Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Lens Selection

Ini Yang Harus Diperhatikan Ketika Kamu Membeli Lensa Fotografi

by
Read Time:11 minsLanguages:
This post is part of a series called Lenses.
Before You Buy a Better Camera, Buy Better Lenses

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Secara fundamental, lensa itu sangat sederhana: mereka mengambil cahaya dari sebuah scene dan melakukan fokus sehingga kamera dapat membuat sebuah gambar. Namun pada praktiknya, memilih lensa mana yang tepat ternyata sesuatu yang kompleks. Memilih lensa adalah salah satu pilihan paling ampuh yang dapat kamu buat sebagai seorang fotografer.

Dalam tutorial ini kita akan melihat apa yang membuat sebuah lensa fotografis yang bagus. Kamu akan belajar karakteristik apa yang mendefinisikan sebuah lensa yang bagus dan bagaimana memilih lensa yang cocok dengan kebutuhanmu. Tidak ada lensa yang sempurna, pada harga berapapun: bahkan lensa terbaik memiliki persoalan. Kuncinya adalah memilih lensa yang memaksimalkan karakteristik yang kamu inginkan dan meminimalkan karakteristik yang tidak kamu inginkan.

Apa Yang Terjadi Ketika Cahaya Memasuki Sebuah Lensa?

Lensa paling sederhana yang dapat digunakan untuk memproyeksikan sebuah gambar adalah sebuah lensa cembung. Ketika seberkas cahaya mengenai kaca lensa, cahaya tersebut dipantulkan, mengubah arah cahaya. Dengan sebuah lensa cembung, seluruh berkas cahaya akan berkumpul pada titik fokus lensa. Jarak antara kaca lensa dan titik fokus disebut panjang fokus (focal length) lensa tersebut. Walaupun penempatan posisi bidang film bervariasi antar pembuatnya, bidang film diletakkan pada titik fokus sehingga cahaya yang difokuskan dari lensa menciptakan sebuah proyeksi gambar scene berukuran kecil.

convex lensconvex lensconvex lens
Sebuah lensa cembung sederhana yang sempurna. Gambar: Dr Bob via WIkipedia

Sementara ini bagus secara teori, itu mengasumsikan sebuah lensa yang sempurna dan menghiraukan banyak sifat alami cahaya. Sebuah lensa cembung tidak akan menciptakan gambar yang memuaskan karena penyimpangan optik.

Penyimpangan optik disebabkan oleh dua hal: bentuk geometri lensa yang tidak sempurna dan perbedaan antara bagaimana cahaya dengan panjang gelombang (warna) yang berbeda melaluinya. Dalam sebuah lensa cembung sederhana, penyimpangan ini sangat mudah diamati. Bagaimana pun juga, dengan menambahkan elemen tambahan, tiap-tiapnya didesain untuk memperbaiki penyimpangan tertentu, pembuat lensa dapat meminimalkan efeknya.

Menambahkan elemen tambahan bukanlah sebuah perbaikan yang sempurna. Setiap kali cahaya dikirimkan dari satu lensa ke lensa lainnya akan terjadi sedikit kehilangan cahaya. Semakin banyak elemen di dalam sebuah lensa, semakin banyak cahaya dan informasi warna yang hilang selama proses pemindahan. Ada pengorbanan antara memperbaiki penyimpangan optik dan menyimpan informasi.

Simon Bray memiliki sebuah artikel luar biasa tentang dasar-dasar desain lensa, jika kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang bagaimana pembuatan lensa. Dua course dari Dave Bode, Pedoman Fotografer Untuk Cahaya dan Apa Yang Harus Diketahui Oleh Setiap Fotografer Tentang Lensa, berisi lebih dalam tentang bagaimana cahaya dan lensa berkerja.

Ketajaman Tepi ke Tepi, Penyimpangan Optik dan Elemen

Lensa modern didesain untuk melakukan dua hal: menciptakan proyeksi setajam mungkin sepanjang seluruh area gambar dan meminimalkan penyimpangan optik. Dibandingkan dengan lensa lama, mereka menggunakan elemen lensa yang lebih banyak, dan lebih kompleks.

Area fokus lensa tidak rata secara sempurna. Berdasarkan pada penyimpangan sferis itu sebenarnya memiliki lengkung halus. Sensor digital, pada hampir seluruh bagian, berbentuk rata. Ini berarti bahwa jika pusat gambar fokus dengan sempurna, tepinya tidak akan. Untuk mendapatkan ketajaman tepi ke tepi, banyak elemen berbeda yang perlu ditambahkan. Banyak lensa modern akan memiliki hingga sepuluh elemen. Sebagai contoh, lensa Sigma 50mm f/1.4 (yang dipuji secara luas untuk ketajamannya) memiliki 13 elemen.

canon 24-105 opticscanon 24-105 opticscanon 24-105 optics
Sepuluh elemen dalam lensa Canon 24-105 f/4. Gambar: Alessio Facchin via Wikipedia.

Tidak semua elemen dibuat secara sama. Lensa yang kompleks, seperti elemen asferis, ditambahkan untuk mengimbangi penyimpangan yang ada pada elemen sferis. Sangat mudah bagi pembuat lensa untuk terjebak dalam sebuah pola menambahkan lebih banyak elemen untuk memperbaiki masalah yang diciptakan oleh elemen sebelumnya!

Sementara tidak ada yang salah dengan jumlah elemen lensa yang tinggi, mereka mengurangi pemindahan cahaya dan warna, yang mempengaruhi hasil gambar.

Cara Menerjemahkan 3D dan Micro-Contrast

Lensa lama memiliki jauh lebih sedangkan elemen daripada lensa modern. Ini membuatnya lebih cenderung mengalami penyimpangan optik, pada umumnya, itu berarti mereka sering memiliki tepi yang sangat halus. Dengan kata lain, mereka dapat memiliki beberapa karakteristik yang sungguh-sungguh memuaskan. Tidak seperti resolusi atau ketajaman, karakteristik ini lebih sulit untuk diukur dalam sebuah chart.

Lensa dengan elemen yang lebih sedangkan umumnya lebih baik dalam menerjemahkan detail, sehingga gambar yang dihasilkan tampak lebih tiga dimensi. Tentu saja, semua detail sebenarnya diterjemahkan sebagai gambar dua dimensi, namun penampakan tiga dimensi bergantung pada detail halus yang hilang oleh koreksi yang berlebihan terhadap penyimpangan optik dan cahaya yang melalui terlalu banyak elemen. Sebuah lensa dengan hanya beberapa elemen menghasilkan gambar yang memiliki pemisahan yang lebih besar antara subyek background dan foreground dan penggambaran bentuk geometris yang lebih akurat. Karena elemen ditambahkan ke dalam sebuah lesna, efek tiga dimensinya menghilang. Ini adalah apa yang bertanggungjawab untuk penampakan rata dan klinis sebuah lensa modern. Fotografer asal Kana Yannick Khong memiliki artikel yang bagus yang menggali persoalan ini lebih dalam.

Micro-contrast adalah sejumlah kecil variasi tonal dan warna antara detail pada subyek. Itu adalah efek yang benar - benar halus namun itu yang seringkali menentukan bagusnya sebuah kaca—seperti Leica, Zeiss, Canon seri L, lensa format medium atau format besar—jauh dari lensa yang lebih murah. Micro-contrast adalah apa yang memberikan area dengan warna konsisten sebuah tekstur yang realistik dan akurat. Itu di sekitar detail awal yang hilang ketika cahaya melewati terlalu banyak elemen. Sementara itu tidak esensial untuk sebuah foto yang bagus, itu adalah salah satu hal yang menambahkan karakter ke dalam gambar. Sekali lagi, Yannick Khong telah menulis artikel yang detil.

Keputusan Yang Sulit

Jadi di satu sisi kita memiliki lensa modern dengan resolusi yang bagus, ketajaman tepi ke tepi, penyimpangan yang minimal dan banyak elemen. Di sisi lain, kita memiliki lensa yang lebih tua dengan lebih sedangkan elemen, lebih banyak penyimpangan, sudut yang lembut dan tiga dimensionalitas dan micro-contrast yang luar biasa (namun sulit untuk diukur). Lensa mana yang lebih bagus?

Seperti dengan banyak hal lainnya, jawabannya adalah: tergantung. Kaca modern lebih mahal. Kamu bisa mendapatkan lensa yang lebih tua dengan lebih sedikit elemen pada saat tawar menawar dalam toko barang bekas. Jika anggaran bukanlah faktor utamanya,pilihannya akan semakin sulit.

multi element portraitmulti element portraitmulti element portrait
Saya memotret foto portrait ini dengan Lensa Canon 85mm f/1.8. Hampir semua tiga dimensi datang dari depth of field.

Apa yang benar-benar berpengaruh adalah materi subjek yang sedang kamu kerjakan. Jika kamu memfoto portrait dengan aperture yang rendah, semua pemisahan background-foreground akan datang dari depth of field daripada efek lensa manapun. Kamu mungkin menyadari ada sedikit dua dimensi dalam detail wajah dan kehilangan variasi di dalam background yang blur, namun kamu akan baik - baik saja.

Jika, kamu seorang fotografer landscape, kamu ingin mendapatkan gambar tiga dimensi dan tekstur pada fotomu. Sepanjang kamu berkerja dengan apperture pendek, kehilangan ketajaman pada tepi harusnya tidak terlalu kelihatan.

Kamu membutuhkan untuk mengerjakannya sendiri dimana kebutuhanmu jatuh pada pada spektrum ini. Akan selalu ada pengorbanan, jadi kenali kualitas yang paling kamu inginkan dalam lensamu, dan kemudian pilih satu yang memilikinya.

Evaluasi Sebuah Lensa: Kriteria Seleksi dan Pertanyaan-Pertanyaan Esensial

Mari kita lalui seluruh kualitas dan poin untuk dipertimbangkan ketika mengevaluasi sebuah lensa. Saya telah memecahnya dalam empat bagian: kualitas teknis, kualitas estetis, konstruksi, dan perasaan.

Kualitas Teknis Lensa

Kualitas teknis adalah sebuah dasar permulaan yang bagus.

  • Fokus: Apakah lensa memiliki autofocus, dan jika begitu, jenis autofocus apa? Metode yang lebih baru biasanya lebih cepat dan tenang, namun tidak selalu. Mode fokus apa yang dijinkan lensa?
  • Focus breathing: Apakah focal length berubah secara dramatis tergantung pada dimana area yang sedang kamu fokuskan? Bagaimana ini akan berdampak pada gambar yang ingin saya ambil?
  • Penerjemahan warna: bagaimana lensa menerjemahkan warna? Apakah itu sangat akurat atau apakah itu menutup beberapa tonal?
  • Lens coating: Bagaimana elemen lensa tersebut disalut? Coating adalah sebuah metode yang efektif untuk meminimalkan penyimpangan kromatik namun mereka dapat secara negatif mempengaruhi transmisi cahaya. Jika kamu memotret hitam putih, semakin sedikit elemen yang disalut semakin baik. Untuk warna, kamu membutuhkan coating berlapis untuk menangani penyimpangan .
  • Coma: Bagaimana titik sumber cahaya diterjemahkan? Apakah lensa mengalami banyak penyimpangan komatis atau mereka tetap sebagai titik?
  • Distorsi:distorsi pada barel dan bantalan mempengaruhi garis lurus dalam gambar dan lensa wide angle lebih cenderung terdampak. Bagaimana tepi gambar terdistorsi oleh lensa? Apakah distorsi terlalu banyak bagimu?
  • Jatuhnya cahaya:bagaimana cahaya jatuh pada tepi gambar? Apakah terdapat vignette ataukah gambar terekspos secara merata?
  • Penggunaan dengan filter: Dapatkah kamu menggunakan lensa dengan ulir 77mm pada filter ataukah ukurannya tidak biasa dan membutuhkan adapter?
  • Flare dan ghosts: Bagaimana lensa bereaksi terhadap sumber cahaya di luar sumbu? Apakah sumber cahaya tersebut menyebabkan flare dan ghosting yang dramatis pada lensa? Apakah kamu menginginkan efek ini?
  • Corak warna lateral: Seberapa banyak lensa memperbaiki penyimpangan kromatik? Apakah semua gambarmu akan berakhir dengan corak warna atau itu hampir tidak kelihatan?
  • Fokus Macro dan jarak fokus minimum: Seberapa dekat lensa dapat fokus?
  • Ketajaman: Seberapa tajam lensa pada bukaan paling luas? Bagaimana tentang aperture tertajamnya? Apakah itu tajam dari sudut ke sudut atau hanya di bagian tengahnya saja? Apakah kamu bahkan perlu menangani gambar yang tajam?
  • Spherochromatism: Sama dengan corak warna lateral namun disebabkan oleh properti optik yang berbeda. Apakah itu akan menjadi masalah?
  • Sunstars: Bagaimana sumber cahaya yang terang tampak pada aperture yang kecil? Seberapa banyak pisau pada diafragma aperture? Itu adalah apa yang menentukan penampakan sunstars.

Kualitas Estetis Lensa

Sebuah lensa mungkin tidak sempurna secara teknis namun tetap memiliki karakter estetik yang membuatnya berharga.

  • Keluarga Lensa: Apakah lensa berdasarkan pada desain klasik? Ada banyak lensa yang tidak sempurna namun menarik secara estetika yang telah menjadi favorit. Mungkin fotografer tertentu menggunakan lensa ini dalam banyak karya terkenalnya?
  • Karakter Bokeh: Bagaimana bentuk bokeh pada aperture lebar? Apakah mereka menambah atau mengurangi jenis gambar yang ingin kamu buat? Apakah bentuknya tidak biasa atau menarik?
  • Microcontrast: Bagaimana lensa menerjemahkan perubahan kecil dalam warna? Apakah itu menyebabkan warna rata atau meninggalkan sebuah microcontrast?
  • Sifat 3D: Bagaimana lensa menerjemahkan obyek 3D? Apakah hal-hal tersebut dikompres sehingga tampak pada bidang yang sama atau terjaga keutuhannya?

Konstruksi Lensa

Housing lensa hampir sama pentingnya dengan lensa itu sendiri.

  • Material: Dibuat dari apa lensa tersebut? Lensa logam lebih berat namun lensa plastik lebih murah. Apakah kamu membutuhkan lensa yang tangguh?
  • Focal length: Berapa focal length lensa tersebut? Apakah ini focal length yang kamu inginkan?
  • Sudut pandang: Berapa focal length lensa yang disesuaikan jika kamu menggunakan sesuatu selain kamera 35mm/full-frame? Apakah itu terlalu lebar atau terlalu sempit?
  • Rasio reproduksi maksimum: Untuk foto macro, berapa rasio antara ukuran subyek dengan ukurannya pada posisi center di kamera?
  • Hard infinity focus stop: Apakah lensa berhenti fokus pada area infinity optik atau dapatkah kamu fokus melewati itu? Apakah kamu perlu untuk dapat melakukan fokus dengan cepat ke infinity atau dapatkah kamu mengikuti dengan mata saat kamu berkerja? Apakah kamu akan berkerja dalam berbagai jenis kondisi lingkungan dimana infinity optikal terasa akan berubah?
  • Skala fokus: Seberapa kecil peningkatan fokus? Jika kamu akan melakukan banyak fokus secara manual, semakin kecil semakin baik.
  • Skala Depth-of-Field: banyak lensa tua dengan fokus manual memiliki tanda pada barelnya untuk membantumu melakukan fokus hyperfocal.
  • Benang filter: Berapa ukuran benang filter? Apakah itu biasa? Apakah kamu memiliki filter yang cocok? Apakah terbuat dari logam atau plastik?
  • Mount: Bagaimana lensa terpasang pada kamera, dan apakah itu cocok dengan kameramu? Apakah tipe mount plastik atau logam? Seberapa jauh ulirnya masuk ke dalam body?
  • Ukuran: seberapa besar ukuran lensa? Kamu harus membawanya. Beberapa pembuat lensa seperti Sigma dan Sony membuat lensa ukuran besar sementara yang lainnya, seperti Leica dan Voigtlander, membuat lensa yang lebih kecil.
  • Bobot: Seberapa berat lensanya? Lagi, kamu harus membawa dan berkerja dengannya.
  • Tutup: Bagaimana tutup lensa terpasang? Apakah mudah untuk dilepas? Apakah itu mudah terjatuh?
  • Hood: Apakah lensa terdapat hood untuk melindunginya dari flare?
  • Wadah: Apakah lensa memiliki sebuah wadah? Apakah itu mampu melindungi lensa?

Rasa Lensa

Pengukuran terakhir ini benar - benar subyektif. Bagaimana rasanya lensa tersebut ketika kamu menggunakannya? Apakah itu seimbang dengan kameramu? Apakah cincin aperture dan kendali fokus bergerak dengan lancar? Apakah itu sebuah lensa portrait yang gemuk, bagus untuk berkerja dengan lambat? Atau apakah itu lensa pancake yang kecil, sempurna untuk fotografi jalanan? Rasa akan lensa, dalam beberapa hal, merupakan karakteristik paling penting. Kamu dapat membaca review internet sepanjang hari tentang lensa yang 'sempurna' namun lensa di tanganmulah yang akan kamu gunakan dalam dunia yang nyata. Itu harus terasa enak.

Kesimpulan

Dalam tutorial ini saya telah melihat apa yang menjadikan sebuah lensa yang bagus, atau lebih tepatnya, karakteristik apa yang dapat digunakan untuk menjelaskan sebuah lensa yang bagus. Apakah kamu memprioritaskan ketajaman tepi ke tepi dan resolusi dibandingkan kemampuan tiga dimensi dan micro-contrast itu tergantung kamu. Tentunya lensa modern dengan banyak elemen memiliki sebuah tempat, sama halnya seperti lensa tua yang lebih sederhana.

Terakhir, layak untuk dicatat bahwa saya telah secara diam-diam memfokuskan pada lensa prime. Hampir tidak mungkin untuk memiliki sebuah lensa zoom yang berfungsi hanya dengan beberapa elemen. Untuk lensa zoom, kamu akan selalu bersandar pada gambar yang lebih rata.


Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.