Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Product Photography
Photography

Cara Memotret Artefak dan Benda Antik

by
Difficulty:IntermediateLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called Product Photography.
How to Photograph Ceramics and 3-Dimensional Products with One Light
How to Photograph Jewelry With a Light Cone Tent

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Baru-baru ini, saya dipekerjakan oleh seorang pencari harta karun bawah laut untuk memotret sejumlah artefak yang diselamatkan dari sebuah kapal karam. Dalam tutorial ini, saya akan memberitahu anda bagaimana saya memotret sebuah mangkuk berumur 500 tahun dengan menggunakan dua cara: membuat obyek terlihat bersih dan sederhana dan membuat obyek terlihat dramatis dan berseni.

Menangani dan Merawat Benda Antik

Ketika anda bekerja dengan obyek yang berumur sangat tua, berikut ini adalah beberapa peringatan yang akan mencegah anda untuk merusak artefak tersebut.

  • Bekerjalah di lingkungan dengan suhu yang dapat diatur (dan dilarang merokok!)
  • Selalu lihat obyek yang anda kerjakan sebagai benda yang unik, tidak bisa digantikan dan rapuh.
  • Jangan menyentuh obyek sampai anda benar-benar yakin dengan apa yang ingin anda lakukan dan bagaimana melakukannya, semuanya harus diatur sebelumnya.
  • Siapkan beberapa orang untuk menolong anda di tempat pemotretan, namun jangan melebihi dari jumlah orang yang dibutuhkan.
  • Cucilah tangan anda dengan sabun dan air (minyak dan keringat pada kulit anda dapat merusak obyek)
  • Hindari menggunakan tisu basah dan losion.
  • Gunakan sarung tangan yang berbahan kapas (Anda juga dapat menggunakan sarung tangan yang berbahan Latex)
  • Jangan menggunakan benda-benda yang dapat tersangkut di obyek seperti: gelang, kalung, cincin, tanda pengenal, dan kancing manset.
  • Jangan menaruh makanan atau minuman di dekat area kerja anda
  • Pastikan anda telah menahan dan mengikat semua stand di area kerja anda dengan baik.
  • Ketika anda merasa ragu, biarkan artefak ditangani dan dibersihkan oleh ahlinya.
  • Tergantung dengan nilai benda yang akan anda foto, pertimbangkan untuk mengasuransikan benda tersebut untuk pemotretan.

Ketika anda dipekerjakan untuk memotret sebuah artefak yang tidak ternilai harganya dan merusaknya saat pemotretan, ini tidak hanya akan berdampak buruk pada pekerjaan anda (dan asuransi anda), namun juga pada reputasi anda. Tergantung dengan material obyek yang anda potret, anda perlu memperhatikan semua peringatan dan mengikuti semua petunjuk khusus untuk membersihkan obyek tersebut.

Pengaturan Pencahayaan untuk Produk dengan Teknik High Key

Saya memulai pemotretan dengan menaruh sebuah meja tamu di depan dinding. Lalu, saya menempelkan sebuah kertas pembungkus berwarna putih di atas dinding dan di ujung meja untuk membuat backdrop yang terlihat luas. Langkah selanjutnya adalah mengatur pencahayaan utama kita. Untuk situasi seperti ini, dimana anda harus mengambil beberapa foto dari banyak obyek dalam waktu yang singkat, mulailah dengan pengaturan cahaya yang dapat digunakan pada sebagian besar obyek anda. Anda dapat mengaturnya kembali sesuai dengan yang anda butuhkan saat pemotretan berlangsung. Saya menaruh sebuah lampu dengan softbox yang diletakkan secara horizontal dan mengarah langsung ke area pemotretan.

Cahaya dan Pemantul Cahaya

Buatlah exposure dasar anda pada satu tingkat diatas dan White Balance yang diatur dengan Flash. Lalu aturlah pengaturan kamera anda agar dapat menampilkan bingkai hitam tanpa menggunakan flash, sehingga cahaya ambient tidak akan mengganggu exposure. Gunakan aperture yang sangat kecil untuk memastikan bahwa seluruh mangkuk terlihat tajam dari bagian depan hingga belakang. Memotretlah dengan menggunakan ISO 100, f/18, 1/200detik, dan lensa makro 100mm.

Selanjutnya saya menambahkan versi kecil dari V-flats, atau sebuah pemantul putih yang dapat berdiri sendiri dan berfungsi untuk membungkus setiap obyek dengan cahaya. Saya memotong dua potong kardus dan membungkusnya dengan selotip grafer berwarna putih. Selotip ini akan membentuk pemantul dengan hasil akhir matte yang nantinya akan menyinari setiap obyek dengan rata dan tidak menghasilkan pantulan yang terlihat terlalu tajam.

Overhead shot of setup
Pemantul yang terbuat dari kardus dan selotip grafer berwarna putih diletakkan di kedua sisi. Permasalahan dari foto ini adalah ada sebuah jarak di antara pemantul dan backdrop putih. Jika obyek yang anda foto dapat memantul, hal ini akan membentuk pantulan berwarna gelap pada obyek.
Reflectors were moved in to eliminate shape and brighten object
Untuk membuat bagian depan dari obyek menjadi seterang mungkin, pindahkan terus pemantul sampai anda dapat melihatnya dalam foto, kemudian jauhkan sedikit pemantul anda agar mereka dapat memantulkan cahaya sebanyak mungkin.

Warna yang Sangat Akurat

Fotografi produk menuntut anda untuk menghasilkan warna foto yang sangat akurat dengan warna asli obyek. Warna yang tidak sesuai pada foto anda dapat berpengaruh pada penjualan dan ekspektasi pembeli, jadi anda harus selalu menggunakan color checker. Saya menggunakan Color Checker Passport dari X-Rite.

Color Checker Passport by X-Rite

Menggunakan color checker akan berpengaruh pada dua hal penting. Pertama, color checker akan membantu anda untuk mendapatkan warna putih yang seimbang. Jika anda membandingan warna yang ada di kertas dari foto pertama dan foto ini ada sedikit perubahan dari white balance yang seperti ‘flash’ menjadi white balance yang ‘tepat’. Kedua, color checker akan memudahkan anda untuk membuat profil yang sesuai untuk kamera anda yang akan menangkap semua warna pada pemotretan dengan akurat. Saya biasanya menggunakan Adobe Standard pada profil kamera saya jika saya sedang mengerjakan pemotretan dengan alur kerja yang sederhana, namun biasanya standar profil seperti ini kurang memiliki saturasi yang signifikan: artinya anda perlu menyesuaikannya dengan mata anda sendiri dan mengatur sendiri kesan warna yang ada agar sesuai dengan keadaan aslinya. Dengan color checker anda akan mendapatkan warna yang tepat secara obyektif tanpa harus mengatur warna dan saturasinya.

Ini adalah pengaturan akhir: white balance diatur dengan menggunakan color checker, profil kamera telah diganti dari Adobe Standard ke profil yang telah diatur oleh color checker, dan bagian depannya sudah disinari oleh pemantul. Pencahayaan dan pengaturan kamera lainnya tetap sama.

Pada tahap ini, semua pengaturan dasar sudah selesai. Semuanya sudah terlihat dengan baik dan semua sisi obyek sudah berada di dalam fokus. Selanjutnya kita akan melakukan pengaturan agar backgroung terlihat putih sempurna pada tahap perbaikan dibawah ini.

Pengaturan Pencahayaan yang Dramatis

Dramtic lighting of antique bowl

Begini pengaturannya. Daripada menggunakan pencahayaan overhead yang “bisa saja berhasil”, kali ini kita akan menyorot dan menonjolkan bentuk dari obyek tersebut. Saya memindahkan softbox ke sebelah kiri, dimana softbox tersebut tidak diarahkan pada mangkuk, sebaliknya, saya mengarahkan softbox ke seberang mangkuk, dengan ujung yang mengarah pada bagian kanan dari kamera saya sehingga mangkuk tersebut kini disinari oleh bagian ujung dari cahaya. Teknik ini memberikan efek cahaya yang seperti membungkus obyek, dan menghindari highlight yang berlebihan dan mengurangi kontras antara highlight dan bayangan, namun tetap masih memberikan efek gradasi.

Untuk tempat pemotretan, saya memikirkan tentang apa yang bisa membuat ini terlihat lebih kaya dan mewah. Saya membayangkan kayu mahogani berwarna gelap dan buku dengan sampul yang terbuat dari bahan kulit tua. Karena mangkuknya berwarna biru, saya ingin menyandingkannya dengan warna-warna hangat yang kontras. Warna-warna yang hangat akan melengkapi mangkuk tersebut dan membuatnya terlihat lebih menonjol. Saya menggumpalkan sebuah lap makan berwarna cokelat (dan memindahkan semua lipatan dan lekuknya dengan hati-hati agar terlihat menarik di kamera) dan menaruh mangkuk tersebut pada tatakan pisau yang saya ambil dari dapur saya. Karena kita tidak lagi memotret dengan background putih yang luas, saya hanya meletakkan potongan kardus yang bertekstur pada dinding di belakangnya. Untuk membuat backgroundnya terlihat menarik dan menyorot mangkuknya, saya menaruh sebuah lampu di lantai yang mengarah pada potongan kardus yang ada di dinding.

Adding a highlight
Taruhlah pemantul cahaya pada jarak yang lebih dekat. Kemudian aturlah pemantul sampai anda mendapatkan hasil highlight yang diinginkan pada obyek anda. Anda dapat menghilangkan pemantul pada gambar akhir dengan menggunakan foto referensi untuk menutupinya.

Sekarang waktunya bersenang-senang. Kita perlu membuat hasil foto akhir yang terlihat mengagumkan. Mangkuk ini harganya lebih mahal dari mobil saya: kesan inilah yang ingin kita sampaikan dengan foto ini.

Tahap Setelah Pemotretan

Mari kita lihat gaya foto menaruh-benda-pada-background-putih seperti yang digunakan oleh ebay. Gunakan selection tool favorit anda pada Adobe Photoshop, dan arahkan pada mangkuk. Saya merekomendasikan anda untuk menggambar outline dengan menggunakan pen tool, karena obyek fotonya mempunyai tepi yang melengkung tajam dan sempurna. Invert selection anda (Crtl+Shift+I, Cmd+Shift+I pada mac) sehingga anda dapat melihat semuanya kecuali mangkuknya. Lalu tambahkan layer pengaturan Curves (Image > Adjustments > Curves). Klik ikon eye dropper dengan ujung putih di dalam panel lengkungan anda. Ini akan memudahkan anda untuk mengatur titik putih dengan mengklik pada foto anda. Pindahkan mouse anda menuju bagian ujung yang paling gelap pada backgroup, lalu klik.

Ini hanyalah pengaturan yang kecil, namun penting. Sekarang anda telah mendapatkan background dengan warna putih yang sempurna dan foto anda tidak akan terlihat aneh dengan ujung yang berwarna abu-abu ketika ditampilkan pada halaman yang berwarna putih.

Sekarang saatnya membahas foto yang artistik! Bukalah kedua foto yang telah diambil, foto referensi asli (tanpa pemantul) dan foto dengan highlight yang bagus. Salin dan tempel kedua foto tersebut pada dokumen lainnya (Ctrl+A untuk memilih foto, Ctrl+C to untuk menyalin foto, buka dokumen lain, Ctrl+V untuk menempel. Cmd+A, Cmd+C, Cmd+V pada mac), sehingga setiap foto akan berada pada layernya sendiri dan disusun di atas foto itu sendiri. Karena saya memotret dengan menggunakan tripod, tentu saja tidak akan ada pergerakan pada kamera atau mangkuknya selama pemotretan berlangsung, jadi yang harus saya lakukan hanyalah membuat layer mask terbalik (Alt-klik pada ikon layer mask, Option-klik pada mac) dan menggunakan kuas lembut berwarna putih untuk mengecat garis pinggiran cahaya dan menerangi bayangannya.

Mangkuk kita kini sudah terlihat sempurna, namun sisanya masih membutuhkan perbaikan. Buatlah sebuah grup baru dan kita akan melakukan beberapa pengaturan di dalam grup ini, lalu tambahkan sebuah layer mask di sekitar mangkuk ketika kita sudah selesai. Saya menginginkan semuanya terlihat seperti hutan yang gelap jadi saya menambahkan layer pengaturan curves yang akan membuat semuanya terlihat lebih gelap, dan memberikan kesan hutan gelap buatan.

Foto ini sudah terlihat cukup bagus, namun mangkuk ini sudah berumur 500 tahun. Jadi, saya ingin keadaan di sekitar mangkuk ini terlihat kuno, usang, dan bahkan mengagumkan. Saya bahkan mengambil foto kain muslin dan menaruhnya di bagian atas dengan mode soft light blending. Hal ini akan menambah tekstur alami dari yang dimiliki oleh potongan kardus dan meratakan kontrasnya.

Foto ini sudah terlihat menakjubkan, namun ada yang kurang pada mangkuknya. Kita tidak ingin mangkuk tersebut mempunyai warna atau pengaturan cahaya yang tidak dibuat dengan sempurna, kita juga tidak menginginkan tekstur pada mangkuk. Karena anda telah menambahkan dua pengaturan tersebut pada grup, anda dapat menambahkan mask pada grup, mengeluarkan mangkuk dengan menggunakan pen tool, dan kita sudah selesai.

Memilih Fotografi Produk dengan Menggunakan Teknik High-Key atau Artistik

Klien anda mempunyai sebuah gudang berisi artefak yang bernilai jutaan dolar. Beberapa mungkin hanya benda yang tidak terlalu penting yang dapat dihargai paling tidak seratus dollar dan benda lainnya yang berharga ribuan dollar. Semua benda dengan harga yang lebih murah dapat disusun dengan menggunakan background putih yang terlihat luas. Hal ini akan menghemat waktu anda dan uang klien. Jika untuk mengambil foto yang artistik anda memerlukan waktu sebanyak 2 jam, maka artefak tersebut harus bernilai cukup tinggi sehingga waktu 2 jam yang anda keluarkan hanyalah sebagian kecil dari harga jual yang tinggi. Foto produk biasanya lebih banyak dipakai untuk iklan dari produk yang bisa dibuat kembali, sehingga satu foto dapat menjual jutaan barang lainnya. Dalam hal artefak kuno, satu foto hanya akan menjual satu barang.

Saya harap tutorial ini dapat membantu anda untuk menjelaskan dua cara dalam memotret artefak yang ingin dijual. Jika anda pernah mendapatkan kesempatan untuk memotret barang-barang antik, saya akan senang sekali untuk membaca pengalaman anda pada kolom komentar.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.