Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Theory
Photography

Panduan Pemula Lengkap Cahaya Alami

by
Length:MediumLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Jika anda ingin meningkatkan kualitas fotografi anda, satu hal yang bisa anda lakukan saat ini adalah mempelajari kegunaan cahaya alami dengan lebih baik. Kabar baiknya tidak seperti lensa dan kamera kualitas bagus, cahaya alami ini gratis. Fotografer terbaik mencari cahaya kualitas terbaik untuk subjek mereka. Tugas mereka untuk foto yang lebih baik diparalelkan dengan mencari cahaya yang lebih baik.

Tutorial yang Diterbit Ulang

Setiap beberapa minggu, kami mengunjungi kembali beberapa postingan favorit pembaca kami dari seluruh sejarah situsnya. Tutorial ini pertama kali diterbitkan pada bulan Juni 2010.


“Melukis dengan Cahaya”

Kata fotografi berasal dari Yunani yaitu ‘melukis dengan cahaya’. Hal ini merupakan deksripsi yang bagus -foto yang dibuat dari cahaya yang masuk ke lensa kamera dan menembus sensor (atau film). Tanpa cahaya anda tidak akan mendapat apapun.

Lebih jauh lagi, ada dua jenis cahaya – alami dan buatan. Cahaya alami (topik artikel ini) berasal dari matahari. Kualitas dan kuantitasnya bergantung pada dimana anda berada, kondisi cuaca dan jamnya.

Sebagai fotografer, kami harus menjadi murid cahaya – mengamati kondisi cahaya dan mempelajari mengapa cahaya bertindak seperti itu. Kemudian kita bisa memahami bagaimana cahaya memengaruhi foto dan bagaimana memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Lebih banyak anda memahami cahaya dan bagaimana pengaruhnya ke foto anda, lebih baik pula anda menjadi seorang fotografer. Untuk membantu anda, kami telah merangkum panduan singkat terhadap jenis utama cahaya alami dan bagaimana memanfaatkannya sebaik mungkin.


Cahaya Terik

Cahaya dari matahari di hari yang panas ini cahaya terik. Ini kuat dan langsung dan memancarkan bayangan yang dalam dengan tepi yang tajam. Pada tengah hari, khususnya musim panas, cahaya terik bisa menjadi sangat jelek. Hindari mengambil foto di waktu ini sebisa mungkin.

Cahaya terik bisa menjadi yang terbaik di akhir hari, segera setelah matahari terbit dan sebelum terbenam. Fotografer menyebut periode ini dengan golden hour, karena kualitas cahayanya. Jika langitnya bersih, cahayanya masih terik, tetapi ini menjadi lebih lembut daripada tengah hari. Ini juga muncul pada subjek anda dari sudut rendah yang mengungkapkan bentuk dan tekstur dan lebih menarik daripada cahaya tengah hari. 

Beginner's Guide to Natural Light

Foto pinata Meksiko ini di ambil dengan cahaya matahari tropis yang sangat terik. Cahaya terik memuncul warna pada pinata terhadap langit biru yang dalam. 

Beginner's Guide to Natural Light

Cahaya terik juga bagus untuk arsitektur dan memunculkan warnanya. Foto ini di ambil di La Boca di Buenos Aires. Cahaya mataharinya memunculkan warna yang kuat (saya memakai filter polarising untuk kedua foto untuk memperdalam warna dan membuat langitnya menjadi biru gelap). 


Cahaya Kelabu

Cahaya kelabu menggambarkan jenis cahaya yang anda temukan di tempat yang teduh atau saat mendung. Bayang-bayang apapun memiliki tepi yang kelabu. Cahaya kelabu khususnya pada saat musim dingin yang mendung, bisa terlihat keabuan dan pudar, tanpa banyak potensi untuk fotografi. 

Kunci memakai cahaya kelabu ini adalah memahami bahwa cahayanya memiliki kontras yang sangat sedikit. Berlawanan dengan cahaya terik dari matahari. 

Cahaya kelabu ini bagus untuk mengambil foto orang-orang, khususnya potret. Jika anda berada di luar ruangan saat panas, mengambil foto orang-orang, cari tempat yang teduh dan ambil foto mereka di situ. Hasilnya akan menjadi lebih baik.

Cahaya kelabu juga cocok untuk pemotretan di hutan hujan dan hutan daratan, dan untuk lukisan benda mati dan bunga. Saat mendung, hindari memasukkan langit di foto anda – biasanya hanya muncul warna putih.

Beginner's Guide to Natural Light

Foto ini di ambil saat mendung. Cahaya kelabu ini ideal untuk memotret detail seperti stirrup. Foto ini diambil di pertengahan hari – jika ada matahari fotonya akan terlihat benar-benar berbeda.

Beginner's Guide to Natural Light

Foto koboi ini diambil di hari yang sama. Cahaya kelabunya sempurna untuk portrait; cahaya matahari yang terik bisa saja merusak mood foto ini. Tidak ada kebetulan bahwa kedua foto ini dalam filter hitam dan putih – cahaya kelabu juga sangat bagus untuk karya monokrom Karena cahayanya memunculkan tone dan tekstur yang halus pada foto. 


Lampu Latar

Ini merupakan jenis cahaya favorit saya. Lampu latar dibuat saar sumber cahaya berada di belakang subjek. Lampu latar, seperti cahaya terik punya banyak kontras.  Juga seperti cahaya terik, cahaya ini normalnya paling bagus untuk foto saat akhir atau di awal hari. Membelakangi cahaya dari matahari di waktu lain di harinya mempunyai terlalu banyak kontras.

Lampu latar bagus untuk lanskap, portrait dan arsitektur. Ini merupakan jenis cahaya yang kuat, moody, dan menggugah. Ini sangat dramatis jika dikombinasikan dengan kondisi cuaca seperti kabut dan berasap.

Anda akan harus menjaga lensa anda bersih dan berhati-hati untuk pemotretan subjek belakang cahaya, seperti cahayanya akan menyinari tepat di depan elemen lensa, menyebabkan pijar. Terkadang pijar ini tak bisa dihindari – jika ini terjadi cara terbaik adalah mengerjakan pijarnya ke dalam komposisi anda. Buat ini terlihat seperti bagian foto dengan hati-hati daripada efek samping yang tidak diinginkan.

Beginner's Guide to Natural Light

Katedral ini membelakangi cahaya. Patung dan menaranya menjadi semi-siluet oleh cahaya yang kuat. Foto ini diambil saat petang. Cahayanya terik, tetapi lebih kelabu daripada saat tengah hari.


Cahaya Dramatis

Cahaya dramatis dibuat oleh cuaca yang dramatis seperti badai petir. Ini adalah jenis cahaya yang anda lihat saat awan-awan cerah setelah badai hujan, atau jika matahari menembus awan saat hujan menjelang matahari terbenam.

Cahaya dramatis ini ideal untuk memotret lanskap, pemandangan laut dan arsitektur – hampir semuanya di luar ruangan. Jika anda berhadapan dengan pemandangan cahaya oleh cahaya dramatis, anggap itu sebagai hadiah dan ambil foto sebanyak yang anda bisa saat itu berlangsung. Cahaya dramatis normalnya tidak bertahan lama, dan mungkin tidak kembali. 

Beginner's Guide to Natural Light

Foto ini diambil selama badai petir hebat – pencahayaannya nyata dan tidak ditambahkan dalam Photoshop. Pegunungannya beralih menjadi siluet dramatis oleh cahaya.

Tetap waspada terhadap cuaca saat mengambil foto seperti ini – beberapa menit setelah mengambil foto ini saya menyadari bahwa gerombolan hujan yang amat deras mendekat dan kami langsung beranjak dari tempat meninjaunya sangat cepat, tepat waktunya agar terhindar menjadi benar-benar basah kuyup (ini juga ide yang bagus menghindari tanah tinggi di tengah-tengah badai petir!).


Matahari Terbit dan Terbenam

Saat matahari terbit dan terbenam, cahayanya begitu cantik dan penuh dengan warna. Ini berpotensi menjadi jenis cahaya apa saja yang kami diskusikan selama ini – kelabu, terik ataukah dramatis. Jika mataharinya di luar, subjek anda akan membelakangi cahaya. Cahayanya bisa berubah di antara semua bagian ini dengan sangat cepat. 

Apapun subjek anda, matahari terbit dan terbenam adalah saat-saat yang luar biasa untuk mengambil foto. Hal ini cocok untuk lanskap dan pemandangan laut, tetapi juga untuk arsitektur dan alam. Inilah saatnya untuk anda membuat foto menggugah yang penuh dengan mood dan atmosfer. 

Ini adalah jenis cahaya yang disukai fotografer perjalanan karena cahayanya membuat semua tempat terlihat begitu cantik. Fotografer lanskap profesional sangat menyukai waktu ini yang mereka bangun lebih awal untuk memanfaatkan matahari terbit sebaik-baiknya dan pulang malam saat matahari terbenam.

Beginner's Guide to Natural Light

Matahari terbenam di atas Rio de la Plata, Uruguay. Warnanya cantik. Foto seperti ini agak klise, tapi masih seru memotretnya. 


Interior dengan Cahaya Alami

Anda bisa memakai cahaya alami yang masuk melalui pintu dan jendela untuk memotret interior. Anda harus benar-benar memperhatikan ke mana cahayanya berasal saat anda mengerjakan ini.  Cahaya, bahkan saat mendung, akan menjadi sulit karena cahayanya masuk melalui pintu dan jendela. Jika anda memasukkan pintu dan jendela terbuka pada foto anda keduanya akan terbakar karena keduanya begitu cerah dibandingkan dengan interiornya.

Hal yang bagus tentang jenis cahaya ini adalah bisa menjadi sangat dramatis dan moody, khususnya di dalam bangunan tua. Beberapa orang akan menyelesaikan masalah pemotretan dengan kondisi ini dengan menggunakan teknik HDR. Namun bagi saya, foto HDR seringkali menimbulkan penampilan yang tidak nyata yang saya tidak suka. Saya tidak ingin melihat setiap detail; saya suka sudut berbayang gelap dan lebih suka sesuatu yang tersisa dari imajinasi.

Beginner's Guide to Natural Light

Sebuah toko tua di Argentina. Cahayanya masuk melalui pintu masuk ini sangat moody dan menggugah. Ini sesuai dengan gaya kuno tokonya, yang benar-benar sempurna seperti museum hidup.


Menggunakan Cahaya

Selanjutnya anda keluar mengambil foto, pikirkan tentang cahaya alami. Apakah cocok dengan subjek anda? Akankah cahayanya lebih baik di waktu yang berbeda, atau di kondisi cuaca yang berbeda? Mungkin itu untuk mendapat yang terbaik dari lokasinya, anda harus kembali di lain waktu saat cahayanya jadi lebih baik.

Jika anda ingat hanya satu hal dari artikel ini, seharusnya menjadi begini: cahaya alami yang paling bagus disaat di awal atau akhir waktu. Keduanya adalah saat-saat terbaik untuk mengambil foto. Jika anda belum pernah mencoba ini sebelumnya, lakukanlah segeran. Tidak ada yang akan meningkatkan fotografi anda begitu cepat.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.