Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Composition

Cara Memilih Foto Terbaik Anda dalam Satu Kumpulan - Setiap Waktu

by
Read Time:8 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Sittiana Ana (you can also view the original English article)

Dua kali dalam sebulan, kami mengunjungi lagi beberapa dari postingan favorit pembaca kami di seluruh sejarah Phototuts+.  Tutorial ini pertama kali diterbitkan di bulan Agustus 2009.

Ketika kami menemukan sebuah foto bagus menunggu agar terjadi, fotografer-fotografer seringkali mengambil banyak potretan sesuatu yang serupa untuk memperbagus kemungkinan mereka mengerjakannya dengan adil. Tetapi seberapa sering anda melihat potretan anda kelak dan berakhir dengan 5, 10, atau 20 foto suasana atau subjek yang sama yang bagus, sangat indah! Anda tidak bisa menarik semua duplikasi ini ke dalam portfolio anda atau set 'Favorites' anda di Twitter, jadi anda hanya disisakan tantangan kebutuhan untuk memilih foto terbaik anda dari set.  Bagaimana anda melakukannya?

Di tutorial ini, Jeffrey menguraikan yang sering kami lakukan pada 'insting ketekunan' - menyusun foto dengan urutan seberapa bagus foto-fotonya.  Apa, tepatnya, yang membuat satu komposisi lebih baik dari lainnya? Apa perbedaan nyata antara sebuah foto yang "Tidak berhasil" dan yang berhasil?

Tips-tips abadi ini akan membantu anda di hobi fotografi, atau karir anda selama bertahun-tahun mendatang.


1. Ini Terjadi kepada Kita Semua...

Seorang teman, kerabat atau rekan kerja meminta anda melihat gambar yang mereka ambil saat liburan terakhir mereka.   Bahkan lebih buruk dari semua foto yang sedang-sedang saja, anda berputar-putar mendapat dua atau tiga (atau 16) salinan dari suasana yang serupa.

"Inilah Johnny kecil di depa bangunan dimana Pangeran Agung Caterwaul dipenjara."
 "Disini dia lagi-lagi membuat wajah yang sangat lucu."
"Ini ada satu lagi karena dia berkedip untuk pertama kalinya."
"Ini foto lainnya karena seseorang berjalan melewati latar tepat ketika saya klik shutter di saat terakhir."
 "Foto terakhir itu menjadi sedikit kabur jadi ada satu lagi."
"Bangunan tersebut tidak lurus di foto terakhir jadi..."

Hal tersebut cukup membuat anda ingin menarik rambut anda! Mungkin anda telah melakukan ini kepada orang-orang yang anda kenal. (Saya akan mengaku bahwa saya pernah, meskipun saya menolak mengakuinya baru-baru ini.)

Berpindah ke majalah dan anda tidak akan melihat gambar yang "sama" lagi dan lagi. Penyunting menghabiskan banyak waktu memilih satu foto paling bagus dari satu set untuk mengilustrasikan sebuah kisah atau artikel.  Menyunting sendiri ini merupakan keterampilan yang sangat bernilai bagi fotografer manapun, dan saya akan menunjukkan kepada anda bagaimana anda bisa melakukan hal yang sama.

Kita bisa mulai dengan menggeneralisasikan sedikit tentang beberapa hal yang paling mudah ditemui yang harus anda cari:


2. Tips Cepat dalam Apa yang Dicari.

  • Kesamar-samaran yang tak disengaja. Bahkan jika bagian gambarnya itu tajam, jika bagian lainnya kabur dan tidak jelas apa maksudnya, itu bisa merusak gambar.
  • Hal-hal yang muncul dari kepala orang-orang. Tidak hanya dari kepala subjek, hal-hal bisa muncul seperti dari dada, kaki, atau dimanapun.   Hal ini paling sering disebabkan oleh objek yang kacau di belakang seseorang.
  • Mengalihkan kekacauan pada foto anda. Ini bisa jadi objek, struktur, bentuk, warna atau tektur yang mengganggu komposisinya dengan mengalihkan fokus dari subjek utama.
  • Poin perhatian yang banyak yang bersaing dengan lainnya untuk perhatian penonton.
  • Garis bengkok yang tidak mudah diluruskan tanpa menghilangkan bagian gambar yang penting.
  • Mengabaikan ekspresi wajah. Sebagai peraturan, saya menghindari mengambil gambar orang-orang saat mereka sedang makan hanya untuk alasan ini.
  • Hal-hal mengerikan dari pinggir bingkai. Contoh: ketika seseorang melangkah di depan kamera tepat saat anda menekan shutter dan anda mendapat seporsinya tepat di pinggir bingkai.

Terkadang, seperti dalam percakapan imajinasi di atas, memilih satu foto terbaik dari satu set mungkin agak mudah - hanya satu foto mungkin benar-benar bagus!

 Di lain waktu, gambar yang berbeda di satu set mungkin terlihat hampir identik,  yang pada intinya anda mungkin tergoda memilihnya secara acak. Mari lihat beberapa set berbeda dan langkah melalui ide proses penentuan yang mana gambar yang paling baik dari setiap set. 

Ingatlah: selera setiap orang berbeda.  Foto yang saya ambil di sini sebagai yang terbaik mungkin berbeda dari foto yang telah anda pilih.  Ini benar-benar proses yang paling penting, maka mari fokuskan terhadap proses tersebut.


Langkah 1

Mari awali dengan mengidentifikasi seberapa mirip gambar terhadap foto lainnya yang menurut kita menyebutnya salinan.

Untuk tujuan ilustrasi - dan mempermudah tutorial ini - saya telah menggabungkan satu seri gambar bersamaan. Saya juga telah menaruh angka-angka di setiap foto yang akan kami pakai dalam menunjuk foto-foto tersebut. Perhatikan koleksi foto di bawah.

series compositeseries compositeseries composite

Menyaksikan seri ini, saya menyimpulkan bahwa nomor 01 dan 09 ini cukup unik untuk bertahan sendiri.  (Saya juga menghilangkan foto 01 karena itu hanya gambar awalan dan sangat tidak menarik.) Mari pertimbangkan foto lainnya agar menjadi lebih atau kurang mirip satu sama lain. Ya, foto-foto tersebut mungkin menunjukkan sikap, genggaman dan posisi yang berbeda tetapi, kecuali anda sedang menulis sebuah artikel mengkhususkan tentang variasi genggaman yang berbeda, anda tidak akan melihat keseluruhan seri pengilustrasian artikel majalah.

Saya juga memilih seri ini karena foto-foto tersebut semuanya gambar yang agak bagus. Kami harus memilah-milah foto tersebut agar sampai menjadi hanya satu foto terbaik. Jadi kami sekarang menyusun pemilihan salah satu seri terbaik menggunakan kriteria yang bisa anda adaptasikan ke seri milik anda.

Langkah 2

Seperti hasil yang pertama, kami menyaring melalui keseluruhan seri mencari alasan jelas mengapa sebuah foto harus ditarik dari giliran. Langsung saja bisa kita lihat di nomor 02, sepasang sepatu terlihat di latar. Kami berbicara soal kekacauan visual di atas dan inilah contohnya.  Ini benar-benar mengurangi keindahan foto, jadi nomor 2 harus dihilangkan.

shoesshoesshoes

Langkah 3

Foto 07 ini agak kabur disekitar wajah pemanjatnya.  Ini penting, Meskipun sisa keseluruhan fotonya tajam, elemen-elemen kecil bisa membuat perbedaan besar. Ketika berkaitan dengan orang, biasanya anda ingin wajah menjadi tajam dan terfokus; bahkan jika bagian lain gambarnya kabur.

blurry faceblurry faceblurry face

Langkah 4

Dalam banyak seri, anda akan menemukan alasan-alasan yang lebih jelas untuk membuang gambar, tetapi sebagian besar seri ini sangat bagus sehingga cukup untuk sesuatu yang jelas.   Menjadi sedikit lebih pemilih, anda mungkin menyadari nomor 03, 04 dan 05 ini sangat mirip satu sama lain.

Mari pasangkan foto-foto tersebut sebagai seri mini sendiri di dalam seri yang lebih besar. Kami akan menilainya terhadap satu sama lain untuk menemukan satu foto terbaik dan kemudian menilainya lawan sisa seri tersebut.

sub-seriessub-seriessub-series
Klik thumbnail untuk gambar ukuran penuh.

Langkah 5

Di gambar 03 dan 04 anda bisa lihat di bawah dasar bebatuannya. Pada gambar 04 anda juga bisa melihat bagian atas bebatuan.

Kenyataannya, bebatuan ini tingginya hanya sekitar 15 kaki (4.6m).  Hal yang akan anda sadari itu, adalah bahwa di foto seri lain dimana anda tidak melihat bagian atas dan bawah bebatuannya, memberikan ilusi bahwa ini mungkin telah menjadi panjatan yang lebih dramatis. Mari singkirkan gambar 03 dan 04 karena keduanya memecahkan ilusi tersebut.

Dalam fotografi anda sendiri, pikirkan tentang setiap foto dari perspektif penonton yang belum pernah melihat apa yang telah anda potret. Dengan mengendalikan konteks foto, anda bisa menceritakan kisah yang ingin anda ceritakan. Apa tidak anda pilih untuk ditunjukkan ini sepenting dengan apa yang anda potret!

small rocksmall rocksmall rock

Langkah 6

Sekarang kami akan membandingkan gambar 05 melawan gambar 06 dan 08 - satu-satunya yang tersisa di seri ini. Semuanya ini merupakan gambar yang bagus tetapi tujuan kita adalah mengerucutkannya sampai ke foto yang terbaik.  Menurut pandangan saya, 05 tidak sekuat gambar lainnya.  Tubuh pemanjat seluruhnya tertekan dengan bagian kakinya menumpang-tindih bagian lengannya. Ini juga mengurangi definisi otot yang mengesankan dan dramatis dari kedua gambar lain

overlapoverlapoverlap

Langkah 7

Sekarang kami disisakan dengan dua foto yang sangat kuat.  Saya suka kedua foto ini dengan alasan yang berbeda.

Di nomor 08, pemanjatnya sangat mencolok di bingkai. Bagian darinya benar-benar mengeluarkan tiga sisi bingkai, membuatnya menjadi komposisi yang sangat kuat. 

close-upclose-upclose-up

Langkah 8

Meskipun pemanjat tidak mengisi bingkai pada nomor 06 dengan cara yang sama yang ia lakukan di nomor 08, jumlah ruangnya lebih besar menambah konteks dan benar-benar mendukung gambar.  Penonton bisa melihat kedua bagian atas ataupun bawah bebatuan, memberikan sedikit petunjuk seperti pada jenis panjatnya.

Kami tidak bisa benar-benar memberitahu seberapa tinggi pemanjat tersebut atau seberapa jauh ia harus memanjat.  Saya juga suka bahwa bebatuannya itu sendiri sedikit lebih tajam di nomor 06 daripada nomor 08. Sedikit detail ekstra pada bebatuan menambah karakter tanpa bersaing akan perhatian. Melalui proses eliminasi ini, saya menyarankan nomor 06 merupakan yang terbaik dalam seri - membiarkan gambar nomor 09 bertahan sendiri karena ini bukan tentang memanjat tetapi lebih mengenai mencapai puncak.

on the rockon the rockon the rock

3. Ringkasan

Jenis proses yang serupa bisa digunakan untuk menyempitkan seri foto-foto serupa yang terbaik. Mari tutup dengan melihat secara seksama pada set foto yang benar-benar berbeda. Agar terhindar dari kebingungan, saya melabeli ini dengan A , B, C, dan D.

girl compositegirl compositegirl composite
Klik thumbnail untuk gambar ukuran penuh.

Beberapa mungkin mengatakan bahwa gambar-gambar ini, seperti sebuah seri menceritakan kisah yang dahsyat.  Saya tidak akan memperdebatkannya, tetapi artikel ini menyoal cara menyempitkan pilihan kumpulan gambar untuk satu gambar yang terbaik.

Diambil dengan cahaya seperti itu, sudut kanan bawah A ini membingungkan.  Tidak ada yang benar-benar salah dengan B atau C tetapi ekspresi wajah gadis pada D membuatnya mengecewakan.

best girlbest girlbest girl
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.