Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Macro
Photography

Perlengkapan Macro: Memulai Dengan Fotografi Jarak Dekat

by
Difficulty:BeginnerLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called Macro Photography.
Macro Photography in 60 Seconds
Full-Frame vs. Crop-Sensor Cameras for Macro Photography

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Perkenalan

Jika dilihat kembali ke era kamera film, fotografi macro (atau micro) mengacu kepada sebuah pembesaran gambar pada rasio 1:1 atau lebih dalam frame film 35mm.

Dengan berkembangnya kamera digital atau ukuran sensor, sistem pengukuran ini hampir tidak relevan. Sekarang ini, kebanyakan compact camera, kamera prosumer dan DSLR (level entry hingga intermediate), akan mempunyai mode macro, dilambangkan dengan sebuah bunga.

Macro function on a compact camera
Fungsi macro pada sebuah compact camera

Fungsi ini akan membantu untuk fokus pada jarak yang lebih dekat dibanding jarak minimum biasanya dan juga menginstruksikan kamera kamu untuk memilih aperture yang lebar agar background kehilangan fokus. Jika kamu menggunakan sebuah kamera SLR full frame maka kamu mungkin ingin memotret dalam mode Aperture (A) sehingga kamu bisa mengontrol cahaya yang masuk dan depth of field.

Fotografi macro dan close-up dapat dicapai dalam banyak cara, bahkan tanpa bantuan sebuah lensa khusus. Dalam tutorial ini, saya akan menjelaskan beberapa lensa macro paling populer dan metode yang digunakan untuk fotografi close-up.

Teknik 1: Sebuah Lensa Macro Khusus

Sebuah lensa khusus macro dapat berkisar dari beberapa ratus hingga ribuan poundsterlin. Panjang lensa macro juga bervariasi, jadi pikirkan terlebih dahulu mengenai subjek yang ingin kamu potret sebelum memutuskan untuk membelinya. Focal length yang lebih panjang akan memberikan jarak fokus yang lebih lebar jadi jika kamu ingin memotret serangga, sebagai contoh, kamu akan membutuhkan lensa ini.

Tamron 90mm 11

Lensa macro memiliki sesuatu yang dinamakan flat-field focus. Sebuah lensa tradisional akan melengkung, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam pada bagian tengah subjek dan semakin berkurang ke arah tepi. Lensa flat-field memiliki fokus yang tajam mulai dari focal point hingga ke tepinya, sebuah keunggulan dibandingkan lensa reguler.

Lensa macro biasanya cukup cepat (aperture tinggi dan maksimum) dan ini bagus karena kamu akan membutuhkan banyak cahaya ketika memotret subjek dalam jarak dekat. Ini akan menciptakan depth of field yang pendek, yang berarti kamu akan mendapatkan lebih sedikit fokus dibanding yang kamu inginkan.

Pastikan untuk mendapatkan lensa macro yang befungsi dengan body DSLR kamu. Beberapa lensa hanya untuk sensor yang lebih kecil. Beberapa lensa tidak memiliki motor internal, jadi jika body kamera kamu tidak memilikinya maka kamu tidak akan bisa melakukan auto focus. Ngomong - ngomong tentang itu, saya selalu menggunakan fokus manual ketika memotret close-up karena AF biasanya terlalu lambat dan tidak akurat jika kurang pencahayaan atau dalam kondisi depth of field yang pendek.

Teknik 2: Extension Tube

Extension tube merupakan cara favorit saya untuk melakukan macro tanpa bantuan lensa khusus. Kamu dapat membeli beberapa merek dan ukuran tube; saya memiliki satu set buatan Kenko yang tampak seperti ini:

Kenko extension tubes
Extension tube merek Kenko

Harganya sekitar £99 namun tersedia juga pilihan yang lebih murah. Perhatikan bahwa beberapa tidak memiliki logam kontak di dalamnya, sehingga mereka tidak "terhubung" ke kamera kamu atau auto focus. Kamu dapat menggunakan ketiganya atau kombinasinya bersama - sama:

Kenko extension tubes apart
Extension tube Kenko, dalam keadaan terpisah

Extension tube menghubungkan antara body dan lensa kamera, membuat beberapa jarak dan mengubah lensa 'biasa' menjadi mampu mengambil fokus lebih dekat. Saya membuktikan ini dapat berfungsi dengan baik pada lensa 135mm f/2 saya karena panjang focalnya dan menjadi lensa cepat; namun saya telah mencobanya dengan sebuah telephoto dan dengan lensa macro, semuanya menciptakan hasil yang sangat memuaskan.

Kelemahan dari extension tube adalah berkurangnya cahaya. Ini dapat berupa beberapa f-stop, jadi ini kembali tergantung pada lensa mana yang memberikan hasil terbaik. Coba dan gunakan lensa yang memiliki stop down paling tidak hingga f/2.8 untuk close up yang sesungguhnya.

Hal yang menakjubkan tentang extension tube adalah mereka didesain untuk cocok dengan kamera seperti halnya seluruh lensa kamu, jadi kamu akan dapat mencoba seluruh lensa kamu dan melihat mana yang terbaik. Perhatikan bahwa semakin banyak extension tube yang kamu gunakan dan semakin besar lensa, semakin berat kameramu untuk diangkat dan dimantapkan saat kamu memotret dengan tangan.

Kenko extension tubes attached to camera body and 135mm f2 lens
Extension tube Kenko terpasang pada D800 dan Nikon 135mm f/2

Juga, seperti yang disebutkan sebelumnya, ketika menggunakan lensa reguler kamu akan cenderung mendapatkan flat-field focus dimana biasanya kebanyakan lensa akan memiliki fokus melengkung. Meskipun ketika memotret dengan depth of field yang pendek, keuntungan ini tidak terlalu penting dan mungkin tidak disadari.

Reversing Ring

 A reversing ring for Nikon and 52mm thread size
Sebuah reversing ring ukuran 52mm

Metode ini mungkin cara yang termurah untuk mendapatkan foto macro. Kamu dapat menggunakan sebuah reversing ring, yang memasangkan lensa normal pada kamera dalam keadaan terbalik, sehingga kamu dapat fokus lebih dekat pada subjek. Hasilnya banyak berbeda dibandingkan lensa macro namun dapat menciptakan efek yang sangat bagus. Reversing ring bekerja dengan baik dengan lensa prime (lensa dengan fixed focal length): lensa 50mm bekas bisa cukup murah dan ring itu sendiri harganya kurang dari £10. Pastikan kamu mendapatkan ukuran ring yang sesuai dengan lensa yang ingin kamu gunakan dan selalu perhatikan bahwa optic belakang akan terpapar jadi hati - hati agar tidak menjatuhkannya atau menggoresnya.

50mm lens reverse mounted on camera body using reversing ring
Lensa 50mm terpasang pada D800 menggunakan reversing ring

Hasil Foto

Sebagai perbandingan cepat, saya memilih Kodak Instamatic ini sebagai subjek:

Instamatic 300 our test subject

Saya mengambil semua foto pada mode 'auto (atau P)' sehingga satu-satunya variabel adalah subjeknya. Saya duduk sekitar satu kaki lebih jauh dari meja, hanya menggerakkan tubuh atas dengan memaju mundurkan kamera tergantung focal length yang diizinkan pada metode yang saya pilih. Gambar dipotret dengan handheld dan, seperti yang saya katakan, tidak terlalu perlu untuk mengatur setting terbaik, jadi jika hasilnya tidak tajam, itu adalah gambaran pada metode yang dipilih, bukan peralatannya, tapi itu adalah cara terbaik untuk menunjukkan hasilnya kepada kamu. Semua ini diambil dengan Nikon D800.

Lensa Macro: Tamron 90mm

Tamron 90mm 11
Hasil dengan Tamron 90mm

Hasil yang tajam tapi kamu harus bersender pada subjek untuk mendapatkan fokus yang dekat, dan ini berpotensi menghalangi cahaya.

Extension Tube - Tiga Set Merek Kenko: 12mm, 20mm dan 36mm

Karena ini dapat digunakan pada lensa apapun yang cocok, dua contoh yang saya pilih adalah 50mm yang lazim dan murah serta 135mm yang memiliki focal length lebih panjang.

50mm f18 with no tubes attached
Hasil dengan lensa 50mm dan tanpa extensiono tube
Ini jarak paling dekat yang bisa kamu lakukan fokus. Ini hasilnya ketika kamu menambahkan tiga tube Kenko:
50mm with all three Kenko extension tubes attached
Hasil dengan lensa 50mm dan terpasang extension tube

Seperti yang kamu lihat ada sedikit perbedaan. Karena lensa ini memiliki f/1.8, kehilangan cahaya akibat penggunaan tube sangat cukup baik ditanggulangi. Sekali lagi, kamu harus cukup dekat, namun tidak sedekat jika menggunakan Tamron.

Sekarang 135mm f/2:
Nikon 135mm f2 with no extension tubes attached
Hasil dengan lensa 135mm dan tanpa extension tube

Duduk di tempat yang sama seperti pada contoh lainnya, saya harus bersender cukup jauh untuk mendapatkan hasil ini karena focal lengthnya lebih panjang. Sekarang kita menambahkan tube:

Nikon 135mm f2 plus all 3 Kenko extension tubes
Hasil dengan lensa 135mm plus extension tube

Sekali lagi, sebuah perbedaan besar. Tidak sedekat 50mm, namun saya dapat menggerakkan tubuh atas saya mundur lebih banyak. Ini adalah sebuah keharusan jika ingin memotret serangga atau hewan kecil, sebagai contoh.

Reversing Ring dan Lensa 50mm f/1.8

Saya hanya mempunyai sebuah reversing ring yang cocok dengan lensa ini namun kamu bisa mendapatkannya untuk hampir semua ukuran.

Nikon 50mm f18 mounted backwards with a reversing ring
Hasil dengan lensa 50mm yang dipasang terbalik pada kamera menggunakan reversing ring

Seperti yang kamu lihat, hasil dengan lensa 50mm terpasang terbalik tidak sedekat jika menggunakan tube. Gambar jauh lebih gelap jika dilihat melalui viewfinder sehingga lebih sulit untuk melihat focus. Karena kamera tidak terhubung dengan lensa, kamu harus memonitor sendiri aperture dan focus.

Kesimpulan

Seperti yang sudah saya sebutkan, metode - metode dalam tutorial ini bukanlah hanya cara yang bisa digunakan untuk memotret macro, namun mereka yang paling sering saya gunakan dan memiliki konsistensi hasil yang bagus.

Lensa macro saya adalah salah satu lensa favorit saya, hasilnya tajam, cepat dan juga menghasilkan foto potret yang bagus. Itu adalah lensa yang saya gunakan pada hampir setiap fotografi macro saya, walaupun saya juga sering menggunakan extension tube.

Keuntungan dari extensino tube adalah kamu dapat menggunakannya dengan lensa lainnya, bagus untuk mereka yang tidak ingin menginvestasikan sebuah lensa khusus. Kamu dapat juga menggunakannya terpisah untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Kamu dapat mendapatkan yang lebih murah dari yang saya sebutkan dan kamu tetap mendapatkan hasil yang menakjubkan.

Menurut pendapat saya, reversing ring tidak cukup setara dengan waktu (atau uang) yang kamu habiskan. Ya, memang murah namun hasilnya tidak dapat diprediksi dan kamu berisiko memaparkan bagian elemen belakang lensamu.

Jika kamu benar - benar tertarik dengan macro, belilah sebuah lensa khusus dan itu akan membuka sebuah dunia yang benar - benar baru untukmu. Jika  kamu hanya ingin mencoba macro ataupun melakukan macro dengan budget yang ketat, cobalah dengan tube.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.