Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Video
Photography

Kosakata Visual: Bagaimana Menambahkan Gerakan Ke Pengambilan Dokumenter

by
Difficulty:BeginnerLength:ShortLanguages:
This post is part of a series called Documentary in Motion.
How to Add Motion to Your Documentary With a Timelapse

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Kenyataan praktis pengambilan video dokumenter seringkali jauh berbeda dari syuting video lainnya, seperti fiksi naratif singkat, video musik, dan promo perusahaan. Di dalam sebuah dokumenter kamu dihadapkan ke sesuatu yang tidak dapat diprediksi, dan kamu harus melakukan yang terbaik untuk terus maju dan tetap fleksibel. Ini karena kamu tergantung pada menceritakan ke orang-orang cerita sebenarnya, di dalam dunia nyata, dimana pengambilan ulang biasanya bukan sebuah pilihan.

Namun jika kamu ingin dokumentermu tampak sinematik dan menarik secara visual, tidak cukup hanya dengan mengarahkan kamera pada subyek. Kamu harus mempertimbangkan keseluruhan gaya visual, irama, dan gerakan kamera. Dan dengan munculnya slider portabel, jib, gimbal brushless, kamu sekarang memiliki lebih banyak pilihan daripada sebelumnya untuk berbagai gerakan kamera.

Jadi bagaimana kamu menentukan kapan tetap mengunci kamera untuk memastikan kamu mendapatkan rekaman yang stabil, versus kapan kamu hendaknya mengangkat kamera dan menggunakan tangan agar tetap dapat bergerak cepat dan menangkap aksi dinamis? Untuk skenario dimana kamu memiliki lebih sedikit waktu persiapan, bagaimana kamu memilih antara mengambil dengan slider versus mengatur sebuah jib? Dan pertanyaan pada pikiran setiap orang: dimana gimbal brushless bisa cocok ke dalam syuting dokumenter?

Kunci Itu

Wawancara bukan hanya satu-satunya waktu kamu akan mengunci kenop pan dan tilt pada tripod. Dalam B-roll, cara terbaik untuk merencanakan syuting dalam keadaan terkunci adalah dengan memikirkan edit akhirmu. Biasanya kamu akan ingin mengedit gerakan ke dalam sebuah urutan, seperti pan dan menggeser semua gerakan di dalam arah yang sama, dan syuting dalam keadaan terkunci adalah cara menakjubkan untuk menutup buku urutan gerakan tersebut, yang memberikan editmu kendali yang lebih besar terhadap irama.

Terlepas dari keputusan penuh gaya, penting juga untuk mengunci tripod untuk pengambilan dimana kamu merencanakan subyekmu memasuki dan keluar frame, apakah itu pengambilan sudut luas seseorang, melakukan close up pada tangannya, atau jenis obyek apapun dari orang tersebut. Kameranya tetap diam, dan subyek memasuki dan keluar dengan sendirinya.

Kamu mungkin juga perlu menggunakan pengambilan terkunci ketika melakukan syuting closeup yang ekstrim atau menggunakan lensa macro. Ada saat-saat dimana bahkan meletakkan tangan pada kamera akan menyebabkan getaran atau goncangan. Dan akhirnya, kamu akan perlu tetap mengunci kamera ketika merekam time lapse, apakah kamu mengambil foto atau merekam klip video yang panjang.

Menambahkan Sebuah Pan Atau Tilt

Segera setelah kamu selesai melakukan syuting pengambilan dalam keadaan terkunci, katakanlah, sebuah syuting yang telah ditetapkan, atau close up sebuah subyek, mudah untuk membuka kunci knop pan, tilt, atau keduanya dan melakukan syuting adegan yang sama dengan sedikit pergerakan kamera. Mengapa? Sama seperti pengambilan terkunci yang memberikanmu derajat kendali irama yang lebih besar di dalam edit, yang memberikanmu versi bergerak sebuah adegan yang sama juga memberikan lebih banyak pekerjaan ketika mengedit urutan itu.

Jadi pada saat berikutnya kamu melakukan syuting dalam keadaan terkunci, ambil momen untuk mengambil adegan yang sama dengan pan atau tilt. Ini juga akan memberikanmu sebuah titik edit, sebuah cara untuk masuk ke dalam adegan ketika subyek atau obyek tidak memasuki frame itu sendiri. Sebagai contoh, jika subyekmu bukan seorang seniman yang bekerja di atas meja, sebuah pengambilan panning atau tilting akan menjadi cara bagus untuk membangun adegan di dalam edit.

Panning vs Tilting

Di antara panning dan tilting, saya mungkin hanya melakukan tilt sekitar 1/20 waktu untuk melakukan pan. Barangkali itu merupakan hal tentang gaya, namun bagi saya pengambilan tilt cenderung menarik perhatian pada diri mereka sendiri di dalam edit. Mungkin itulah mengapa kamu jaring melihat dua atau tiga pengambilan tilting kembali untuk kembali lagi. Dan kecuali jika kamu melakukan syuting sesuatu yang panjang yang ingin kamu singkap, seringkali sebuah tilt akan dimulai atau berakhir entah pada bagian bawah atau di langit-langit, tidak juga yang menarik secara visual, paling tidak di dalam pengertian umum.

Hambatan lainnya untuk mendapatkan pengambilan tiilt yang bagus adalah kamu harus menggunakan sebuah tripod yang sangat tangguh dan berat dan memiliki kepala yang mudah bergerak dan mengimbangi kamera, untuk mengambil pengambilan tilt pada kecepatan konsisten. Di sisi lain, kamu dapat mencapai pan yang bagus bahkan jika pengaturan kamera dan tripod tidak seimbang secara sempurna.

Namun tentu saja, ada saat dimana tidak ada selain tilt yang dapat mencapai jenis pengambilan syuting yang benar. Pikirkan bagian pendahuluan atau kesimpulan dokumentermu, dimana kamu mungkin memulai atau mengakhiri adegan di langit, dengan sebuah pembauran menjadi putih. Hal lainnya untuk dipertimbangkan adalah mengkombinasikan sebuah pan dan tilt untuk jenis syuting diagonal, yang khususnya berguna untuk menunjukkan adegan interior yang indah, atau untuk menambahkan daya tarik visual pada sebuah pengambilan ruang konferensi. Jenis gerakan diagonal ini dapat benar menjadi tantangan untuk dicapai, karena kamu harus melakukan pan dan tilt pada kecepatan yang sama dan sudut yang tetap.

Slider, Jib, dan Gerakan Gimbal

Gerakan kamera lanjutan dapat menambahkan lebih banyak lagi daya tarik visual pada dokumentermu, dalam sebuah cara yang akan membantu videomu terasa jauh lebih terpoles dan profesional. Dan jika gerakan membantu memberitahu cerita, itu merupakan insentif yang jauh lebih besar. Namun jika sebuah tripod dapat memperlambat irama cepat sebuah syuting dokumenter, bayangkan berapa banyak usaha lebih yang perlu diambil untuk satu syuting slide, jib, atau gimbal. Apakah itu layak?

Ada batasan tipis antara seberapa kompleks peralatan gerakan kamera lanjutan, dan seberapa banyak mereka dapat ditambahkan pada dokumentermu. Saya menemukan bahwa kemudahan penggunaan, kemudahan dibawa, dan kualitas peralatan adalah sesuatu yang esensial yang memungkinkan jenis syuting ini pada pengambilan dokumenter yang teliti ketika kamu sering berkerja sendirian, membawa sendiri semua peralatanmu, dan tidak memiliki waktu untuk pengaturan atau pembongkaran.

Jadi jika slidermu dapat dipersiapkan untuk digunakan dalam beberapa menit, itu layak dibawa. Ada banyak skenario dimana sebuah slider dapat meningkatkan nilai produksi dokumenter, namun salah satu cara favorit saya untuk menggunakannya adalah melakukan syuting obyek statis dan membingkai foto yang menceritakan kembali cerita subyek. Sebuah jib memiliki lebih banyak penggunaan terbatas, dan jauh lebih sulit untuk mengaturnya, namun itu dapat menambahkan jenis pengambilan yang jarang dimanfaatkan ke sebuah dokumenter.

Terakhir, kapan sebuah gimbal brushless dapat digunakan pada syuting dokumenter? Jika kamu mengasah skill gimbalmu—barangkali setelah menyaksikan beberapa video tutorial "Bagaimana Menggunakan Gimbal"—kamu dapat menggunakan sebuah gimbal untuk mengganti secara efektif syuting pan, tilt, slide, dan tilt. Namun dimana itu benar-benar berguna adalah melakukan syuting subyekmu dalam action—berjalan, menyetir, bersepeda, apapun itu. Jika kamu sudah harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya selama syuting dokumenter, ambil gimbal dan lakukan syuting subyek seolah mereka bergerak. Kamu akan mendapatkan urutan gratis di dalam edit yang barangkali tidak akan kamu dapatkan jika sebaliknya, dan rekaman diam akan membuat bahkan berjalan-jalan santai tampak menakjubkan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.