Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Video
Photography

Cara Menemukan Orang untuk Interview Dokumenter

by
Difficulty:BeginnerLength:ShortLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Sela Sinta (you can also view the original English article)

Sebagian besar dokumenter memiliki sesi wawancara atau interview di dalamnya: Wawancara menambah bobot terhadap pokok bahasan dan menawarkan kesaksian dari ahli atau sudut pandang alternatif. Dalam pelajaran ini, Anda akan belajar bagaimana meneliti dan memilih orang yang tepat untuk diwawancarai untuk film dokumenter Anda.

Interview memindahkan narasi selama ini dan
mengungkapkan informasi tentang subyek dan acara yang ditampilkan dalam dokumenter tersebut. Sebagai pembuat film dokumenter, akan menjadi tugas Anda untuk meneliti dan mencari subjek interview ini dan untuk memasukkannya di dalam film.

Siapa yang Seharusnya Anda Interview?

Proses pengambilan keputusan tentang siapa yang harus didekati untuk wawancara bergantung pada
topik dari dokumenter tersebut dan alur sepanjang proses produksi. Saat wawancara dilakukan dan kebutuhan akan berbagai sudut pandang muncul, jadi Anda perlu menyelidiki interviewee (orang ang diwawancara) lainnya.

Interviewee yang Ideal

Orang yang idel untuk Anda wawancarai adalah seseorang yang menambahkan sesuatu yang berbeda ke dalam produksi fil anda, seseorang yang memiliki keahlian atau pengetahuan pribadi mengenai situasi atau peristiwa. Jika dokumenter Anda memiliki narasi dan Anda memiliki naskah kerja, lalu menggali jauh ke dalam naskah itu dan melihat di mana wawancara dan opini akan sesuai. Jika naskah membuat pernyataan, gunakan wawancara untuk mendukung pernyataan tersebut atau untuk memperluasnya. Jika naskah menggambarkan kejadian, gunakan wawancara dari mereka yang ada di sana, atau jika itu adalah peristiwa historis, dari orang-orang yang telah meneliti kejadian tersebut.

Dapatkah Anda Membuat Pertanyaan Informasi?

Anda tidak perlu tahu segalanya tentang pokok pembahasan Anda, tapi Anda perlu cukup tahu untuk mengajukan pertanyaan yang diinformasikan. Seni dari wawancara adalah tentang mengajak orang lain untuk berbicara dan berbagi. Mungkin anda, dari penelitian Anda, sudah tahu jawaban atas sebuah pertanyaan. Dan pengetahuan itu harus mengarahkan pertanyaan Anda agar orang yang diwawancarai dapat membagikan interpretasi mereka atas jawabannya.

Internet telah benar-benar membuka peluang untuk penelitian (research). Ini adalah pelabuhan pertama untuk sebagian besar peneliti. Jangan terkecoh dengan pemikiran bahwa Anda akan menemukan semuanya secara online, dan selalu mencadangkan apa yang disajikan sebagai fakta dengan penggalian lebih lanjut.

Recording a video interview outdoors

Contoh

Mari kita lihat proses pemikiran beberapa wawancara dan contoh spesifik.

Baru-baru ini saya mengerjakan sebuah film dokumenter sejarah tentang sebuah ledakan di sebuah gudang di
Victoria Inggris. Peristiwa itu telah dicatat dengan baik, dan timeline dari apa yang terjadi tidak diperdebatkan. Jadi faktanya nampaknya cukup mapan.

Kami menghubungi masyarakat yang mengetahui sejarah setempat di wilayah tersebut untuk mengetahui apakah kami dapat mewawancarai peneliti lokal untuk mengetahui kejadian di sana dan kemudian kami mengatur wawancara yang sesuai. Wawancara yang kami dapatkan sangat baik dan menambahkan informasi deskriptif dan warna pada narasi, jadi ini adalah pekerjaan yang dilakukan dengan baik. Tapi masih ada sesuatu yang hilang.

Gudang itu telah meledak.

Ledakan dan kejadian menjelang dan sesudahnya sudah banyak diketahu. Tapi yang tidak diketahui adalah mengapa gudang itu meledak, dan ini membuka area penyelidikan dan kemungkinan wawancara yang baru.

Recording a video interview indoors

Kami menghubungi ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam industri kimia. Kami menceritakan kepadanya tentang ledakan tersebut dan kami bahkan bisa memberinya apa yang tercatat saat berada di gudang saat itu. Dan kemudian kami diminta untuk berhipotesis mengapa tempat itu begitu spektakuler. Apa yang kita dapatkan adalah sebuah sudut pandang baru yang menarik pada cerita yang sebelumnya ada.

Pertanyaan kami membawa kami ke jalan baru untuk dijelajahi dan beberapa rekaman yang sangat berwarna untuk ditambahkan ke film ini. Saat mencari dan meneliti subjek wawancara Anda, cobalah untuk tidak menginjak jalur yang sama yang berulang kali pernah dikerjakan sebelumnya, atau jika dalam kasus saksi mata, cobalah untuk mendapatkan informasi, opini, dan emosi baru dari mereka. Mendapati seseorang yang menggambarkan kejadian dari suatu peristiwa itu hal yang hebat, namun menambahkannya aspek emosional akan menambah tinggat kedalaman terhadap dokumenter Anda.

Mendekati Responden

Mendekati orang-orang yang akan diwawancarai cukup mudah: Anda melihat siapa yang ingin Anda ajak bicara dari penelitian Anda dan kemudian Anda bertanya kepada mereka. Mereka mungkin bilang iya. Mereka mungkin mengatakan tidak.

Jika mereka mengatakan tidak, mintalah mereka apakah mereka dapat merekomendasikan orang lain yang bersedia berbicara mengenai masalah tersebut.

Jika seseorang enggan, tawarkan untuk bertemu dengan mereka terlebih dahulu untuk ngobrol dan minum kopi. Pikiran bahwa kamera dan mikrofon dan lampu terang bisa sangat menakutkan bagi banyak orang. Tetapi jika Anda bertemu dengan mereka terlebih dahulu, mereka akan mengenal Anda, menyadari bahwa Anda adalah orang yang baik dan normal dan Anda benar-benar tertarik dengan apa yang mereka katakan. Namun, satu kata peringatan: Berhati-hatilah untuk tidak melakukan keseluruhan wawancara di tahap obrolan ini atau respons awal yang baik mungkin hilang saat Anda menempatkannya di hadapan kamera.

Melakukan wawancara langsung akan menambah warna dan variasi pada produksi Anda. Hal tersebut akan menawarkan wawasan baru dan mengirim audiens Anda ke berbagai jalur pemikiran yang berbeda. Jika ada yang bisa dikatakan oleh orang yang diwawancarai daripada dengan narasi, gunakan sesi wawancara setiap saat. Anda mungkin tidak memiliki banyak kontrol atas subjek wawancara anda seperti yang akan Anda lakukan dalam narasi skrip, tapi itulah intinya. Memiliki informasi yang disampaikan secara pribadi dan terkadang emotif sangat berharga dan ini sangat membantu produksi Anda.

Lain kali, kita akan melihat lingkungan, emosi, dan dampak. Terima kasih sudah membaca!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.