Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Macro

Cara Mengambil Foto Fantasy Macro Drop

by
Difficulty:IntermediateLength:ShortLanguages:
This post is part of a series called Macro Photography.
70 Stunning Examples of Macro and Close-Up Photography

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Memotret tetesan air memang sudah sangat biasa di bidang fotografi makro, namun hal ini dirasa masih sangat menyenangkan untuk dilakukan. Untuk mendapatkan hasil yang bagus dalam bidang ini, anda membutuhkan keahlian dan juga latihan.

Apa yang Anda Butuhkan

what you need
Apa yang anda butuhkan untuk mengambil foto anda.

Sebuah Lensa Makro

Ada cara lain yang bisa anda lakukan untuk membuat foto makro. Anda dapat membaca teknik tersebut di artikel saya yang berjudul Getting Started With Macro Photography, namun dalam tutorial ini kita akan melihat bagaimana caranya membuat foto makro dengan DSLR dan lensa makro.

Lensa makro dijual dengan harga yang cukup beragam dan anda bisa membelinya dengan harga yang relatif murah. Jarak fokus lensa ini cukup beragam, namun ada akan memerlukan lensa yang yang berjarak sekitar 60mm-120mm, sebuah lensa prime akan lebih ideal untuk digunakan karena lensa tersebut lebih tajam dan cepat. Carilah lensa yang bertuliskan 1:1 atau lebih di sampingnya untuk memastikan lensa tersebut benar-benar dapat dipakai untuk foto makro. Saya menggunakan lensa Tamron 90mm f/2.8 untuk tutorial ini.

Meja atau Alas Lain Yang Kokoh

Anda akan membutuhkan permukaaan yang mulus untuk mengambil sebuah foto. Hal ini diperlukan pertama, untuk alasan stabilitas, sehingga tetesan air anda tidak akan bergulir kesana kemari dan kedua, agar anda dapat menemukan angle yang sempurna dan akan lebih mudah melakukan hal ini  sambil duduk di meja daripada berjongkok di lantai.

Pastikan permukaan benda mendapatkan pencahayaan yang bagus—dalam hal ini cahaya matahari akan lebih ideal namun, jika tidak ada, cahaya buatan juga dapat digunakan. Lampu tempel berukuran kecil atau senter yang dapat dilipat juga dapat anda gunakan untuk menyorot langsung susunan obyek yang anda buat.

Pipet atau Suntikan

Alat suntik yang tajam akan berbahaya jika diletakkan sembarangan, jadi saya lebih memilih untuk menggunakan pipet. Anda dapat membeli pipet baru di toko kimia, namun jika tidak ada, anda dapat membelinya dengan mudah secara online.

Pernak-pernik Yang Berkilau

Meskipun hal ini terkesan tidak spesifik, lebih baik anda mempertimbangkan hal ini. Jika anda mempunyai kotak kerajinan yang tidak terpakai, anda dapat mulai mencarinya disana. Jika tidak, anda dapat pergi ke bagian kerajinan atau pernak-pernik di supermarket terdekat dan mulai mencari. Jika tidak, anda dapat pergi ke bagian kerajinan atau pernak-pernik di supermarket terdekat dan mulai mencari.

Bulu-bulu dan glitter adalah benda favorit yang banyak digunakan oleh pembuat foto water drop, jadi mulailah mencari bulu dan glitter yang warnanya akan cocok jika dipakai di dalam foto. Glitter dengan ukuran yang lebih besar, seperti yang biasanya ada di mainan anak-anak, tidak dapat digunakan dalam foto ini. Glitter semacam ini terlalu menggumpal dan terlalu besar untuk ditahan oleh tetesan air. Anda akan membutuhkan glitter yang lebih kecil, yang biasanya digunakan untuk membuat kartu atau scrapbook.

Bagian 1: Persiapan

Langkah 1: Terangi Ruangan Anda.

light your scene
Terangi ruangan anda

Jika anda hanya menggunakan sinar matahari sebagai penerangan, tidak apa-apa, namun pastikan bulu yang anda pakai berada di posisi yang penerangannya baik, dimana cahaya akan jatuh ke arah tengah.

Langkah 2: Taburkan Beberapa Glitter.

glitter
Taburkan glitter di tengah-tengah bulu

Sebarkan beberapa glitter di tengah-tengah bulu dan buatlah agar glitternya menutup sempurna, dengan glitter yang berjatuhan pada ujung-ujungnya.

Langkah 3: Letakkan Tetesan Air

Langkah ini mungkin akan sedikit sulit. Jangan semprotkan air dari pipet, karena besar kemungkinan airnya akan hancur. Sebaliknya, pencet pipet hingga air keluar pada ujung pipet namun pastikan bahwa air tidak sampai jatuh.

Lalu, gulingkan tetesan air secara hati-hati di atas glitter sebelum meletakkannya di atas bulu. Jika anda melakukannya dengan benar, anda akan mendapatkan tetesan air dengan glitter yang menempel di bagian atas/sampingnya. Jangan menaburkan glitter setelah anda menaruh tetesan air di atas bulu karena airnya akan pecah.

Bagian 2: Mengambil Foto

Lebih baik jika anda menggunakan mode Manual, namun jika anda belum merasa nyaman dengan mode tersebut, gunakanlah mode Aperture. Saya juga merekomendasikan untuk memotret dalam format RAW.

Jika anda menggunakan lensa makro prime, maka lensa anda harus diatur ke angka yang cukup rendah, ini merupakan hal yang bagus karena kita memang ingin mendapakan kedalaman foto yang rendah untuk membuat latar ‘bokeh’ dari glitter.

Saya biasanya mulai dengan aperture terendah yang bisa saya pakai sedekat mungkin sehingga tetesan air akan memenuhi bingkai lalu saya akan menarik kembali lensa dengan lambat sehingga bagian atas dari tetesan air (dan mudah-mudahan beberapa glitter) masuk ke dalam fokus.

Dengan jarak fokus seperti ini dan dengan DOF yang rendah, biasanya akan sedikit sulit untuk mendapatkan fokusnya, jadi cobalah beberapa trik seperti bernafas pelan sambil menekan tombol shutter atau cobalah mode burst untuk mengambil beberapa foto dalam sekali coba.

Mengambil foto makro membutuhkan kesabaran. Anda juga disarankan untuk memeriksa apakah layar DSLR anda sudah dalam kondisi 100% agar anda yakin fokus yang didapatkan setajam yang anda inginkan. Gambar yang telah diperkecil di layar bisa jadi sangat menipu. Anda juga akan merasa kecewa saat anda memindahkan foto yang anda ambil dan ternyata semuanya kabur.

Bagian 3: Mengedit

Langkah 1: Membuat Pengaturan RAW

Setelah anda memilih foto-foto yang ingin anda edit, buatlah pengaturan RAW terlebih dahulu. Jika anda tidak memotret dengan RAW silahkan lewati langkah ini dan langsung membaca langkah yang kedua.

Semua yang saya lakukan hanyalah menurunkan highlight dan menaikkan shadow untuk histogram agar lebih seimbang.

Langkah 2: Menghilangkan Beberapa Warna

Karena bulu yang saya gunakan berwarna putih dan glitternya berwarna biru, saya ingin menghilangkan warna-warna dengan tone warm dari foto saya agar hasilnya menjadi ‘segar’.

Saya membuat layer pengaturan Selective Colour untuk mengurangi warna-warna yang hangat (kuning, merah dan magenta) sampai hasil keseluruhannya terlihat dingin dan lebih bersih.

Langkah 3: Gunakan Nik Collection untuk Mempertajam Gambar

Karena sekarang kita bisa mendapatkan Nik Collection secara gratis, saya suka menggunakan Nik Collection dari Google untuk mempercepat workflow saya.

Define

Define adalah tool yang digunakan untuk menghilangkan noise, dan ketika saya menggunakannya, saya bisa menghapus warna yang mengganggu di foto saya tanpa membuat ujung tetesan air saya menjadi halus.

define settings
Pergunakan control point untuk menghindari filter yang anda gunakan terkena area yang ingin anda jaga agar tetap tajam.

Anda dapat melihat bagaimana saya menggunakan control point untuk memberitahu software agar tidak menaruh filter di bagian-bagian tersebut. Bagian apapun yang ingin anda jaga agar tetap tajam harus mempunyai control point.

Color Efex

Color Efex mempunyai banyak preset dan filter yang semuanya dapat diatur.

Berikut ini adalah langkah yang saya gunakan:

Alternatif: Gunakan Actions

Jika anda belum menguasai Nik Collection, jangan khawatir, anda dapat mencoba beberapa Photoshop Action yang kami rekomendasikan dari Envato Market.

Sentuhan Akhir

Untuk menyelesaikannya, saya menajamkan tetesan air dan area di sekitarnya dan menghilangkan beberapa titik yang mengganggu:

finished drop
Fantasy water drop yang sudah selesai. Foto oleh Marie Gardiner

Saya mulai membuat foto fantasy makro setelah saya membeli lensa makro saya 10 tahun yang lalu. Meskipun teknik semacam ini telah menjadi hal yang biasa, saya merasa senang saat membuat foto ini, bahkan sampai sekarang.

Saat anda sudah menguasai tekniknya, anda dapat menggali lebih luas dengan memakai bahan yang berbeda, tetesan air yang berwarna dan lingkungan yang baru.

Kunci dari fotografi ini adalah cahaya. Menghasilkan foto makro yang bagus saja sudah cukup sulit apalagi jika ditambah dengan masalah kurangnya pencahayaan. Jika sinar matahari saat itu tidak cukup, anda dapat menggunakan senter LED yang murah. Anda mungkin harus membuat penyesuaian terhadap white balance-nya, namun senter ini akan berfungsi sama baiknya.

Pada masa-masa awal, anda biasanya akan dihadapkan dengan banyaknya tetesan air yang pecah, yang selanjutnya akan membuat glitternya menempel sehingga anda harus membuang semuanya dan memulai kembali. Pastikan anda mempunyai bahan yang banyak dan yang paling penting, cobalah untuk bersabar. Jika anda mulai merasa frustasi, tinggalkan dulu pekerjaan anda untuk sementara dan kembali lagi nanti; karena fotografi ini seharusnya terasa menarik dan menyenangkan.

Hal terakhir yang harus anda ingat adalah jangan lupa untuk membersihkan semuanya dengan cermat setelah anda selesai memotret. Anda tidak mau bukan menemukan serpihan-serpihan glitter di lensa atau kamera anda.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.