Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Composition

Berhadapan dengan Dedaunan: Saturasi Hijau dan Kuning

by
Read Time:7 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Nasruddin (you can also view the original English article)

Saya telah melihat-lihat internet bahwa banyak orang  yang kesulitan terhadap dedaunan. Sejumlah orang tidak terlihat menyadari bahwa ada satu isu yang sangat disayangkan didukung oleh pasukan komentar yang mencoba menjadi baik daripada benar.  Masalah ini berlangsung lama di semua tingkatan fotografer, dari amati tahun pertama hingga profesional bertahun-tahun. 

Tidak sungguh-sungguh mengejutkan bahwa inilah masalahnya. Saya juga kesulitan dengan dedaunan dan masih sering melakukannya.  Ini merupakan pola yang sangat kompleks menutupi rentang dinamis yang lebar dan benar-benar mengubah warna, dari jingga hingga hampir kebiruan, tergantung pada kondisi cahaya. 

Bagi saya tampaknya bahwa fotografer pergi keluar untuk mencoba memotret dedeaunan cantik dan terpercik sinar matahari, atau HDR bukit hijau dan hutan terbuka, atau lambaian hutan yang rindang. Mereka mendapat jepretan ini kembali ke komputer di rumah dan entah bagaimana, foto-foto tersebut tidak seperti yang mereka ingat.

Mereka menarik kembali gabungan aroma, tanah, serbuk sari dan damar, aliran sinar matahari dan angin yang sepoi-sepoi, burung-burung yang bernyanyi dan air yang mengalir. Ini semua terasa sangat hidup, begitu hijau.  Untuk mecoba menggambarkan ingatan yang emosional ini, mereka kemudian menaikkan saturasi tersebut untuk mencocokkan stimulasi yang tinggi dari luar ruangan. 


Musim panas? Mungkin. Kuning yang pucat dan terlalu terang? Pastinya. Memotret di waktu siang yang salah? Itu juga. Sayangnya, banyak yang menganggap ini merupakan foto yang bagus.

Saturasi dan Warna

Kita semua mengenal tonal clipping, dimana highlight atau bayang-bayang melampaui rentang dinamis yang bisa dicatat oleh sensor dan tidak bisa diganti. Clipping saturasi ini sama, kecuali ini biasanya dapat diganti seperti dikenalkan dalam fase pasca prosesi.


Contoh dengan gradasi kuas halus. Ini hanya saturasi yang dinaikkan sebanyak 63%, tetapi clippingnya terlihat agak jelas.

Tone saturasi yang normal itu menaikkan skala saturasi dari spektrum hue-saturation-luminance (HSL), menciptakan gambar yang lebih cerah dan lebih tegas. Sayangnya, rentang tone yang lebar yang kamera catat terkompres ke dalam garis tunggal saturasi tinggi yang hanya berubah dengan luminance.

Apapun yang terjatuh di luar rentang besar ini menjadi hue yang berbeda, dan anda berakhir dengan blok satu warna dan kemudian blok warna berbeda lainnya.


Garis yang melintasi gradien itu saturation clipping, seperti semua dipaksakan ke dalam palet warna yang kecil.

Kenyataannya, ada skala lebar dari pembedaan hue dan tone. Karena mencondongkan saturasi menyebabkan keseluruhan barisan saturasi bergerak ke ujung kanan spektrum HSL (di atas), apa yang mungkin sudah menjadi gradasi yang halus dan tidak langsung pada gambar yang asli dipaksa hingga menjadi berbentuk kotak, lompatan yang canggung seperti perangkat lunak yang menjalankan peraturan tanpa konteks.


Potongan tengah; tepi yang keras dan blok warnanya sangat kelihatan. Sayangnya saya telah melihat banyak potretan portfolio kelihatan seperti ini.

Pasca-Produksi

Apa yang seseorang bisa lakukan tentang masalah dedaunan kuning buruk ini? Sebenarnya ada dua opsi, tergantung pada apakah anda sudah mengambil potretan atau jika anda sedang merencanakan melakukannya. Jika anda telah mengambil foto dan anda sedang melakukan fase pasca, tentunya langkah pertama adalah menghentikan slider Saturasi.  Faktanya, stop menyentuhnya bersamaan. Gunakan hanya kontrol Vibrance juga kontrol saturasi, Inilah Vibrance 100%.  Gunakan hanya kontrol Vibrance juga kontrol saturasi, tetapi hindari gambar anda terlihat seperti HDR yang diproses dengan buruk.


Inilah Vibrance 100%. Perbedaannya besar disini.

Setelah anda mengurangi masalah kelebihan tersebut, masih ada masalah daun kuning yang diurus. Mari ambil gambar pilihan ini dari awal artikel:


Tidak ada yang spesial, tetapi ini contoh yang berguna. Saya akan mengerjakannya di Photoshop CS5.

Ini sangat mudah diselesaikan. Dalam Photoshop, buka ikon Adjustment Layers pada Layers Pallete dan klik pada “Hue/Saturation.” Pada menu dibawahnya, ganti dari “Master” ke “Yellows.” Di Lightroom, cukup geser ke kotak penyesuaian HSL/Color/B&W di Develop dan klik “All”. Turunkan saturasi kuning sedikit, dimanapun antara 10 dan 30 persen biasanya mendekati benar tetapi benar-benar bergantung pada gambar anda.  Terkesan dengan betapa banyak pengaruh slider kuning punya pada dedeaunan yang seharusnya hijau? Ya, saya juga begitu saya menemukannya.


Minus 27% saturasi di kuning pada Adjustment Layer.

Setelah anda mengurangi kuningnya sedikit, gerakkan slider Hue kuning ke arah ujung Hue hijau, jauh dari ujung jingga.  Hal ini tidak biasanya perlu sampai sangat jauh, sekitar 10-25° yang saya cenderung pakai. Anda akan lihat dedaunannya tiba-tiba menjadi hidup dalam satu pancaran kehijauan.


Boom! Dedaunan kelebihan cahaya yang mengerikan itu kini warnanya yang saya inginkan terjadi hanya dalam hitungan detik. Hasil dari +15° Hue di kuning.

Dari sana anda bisa menyesuaikan tingkatan pengaturan saturasi dan hue dengan selera anda. Hanya saja berhati-hatilah menggunakannya terlalu jauh.  Anda tidak ingin dedaunan biru kecuali dedaunannya memang berwarna seperti itu, contohnya, dan mudah membuatnya terlihat dihasilkan oleh komputer.

Karya perbaikan yang lebih mendetail adalah diatas batasan artikel ini, maka saya akan meninggalkannya disana. Tetapi juga akan ada kemungkinan beberapa bentuk karya yang dikerjakan, menggunakan kebalikan S-curve dengan masking untuk mengurangi beberapa kontras di bagiannya.

Anda mungkin juga ingin beberapa pekerjaan dodging dan burning dan pewarnaan untuk mewarna kembali beberapa area yang highlightnya kehilangan detail dan sekarang menjadi cahaya keabuan dari penyesuaian garis.  Kemudian beberapa pembersihan umum seperti denoising  bayang-bayang. Tetapi, jangan berharap teknik ini menghasilkan keajaiban. Tidak ada subsitusi untuk cahaya yang bagus.


Sebelum Perencanaan 

Jika, di sisi lain, anda membaca ini sebelum pergi memotret, saya memiliki kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya adalah gambar akan terlihat lebih baik ketimbang menyelamatkannya saat pasca produksi.  Kabar buruknya anda mungkin akan berkeringat. Sinar matahari, bertentangan dengan kepercayaan populer (atau setidaknya, kenyamanan yang populer), tidak menghasilkan fotografi alam dan lanskap yang paling baik.

Jadi iya, saya disini memberitahu anda bahwa tidak hanya anda harus kehilangan waktu tidur dengan memotret saat fajar dan petang, tetapi anda harus memotret di hari yang sangat berkabut sekalipun! Ingat, permukaan atas daun berkilau memantulkan panas, tetapi juga memantulkan banyak cahaya. Dedaunan bisa jadi sesulit objek metalik, tetapi dalam hal ini anda mencoba untuk tidak membuatnya terlihat terpantul.


Meskipun foto ini produk akhir yang bermutu, anda bisa lihat kualitas jelasnya cahaya kelabu ini. Daun-daun yang jatuh hanya terpantul dan kekuningan.

Walaupun demikian, anda tidak ingin itu menjadi terlalu menyedihkan. Langit yang terlalu kelabu akan menyebarkan cahaya menjadi datar yang tanpa hujan lebat ataupun kabut, dedaunan akan cenderung ingin menjadi kekacauan dua dimensi yang mirip, secara fotografi sedikit lebih baik daripada dedauan yang sangat ramai yang anda dapatkan di hari yang panas.

Dari memotret di beragam tingkatan cahaya dan kondisi cuaca yang luas, saya secara pribadi mengetahui bahwa cuaca yang ideal seperti hujan rintik-rintik ringan dari awan mendung yang tipis hingga sedang, membiarkan cahaya melewati terarah tetapi tersebarkan dengan baik melalui kedua awan dan hujan. 

Di akhir, hujan terkadang bisa menciptakan efek kabut tambahan untuk kedalaman yang lebih baik di gambar anda. Jenis cuaca ini harus memberikan ruang dimensi yang baik, lebih kuat, warna yang sebenarnya,dan rentang dinamis yang lebih terbatas dari saat hari cerah dan panas.


Tidak ada pekerjaan saturasi pada foto ini sama sekali, hanya tone dan kontras. Produk murni dari pancaran musim panas.

Rentang dinamis terkompres ini unggul dalam manajemen kontras; kontras lebih rendah dari cuaca basah yang digabung dengan kontras rendah potretan RAW ini fantastis dalam menahan data menjadi benar-benar mampu menyempurnakan potretan anda pada pasca produksi. 

Alasan memotret saat fajar dan petang  adalah tentu saja untuk melembutkan cahaya seperti tersebar melewati atmosfer. Sayangnya, berdasarkan pada jenis potretan yang anda ingin, cahaya tersebut bisa saja salah total.

Anda akan mendapatkan cahaya air emas yang cantik melalui lanskap anda, pastinya. Tetapi untuk potretan alam yang hijau, cahaya emas tersebut akan menjadi kesulitan saat pasca produksi karena itu masuk melalui gambar anda, menjadikan dedauan anda dari hijau ke kekuningan dan putih.  Jadi waspadalah terhadap apa yang anda tujukan agar mendapat dan memakai cuaca dengan sesuai.


Kesimpulan

Ada banyak hal yang diwaspadai di sini ketika anda memotret luar ruangan, tetapi konsep utamanya saya bertujuan menyampaikan bahwa kewaspadaan cahaya hanya sepenting  pemotretan alamnya, portraitur.

Ketauhilah sasaran anda dan menunggu cahaya yang cocok daripada hanya bergerak dengan apapun yang ada, yang mana bisa menjadi cahaya yang buruk. Atau, bahkan lebih baik, miliki banyak sasaran yang membutuhkan beragam jenis cahaya jadi anda punya sesuatu untuk dipotret terlepas dari cuacanya.

Selamat memotret! Pertanyaan? Komentar? Isi komentar di bawah.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.