detail Yang Mudah Diterima

Bagian yang paling dinikmati dalam memotret detail bagi saya, atau memotret foto secara umum, adalah menemukan momen kecil tersebut di dunia yang tidak disadari. Saya memburunya. Itu hampir berupa kebiasan yang jelek. Ketika menyetir di dalam mobil, saya sering mencoba untuk mengarahkan ke stiker bumper atau bangunan aneh pada teman saya alih-alih memperhatikan jalanan.

Namun jika kamu melambat dan tetap membuka matamu, kamu akan menyadari semua jenis hal. Ambil contoh gambar tanaman kecil di bawah. Tanpa menjadi terlalu dramatis, saya terpesona melihatnya membuat tanda yang jelas pada selembar logam.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Foto berikutnya ini tentang sepatu yang ditelantarkan membuat saya ingin menjadi detektif dan mencoba mencari tahu mengapa mereka ditinggalkan begitu saja di pada kursi taman. Dengan memburu detail kecil ini dimana mungkin dilewatkan oleh orang lain merupakan salah satu hal favorit saya untuk dilakukan dan mengapa saya suka memotret detail seperti itu di dalam tutorial ini.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Latih Matamu

Sementara saya mengira beberapa orang menyesuaikan dengan fotografi secara cepat, saya tidak percaya bahwa ada sejenis bakat yang dimiliki beberapa orang sementara yang lainnya tidak. Dengan melihat kembali karya awal saya, itu sangat mengesankan. Nyatanya, saya merasa bahwa saya tetap memiliki banyak ruang untuk berkembang. Saya rasa hampir setiap orang dapat diajarkan berpikir secara visual dan menyadari sesuatu, dan itu merupakan bagian terpenting dari fotografi.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot

Tip terakhir yang saya punya adalah untuk selalu berhenti. Siapa pun yang melihat paling tidak 10 benda dalam sehari merupakan foto yang layak. Selalu gunakan waktu untuk berhenti dan memotretnya. Jangan hanya melewatkannya secara  tergesa-gesa. Jika kamu terlambat lima menit untuk sebuah rapat, saya ragu bahwa terlambat enam menit akan membuat banyak perbedaan. Selalu berhenti dan memotret. Foto terakhir ini diambil selama Hari Peringatan Polisi.

Art of the Detail ShotArt of the Detail ShotArt of the Detail Shot
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.