Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Product Photography
Photography

Cara Memotret Benda Berbahan Dasar Keramik  dan Produk 3 Dimensi dengan Menggunakan Satu Pencahayaan

by
Difficulty:BeginnerLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called Product Photography.
How to Photograph Paintings and Prints with Copy Lighting
How to Photograph Artifacts and Antique Objects

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Final product image
What You'll Be Creating

Memotret benda berbahan dasar keramik sebenarnya lebih mudah dari yang anda bayangkan; yang anda butuhkan hanyalah satu pencahayaan dan soft box. Di tutorial kali ini saya akan memperagakan cara memotret benda berbahan keramik dan membuatnya terlihat seperti foto yang layak berada di majalah. Saya akan memberitahu anda cara membentuk backdrop yang terlihat luas dengan gradasi yang akan menonjolkan hasil foto anda.

Yang Anda Butuhkan:

  • Sehelai kertas panjang untuk membuat sambungan
  • Tripod
  • Cahaya
  • Kamera
  • Selotip
  • Kertas berwarna abu-abu
  • Bahan difusi seperti plastik Mylar atau kertas kalkir

1. Membuat Backdrop yang Terlihat Luas

Dimulai dengan mengatur alas yang akan digunakan dalam foto anda. Saya menggunakan sebuah meja sederhana yang diletakkan di depan dinding dan selembar kertas abu-abu sebagai latar saya. Kertas abu-abu yang saya gunakan adalah kertas yang memiliki sedikit tekstur yang dapat anda dapatkan di toko seni rupa. Anda memerlukan kertas dengan tekstur yang sedikit agar latar anda tidak terlihat seperti kain di foto akhir, namun anda juga tidak ingin membuat latar anda terlihat terlalu mulus karena latar tersebut akan memantulkan cahaya seperti permukaan yang mengkilap. Jika anda membutuhkan backdrop yang lebih besar, carilah kertas background seamless yang dijual dalam bentuk gulungan. Biasanya kertas ini dijual dengan lebar yang bervariasi dari 36 inci sampai kurang lebih 10 kaki dan tersedia di toko yang menjual perlengkapan foto. Kertas ini biasanya dijual dalam bentuk gulungan panjang yang dapat anda potong atau bagi jika kertas tersebut rusak atau kotor.

Selanjutnya, buatlah sambungan sehingga latar anda terlihat mulus dan tidak terbatas oleh garis horizontal. Untuk membuat sambungan, bentuklah lengkungan pada kertas latar yang akan menyambung bagian yang rata pada meja dengan bagian vertikal yang berada di ujung meja. Sambungan ini akan terlihat seperti setengah bagian dari pipa setengah yang biasanya digunakan oleh pemain skateboatd. Dengan menggunakan selotip, tempelkan ujung sambungan pada sesuatu yang berbentuk vertikal seperti dinding dan bagian ujung bawahnya pada meja.

Side view of paper formed into an arc to create a sweep

Jika anda menginginkan sambungan yang lebih awet dan tahan lama, anda dapat mengecat sebuah papan Masonite tipis berukuran 4’ x 8’ dengan warna abu-abu netral. Lalu tempelkan ujungnya dengan kokoh pada meja dan lengkungkan bagian ujung lainnya pada dinding untuk membuat sambungan. Anda dapat menyimpannya dalam bentuk datar dan mengecatnya kembali seperti yang anda inginkan.

2. Menaruh Benda pada Backdrop

Perkirakan posisi obyek foto pada sambungan. Hal ini akan membantu kita untuk mengetahui dimana kita harus menaruh kamera, tripod, dan cahaya. Obyek foto anda harus berada di tengah-tengah background dan di dekat dimana kita mulai meletakkan sambungan. Kita dapat mengatur kembali obyek sambil melakukan pemotretan.

Positioning a ceramic mug on the backdrop

3. Mengatur Tripod dan Posisi Kamera Anda

Tripod yang bagus dan stabil akan berguna saat anda mengambil foto produk. Tripod akan memudahkan untuk menjaga agar kamera tetap pada posisi yang stabil dan mengurangi pengaturan posisi yang berkali-kali saat anda ingin mengambil foto lainnya. Ditambah lagi, anda dapat mengambil waktu untuk menyusun setiap elemen yang digunakan untuk membuat foto akhir. Sebuah tripod juga dapat mengurangi guncangan pada kamera sehingga anda dapat menggunakan kecepatan shutter yang lebih lambat dari yang biasanya anda gunakan saat memegang kamera dengan tangan anda. Kecepatan shutter yang lebih lambat akan menghasilkan kedalaman pandang yang lebih luas, yang akan sangat berguna jika anda memotret produk dalam jarak dekat.

Setting up the camera for the photo session

Aturlah posisi obyek dan posisi kamera sambil memeriksanya di layar kecil atau di layar LCD anda sampai anda mendapatkan susunan yang anda inginkan. Disini, saya ingin menampilkan bagian cangkir yang terbuka dengan cara mengatur posisi kamera dan obyek dengan hati-hati. Saya akan mengangkat posisi kamera sampai saya dapat melihat bagian yang terbuka dari cangkir tersebut, yang akan membantu untuk memperlihatkan bentuk yang unik dari cangkir tersebut. Pastikan bahwa bagian yang terbuka tersebut terlihat pada jendela bidik. Anda juga dapat mengambil beberapa foto sebagai latihan dan memperbesarnya untuk memastikan bahwa semua detail penting akan terlihat.

Ceramic mug with top opening and handle showing

4. Mengatur dan Menaruh Pencahayaan

Untuk tutorial, saya menggunakan sebuah lampu dan meletakannya di atas subyek saya untuk menyinarinya. Untuk benda berbahan keramik, anda seringkali hanya membutuhkan satu lampu yang tentunya membuat pekerjaan anda lebih mudah. Anda perlu menaruh sebuah penyangga lampu dan mengarahkan sinarnya langsung ke bawah. Lalu, atur posisi cahaya sehingga cahaya jatuh tepat di atas subyek. Hal ini akan membentuk bayangan yang bagus pada bagian ujung bawah benda dan membantu untuk membuat benda terlihat kokoh. Secara visual, bayangan yang kuat akan memberikan kesan berat pada benda yang akan membuat calon pembeli dapat membayangkan bagaimana rasanya memegang benda tersebut di tangan mereka.

Positioning a single light above a table

5. Memperhalus Highlight dan Bayangan

Yang harus kita lakukan hanya mengatur kehalusan dengan cara menaikkan atau menurunkan cahaya. Semakin dekat lampu pada subyek, maka semakin besar dan lembut cahayanya. Dengan cahaya yang lembut, bayangan akan kehilangan sudut yang tajam dan tidak terlalu terlihat. Hal ini akan menciptakan highlight yang samar dan gradasi warna yang lebih halus di antara area yang gelap dan terang.

A ceramic mug casting a soft shadow below it

Jika menggeser lampu lebih dekat tidak menghasilkan bayangan yang cukup lembut, anda dapat menambahkan penghalus cahaya di antara lampu dan subyek. Penghalus cahaya dibuat dari material tembus pandang yang dapat anda beli atau anda juga dapat membuatnya dari kertas kalkir atau kain. Meletakkan penghalus cahaya di antara lampu dan obyek akan memberikan efek cahaya dan bayangan yang jauh lebih lembut.

6. Membuat Gradasi pada Background

Setelah anda selesai mengaturnya, obyek anda akan terlihat seperti melayang di ruang tak berdasar yang berwarna abu-abu. Untuk memperbaikinya, kita dapat membuat gradasi warna pada backdrop yang akan memudar dari warna abu-abu ke hitam saat menuju bagian atas foto. Gradasi ini akan membantu untuk memperlihatkan tempat dimana benda tersebut berdiri. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyinari backdrop abu-abu dari atas dan mencegah cahaya lainnya agar tidak menyentuh background.

Creating a gradient on a sweep
Gradasi akan membantu untuk memperlihatkan tempat dimana benda tersebut berdiri.

Mulailah dengan meletakkan potongan kardus yang tidak tembus cahaya di antara cahaya dan backdrop. Anda dapat mengatur warna pudar gradasi tersebut dengan mengubah posisi kardus tersebut. Anda dapat juga mengubah ketajaman gradasi dengan mengatur jarak antara cahaya dengan potongan kardus. Semakin dekat dengan cahaya, maka semakin bertingkat pula gradasi yang akan dihasilkan.

Cardboard positioned to create a gradient on a background

7. Pengaturan Kamera: Exposure, Fokus, dan White Balance

Mengatur keseimbangan warna yang akurat sangatlah penting. Jadi, disini saya akan menggunakan pengaturan white balance yang dimiliki kamera saya. Untuk mengatur white balance, pilihlah pilihan yang ada di menu kamera anda dan gunakan karton abu-abu untuk menyesuaikan white balance.

Using a gray card to set color balance

Untuk mengatur exposure pada kamera, saya akan menggunakan mode manual (M) dan hasil dari pengukur cahaya saya. Jika anda tidak memiliki pengukur cahaya, gunakanlah karton abu-abu dan pengukur cahaya yang ada di kamera anda.

Checking exposure levels on a light meter

Untuk informasi lebih lanjut tentang penggunaan karton abu-abu, anda dapat membaca tutorial yang bermanfaat ini: Sebuah Solusi Sederhana untuk White Balance dan Exposure: Karton Abu-Abu 18%

Aturlah fokus anda secara cermat dengan menggunakan fokus manual dan terus periksa pada layar LCD di kamera anda apakah anda semua detail sampai yang terkecil sudah masuk ke fokus kamera anda. Lalu ambil sebuah foto sebagai latihan dan perbesar sampai anda yakin bahwa semuanya sudah masuk ke dalam fokus.

8. Mulailah Memotret!

Anda akhirnya sudah siap untuk mengambil foto. Jadi, silahkan tekan tombol shutter tersebut. Jika hasil fotonya sudah terlihat bagus pada pratinjau, artinya kerja anda sudah bagus! Jika belum, periksa kembali pengaturannya dan ulangi lagi langkah-langkah sebelumnya. Setelah semuanya sudah sesuai, anda dapat memotret benda keramik tersebut sepanjang hari.

9. Proses Setelah Pengambilan Foto: Levels dan Ketajaman

Pemotretan mungkin sudah selesai, namun ada beberapa penyesuaian sederhana dengan menggunakan Adobe Photoshop yang dapat anda lakukan untuk membuat foto anda menjadi semakin menarik di mata pembeli.

Penyesuaian pertama yang akan kita lakukan adalah Levels. Untuk melakukan ini anda dapat memilih ikon Levels yang ada pada panel Adjustment. Ini akan mengatur warna pada foto anda agar terlihat seperti aslinya. Pengaturan levels akan menunjukkan histogram yang menunjukkan tiga titik di dalamnya.

Kita akan mulai dengan menyesuaikan titik untuk area cahaya pada foto. Anda dapat menemukannya di sebelah kanan. Pilih titik tersebut dan geser ke kiri sampai titik tersebut bertemu dengan batas grafik. Ini akan membuat area terang yang ada di foto menjadi lebih terang.

Making a levels adjustment in Photoshop

Selanjutnya, pilih titik yang berada di sebelah kiri dan geser ke sebelah kanan sampai titik tersebut bertemu dengan batas grafik. Ini akan membuat area gelap yang ada di foto menjadi semakin gelap.

Titik ketiga yang berada di tengah histogram mengatur tingkat kecerahan keseluruhan dari foto tersebut. Jika foto anda terlihat terlalu terang atau terlalu gelap, cobalah untuk menyesuaikan titik yang ada di tengah tersebut ke arah kiri atau kanan.

Penyesuaian kedua yang akan kita buat adalah menanjamkan foto dengan menggunakan filter Smart Sharpen. Perbesarlah foto hingga 100%. Lalu, pilih menu Filter pada Photoshop dan temukan pilihan Sharpen pada menu tersebut. Lalu pilihlah pillihan Smart Sharpen yang ada di sub-menu.

Saya akan mengatur Amount keseluruhan di sekitar 130% atau di tingkat dimana tekstur permukannya akan ditingkatkan. Jika anda melihat kontras pada ujungnya semakin menonjol, berarti itu waktu bagi anda untuk berhenti. Saya biasanya mengatur Radius pada 1.5 pixel untuk detail yang lebih ingin ditingkatkan. Tujuan dari penyesuaian ini adalah untuk meningkatkan detail yang ada dan membuat foto terlihat lebih bersih dan menarik.

Berikut adalah tampilah hasil akhir produk.

Ceramic cup on gradated background

Teruslah Belajar

Ada banyak hal yang bisa anda lakukan dengan satu pencahayaan, namun anda bisa melakukan lebih banyak lagi jika anda punya dua!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.