Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Macro

Kamera Full-Frame vs Kamera Crop-Sensor untuk Fotografi Makro

by
Difficulty:BeginnerLength:ShortLanguages:
This post is part of a series called Macro Photography.
Macro Equipment: Getting Started With Close-Up Photography
Finding Macro Inspiration at Home

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Topik ini merupakan topik yang paling banyak didiskusikan: mana yang paling baik, kamera full-frame atau crop-sensor? Tentu ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dan mungkin saja anda akan terkejut saat mengetahuinya! Dalam artikel ini, saya akan menuliskan hal-hal yang utama dan bagaimana mereka dapat membantu anda (atau tidak!) dalam fotografi makro.

Apa Itu Kamera Full-Frame?

Jauh sebelum kamera digital dikenal, roll kamera SLR yang paling terkenal akan menangkap gambar 36mm dalam ukuran 24mm. Ketika kamera digital ditemukan, sensor dengan ukuran sebesar itu tidak dapat digunakan sehingga mereka membuat versi yang lebih kecil. Area tangkapan gambar yang lebih kecil ini kemudian dikenal sebagai kamera “crop-sensor”, dan format 35mm yang biasanya dipakai disebut sebagai “full-frame.”

Nikon mempunyai sensor dengan dua ukuran: full frame (biasanya ditandai dengan tulisan FX) dan crop (DX); sementara Canon mempunyai tiga ukuran: full-frame, 1.3x dan 1.6x.

Untuk memperagakan tulisan ini, saya akan menggunakan Nikon D800 (FX) dan Nikon D90 (DX) dan merincikan lensa yang dipakai untuk setiap foto.

Lensa Sama, Gambar Berbeda.

Jika anda berpikir untuk memakai lensa yang sama untuk kamera full-frame dan kamera crop-sensor, hasilnya tentu saja akan berbeda. Kamera crop-sensor akan terlihat ‘lebih besar’; yang tentu saja akan membuat gambar terlihat seperti diperbesar. Saya mengatakan akan terlihatlebih besar karena foto tersebut tidak benar-benar diperbesar namun area pengambilannya lah yang menjadi terbatas. Ketika anda membandingkan foto dari kamera full dan crop dengan ukuran yang sama (seperti dibawah) anda akan mendapatkan hasil yang terlihat seperti dipotong dengan sensor yang lebih kecil.

d800 and d90 comparison
D800 (kiri) dan D90 (kanan) dengan memakai lensa 12-24 mm

Full-Frame, Crop-Sensor, dan Fotografi Makro

Mari kita lihat bagaimana penggunaan kamera full-frame dan crop-sensor akan berpengaruh dalam fotografi makro.

Kualitas Gambar

Sensor yang terdiri atas beberap titik yang menarik cahaya disebut photosites. Memahami perbedaan antara photosites dan pixel membuat otak saya pusing, namun penjelasan terbaik sejauh ini adalah ‘fungsi photosite terhadap sensor sama seperti fungsi pixel terhadap gambar.’ Photosite mengumpulkan cahaya yang akan membuat sinyal listrik. Pengubah analog-ke-digital akan menerima sinyal listrik tersebut dan mengubahnya menjadi nilai digital (dengan kata lain, sedikit penggunaan matematika) yang akan mewakili jumlah cahaya yang mengenai setiap photosite. Kita menyebut nilai ini sebagai pixel. Jadi, anda dapat menyimpulkan photosite sebagai jumlah cahaya yang ditangkap oleh sensor anda dan pixel sebagai apa yang anda lihat pada output (gambar yang dihasilkan).

Kamera dengan sensor yang lebih besar dapat menangkap cahaya yang lebih banyak—tambahan informasi lagi—yang menjelaskan mengapa kamera full-frame biasanya menangkap gambar yang lebih bagus kualitasnya dibandingan kamera crop. Jika dua kamera mempunyai jumlah photosite yang sama tapi dengan ukuran sensor yang berbeda, kamera yang mempunyai ukuran sensor yang lebih besar biasanya akan menghasilkan gambar yang lebih bagus.

Kinerja Kamera dalam Kondisi Pencahayaan Rendah

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, sensor yang lebih besar biasanya akan bekerja lebih baik dalam kondisi pencahayaan yang kurang dengan menggunakan ISO yang tinggi (jika unsur lainnya sudah sama). Jika anda memperbesar gambar untuk memotret obyek yang kecil (dan menggunakan aperture yang besar) maka anda sudah pasti akan lebih mudah untuk mengambil foto makro.

Sensor cahaya yang lebih besar akan menangkap lebih banyak cahaya sehingga noise pada foto anda akan lebih sedikit. Photosite pada sensor full-frame biasanya juga lebih besar sehingga setiap photosite dapat menerima cahaya yang lebih banyak. Cahaya yang lebih banyak akan mengurangi penggunaan pengaturan tambahan untuk membuat gambar yang bagus, yang artinya jumlah noise pada gambar anda juga akan ikut berkurang.

Pembesaran Jarak Fokus atau Jarak Penglihatan

Jika crop-sensor membuat gambar terlihat lebih besar and kita tahu bahwa fotografi makro berhubungan dengan foto jarak dekat, maka hal ini jelas menjadi sebuah keuntungan yang utama. Fotografer landscape biasanya lebih suka memakai kamera full frame karena anda akan mendapatkan jarak pandang yang luas dalam foto tersebut. Fotografer wildlife biasanya lebih memilih untuk menggunakan crop sensor karena anda akan mendapatkan foto yang lebih ‘sempit’ dari jarak fokus kamera anda.

d800 90mm
D800 dengan lensa 90mm f/2.8 yang diambil dengan f/8
d90 with 90mm lens
D90 dengan lensa 90mm f/2.8 dengan f/8

Disini saya memotret dengan jarak yang sama, dengan kamera yang saya pegang sendiri dan pengaturan yang kurang lebih sama. Anda dapat melihat bahwa kamera crop akan membuat gambar terlihat lebih ‘dekat’ dengan tanaman tersebut. Namun, menurut saya perbandingan antara ketajaman dan blur di D800 lebih baik.  Anda juga perlu mengetahui bahwa tanaman tersebut sedang ditiup angin saat kedua foto tersebut diambil sehingga keberuntungan lebih berpengaruh daripada pengaturan saat anda ingin mengambil foto yang fokus!

Depth of Field

Hal ini biasanya tergantung dengan keinginan anda. Aperture yang lebih lebar pada kamera full-frame menghasilkan latar blur yang lebih banyak daripada crop-sensor. Hal ini berkaitan dengan jarak fokus, aperture, dan jarak anda dengan subyek: semua hal yang dipengaruhi oleh sensor yang anda miliki. Jika anda menginginkan hasil yang berseni, dan ketajaman foto yang rendah maka anda perlu menggunakan kamera full-frame. Jika anda menginginkan hasil yang tajam dan fokus maka anda tidak memerlukan banyak pengaturan pada kamera crop sebanyak yang anda butuhkan pada kamera full-frame. Pada fotografi makro anda dapat mendapatkan kedua hasil tersebut tergantung dengan subyek anda dan selera pribadi anda.

Berat

Berat barangkali bukanlah hal yang paling dipertimbangkan, namun bagi saya hal ini cukup penting. Kamera full-frame mempunyai ukuran yang lebih besar dari kamera crop, dan biasanya lebih berat. Jika anda mengambil gambar makro dengan cara memegang kameranya sendiri seperti yang saya lakukan, maka anda akan mengetahui bagaimana susahnya menjaga agar kamera tetap stabil pada jarak fokus, apalagi jika anda melakukannya sambil berjongkok di tanah! Berat kamera dapat mempengaruhi kemampuan anda untuk memegangnya dengan benar dan saya pribadi merasa lebih gampang untuk mengatur dan memotret dengan cepat dengan memakai kamera D90 daripada D800.

Kecocokan Lensa

Anda dapat menggunakan lensa ‘full-frame’ pada kamera crop, namun hasil yang anda dapatkan akan terpotong dan terlihat seperti diperbesar. Namun, jika anda menggunakan lensa yang dibuat untuk crop sensor pada kamera full frame, anda akan mendapatkan efek vignette di bagian luar karena  hasil lensa tersebut tidak bisa memenuhi ruang yang tersisa. Foto tersebut masih bisa dipakai, hanya saja anda harus memotong foto tersebut setelah anda mengambilnya. Ini membuktikan bahwa anda harus mempertimbangkan lensa apa saja yang sudah anda punya dan apakah lensa tersebut akan cocok jika digunakan dengan kamera full-frame, atau apakah anda harus menukar lensa tersebut.

Kesimpulan

Anda dapat dengan mudah merasa bahwa ada yang kurang jika kamera yang anda miliki adalah kamera crop sensor dan bukan kamera full-frame. Namun, hal ini sangat tergantung dari tujuan anda menggunakan kamera tersebut dan bagaimana anda menggunakannya. Untuk fotografi makro, pertimbangkan hal-hal berikut ini:

  • Kamera crop-sensor membuat gambar terlihat lebih besar karena jarak pandangnya yang terbatas
  • Kamera full-frame biasanya mempunyai ISO yang lebih tinggi, yang berarti kamera tersebut akan bekerja lebih baik pada situasi dengan pencahayaan kurang.
  • Ketajaman gambar yang rendah lebih mudah didapatkan dengan kamera full-frame.
  • Kamera crop sensor lebih ringan, yang artinya kamera tersebut akan lebih mudah untuk diatur dan dijaga kestabilannya.
  • Lensa kamera yang dibuat untuk kamera crop tidak akan berfungsi sepenuhnya pada kamera full-frame.

Anda dapat mengambil foto makro yang bagus dengan kamera crop-sensor atau full-frame. Ukuran sensor kamera yang satu dengan yang lainnya tidak terlalu berbeda pengaruhnya dalam fotografi makro. Tetapi, sebelum anda mengambil keputusan untuk membeli kamera atau lensa baru, pertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari kamera tersebut dan buatlah keputusan yang berdasar. Jika memungkinkan, anda dapat meminjam kamera tersebut untuk dicoba terlebih dahulu. Anda dapat menguji beratnya dan melihat kualitas gambar yang akan anda dapatkan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.