Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Adobe Lightroom

Bagaimana Cara Mengatur Library (Perpustakaan) yang Cepat dan Fleksibel dengan Smart Preview di Adobe Lightroom

by
Difficulty:AdvancedLength:LongLanguages:
This post is part of a series called Digital Asset Management for Photographers (Learning Resource Guide).
Best of Both Worlds: Use a Fast Working Library and Secure Picture Archive
Implementing a Controlled Vocabulary in Adobe Lightroom

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhlis Tirowali (you can also view the original English article)

Dalam tutorial ini kamu akan belajar bagaimana cara mengatur sebuah perpustakaan gambar yang cepat dan efektif dengan Smart Previews (Peninjauan Pintar) di Adobe Lightroom yang memberikanmu akses ke arsip lengkapmu tanpa perlu mengorbankan kecepatan dan menghabiskan banyak uang.

Sebuah gambar perpustakaan kerja mengumpulkan dan mengatur gambar-gambar hari ke hari yang kamu simpan dekat denganmu sehingga kamu bisa mengerjakannya. Perpustakaan adalah sistem mitra untuk pengarsipan seperti yang kami jelaskan di artikel terakhir kami, Do You Need a Picture Archive? (Apakah Kamu Perlu sebuah Arsip Gambar?)

Paradoks yang Bagus-Cepat-Murah

Kita semua mau solusi yang bagus, cepat dan terjangkau. Pada kenyataannya, kita biasanya terpaksa memilih dua di antara pilihan tersebut. Kita bisa memiliki solusi yang bagus dan terjangkau, tapi tidak cepat. Kita bisa memiliki solusi yang bagus dan cepat, tapi tidak terjangkau.

Memisah perpustakaan dari arsipmu membuat pekerjaanmu terbagi menjadi beberapa bagian. Ini memungkinkan dirimu dalam pemaksimalan sumber daya. Dengan sebuah perpustakaan dan arsip, kamu bisa menekankan kecepatan, keterjangkauan dan ketergantungan dalam jumlah yang berbeda pada poin-poin utama dalam proses pencitraanmu.

Dalam tutorial ini aku akan membuat tiga asumsi:

  1. Media yang kamu butuhkan dalam mengerjakan gambar-gambar harus memiliki kemampuan baca-tulis yang cepat dan dapat mudah diakses: bagus dan cepat, tapi lebih mahal. Kita rela untuk menukar kapasitas yang lebih rendah dan harga yang lebih tinggi untuk meningkatkan kecepatan dan performa di dalam perpustakaan kita karena kita memiliki gambar yang relatif lebih sedikit di dalam perpustakaan, tapi kita menggunakan masing-masing gambarnya lebih sering.

  2. Media yang kamu butuhkan untuk menjaga gambar-gambarmu untuk di kemudian hari harus terjangkau dan aman: bagus dan murah, tapi tidak cepat. Kita rela untuk menukar kecepatan dan aksesibilitas untuk volume penyimpanan dengan biaya yang lebih rendah dan ketergantungan yang lebih pada arsip kita karena kita memiliki gambar yang relatif lebih banyak (bahkan terkadang sangat banyak) tapi kita menggunakan gambar-gambarnya sedikit lebih jarang.

  3. Kita mau menghindari media yang cepat dan murah tapi tidak bagus. Dengan kata lain, kita menginginkan sistem yang dapat diandalkan.

Apa yang Akan Kamu Butuhkan

Beberapa tahun yang lalu, para fotografer sering berada dalam kebingungan akan bagaimana mereka menyimpan gambar-gambarnya. Apabila seorang fotografer mau memiliki akses untuk keseluruhan koleksi gambarnya sekaligus, berarti dia harus mengisinya ke dalam sebuah eksternal drive (perangkat penyimpanan data portabel) yang besar.  Drive-drive tersebut seringkali lambat, mahal dan memiliki ukuran yang besar: bagus untuk pengarsipan, tapi bukan untuk perpustakaan kerja.

Penyimpanan SSD yang Cepat

Smart Previews Lightroom membantu menjembatani celah antara perpustakaan kerja harianmu dengan arsip penyimpanan gambar jangka panjangmu.  Kamu bisa menggunakan Smart Previews untuk mendapatkan hasil terbaik dari keduanya, seperti yang akan kamu pelajari di bawah ini. Ada biaya tambahan dan kompleksitas dalam pengaturannya tapi hasilnya memuaskan, menurutku.

Apabila kamu memiliki solid-state drive (salah satu penyimpanan utama selain hard disk) untuk hard drive komputermu, kamu bisa tetap menyimpan pekerjaanmu di sana. Namun kemungkinan besar, SSD komputer utamamu tidak memiliki ruang penyimanan yang cukup untuk menyimpan semua data yang Lightroom buat dengan pengaturan ini. Sebuah SSD eksternal adalah solusi yang jauh lebih fleksibel.

Perpustakaan kerja adalah satu-satu yang bisa kamu bawa dekat denganmu

Carilah sebuah drive yang memiliki koneksi yang cepat. USB 3.0 (sebaiknya yang memiliki bus-powered (perangkat yang dapat menyala dengan koneksi yang sama dengan transfer data) dengan sebuah koneksi USB kedua) atau Thunderbolt adalah pilihan yang bagus.  SSD-nya sendiri harus cepat dan cukup besar. Tergantung pada volume gambar yang kamu ambil, kamu mungkin membutuhkan penyimpanan sekitar 500 GB (gigabyte) hingga satu TB (terabyte).

Kamu akan menjadikan keseluruhan drive-mu untuk menjadi media penyimpanan dalam perpustakaan kerja. Ini akan menyimpan Catalog (Katalog) Lightroom dan data pratinjaumu.

Kontrol Arus Datamu

Perpustakaan, arsip, katalog: mereka saja cukup membuat kepalamu pusing. Untuk membuat pengaturan ini bekerja, kamu memerlukan pemahaman yang kuat untuk alur pencitraan digitalmu.

Sebelum berlanjut ke penerapan dalam alur kerja kita, mari kita rangkum beberapa prinsip utama: 

Archives (Arsip-arsip)

Ini adalah di mana dokumen gambar digital yang kamu sayangi berada selamanya, atau sampai kamu memutuskan hal lain. Semua salinan katalog utama berada di sini.  Sebagian besar individu memiliki satu arsip. Organisasi-organisasi mungkin memiliki lebih dari satu arsip. Kita akan membahas pengaturan optimal arsip gambar di tutorial selanjutnya.

Libraries (Perpustakaan-perpustakan)

Ini adalah di mana kamu mengorganisir gambar-gambar, mengumpulkannya menjadi grup-grup, menambahkan metadata (sekumpulan data yang memberikan informasi data lainnya) untuk menjelaskan catatanmu, dan menjelajah ke dalam koleksimu.

Ada banyak macam perpustakaan, tapi di dalam tutorial ini kita akan fokus dengan perpustakaan kerja. Untuk tujuan tersebut, perpustakaan kerja adalah tempat di mana kita bekerja dengan gambar-gambar. Kita "check out" atau salin gambar-gambar dari arsip untuk digunakan di perpustakaan kerja, dan ketika selesai, kita tinggal memilih "check out" atau menggabungkan hasilnya dari perpustakaan kerja kembali ke arsip.

Catalogs (Katalog-katalog)

Ini adalah struktur yang kita gunakan untuk mendeskripsikan bagaimana gambar-gambar kita terorganisir. Baik arsip maupun perpustakaan memiliki katalog. Kita bisa menyimpan berbagai macam versi katalog, subkatalog, katalog tujuan tertentu, katalog dari katalog dan lain-lain.

Adobe Lightroom menggunakan kata Catalog sebagai nama untuk berkas databasenya.  Database ini menyimpan semua informasi yang Lightroom miliki tentang berkas yang kamu tambahkan ke dalam Catalog dan bagaimana mereka terorganisir. Lightroom tidak dapat bekerja dengan berkas atau informasi di luar dari Catalog.

A Master Catalog (Katalog Utama)

Katalog ini berisi sebuah catatan untuk setiap gambar di dalam arsipmu. Dari katalog utama ini kamu bisa membuat semua katalog lainnya seperti yang aku sudah sebutkan di atas, tapi akhirnya semua dimulai dan diakhiri dengan katalog utama.

Katalog utama juga bisa berisi perpustakaan kerjamu. Pada pengaturan ini, perpustakaan kerja adalah sebuah set gambar di dalam katalog utama yang saat ini sedang aktif atau yang diperlukan untuk tetap aktif. Kamu akan menggunakan Smart Previews untuk memberikan gambar-gambar ini kemampuan yang lebih.

Apabila kamu sedang memiliki lebih dari satu katalog yang terbengkalai, ini adalah waktunya mulai berpikir untuk membuat katalog utama.

Masks
Topeng Ambalangoda oleh Sarvodaya Shramadana Movement CC BY 2.0, dipotong/pangkas dan warna dikoreksi dari aslinya.

Perpustakaan Kerja Berbasis Proxy di Lightroom

Banyak alat digital asset management (DAM atau pengelolaan aset digital) yang mengutamakan kemampuan untuk membangun "berkas proxy" untuk menggantikan berkas aslinya.  Proxy ini adalah salinan referensi untuk yang aslinya sehingga hanya memuat sedikit ruang di penyimpanan, memuat lebih cepat dan membiarkan berkas salinan utamanya tidak berubah sama sekali. Implementasi Lightroom untuk pendekatan ini disebut sebagai Smart Previews. Pratinjau ini memberimu fleksibilitas untuk melihat dan bekerja pada gambarmu hampir dengan semua fitur dari berkas aslinya tanpa harus benar-benar terhubung ke berkas utama sepanjang waktu.

Dengan Smart Previews, kita tetap bisa bekerja dengan gambar-gambar tanpa terhubung ke berkas aslinya.

Di dalam alur kerja ini, kamu membuat Smart Previews untuk segala yang kamu mau masukan ke dalam perpustakaan kerjamu.  Ketika kamu selesai dengan sebuah gambar atau sebuah set gambar, kamu menghapus Smart Previews untuk gambar-gambar tersebut. Ini membebaskan ruang kosong di SSD-mu untuk Smart Previews yang baru.

Semua gambar tanpa Smart Previews akan tetap memiliki pratinjau reguler. Kamu akan bisa melihat gambar dengan resolusi rendahnya (tergantung dari pengaturan impormu) dan melakukan semua pengorganisiran berkas seperti biasa di Lightroom. Kamu tidak bisa melakukannya tanpa Smart Previews (atau aslinya) adalah proses dan  menghasilkan berkas-berkas tersebut.

Nondestructive (Tidak Merusak)

Dengan kombinasi berkas proxy dan sebuah database—Smart Previews dan Catalog—kamu bisa bekerja dengan cepat, melihat semua yang kamu punya, dan menyimpan salinan asli utama dengan aman samasekali di dalam arsipmu.  Sekali semuanya telah diunduh dan diimpor, Lightroom tidak akan pernah mengubah salinan aslinya. Lightroom hanya akan menyimpan informasi tentang salinan utama, kemudian mereferensinya ketika kamu perlu mengekspor versi baru dari sebuah gambar.

Terlebih lagi, dengan pengaturan ini, memutuskan koneksi dari arsipmu bukan berarti kamu harus berhenti bekerja. Apabila kamu membuat Smart Previews, proses pengeditan tetap bisa berjalan.  Ketika kamu kembali terkoneksi ke dalam arsip, semuanya akan tersinkronasi dan kamu bisa mengekspornya dari berkas utama untuk menyelesaikan pekerjaanmu.

Batasan-batasan dalam Smart Previews

Walaupun Smart Previews adalah solusi yang bagus, tentu saja mereka memiliki resiko tertentu. Khususnya, kamu tidak bisa mengedit gambar dengan tampilan 100%, jadi rencanakan untuk melakukan pengeditan yang teliti (jika diperlukan) ketika kamu kembali terkoneksi dengan berkas utamamu.

 Jumlah Gambar  Berkas Asli  Smart  Previews
 50 1 gigabyte 48 megabytes
100 2.02 gigabytes 98 megabytes
250 2.56 gigabytes 240 megabytes
500 5.08 gigabytes 481 megabytes

Pada table di atas, aku menunjukan beberapa pengujian singkat yang telah kulakukan dengan membandingkan berkas-bekas gambar asli dengan ukuran dari Smart Previews. Menyimpan Smart Previews sebanyak 500 gambar akan memakan kurang dari 500 MB (megabytes), sehingga mudah menjaga ruang penyimpanan besar-besaran.

Ingat juga bahwa membuat Smart Previews meningkatkan ukuran folder Catalog-mu. Smart Previews yang baru memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada berkas gambar asli yang mereka referensikan, tapi mereka meningkatkan jumlah ukuran catalog.

Membuat Perpustakaan Kerja

Baiklah. Aku harap kamu yakin, seperti aku, bahwa ini adalah cara terbaik untuk mengkonfigurasikan perpustakaanmu. Mari mulai dengan membuat Smart Previews untuk perpustakaan kerja kita.

Pengaturan rekomendasiku adalah menyimpan Catalog dan Smart Previews Lightroom-mu di dalam SSD eksternal dan arsip gambar dari berkas gambar asli di drive terpisah. Pemisahan ini memberimu kinerja ketika kamu membutuhkannya dan ketergantungan di mana kamu membutuhkannya.

Pengaturan Impor

Apabila kamu bekerja dengan Katalog baru atau mengimpor berkas gambar baru, inilah proses impornya:

  1. Buka Catalog (Katalog) Lightroom-mu dari SSD.
  2. Buka modul Library (Perpustakaan) dan klik Import (Impor).
  3. Setel destinasi To (Ke) ke arsip gambarmu.
  4. Apabila kamu juga memiliki disk cadangan, centang Make a Second Copy To: (Buat Sebuah Salinan Kedua ke:) dan pilih lokasinya juga.
  5. Centang Build Smart Previews (Buat Smart Previews).
  6. Selesaikan sisa proses pengimporannya seperti biasa.

Lightroom akan mengimpor berkas-berkasmu dan membuat Smart Previews.

Untuk Gambar yang Telah Ada

Cara paling mudah untuk membuat Smart Previews untuk gambar-gambar yang sudah ada di Catalog-mu adalah dengan mengakses menu Library  dan pilih Previews > Build Smart Previews.

Lightroom Build Smart Previews dialog
Untuk mulai membuat Smart Previews, masuk ke modul Library dan pilih menu opsi Library > Previews > Build Smart Previews.
Build all Smart Previews
 Pada menu selanjutnya, Lightroom akan meminta apabila kamu mau membuat satu Smart Previews atau lebih untuk semua gambarmu di dalam Library. Apabila kamu melakukan proses ini untuk pertama kalinya, kamu mungkin ingin memilih Build All (Buat Semua) untuk katalog gambarmu.

Kamu juga bisa mengikuti cara ini jika kamu mau membuat Smart Previews hanya untuk penyeleksian gambar di dalam Catalog Lightroom-mu. Pilih grup gambar yang lebih kecil yang mau kamu buat Smart Previews dan ulang prosesnya, kali ini pilih Build Smart Previews untuk seleksi gambar yang terbatas.

Temukan Gambar-gambar yang Memerlukan Smart Previews

Salah satu cara favoritku untuk menemukan gambar yang perlu dibuatkan Smart Previews adalah dengan Smart Collection.  Apabila kamu belum pernah membuat Smart Collection sebelumnya, mereka seperti pencarian yang tersimpan di Lightroom. Kita bisa membuat sebuah pengaturan untuk memunculkan gambar-gambar yang butuh Smart Previews.

Dalam modul Library, cari panel Collections dan pilih Create a Smart Collection untuk memulainya.

Create a Smart Collection
Untuk memulai dengan Smart Collection, tekal tombol "+" pada panel Collections di Library dan pilih create a new Smart Collection (buat Smart Collection baru).

Selanjutnya, kita mau membuat pengaturan untuk menemukan gambar yang masih memerlukan Smart Previews. Untungnya, Adobe telah memberikan pilihan untuk menyertakan status Smart Previews sebagai pengaturan Smart Collection.

Untuk menemukan gambar yang tidak memerlukan Smart Preview, pilih opsi Has Smart Preview dari kolom pertama dari menu dropdown (bentuk menu yang menurun ke bawah).  Selanjutnya, kita akan memastikan dropdown kedua disetel menjadi False. Pada dasarnya, ini membuat Lightroom menampilkan semua gambar yang tidak memiliki Smart Previews.

Smart Collection rules dialog
Jendela baru yang terbuka memungkinkan kita untuk membuat pengaturan Smart Collection. Kita harus memilih Has Smart Preview dari dropdown pertama, dan memilih is false untuk memastikan Lightroom menampilkan gambar yang tidak memiliki Smart Previews.  Pastikan kita tetap menyetel match all tepat di atas peraturannya, dan memberinya nama yang sederhana seperti "Membutuhkan Smart Preview."

Setelah kita membuat Smart Collection yang praktis ini, kita bisa membukanya kapanpun untuk menampilkan gambar yang masih membutuhkan Smart Previews.

Apabila aku akan memutuskan koneksi dari drive-ku untuk suatu waktu, aku selalu memeriksa Smart Collection ini sebelum memutuskannya. Ingatlah bahwa Smart Collections adalah pencarian dinamis yang dapat berubah pada real time (sesuai waktu di dunia nyata), jadi jika kita mengimpor gambar dan tidak membuat Smart Previews, mereka akan terus muncul di koleksi.

Membuang Smart Previews

Akhirnya, kita juga bisa membuang Smart Previews apabila kita tidak membutuhkannya lagi. Prosesnya sangat mirip: cukup pilih gambar yang mau kamu buang, dan pilih Library > Previews > Discard Smart Previews.

Discard Smart Previews
Apabila kamu siap untuk membuang Smart Previews-mu, pilih gambar yang bersangkutan dan kemudian pilih Library > Previews > Discard Smart Previews.

Tentu saja kamu tetap perlu menyimpan gambar aslimu. Smart Previews bukanlah pengganti dari berkas gambar yang asli. Mereka adalah solusi pelengkap yang membantumu dalam membuat berkas proxy yang lebih kecil untuk menggantikan gambar aslinya.

Memproses Gambar dengan Smart Previews

Sekarang ketika kamu mau (atau butuh) bekerja dalam "mode Smart Preview", putuskan koneksi dari berkas gambar aslimu, kamu tetap bisa melanjutkan prosesnya.  Cukup putuskan koneksi dari arsip gambar dan tetap mengedit seperti biasanya kamu lakukan. Alur kerja ini sempurna ketika kamu sedang bepergian atau berada di sekitar rumah namun jauh dari meja kerja.

Working disconnected from the picture archive
Kamu akan mengetahui status dari Library-mu dengan melihat Histrogram di modul Develop. Pada bagian atas tangkapan layar ini, Lightroom mencatat bahwa kita memiliki akses ke Original dan Smart Preview.  Bagaimanapun juga, setelah kamu memutuskan koneksi, kamu hanya akan melihat Smart Preview yang tersedia.

Mengekspor dengan Smart Previews

Satu-satunya di mana Smart Previews sangat memberi pengaruh pada alur kerja adalah pada tahap pengeksporan, di mana kamu harus mengetahui ukuran gambar yang diekspor.

Seperti yang aku bilang sebelumnya, kamu mungkin perlu terkoneksi kembali ke drive di mana gambar aslimu tersimpan. Menurut Principal Digital Imaging Evangelist Adobe, Julieanne Kost, kamu bisa mengekspor menggunakan Smart Previews lebih dari 2540 piksel panjang tepinya.

Jika kamu perlu mengekspor gambar yang lebih besar, kamu perlu terkoneksi kembali pada gambar asli. Selain itu, proses pengeksporan mirip seperti Lightroom biasanya.

Rekap 

Di tutorial ini, kamu belajar tentang bagaimana membuat pengaturan perpustakaan kerja yang memungkinkanmu untuk mengakses arsip lengkap sambil tetap mengandalkan ukuran penyimpanan dan kecepatan tinggi.  Menerapkan sebuah perpustakaan kerja yang berbeda-beda sangat mungkin dilakukan dengan Smart Previews Lightroom. Membuat Smart Previews ketika kamu mau menyimpan akses ke gambar-gambar dan pekerjaanmu dengan cepat, bahkan ketika kamu sedang tidak terkoneksi.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.