7 days of unlimited video, AE, and Premiere Pro templates - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Video

Cara Menambahkan Gerakan ke Video Interview

Scroll to top
Read Time: 6 mins
This post is part of a series called Documentary in Motion.
Documentary in Motion: Advanced Slider Action
How to Use a Gimbal in Your Documentary Video Production

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Sementara teknologi video bergerak cepat, format dokumenter hampir tidak pernah berubah. Anda mendapati wawancara atau dialog untuk A-roll, dan selanjutnya yang lainnya adalah B-roll. Format wawancara tidak banyak berubah, karena sesuatu yang baru atau mencolok bisa mengalihkan perhatian khalayak dari inti cerita sebuah dokumenter.

Jadi, sementara ada cara baru yang menakjubkan untuk mengabadikan dokumenter B-roll yang memukau, dengan drone, gimbals, time-lapse, dan banyak lagi - pengambilan gambar interview terlihat sama hari ini seperti yang terjadi setengah abad yang lalu.  Ini shot yang terlalu penting dari sekadar untuk menghibur diri sendiri. Jika anda pernah kesal karena melakukan sesuatu yang bodoh untuk bermain-main dengan kamera selama momen penting dalam sebuah interview, Anda mungkin tidak akan pernah menyentuh kamera lagi selama interview.

Namun, kami terus mendorong diri kami untuk mengekstrak setiap gerakan dinamis dari setiap adegan dalam produksi dokumenter kami. Jadi, gerakan kamera seperti apa yang bisa kita buat selama interview, sambil meminimalkan risiko kerusakan saat pengambilan?

Guncangan dengan Tujuan

Hal pertama yang dapat anda lakukan dengan mudah hanyalah melepaskan kamera anda dari tripod, dan melakukan shoot wawancara anda dengan menggenggam atau menggunakan rig bahu (chest support). Jika anda ingin memasukkan energi ke dalam dokumenter anda, hal ini akan melakukan seperti apa yang anda harapkan.

Tutup mata anda dan bayangkan sedang menonton serangkaian gerakan kamera B-roll yang indah, diikuti dengan diikuti tiga sampai empat detik interview singkat A-roll dengan sedikit guncangan kamera organik. Bukan handheld (pengoprasian dengan tangan) yang dibuat-buat atau atau sengaja digoyangkan, tapi dokumenter dengan gerakan tangan alami yang terlihat seperti yang penonton harapkan. Ini bisa memberi interview anda kesan otentik, kebalikan dari gerakan yang dibuat saat proses editing, namun gambar dan framing anda tetap dapat terlihat halus.

Bagaimanapun, ada risiko utama saat melakukan handheld atau bahkan shoulder-operate (pengoprasian bahu). Pertama, anda bisa menunjukkan sedikit kegugupan yang mengganggu yang tidak mungkin anda hapus saat pengeditan. Atau subjek anda bisa sedikit tidak fokus, karena lebih sulit untuk fokus saat kamera anda bergerak. Atau pertimbangkan bahwa lensa Image Stabilized anda bisa membuat shoot wawancara terasa sedikit goyang atau stabil secara digital, yang bisa menghilangkan keaslian dari shoot anda.

Dan akhirnya, handheld shake bekerja paling baik dengan on-axis, langsung ke kamera interview dimana goyangnya terlihat disengaja, atau termotivasi. Subjek memiliki pesan mendesak dan operator kamera dengan cepat merekamnya. Sebaliknya, dalam interview off-axis dengan subjek ke pewawancara, di mana jelas bagi penonton bahwa kita sedang menonton sebuah produksi, guncangan pada kamera saat pengambilan gambar bisa tampak benar-benar tidak pada tempatnya.

Adding camera shake in post-productionAdding camera shake in post-productionAdding camera shake in post-production
Menambahkan shake atau guncangan kamera halus di Final Cut Pro X.

Saran saya di sini adalah mencoba menambahkan guncangan kamera di program editing terlebih dahulu. Ada plugin untuk hampir setiap editor non-linier yang bisa meniru guncangan kamera, dan memberi anda kesempatan untuk menguji tampilan tanpa melakukan interview dengan gaya khusus ini.

Zooming Live vs Edit

Jika anda menggunakan lensa foto di kamera DSLR atau cinema kamera anda, sangat sulit untuk mendapatkan zoom yang mulus, jadi saya tidak akan merekomendasikan untuk mencobanya selama interview. Bagaimanapun, anda dapat bereksperimen dengan quick zoom atau crash zoom, karena mereka dapat menambahkan jenis energi tertentu ke shot wawancara anda yang tidak mungkin dilakukan dengan melakukan cut di post-production atau pascaproduksi. Anda tidak perlu melakukan zoom in dan out terlalu banyak, sedikit di sana sini bisa membawa warna baru ke sebuah interview yang panjang dan statis.

Jika anda memiliki camcorder atau lensa dengan zoom servo elektronik, Anda mungkin bisa memanfaatkan zoom push atau pull sepanjang interview anda. Kuncinya di sini adalah mengatur kecepatan zoom elektronik anda ke setting paling lambat yang anda miliki. Cukup pelan sehingga pemirsa anda bahkan mungkin tidak memperhatikan pembesaran yang terjadi selama interview berlangsung. Masalah dengan terlalu cepatnya zoom servo selama wawancara, hal itu bisa sangat jelas terlihat, dan ini bisa lebih mengganggu cerita anda ketimbang membantu.

Satu masalah yang mungkin anda hadapi saat anda zoom in pada satu bagian interview, dan zoom out pada bagian lain, memotong shot tersebut bersama-sama. Nantinya anda ingin menggunakan segmen-segmen tersebut satu sama lain, ini mungkin membuat pengalaman menonton yang benar-benar aneh untuk melihat zoom in pada subjek, diikuti dengan zoom out.

Adding a slight Ken Burns effectAdding a slight Ken Burns effectAdding a slight Ken Burns effect
Sedikit efek Ken Burns bisa melakukan ini

Jadi untuk kebanyakan dokumenter, lebih baik hindari bermain-main dengan zoom saat interview. Anda masih bisa memperbesar dan mem-framing ulang saat subjek tidak sedang berbicara, namun cobalah untuk menghindarinya selama pergantian tersebut. Dan kemudian anda masih bisa menambahkan sedikit push-in atau pull-out zoom saat anda mengedit, menggunakan efek Ken Burns atau dengan animasi keyframe. Sebenarnya, saya baru-baru ini membaca bahwa "PBS Frontline" menggunakan push-in yang sangat lamban dalam setiap interview yang dilakukan pada program pemenang penghargaan mereka. Saya yakin jika anda mulai mencarinya, anda akan melihat bahwa push-in atau zoom-out pada slow interview digunakan dalam beberapa cara di hampir setiap dokumenter.

Slider Shot Selama Interview

Pendekatan yang paling umum untuk pergerakan selama interview, setidaknya untuk terlihat lebih menimbulkan sedikit polesan dokumenter, adalah dengan menggunakan slider pada kamera utama anda atau kamera B kedua di bagian samping.

Hal pertama dan utama, jika anda ingin menempatkan satu kamera interview anda di slider, Anda harus benar-benar yakin bahwa anda dapat mencapai slide yang lambat dan mulus tanpa benturan. Tidak ada slider sempurna, yang mana tidak apa-apa saat B-roll anda bisa melakukan shot ulang beberapa kali. Tapi dalam situasi interview dokumenter, itu tidak bisa dilakukan. Jadi anda harus mempercayai slider anda untuk digunakan pada sebuah interview. Jika tidak, beberapa slide yang menarik mungkin tidak berpotensi memiliki nilai rekaman yang menonjol dan footage atau hasil rekaman interview yang tidak dapat digunakan saat anda membutuhkannya.

Kedua, jika anda hanya shooting dengan satu kamera, anda tidak bisa benar-benar menggunakan slider secara langsung ke kamera, pada interview on-axis. Kamera meluncur dari kiri ke kanan, saat subjek menghadap kamera... ini bisa terlihat canggung. Tapi dengan interview off-axis di mana anda men-shoot subjek di atas bahu produser anda, slider pasti bisa menambahkan gerakan menarik ketika anda melakukan editing, terutama jika anda hanya berencana untuk menggunakan beberapa detik dari keseluruhan shot interview di video anda.

Jika anda ingin menggunakan slider saat interview, kemungkinan anda akan memiliki kamera kedua di slider, yang mem-frame di sisi kamera A anda. Anda bisa meminta asisten untuk secara manual menggeser kamera bolak-balik selama interview, atau anda bisa berinvestasi di aksesoris elektronik otomatis yang menggerakkan kamera bolak-balik dengan sendirinya pada kecepatan yang ditentukan. Keindahan dari aksesoris ini adalah mereka bisa melakukan panning di sekitar subjek saat mereka melakukan slide atau meluncur, menciptakan jenis gerakan busur yang khusus yang sangat sulit dilakukan secara manual.

Tetapi kamera kedua pada slider otomatis juga bisa menambahkan risiko yang tidak perlu untuk interview anda. Pertama adalah ini perlu persiapan, sesuatu kesalahan bisa saja terjadi, bisa juga mengalihkan perhatian subjek anda atau bahkan anda sendiri, jika anda memperhatikannya. Dan kemudian anda harus menyelaraskan kedua angle di post production (pasca produksi).

Jadi, pertanyaannya adalah, apakah anda berencana untuk menunjukkan subjek anda lebih dari tiga sampai empat detik selama dokumenter anda? Jika demikian, mungkin tidak layak mencoba menambahkan gerakan di saat-saat singkat itu. Tetapi jika video dokumenter anda akan sangat bergantung pada pengambilan gambar atau beberapa shot interview, tanpa banyak B-roll, maka menambahkan gerak atau movement ke wawancara anda dapat menambahkan sejumlah besar nilai produksi ke interview dokumenter yang statis.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Photo & Video tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.