Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Product Photography
Photography

Bagaimana Memotret Lukisan dan Cetakan Foto Dengan Cahaya Tiruan

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:
This post is part of a series called Product Photography.
How to Photograph Ceramics and 3-Dimensional Products with One Light

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Memotret cetakan foto dan lukisan dapat sangat menantang. Anda ingin mendapatkan warna dan tekstur yang akurat sehingga mendapatkan hasil yang terbaik, namun skala, kerekikan, dan kerumitan subjek terkadang membuatnya cukup sulit untuk dilakukan. Pada tutorial ini, anda akan belajar dua cara memotret lukisan atau cetakan foto menggunakan tripod dan sepasang cahaya untuk memastikan pencahayaan merata dan warna yang dihasilkan akurat. Jangan takut: dengan sedikit cara dan pencahayaan yang baik maka memotret lukisan dapat menjadi mudah, bahkan menyenangkan!

Hal - hal yang anda butuhkan

  • Meteran pengukur
  • Tripod
  • Sumber cahaya
  • Kamera
  • Kartu abu - abu

Memotret Artwork Yang Belum Terpasang

Jika subjek anda belum terpasang atau dibingkai, seperti loose print, akan sangat praktis untuk memotretnya dengan meletakkannya di atas lantai daripada memasangnya terlebih dahulu. Bagaimanapun juga, jika subjek tersebut terlalu besar dan kamera anda tidak cukup tinggi untuk memotret keseluruhan subjek tanpa kelihatan kaki tripod, maka pengaturan untuk artwork terpasang (dijelaskan di bawah) akan lebih baik.

Mengatur Tripod

Atur tripod pada subjek di atas lantai. Anda dapat meletakkan subjek pada foamcore atau tikar alas potong (cutting mat). Keuntungan menggunakan cutting mat adalah karena ada garis - garisnya, yang dapat anda gunakan untuk memastikan subjek anda lurus. Setelah tripod anda berada di atas area kerja, sesuaikan tripod sehingga menghadap ke lantai.

Beberapa tripod mengambil posisi di tengah dan memasang kamera ke atas dan ke bawah dan melebarkan kakinya lebih jauh dari posisi normal. Pengaturan ini menempatkan kamera langsung di atas area kerja anda dan membantu anda untuk memotret subjek yang lebih besar tanpa terganggu oleh kaki tripod.

Camera on tripod with inverted center column

Menyiapkan dan Memposisikan Subjek

Siapkan subjek dan pastikan bebas debu juga diratakan.

Saya memasang cutting mat yang punya pola garis - garis untuk membantu saya meluruskan subjek saya. Ini tidak terlalu perlu namun menggunakan meletakkan selotape untuk menandai posisi akan membantu anda meluruskan subjek setiap kali anda akan memotretnya.

Tempatkan subjek pada permukaan dan luruskan sehingga anda dapat memposisikannya dalam frame kamera.

Print lying flat on work surface

Mengatur Kamera Untuk Mencocokkan Frame

Posisikan kamera pada tripod dan luruskan sehingga framenya sesuai dengan kamera. Idealnya bagian belakang kamera akan paralel dengan posisi lantai. Waterpass kecil pada bagian belakang kamera akan membantu untuk ini. Meratakan posisi kamera secara persegi akan membantu menghilangkan distorsi lensa, dimana ini akan sangat membantu pada waktu post-production dan membuat hasil akhir tampak jauh lebih baik.

Kita ingin memenuhi frame kamera dengan subjek sebisa mungkin. Bagaimanapun juga, kebanyakan artwork tidak sesuai dengan aspek rasio standar kamera. Jika itu masalahnya, isi frame dan sisakan area seminimal mungkin untuk dilakukan cropping kemudian.

Camera directly above print

Memposisikan Sepasang Sumber Cahaya Untuk Menyinari Permukaan Secara Merata

Pencahayaan yang rata adalah kunci untuk membuat gambar terekspos dengan baik dan membutuhkan sedikit proses post-production. Untuk mengatur ini, kita akan menggunakan sepasang sumber cahaya pada posisi dengan jarak yang sama dari subjek. Jenis pencahayaan ini disebut "Cahaya Tiruan," karena kita melakukan pencahayaan untuk membuat tiruan subjek semirip mungkin.

Pertama - tama kita akan mulai mengukur jarak yang sama menggunakan meteran pengukur:

Measure distance from print

Sumber cahaya harus ditempatkan pada sudut 45 derajat menghadap subjek. Setelah sudut dan jaraknya sama, Saya akan memulai mengecek permukaan untuk pencahayaan yang merata. Saya memiliki light meter untuk membantu membaca exposure. Itu mencatat seberapa banyak cahaya yang jatuh pada subjek, tidak seperti light meter pada kamera yang mencatat cahaya yang dipantulkan dari subjek.

Light positions for photographing flat work

Jika anda tidak mempunyai light meter, anda dapat menggunakan kartu abu - abu dan mencatat pembacaan exposure menggunakan kamera anda. Cukup ganti metering mode ke spot meter dan catat nilai exposure saat anda meletakkan kartu abu - abu pada area yang berbeda pada subjek. Periksa keempat sudut dan area pusat. Jika pembacaannya sama, cahaya tersebut merata dengan sempurna.

Untuk mendapat informasi lebih tentang metode ini, cek tutorial informatif tentang menggunakan kartu abu - abu untuk mengatur exposure dan colour balance.

Mengatur Exposure, Focus, dan White Balance pada Kamera

Sangat penting untuk mengatur color balance dengan akurat saat memotret artwork. Untuk mengatur custom white balance, pilih option tersebut pada menu kamera anda dan gunakan kartu abu - abu untuk menyesuaikan white balance.

Setting color balance with a gray card

Untuk mengatur exposure pada kamera saya akan menggunakan manual mode (M) dan pembacaan light meter. Jika anda tidak mempunyai light meter gunakan kartu abu - abu dan meter kamera untuk pembacaan.

Checking exposure with light meter

Sesuaikan fokus dengan hati - hati menggunakan manual focus dan cek layar LCD pada kamera sampai anda dapat melihat detail terkecil dalam fokus. Lalu lakukan tes foto dan zoom untuk memastikan semuanya dalam fokus.

Mengambil Foto

Anda hampir siap untuk mengambil foto! Jika anda punya cable release, menggunakannya akan mengurangi getaran dan membuat gambar yang lebih tajam. Jika anda tidak punya cable release, ganti ke timer mode. Mode ini memiliki nama yang berbeda - beda pada masing - masing kamera, namun ditandai dengan stopwatch kecil. Fungsi ini menunda shutter release, membuat kamera tenang dari getaran yang disebabkan saat menekan tombol shutter.

Ok, sekarang mulailah menekan tombol shutter.

Jika hasil gambar terlihat bagus pada layar, kerja yang bagus. Jika tidak, cek kembali pengaturan dan ulangi langkah sebelumnya. Setelah semuanya pas, anda dapat memotret artwork sepanjang hari dengan pengaturan yang sama.

Ready to take the photo

Setelah anda selesai memotret waktunya untuk mengedit. Temukan walk-through setelah pengaturan untuk pemotretan pada artwork terpasang.

Memotret Artwork Terpasang

Jika artwork terpasang atau dibingkai, seperti pada kanvas atau terbingkai akan sangat praktis untuk memotretnya saat tergantung pada tembok, khususnya jika ukurannya sangat besar.

Menyiapkan Dan Memposisikan Artwork

Siapkan artwork dengan menggantungkannya pada tembok. Gantungkan gambar tersebut pada ketinggian yang pas dan pastikan seimbang karena hal tersebut akan membantu anda meratakannya secara persegi.

Leveling a painting before photographing it

Mengatur Tripod

Atur tripod sehingga menghadap ke lukisan dan sesuaikan kepala tripod agar rata menggunakan waterpass. Banyak tripod yang sudah memiliki waterpass. Sekali lagi, ini akan membantu kita meluruskan posisinya.

The spirit levels on a tripod head

Mengatur Kamera Untuk Menyesuaikan Artwork ke Dalam Frame

Posisikan kamera pada tripod dan luruskan sehingga itu paralel dengan subjek. Idealnya bagian belakang kamera akan paralel tampilan artwork, walaupun ini cukup sulit untuk melakukan dengan subjek yang besar. Jika anda memiliki pilihan, gerakkan kamera anda ke belakang dan gunakan lensa yang lebih panjang dapat membuat penentuan posisi kamera lebih mudah: semakin jauh subjek dari anda, semakin sempit penyesuaian yang dapat anda lakukan untuk membuat kamera setara dengan subjek. Jangan mundur terlalu jauh, walaupun anda tetap ingin memastikan subjek dapat mengisi penuh frame.

Memposisikan Sepasang Sumber Cahaya Untuk Menyinari Permukaan Secara Merata

Pencahayaan yang rata adalah kunci untuk membuat gambar terekspos dengan baik dan membutuhkan sedikit proses post-production. Untuk mengatur ini, kita akan menggunakan sepasang sumber cahaya pada posisi dengan jarak yang sama dari subjek. Jadi pertama - tama saya akan mengukur jarak yang sama menggunakan meteran pengukur. Aturan utamanya adalah semakin besar subjek yang akan anda foto, semakin jauh posisi jarak sumber cahaya.

Measuring light distance to subject

Sekali lagi sumber cahaya harus berada pada posisi 45 derajat terhadap subjek. Setelah jarak dan sudutnya sama, cek permukaan untuk memastikan pantulan cahaya yang merata.

Lighting and camera position

Jika anda tidak mempunyai light meter, anda dapat menggunakan kartu abu - abu lagi dan mencatat pembacaan exposure menggunakan kamera anda. Cukup ganti metering mode ke spot meter dan catat nilai exposure saat anda meletakkan kartu abu - abu pada area yang berbeda pada subjek. Periksa keempat sudut dan area pusat. Jika pembacaannya sama, cahaya tersebut merata dengan sempurna.

Mengatur Exposure, Focus, dan White Balance Pada Kamera

Sangat penting untuk mengatur color balance dengan akurat saat memotret artwork. Untuk mengatur custom white balance, pilih option tersebut pada menu kamera anda dan gunakan kartu abu - abu untuk menyesuaikan white balance.

Checking white balance before photographing a painting

Perhatikan pewarnaan yang tidak merata. Jika tembok yang anda gunakan untuk area memotret memiliki warna yang kuat, dan tembok tersebut menyerap cahaya dari pengaturan anda, warna tersebut akan "tumpah" ke dalam subjek anda. Jika anda mengalami masalah ini, selimut atau kartu dengan warna netral dapat membantu membatasi cahaya yang berlebihan.

Untuk mengatur exposure pada kamera, sekali lagi gunakan manual mode (M) dan pembacaan light meter. Jika anda tidak mempunyai light meter, gunakan kartu abu - abu dan meter kamera anda untuk pembacaannya.

Checking exposure on a light meter

Sesuaikan fokus dengan hati - hati menggunakan manual focus dan cek layar LCD pada kamera sampai anda dapat melihat detail terkecil dalam fokus. Lalu lakukan tes foto dan zoom untuk memastikan semuanya dalam fokus.

Mengambil Foto!

Anda sudah siap untuk mengambil foto. Jadi mulailah menekan tombol shutter. Jika hasil gambar terlihat bagus pada layar, kerja yang bagus. Jika tidak, cek kembali pengaturan dan ulangi langkah sebelumnya. Setelah semuanya pas, anda dapat memotret artwork sepanjang hari dengan pengaturan yang sama.

Ready to take the photo

Pemrosesan Gambar: Crop, Levels, dan Sharpness

Setelah anda memindahkan foto ke dalam komputer, kita dapat melakukan beberapa edit untuk memperbagus kualitas gambar. Saya akan menunjukkan editing paling esensial dengan Adobe Photoshop.

Saat kita menggunakan kamera, kita mencoba sedekat mungkin dengan tepi lukisan. Bagaimanapun juga, karena aspek rasionya berbeda, kita perlu memotong bagian yang tidak termasuk area gambar. Jadi langkah awal adalah dengan melakukan cropping terhadap gambar. Untuk langkah ini, saya ingin menggunakan tool Perspective Crop yang dapat ditemukan pada menu flyout di bawah tool Crop.

Using the perspecitve crop tool

Menggunakan tool Perspective Crop, saya akan menggerakkan sudut persegi crop ke sudut subjek. Saya senang melakukan zoom dan memastikan sudut tersebut tepat sehingga area yang tidak diinginkan tidak ikut masuk ke dalamnya. Kemudian, tekan OK untuk melakukan crop. Software akan membuang area luar seleksi anda.

Adjusting the crop edges

Adjustment pertama yang akan kita buat adalah Levels. Untuk menampilkan panel Adjustments klik pada tombol Levels. Ini akan menyesuaikan tone gambar agar tampak seperti aslinya. Adjustment levels menunjukkan histogram yang memiliki tiga slider di bawahnya.

Adjsuting the tonal levels in the image

Kita akan mulai dengan menyesuaikan slider untuk area terang pada gambar. Letaknya berada pada sisi kanan. Pilih slider tersebut kemudian geser ke kiri sampai bertemu dengan grafik histogram. Ini akan mencerahkan area terang pada gambar. Anda ingin mencocokkan brightness dengan subjek aslinya.

Kemudian, pilih slider pada sisi kiri dan gerakkan ke kanan hingga bertemu dengan grafik histogram. Ini akan menggelapkan area yang lebih gelap mencoba untuk mencocokkan tone gelap sesuai dengan subjek aslinya.

Slider ketiga berada di tengah histogram dan menyesuaikan brightness keseluruhan gambar. Jika gambar anda terlalu terang atau gelap, coba sesuaikan slider tengah sedikit ke kiri atau ke kanan. Anda ingin mencocokkan penampakkan keseluruhan terhadap subjek aslinya.

Penyesuaian kedua yang akan kita buat adalah mempertajam gambar menggunakan filter Smart Sharpen. Lakukan Zoom 100% pada gambar. Kemudian, masuk ke menu Filter pada Photoshop dan temukan Sharpen. Pilih Smart Sharpen pada sub-menu. 

Adjusting the sharpness of the image

Saya akan mengatur amount sekitar 120%, atau pada area dimana detail permukaan menjadi lebih jelas. Saya akan memastikan radius pada 1 pixel untuk menjaga adjustment tetap minimal dan tidak terlalu berlebihan pada tekstur. Tujuan adjustment ini adalah untuk memperbaiki beberapa detail seperti goresan kuas pada lukisan ini.

Dan selesai! Berikut adalah tampilan akhir gambar tersebut:

The final photograph of the painting
The final photo of the print
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.