Unlimited After Effects and Premiere Pro templates, stock video, royalty free music tracks & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Production
Photography

Cara Pembuatannya: Ikuti Produksi Kursus Tuts+ dari Awal hingga Akhir

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Imam Firmansyah (you can also view the original English article)

Dalam tutorial ini, Kita menuju belakang layar tentang bagaimana kursus di Envato Tuts+ datang dan membawa Anda dari awal hingga akhir pada tahap produksi. Anda akan belajar cara kami membuat video, ditambag beberapa pelajaran penting dari alur kerja kami yang dapat Anda terapkan pada setiap produksi video. Mungkin memberi Anda ide tentang cara mengelola proyek kreatif Anda sendiri atau bahkan cara mengelola tim secara remote / jarak jauh. Teruskan membaca untuk melihat bagaimana hal itu terjadi!

Online video lessons illustration

Tiga Kunci untuk Produksi Video dalam Tim yang Terdistribusi

Anda mungkin sudah tahu bahwa Envato Tuts+ memiliki video kursus untuk semua jenis pekerjaan kreatif, termasuk pemrograman, fotografi dan produksi video, audio, tetapi apakah Anda tahu bahwa tim Tuts+ sepenuhnya bekerja secara remote? Produksi video pada saat-saat terbaik memanglah rumit, tetapi bekerja dengan orang diseluruh dunia menambahkan beberapa tantangan yang unik. Setelah memproduksi video tentu saja 104.813 menit (itu 72,79 hari video, dan terus bertambah) Kami telah mengembangkan beberapa sistem yang kuat tetapi fleksibel untuk membantu membuat pekerjaan Kami terwujud.

Dasar dari sistem produksi kami adalah kolaborasi tidak sinkron (artinya tidak semua orang bekerja pada waktu yang sama), tenggat waktu yang fleksibel, banyaknya otonomi, pedoman gaya yang jelas, masing-masing etos kerja, banyak dukungan, dan komitmen yang mendalam untuk terus belajar.

Proyek video kami terwujud melalui empat tahap: awal, perencanaan, tindakan, dan penghentian. Saya telah memecahkan tutorial ke dalam bagian ini juga.

Namun, sebelum kita membahasnya, mari kita bahas sedikit latar belakang di Tuts+ dan lihat tiga hal penting yang Anda perlukan untuk membuat produksi video yang bagus sebagai tim yang terdistribusi:

Pengajaran Tim yang Terdistribusi

Foto dan Video editor Tuts+, Jackson Couse, yang terletak di Ottawa, Kanada. Ada editor Tuts+ untuk masing-masing bagian, dan mereka tersebar di Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat. Kami juga memiliki produser di Vancouver, Kanada dan asisten produksi di Thailand. Media Sosial, customer support, dan tim developer berada di kantor pusat Envato di Melbourne, Australia.

Instruktur seperti saya ada di seluruh dunia. Bagi banyak instruktur, mengajar melalui Tuts+ adalah perluasan yang wajar dari praktik kreatif mereka dan cara yang bermanfaat untuk berbagi hal-hal yang telah mereka pelajari. Kami datang dari semua lapisan masyarakat, dan memiliki semua jenis pengalaman, minat, dan kemampuan. Salah satu hal yang kami bagikan adalah semangat untuk mengajar. Membuat kursus adalah cara yang bagus untuk menjangkau, tumbuh, dan terhubung dengan komunitas orang-orang yang penuh gairah.

Koordinasi kelompok yang beragam dan terdistribusi sangatlah sulit. Dengan orang-orang di seluruh dunia, semua menarik ke arah yang berbeda, hal-hal tersebut dapat dengan mudah menjadi serba salah. Rasa berbagi adalah salah satu tujuan dan unsur paling penting untuk bekerja dengan sukses dengan tim yang terdistribusi.

Jika Anda memiliki motivasi untuk diri sendiri dan disiplin, bekerja secara remote adalah hal yang hebat. Jika Anda membutuhkan motivasi eksternal untuk terus berjalan (dan yang tidak melakukannya), itu bisa menjadi rumit. Dengan produksi terdistribusi tidak ada "hadir untuk bekerja," tidak ada gelandangan di kursi, tidak adanya jam kerja secara umum seperti Jam 9 - Jam 5 sore. Setiap orang memulai dengan niat terbaik, tetapi mengajar itu sulit dan Anda dapat dengan cepat kehilangan fokus. Ganggunan jangka pendek dapat menyebabkan produktifitas Anda untuk keluar dari jalur yang seharusnya. Begitu banyak hal bisa menjadi salah! Hal ini bisa sangat membuat frustrasi dan tidak nyaman, bahkan sedikit berlebihan, bagi para instruktur baru. Tim Anda tidak akan pernah benar-benar berada pada halaman yang sama dengan cara tim lokal yang banyak bicara. Anda tidak bisa hanya duduk untuk membicarakan seperti halnya Anda bisa bertatap muka.

Ada baiknya untuk diingat bahwa pendidikan secara online dan pekerjaan secara remote masih merupakan praktik yang masih baru. Tidak ada panduan baku untuk hal ini, dan ini masih jauh dari sempurna.

Hal ini tidak akan menjadi sempurna

Hal tersebut membawa Kita ke kunci pertama yaitu kesabaran. Pahamilah bahwa tidak ada yang memiliki semua jawaban, dan itu, sejujurnya, Kami pada dasarnya membuat ini sebaik yang kami bisa saat kami menjalankannya. Sangat penting bahwa semua orang di tim Anda tahu bahwa ini tidak menjadi masalah.

Banyak kekuatan yang bertindak secara bersama-sama untuk membuat kursus menjadi sukses berada di luar kendali Anda. Anda dapat mendorong hal-hal ke arah yang benar dengan kampanye di media sosial secara cerdas, optimisasi yang baik melalui search engine, banyak riset pasar di tempat pertama, dan seterusnya, tetapi ketika tiba saatnya untuk membuat kursus yang baik tidak menjamin bisa menjamin jumlah pemirsa pada video Anda. Sebagian besar video online jelas tidak viral. Terlebih lagi, cara kerja internet atau apa yang diinginkan audiens dapat (dan memang) bergeser cukup radikal, seolah-olah terjadi begitu saja.

Jadi kunci kedua adalah Memaafkan. Jika kursus tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, ambillah pandangan panjang. Semua orang di tim kami sedang mempelajari cara membuat kursus, editor, dan staf. Maafkan diri sendiri karena tidak membuat kursus yang sempurna saat ini dan yang berikutnya akan menjadi lebih baik untuk itu.

Kunci ketiga adalah Kepercayaan. Berikan semua orang, termasuk diri Anda sendiri, ruang untuk bereksperimen dan membuat kesalahan. Milikilah keyakinan bahwa orang-orang yang bekerja dengan Anda akan melakukan yang terbaik. Jika Anda belum mempercayai mereka, carilah cara untuk membuatnya. Tidak ada yang bekerja lebih baik daripada bekerja bersama-sama. Sebuah tim terdistribusi dapat menjadi kuat dan tangguh, fleksibel dan menarik. Itu semua dimulai dengan kesabaran, saling memaafkan, dan kepercayaan.

coming up with an idea illustration

Tahap Satu: Sebuah Idea Lahir

Bagaimana ide menjadi sebuah kursus?

Hubungan antara instruktur Tuts+ dan editor sangat kolaboratif. Tuts+ didorong secara editorial, dan berfungsi seperti banyaknya penerbit pendidikan lainnya, tetapi memberi banyak ruang bagi instruktur untuk menjelajahi minat mereka.

Aliran Ruang

Editor saya mengelola Trello board yang digunakan tim kami untuk berkolaborasi. Trello didasarkan pada sistem Kanban Jepang di mana "kartu" mewakili setiap proyek (tutorial atau kursus). Sebuah kartu berada pada tackboard virtual dan ketika sebuah proyek berkembang kita pindahkan kartu antara daftar untuk melacak kemajuan. Pada waktu tertentu, tim kami menjalankan banyak, banyak proyek secara paralel dan papan Trello memfasilitasi ini.

Tuts Photo Video Section Trello Board
Tim Tuts+ foto dan Video sangat bergantung pada Trello, fasilitas manajemen proyek yang dibangun dengan kartu. Saat proyek berlangsung, Kami memindahkan kartu di papan ke dalam daftar yang mengingatkan kita pada tahap apa sebuah proyek berada.

Pitching

Kadang-kadang saya melempar Jackson pada ide yang terinspirasi oleh sesuatu yang saya kerjakan di luar Tuts+. Terkadang sebuah ide muncul dalam proses menyelesaikan proyek Tuts+. Di lain waktu, Jackson akan mendekati saya dengan ide untuk kursus yang akan memenuhi kebutuhan editorial atau mengisi kekurangan yang ada. Pada akhirnya, Kami mencari untuk membantu orang mempelajari hal-hal yang mereka butuhkan untuk menemukan kesuksesan dalam perjalanan mereka sebagai fotografer dan siswa.

Setiap ide untuk kursus dimulai sebagai pitch pada papan Trello. Saya akan menyiapkan kartu dan melempar Jackson ke arah yang saya pikirkan. Saya menyertakan sebuah pengait (pada dasarnya sedikit cerita tentang mengapa kursus itu penting), untuk siapa kursus tersebut, apa yang akan dibahas, dan konteks lain yang dapat saya pikirkan yang mungkin penting. Kami bertukar beberapa pesan dan kemudian, jika sepertinya ide itu menjanjikan, saya membuat garis besar secara informal. Pada titik ini, Jackson akan memberikan lampu hijau untuk terus mengerjakan proyek atau menawarkan beberapa pengalihan pada gagasan awal.

Moving Cards in Trello
Trello didasarkan pada sistem kartu yang bergerak di antara daftar. Daftar pada sistem kami diberi label seperti "Pitches", "Assigned", "Submitted", "Deadlined", dan "Published." Saat artikel berlangsung, Kami memindahkan kartu dari kiri ke kanan di antara daftar untuk melacaknya.

Jika Anda belum memeriksa Trello, saya sangat merekomendasikannya. Ini memiliki kegunaan yang jelas untuk programmer atau manajer proyek tetapi dapat disesuaikan dengan situasi di mana pentingnya melacak kemajuan.

Hal favorit saya tentang Trello board adalah semua produksi Kami menjadi sangat terbuka! Saya menemukan diri saya menghabiskan berjam-jam browsing pada Trello board, membaca tentang apa yang orang lain kerjakan, bahkan ketika saya tidak terlibat. Terlihat rapi saat rekan-rekan saya bekerja melalui proses dengan cara mereka sendiri.

Planning a course illustration

Tahap Dua: Membangun fondasi

Perencanaan adalah bagian terbesar dan paling penting dari pembuatan kursus apa pun. Kami mencari kursus di setiap tahap untuk memastikan program tersebut layak untuk diproduksi dan memenuhi kebutuhan khusus dalam rencana editorial.

Setelah kami menyepakati sketsa kasar dari ide pelajaran, Saya mulai menulis garis besar yang lebih menyeluruh dan membuat rencana kursus terperinci untuk dibagikan dengan Jackson.

Sementara itu, Jackson membuat proyek di Basecamp untuk kursus yang potensial. Basecamp, seperti Trello, merupakan fasilitas untuk manajemen proyek. Sementara Trello adalah fasilitas untuk manajemen "tingkat tinggi" yang hebat untuk segala sesuatu yang terjadi dalam Tuts+, Basecamp memungkinkan kami menyelami lebih dalam disetiap kursus. Memecahkan hal-hal seperti ini membantu menjaga Trello tetap rapi.

Basecamp Overview of course projects
Trello digunakan untuk mengelola semuanya, mulai dari tutorial hingga kursus, tetapi kami menggunakan Basecamp untuk manajemen terperinci dari kursus yang kami hasilkan.

Selama proses penulisan, saya akan sering berputar balik dengan Jackson tentang keputusan yang Saya buat tentang kursus. Jackson memberikan wawasan yang tak ternilai tentang arahan; kekuatannya adalah mengendalikan situasi dan mendelegasikan bagian kreatif dari proses.

Jackson akan memberi lampu hijau pada kursus setelah kami menyetujui pengirimannya. Pada titik ini, kita tahu dengan pasti apa produk yang akan jadi dan apa yang akan terkandung di dalamnya. Tuts+ memiliki berbagai macam panjang kursus, seperti 60-90 menit panjang fitur produksi, 45 menit produksi yang kita sebut "kursus pendek," dan pelajaran singkat 10-12 menit yang disebut "Coffee Break Course." Produksi terbaru Saya mengikuti format Coffee Break Course ini.

Pengujian dan Peningkatan Berkelanjutan

Sementara Kami mengembangkan garis besar, Kami juga bekerja pada ide-ide pengajaran baru atau masalah yang Kami identifikasi dari kursus sebelumnya. Ini bisa mengubah bagian dari pengaturan audio atau mengambil saran tentang bagaimana menyusun pelajaran.

Proses kami adalah berulang-ulang; setiap kursus yang kami hasilkan meningkat dari pada sebelumnya. Saya membuat catatan tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak, dan membaginya dengan tim Saya untuk mendapatkan pengalaman dari mereka. Bagi saya, hal yang paling penting adalah menyajikan materi dengan cara membuat pemirsa merasa percaya diri tentang apa yang dia pelajari.

Cara Menulis Pelajaran

Semua kursus yang bagus dimulai dengan tulisan yang baik. Potongan Kursus Tuts+ pertama Saya, tutorial tertulis, diterbitkan lima tahun lalu, pada bulan April 2011. Kursus pertama saya diterbitkan pada akhir 2013. Saya telah benar-benar meningkatkan kerja Saya dalam dua tahun terakhir dan secara bertahap beralih ke menghasilkan lebih banyak program. Dibutuhkan latihan untuk merasa nyaman dengan rekaman, untuk mendapatkan belajar perencanaan yang baik, dan untuk belajar bagaimana mengedit semuanya. Perlu waktu untuk mempelajari cara menangani peralatan juga. Memulai dengan tutorial tertulis masuk akal jika Anda ingin mulai mengajar tetapi tidak siap untuk melompat ke dalam video yang mendalam.

Setelah menerima lampu hijau pada rencana kursus, saatnya untuk mulai menulis pelajaran kursus! Saya membuat naskah tertulis untuk setiap pelajaran individual. Saya tidak menggabungkannya dengan skrip ini apa pun caranya; itu hanya memungkinkan saya untuk menyempurnakan ide-ide yang akan disajikan. Saya mencoba untuk benar-benar sadar pada tahap ini tentang siapa audiensinya dan apa yang sudah mereka ketahui tentang aplikasi tersebut.

Kursus terdiri dari pelajaran, dan pelajaran terdiri dari sub-tujuan. Ketika saya menulis pelajaran, saya memiliki tujuan yang jelas dalam pikiran untuk apa yang harus didapatkan oleh pemirsa. Pelajaran yang baik adalah seperti resep: satu set bahan yang konsisten akan menghasilkan hasil yang baik untuk si juru masak!

Saya menulis naskah untuk pelajaran saya di Evernote, aplikasi notebook digital lintas platform. Ini bagus untuk menangkap ide dan menempelkannya ke dalam pencarian yang saya temukan online. Anda bisa dengan mudah menggunakan Microsoft Word atau fasilitas online seperti Draft. Sebagian besar tulisan saya dilakukan di meja saya di rumah, tetapi saya akan menulis di kedai kopi untuk menambah variasi dan inspirasi. Untuk seri terakhir "Coffee Break Courses", kami memproduksi enam kursus singkat secara paralel. Masing-masing memiliki catatan tersendiri di Evernote.

Evernote Screenshot courses in production
Saya menulis naskah untuk program saya menggunakan Evernote untuk Mac. Ketika saya selesai dengan pelajaran, saya akan membuka Evernote untuk iPad dan menggunakannya sebagai teleprompter untuk pelajaran saya.

Sebagian besar waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan suatu kursus adalah dalam tahap penulisan. Tergantung pada panjangnya kursus, menulis pelajaran bisa memakan waktu dua hingga tiga minggu. Saya juga menyimpan beberapa hari untuk mengedit naskah saya.

Ketika mengedit tulisan, saya membaca pelajaran dengan keras dan memastikannya masuk akal sebagai audio kata yang diucapkan. Beberapa orang suka membaca pelajaran dengan keras bersama penonton. Ini disebut "baca tabel", dan itu cara yang bagus untuk memastikan penyampaian Anda terdengar benar dan naskah Anda mengalir dengan baik.

Cara Mengatur Diri Anda untuk Produksi

Control Sheet for course production
Untuk setiap kursus, saya membuat apa yang saya sebut "lembar kontrol" untuk mengelola produksi kursus. Setiap baris pada lembaran ini sesuai dengan pelajaran dalam kursus saya. Saya perhatikan ketika saya selesai menulis, merekam, dan mengedit setiap pelajaran. Saya juga memperhatikan durasi dari setiap pelajaran untuk membuat saya tetap pada jalur untuk durasi kursus terakhir.

Pada tahap ini saya juga mulai menetapkan sasaran untuk produksi kursus menggunakan aplikasi Numbers untuk Mac, aplikasi spreadsheet yang berfungsi dengan baik untuk melacak proyek. Saya menyebutnya "lembar kontrol", dan itu membantu saya melacak kemajuan saya pada setiap pelajaran. Semua pelajaran harus ditulis, direkam, diedit, dan diserahkan, dan melacak setiap tahap dalam lembar kontrol membuat semuanya tetap masuk akal.

Video recording illustration

Tahap Ketiga: Merekam dan Mengedit Pelajaran

Waktunya beraksi! Setelah saya selesai menulis dan mengedit pelajaran saatnya untuk mulai merekam screencasts.

Kursus Saya adalah serangkaian video screencast. Screencasts adalah rekaman yang menampilkan layar komputer, dengan audio pengantar suara yang menceritakan prosesnya. Mereka adalah cara mengajar yang fantastis karena mereka memberi Anda pandangan "terhadap aktifitas dan tindakan agar tetap mengikuti instruksi yang telah di tentukan" dari seorang ahli yang mempraktekkan keahliannya. Sebagian besar kursus di Tuts+ adalah screencasts, tetapi Kami juga membuat beberapa kursus di kamera. Di depan Kamera sangat bagus untuk topik yang memerlukan demonstrasi fisik, seperti cara mengambil gambar di luar ruangan atau cara menerbangkan drone, misalnya.

Pengaturan Screencast yang Sederhana

Saya adalah pengguna Mac, dan ScreenFlow untuk Mac adalah perangkat lunak pilihan saya untuk merekam (Camtasia adalah pilihan yang baik untuk orang-orang pengguna PC). Ini adalah bagian khusus dari perekaman video dan perangkat lunak pengeditan untuk screencast. Perangkat lunak ini cukup ringan dan melewatkan banyak fitur canggih dari paket video editing penuh seperti Final Cut atau Avid.

Screen Flow Interface
Screenflow adalah kombinasi perekam layar dan editor screencast Segera setelah saya selesai merekam, file ini tersedia untuk diedit dalam aplikasi. Perangkat lunak ini memiliki fitur yang berguna untuk menggabungkan keterangan dan fasilitas visualisasi lainnya yang mudah untuk ditambahkan

Semua screencasts saya direkam di rumah, di studio penyimpanan sementara saya. Saya memiliki meja kecil yang saya simpan di ruang itu khusus untuk merekam screencasts. Pakaian yang tergantung di lemari akan meredam gema dan berkontribusi pada audio yang berkualitas tinggi. Ini tidak semewah studio, tapi itu berhasil!

Saya memposisikan mikrofon USB Blue Yeti saya tepat di depan wajah saya dan menggunakan pop filter untuk meredam setiap suara "pop" vokal. Ketika saya merekam, saya memakai headphone: ini memungkinkan saya mendengar suara yang tidak diinginkan yang dapat merusak pelajaran. Rob Maysez memiliki serangkaian tutorial hebat tentang memilih peralatan untuk home recording, merawat ruangan Anda, teknik mik, dan cara memproses dan mengkompres rekaman audio Anda.

Closet Studio setup
Di antara pakaian berkerut dan beberapa panel perawatan suara dasar, Anda akan menemukan meja kecil tempat saya merekam semua screencasts Tuts+ saya. Bliki Kecil mendorong kualitas tinggi, membuat audio menjadi rendah gema .

Sangat membantu untuk memiliki daftar hal-hal yang akan dijalankan sebelum setiap sesi rekaman untuk menjaga konten tetap konsisten dan menghindari salah langkah. Daftar saya meliputi beberapa komponen ini:

  • Matikan semua notifikasi di semua perangkat di kamarku
  • Mengatur resolusi MacBook saya ke 1280x800
  • Buka naskah Saya di Evernote untuk iPad, yang disinkronkan ke akun Evernote saya dan saya gunakan saat merekam
  • Periksa level audio saya menggunakan headphone yang terhubung langsung ke mikrofon

Suara yang Baik Melewati Proses yang Panjang

Kualitas rekaman audio Anda adalah salah satu hal pertama, jika bukan yang pertama, itulah yang mempengaruhi kesan calon siswa dari kualitas program studi Anda. Percaya atau tidak, produksi berkualitas tinggi dapat dilakukan di rumah dengan peralatan yang mungkin sudah Anda miliki. Banyak yang mengatakan, berinvestasi dalam audio pasti sepadan.

Memiliki orang lain yang mendengarkan untuk menguji rekaman Anda sangat penting. Sebaiknya seseorang yang memiliki telinga yang bagus, seperti produser TV atau radio, atau musisi. Mereka pasti akan mendengar hal-hal yang tidak Anda ketahui. Tiffany Brown-Olsen, in-house produser di tim Tuts+, adalah aset yang luar biasa bagi para instruktur. Dia membantu Saya merombak pengaturan saya sendiri dan membuat beberapa saran berharga untuk posisi mikrofon.

Kursus screencast memiliki banyak kesamaan dengan radio karena aman untuk menganggap perhatian audiens agak terbagi. Saya suka berpikir bahwa Anda masih bisa belajar dari pelajaran saya dengan mata tertutup. Coba juga dengarkan rekaman Anda di perangkat yang berbeda. Bagaimana hasil rekaman terdengar pada speaker komputer yang lemah? Pada headphone? Dari smartphone Anda?

Masalah Audio pada Umumnya yang Harus Dihindari

Berikut adalah beberapa hal dalam produksi audio yang harus diperhatikan saat merekam pelajaran Anda, dan beberapa pengamatan sederhana untuk meminimalkan dampaknya:

  • Plosif: Pernah mendengar efek meletup dalam rekaman Anda? Jika demikian, Anda telah mengalami plosif! Ini adalah hasil dari "efek kedekatan", yang merupakan suatu persamaan dari cara kerja mikrofon, dan biasanya dapat didengar dalam kata-kata dengan bunyi "p" yang kuat di dalamnya. Solusi terbaik adalah menggunakan pop filter. Anda juga dapat melatih diri untuk mendorong lebih sedikit udara saat membuat suara-suara ini.
  • Sibilance: Sibilance adalah suara mendesis yang terlihat dengan kata-kata yang berakhiran "-s." Tentunya, tidak mungkin untuk menghindari semua kata yang diakhiri dengan huruf tertentu. Jika Anda menemukan Anda memiliki suara yang sibilan, pertama-tama cobalah mengubah penempatan mic Anda. Memakai headphone akan membantu Anda memantau masalah ini dengan sangat akurat. Filter de-essing pada beberapa aplikasi akan mengurangi efeknya. Jika tidak ada yang berfungsi, carilah mikrofon baru yang berfungsi lebih baik untuk suara Anda.
  • Kliping: Kliping adalah hasil negatif dari menjaga tingkat rekaman audio Anda terlalu tinggi Ketika audio terpotong, sinyalnya terlalu kuat untuk menangkap data apa pun. Solusinya adalah mengurangi tingkat perekaman mikrofon Anda. Ini dikelola baik dengan tombol penyetel fisik pada mikrofon, atau melalui perangkat lunak perekaman. Biasanya ditandai dengan tanda peringatan merah pada level atau bentuk gelombang audio dalam perangkat lunak Anda.
  • Kebisingan lingkungan: Bahaya terbesar saat merekam adalah memiliki beberapa suara di lingkungan Anda yang mengganggu bagi penonton. Saya telah merusak banyak rekaman dengan lupa mematikan kipas di kamar Saya atau membiarkan audio ponsel saya hidup. Suara lingkungan juga bisa jadi tetangga yang berisik atau jalanan yang sibuk dalam jangkauan mikrofon Anda. Jika memungkinkan, jagalah jarak Anda.

Kinerja

Proses perekaman adalah tantangan! Ketika Anda menyeimbangkan dalam memegang naskah, mengendalikan mouse, dan mencoba berbicara secara profesional, Anda pasti akan melakukan kesalahan. Tetaplah tenang. Ketika Saya salah bicara dengan cara apa pun, Saya akan berhenti selama beberapa detik dan kemudian langsung melompat kembali ke rekaman tanpa merusak aliran. Penghentian tersebut akan diperbaiki dalam tahap pengeditan dan dicampur dengan cara yang terdengar profesional.

Kuncinya disini adalah bahwa tidak perlu setup yang canggih untuk merekam materi yang baik. Laptop dengan tingkat konsumen dan mikrofon USB dasar dengan beberapa perawatan suara lebih dari cukup untuk produk berkualitas tinggi. Di luar batas minimum teknis tertentu, yang penting adalah bagaimana Anda menghubungkan dan mengirimkan materi.

Cara Mengedit Pelajaran

Setelah rekaman selesai, saatnya untuk beralih ke tahap pengeditan. Saya biasanya mengambil cuti beberapa hari setelah menyelesaikan proses rekaman dan kemudian kembali berkecimpung dengan proyek. Memiliki pengelihatan yang segar benar-benar dapat meningkatkan hasil dari screencast.

Tahap pengeditan adalah bagian koreksi dan peningkatan yang sama. Koreksinya hanya untuk memotong duplikat audio, titik-titik di mana Anda telah memulai kembali naskah setelah membuat kesalahan, masalah audio, dan sebagainya.

Produk akhir akan terdengar halus, tetapi file aslinya jauh dari itu. Screencast mentah membutuhkan banyak pemotongan, pemangkasan, dan pengeditan agar terdengar profesional. Timeline akhir berisi lusinan pemangkasan dimana saya telah menyatukan bagian-bagian terbaik dari audio dan menciptakan kontinuitas. Jika Saya melewatkan sesuatu yang penting atau merasa tidak jelas, Saya mungkin akan kembali dan merekam ulang pelajaran. Intinya adalah kita semua manusia, dan tahap penyuntingan adalah bagian dari proses.

Kadang-kadang, saya mengalihkan pengeditan screencasts ke orang lain karena itu bisa sangat menyita waktu. Saya akhirnya menemukan bahwa Saya menikmati proses pengeditan dan lebih suka melakukannya sendiri sebagai ukuran kontrol kualitas.

Keterangan dan Judul

Tergantung pada materi, Saya mungkin juga menambahkan beberapa keterangan ke video Saya, yang membantu memfokuskan perhatian pemirsa pada bagian tertentu dari layar.

Callouts in Screencast
Dalam video ini, Saya menggunakan info untuk menarik perhatian pada panel "Koleksi". Keterangan di Screenflow dapat meredupkan latar belakang dan membawa perhatian pemirsa ke elemen pada layar tertentu.

Akhirnya, Saya akan membuat slide yang masuk ke dalam video. Ini adalah slide judul yang bertindak sebagai perkenalan, atau slide tambahan yang menjelaskan konsep.

Keynote Slides Finished
Paket instruktur Tuts+ menyertakan slide template untuk PowerPoint dan Keynote. Saya akan membuat slide intro untuk setiap pelajaran dan memasukkannya ke dalam video.

Sepanjang seluruh proses rekaman, saya menandai kemajuan Saya pada bilangan dilembar kontrol.

Video Secara Live (Langsung) Memberikan Sentuhan Pribadi pada Kursus 

Biasanya, kursus Saya termasuk pengantar video secara live. Live Video membantu pemirsa kami terhubung dengan instruktur dan memasang wajah dengan nama. Ini bisa sedikit mengintimidasi untuk muncul dikamera jika itu adalah sesuatu yang tidak biasa Anda lakukan.

Tuts+ memiliki gaya video yang hidup dan santai, namun bergaya profesional. Untuk rangkaian Coffee Break Courses baru-baru ini, Saya menyewa sebuah kamar di kedai kopi lokal sebagai latar belakang yang sederhana. Saya menyewa seorang teman untuk merekam dan memotong video bersama, meskipun terkadang Saya merekam video secara langsung. DSLR dan mikrofon eksternal (apakah itu mic pada kerah atau mic-boom) cukup untuk menghasilkan video berkualitas tinggi.

Recording an intro in a coffee shop
Latar belakang yang sederhana dan bersih adalah yang terbaik untuk video online.

Secara konsisten menghasilkan gambar dan suara yang bagus itu rumit, terutama jika Anda tidak memiliki area khusus untuk itu. Sulit untuk berdiri di depan dan di belakang kamera pada saat bersamaan! Saya menyarankan agar Anda tidak melakukannya sendiri, dan jika Anda akan memasukkan video on-camera pastikan Anda memasukkan waktu dan investasi pembelajaran untuk melakukannya dengan baik. Ini benar-benar dapat membuahkan hasil: intro video adalah hal pertama yang akan dilihat oleh calon siswa Anda.

Sebaiknya rekam video secara langsung setelah semua screencasts selesai, terutama jika video secara langsung merupakan perkenalan atau kesimpulan. Dengan begitu Anda akan tahu pasti bagaimana cara memperkenalkan konten yang Anda ajarkan.

Tahap Empat: Pengiriman, Publikasi, dan Meninjau

Setelah semua pengeditan selesai, Saya akan mengirim video yang diekspor ke Jackson untuk ditinjau. Kami menggunakan Dropbox share untuk berbagi. Saya hanya mengekspor video yang sudah selesai sebagai file MP4, mengunggah, dan menempatkan catatan kursus yang sudah selesai dan file-file terkait dengan mereka.

Meninjau

Jackson mengambil file-file tersebut dan menjalankannya melalui sejumlah pemeriksaan untuk menemukan gangguan, frame yang turun, masalah audio, dan sebagainya. Dia memperhatikan semua pelajaran, dan jika ada yang perlu diperbaiki, dia memberi tahu Saya.

Jika semuanya terlihat bagus, maka Richard, asisten produksi, mulai bekerja. Dia menormalkan kembali kenyaringan audio ke -16 LUFS, mengompresi video, dan mengunggah semuanya ke sistem manajemen konten Tuts+. Richard menjadwalkan kursus tersebut untuk dipublikasi.

Pemeriksaan

Prosesnya tidak berhenti di situ, Ingat! Saya sangat percaya dalam melakukan pemeriksaan pada akhir setiap proyek, yang melibatkan dalam membuat daftar semua hal yang berjalan dengan baik, segala sesuatu yang tidak, dan hal-hal yang dapat diperbaiki untuk kursus berikutnya. Ketika produksi selesai saya posting beberapa pemikiran penutupan pada proyek Basecamp, dan Jackson melakukan hal yang sama.

Penutup

Pada akhir bulan, Saya mengirim faktur untuk kursus dan konten yang telah Saya buat. Saya mengarsipkan kursus saya yang sudah selesai pada hard drive eksternal.

Akhirnya, Kami memindahkan Trello Card ke daftar "Diterbitkan": waktu bahagia untuk semua orang yang terlibat!

Dan itulah! Apa yang dimulai sebagai ide di papan Trello sekitar sebulan yang lalu sekarang tersedia untuk siswa Tuts+ di seluruh dunia. Semua mengatakan, kursus Saya biasanya memakan waktu antara satu dan dua bulan untuk menyelesaikannya.

RIngkasan dan Terus Belajar

Dengan tim yang berbasis di seluruh dunia dan banyak proyek berjalan secara paralel, sistem yang kuat diperlukan untuk menghasilkan konten berkualitas tinggi. Kombinasi perangkat lunak dan sistem produksi yang kami gunakan menjaga proyek kami tetap berjalan dan semua orang dalam lingkaran.

Bagi saya, waktu saya harus mengerjakan kursus setiap hari terbatas. Memiliki proses terstruktur dan menetapkan tujuan yang dapat dicapai membuat saya terus bergerak dan termotivasi, meskipun itu dalam langkah yang sangat kecil. Merekam kursus dengan cara yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan yang konsisten, perencanaan yang baik, dan banyak bantuan di sepanjang prosesnya. Itu sangat bisa dilakukan!

Terima kasih banyak telah bergabung dengan saya. Saya harap Anda menikmati tampilan di balik layar ini tentang bagaimana tim Tuts+ bekerja! Jika Anda tertarik untuk menjadi pengajar di Tuts+, Tautan ini Ajarkan Kami di Envato Tuts+ memiliki semua yang Anda butuhkan untuk memulainya.

Fasilitas dan solusi apa yang Anda gunakan untuk proyek Anda sendiri? Bagaimana Anda membuat kerja tim jarak jauh Anda? Beri tahu saya di bagian komentar.

Terakhir, apakah Anda menikmati doodle artwork yanga da ditutorial ini? Ini dibuat oleh koctia dan lisensinya tersedia di Envato Market. Terima Kasih koctia!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.