Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Street

Setiap Hari Menakjubkan: Hubungan Fotografi Jalanan dengan Kesempatan

by
Read Time:11 minsLanguages:
This post is part of a series called Street Photography.
Supporting Your Street Photography: How to Stay Focused and Productive

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhlis Tirowali (you can also view the original English article)

Subjek fotografi jalanan—dunia nyata—sifatnya memang tidak dapat diprediksi. Jadi ketika fotografer-fotografer mendapatkan gambar yang menarik dari sebuah subjek yang tidak dapat mereka prediksikan, apakah itu sebuah keberuntungan atau bakat?

Seperti fotografi pada umumnya saat ini, misteri-misteri yang tak terhindarkan mengelilingi proses fotografi si fotografer terus berlanjut. Aku ingat diriku ketika menjadi seorang mahasiswa baru fotografi, ada sangat banyak gambar yang harus disisihkan di dalam contact sheet-ku (sekumpulan foto yang dimuat dalam satu halaman), ketika aku menemukan gambar yang bagus, aku heran bagaimana bisa aku mengambil gambar ini. Apakah ini hanya sebuah kebetulan, sebuah kerja keras yang akhirnya berhasil, atau apakah bakatku untuk mengambil momen dan subjek tertentu telah berkembang?

Ini adalah salah satu pembahasan fotografi yang paling penting, karena ini adalah pertanyaan yang banyak orang miliki tentang media fotografi—termasuk orang-orang di komunitas seni rupa. Keberuntungan adalah inti dari pertanyaan utama dalam fotografi, termasuk sifat bagaimana fotografi menggambarkan dunia, bagaimana fotografer bisa memanfaatkan kekuatan media yang tidak dapat diprediksi, dan bagaimana cara mengembangkan keberuntungan.

Menggunakan Kamera untuk Melihat Hal yang Tidak Dapat Kita Lihat

Kamera melihat dengan cara yang tidak dapat manusia lakukan. Bagi kita, waktu terus berjalan tanpa henti: detik satu ke detik berikutnya, dan ini akan terus berjalan. Tetapi kamera merekam penggalan waktu and menyaring momen-momen menjadi sebuah gambar abadi. Membuat fotografi jalanan, seperti yang Garry Winogrand katakan, adalah sebuah cara untuk “melihat bagaimana dunia terlihat dalam sebuah potret.”

Waktu dan kesempatan adalah inspiasi bagi fotografer. Kamu tidak akan tahu secara persis apa yang akan terjadi dalam waktu 1/125 detik, tapi apabila kamu memutuskan untuk menekan tombol shutter, kamu akan memiliki firasat akan potongan waktu yang datang, dengan melakukannya dengan tepat, mungkin akan menghasilkan gambar yang baik. Ketika kita mengambil gambar, kita bertaruh pada masa depan yang bergantung pada insting dan pengalaman kita, and kita berharap bahwa posisi dan sudut, kedalaman ruang, kecepatan shutter—dan segala keputusan yang sadar dan tidak membawa kepada di mana kita sebenarnya, melihat apa yang kita lihat—mampu mengambil penggalan waktu yang tidak terprediksi.

Kita berjalan di jalanan, seperti apa kata Diane Arbus, “berada di dalam kondisi yang bisa berubah untuk menjadi apapun.” Ini adalah inti dari sudut pandang seorang fotografer. Ini adalah cara untuk bisa bersatu menjadi dunia, kenyamanan tersendiri di ketidaktahuan, sebuah ajakan menuju kesempatan untuk menempatkan peranan diri dalam pengambilan gambar dan hidup kita. Kita berharap untuk bisa terubah ke momen selanjutnya—mau terbentuk dari apapun momen tersebut.

Gambar yang kita bayangkan di dalam momen-momen sebelum kita menekan shutter dan potret yang kita ambil tidaklah akan pernah sama. Kamera dapat mengambil hal rinci dengan sangat luat biasa. Kamera dapat merekam sebuah pemandangan lebih dalam dan luas daripada apa yang bisa amati sekaligus. Kamera dapat membekukan dan mengaburkan objek-objek bergerak (dan menunjukan kodrat waktu). Kita hanya bisa membayangkan bagaimana potret itu jadinya: selalu ada sesuatu yang lebih pada potret tersebut daripada apa yang kita alami dan antisipasi di dalam sebuah momen. Setiap gambar memiliki dunianya masing-masing.

Mungkin di sini kita telah menemukan sebagian (inti dari fotografi yang sebenarnya), namun penggambaran mencengangkan tentang tindakan kreatif pada inti dari fotografi yang sebenarnya: tidak ada yang kurang dari ukuran and lipatan kain dari waktu itu sendiri.—Paul Graham

Tetapi ada orang-orang yang lebih kompeten dalam berjalan menuju ketidaktahuan dan kembali dengan membawa sebuah gambar yang bermakna. Jelas bahwa para fotografer itu memiliki pengetahuan dan hubungan yang dalam dengan peralatannya, mereka meluangkan waktu mereka untuk memotret, namun jika subjek mereka tidak dapat diprediksi, bagaimana para fotografer tersebut kerap kali berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat pula  daripada fotografer lain? Apakah keberuntungan atau kebetulan berhubungan dengan hal ini, sebagaimana ini sering muncul oleh pengamat yang tidak mengetahui proses si fotografer.

Dengan Senang Hati Menerima Ketidaktahuan

Jawabannya adalah ya dan tidak—tapi kebanyakan tidak. Fotografer jalanan tidak dapat melihat dengan persis apa yang mereka akan cipatakan: masa depan dasarnya memang tidak diketahui. Mereka tidak seperti pelukis, yang dengan sengaja menyapukan kuas di sana-sini di atas kanvas mereka dan memiliki kendali penuh atas hasilnya. Namun tetap saja, fotografer jalanan memiliki kemampuan terhadap masa depan yang tidak terprediksi. Kita memiliki dua cara penting dalam mengambil tindakan untuk mendapatkan gambar-gambar yang indah: we dapat menyadari kapan kesempatan itu muncul, dan kita dapat mengerti dan memanfaatkan hukum sebab-akibat.

Flushing Avenue, Perbatasan Williamsburg Selatan dan Bed-Stuy, Brooklyn, 2016. Gambar oleh Amy Touchette

Terbuka pada Bagaimana Peluang itu Terlihat

Apabila aku harus menyimpulkan apa yang fotografer jalanan lakukan, aku akan mengatakan mereka ada pada bisnis untuk meraih kesempatan secara intuisi yang datang dalam perjalanan mereka. Keberuntungan tidak selalu datang dengan sebuah papan penanda yang di atasnya tertulis, “Ikuti aku, aku menuntun pada hal yang luar biasa.” Kenyataannya, beberapa penunjuk yang sifatnya kiasan di atas seperti semoga berhasil malah terlihat berkata sebaliknya.

Pikirkanlah kala di dalam hidupmu ketika peristiwa yang sangat disayangkan mengarah pada suatu hal yang menguntungkan. Ini sering disebut sebagai “berkah tersembunyi,” peristiwa-peristiwa ini tidak mungkin dapat terjadi tanpa keterkaitannya dengan satu sama lain. Mengingat kembali, kita mengubah pikiran kita tentang apa yang disebut dengan kesialan dan bersyukur bahwa hal ini menjadi awal mula reaksi beruntun.

Dinamika tersebut juga berlaku di jalanan—walaupun tidak biasanya dalam keadaan yang seekstrim itu. Sebagai contoh, ketika kamu melihat melalui viewfinder-mu (jendela bidik pada kamera), kamu mungkin berpikir, “Wow, gambar ini akan menjadi sangat indah jika seorang wanita dengan gaun oranye berjalan ke dalam frame.” Tidak lama setelah itu, seorang lelaki dengan setelan merah masuk ke dalam frame-mu. Dia bukanlah orang yang kamu harapkan, tapi tiba-tiba gambar tersebut berubah menjadi sangat indah, dan kamu yang mengambil gambarnya. Siapa yang butuh wanita dengan gaun oranye, sedangkan ada lelaki bersetelan merah datang?

Kesempatan atau “keberuntungan” datang dengan beraneka bentuk, dan kebanyakan dari mereka tidak mungkin dapat diprediksi. Tapi kita dapat membiasakan diri untuk terbuka pada cara bagaimana keberuntungan dapat menjadi kenyataan, dan itu adalah kemampuan yang dimiliki para fotografer jalanan yang sukses (dan secara teratur kemampuan tersebut diasah). Inilah mengapa, sebagaimana yang sering aku katakan dalam artikel ini, bahwa untuk mengambil potret berarti menerima pelajaran dalam hidup. Banyak kemampuan yang terlibat untuk menjadi fotografer jalanan yang baik, keterampilan tersebut adalah keterampilan yang sama untuk menjalani hidup yang menyenangkan dan memuaskan. Salah satu yang terbesar adalah belajar untuk mengikuti arus, menerima apa yang ada dihadapanmu, dan memanfaatkan pemberian dari yang kehidupan tawarkan—dan akan selalu ada pemberian (dalam hidup).

Fotografi jalanan mensyaratkan kita agar tetap gesit, terbuka, dan berharap pada masa depan. Lebih lama kita berlatih fotografi jalanan, akan menjadi lebih percaya diri kita yang mana akan mampu untuk melihat dan meraih kesempatan ketika hal itu datang, tidak masalah bagaimana bentuknya.

Ciptakanlah Keberuntungamu Sendiri

Ada ungkapan seperti “ciptakanlah keberuntungamu sendiri,” dan hal ini tentu saja dapat diterapkan pada fotografi jalanan.

Para fotografer jalanan bukanlah peramal, tetapi mereka sangat peka dan sadar, dan mereka telah menghabiskan waktu yang sangat banyak dalam menciptakan seni dalam kehidupan yang sifatnya tak terduga. Hasilnya, mereka telah menampung banyak pengamatan dan pengalaman yang menyingkap pola-pola dan konsitensi-konsistensi. Salah satu hal yang paling penting tentang wawasan ini adalah bahwa dunia bekerja terutama pada hukum sebab-akibat.

Semua orang sadar terhadap lingkungan fisik dan sosial mereka, itulah bagaimana manusia mengendalikan dunia. Fotografer jalanan, bagaimanapun, menerapkan sebuah pengetahuan tersendiri. Apabila kamu memotret tempat yang sama terus menerus, kamu akan mulai menyadari pola-pola. Mungkin kamu menyadari bagaimana orang-orang cenderung suka tempat tertentu, seperti bangku taman di sebelah sini atau stoop (teras kecil di depan rumah dengan tangga) di sebelah sana. Atau kamu mulai melihat bagaimana para pejalan kaki biasanya berjalan di tempat yang teduh. Di setiap lingkungan ada hari di mana orang-orang sibuk pergi bekerja atau datang ke rumah dengan anak mereka sepulang sekolah. Di setiap tempat, interaksi cahaya matahari dan lingkungan berubah sepanjang hari.

Apabila kamu menghabiskan cukup waktumu di sebuah tempat, kamu bisa mendapatan instuisi untuk harmoninya (pola). Apabila kamu cukup memahami berbagai tempat, kamu bisa mulai melihat harmoni yang lebih luas dengan jelas tentang bagaimana orang-orang dan lingkungannya berinteraksi dan menyatu bersama. Lakukanlah dengan cukup dan bahkan apabila sabuah tempat tertentu baru bagimu, kamu akan bisa melihat polanya di mana-mana. Pada contoh kita di atas, hipotesis frame dan lelaki bersetelan merah, ini adalah kombinasi dari keterbukaan kita terhadap kemungkinan, kesempatan dan kesadaran akan arus—mengetahui bagaimana orang-orang bergerak—yang memberikan kita intuisi untuk tetap di tempat sampai mendapatkan gambar yang bagus. Beberapa tempat dan waktu lebih baik untuk pengambilan gambar daripada hal lain: kamu bisa belajar untuk mengidentifikasi titik “keberuntungan”, dan menempatkan dirimu di dalamnya.

Menciptakan Sebab yang Menghasilkan Akibat

Ketika kita tetap terbuka terhadap berbagai keberuntungan untuk datang adalah sebuah kunci, dan mengamati aliran (pola) sebuah tempat sangat penting untuk membantu kita berorientasi dan sadar, apa yang membuka ketersediaan kita untuk mengambil gambar yang bagus adalah memahami bahwa kita bisa meraih sebuah akibat (hasil) berdasarkan sebab yang kita buat.

Keberuntungan adalah kata tanpa rasa. Tidak bisa akan ada tanpa sebuah sebab.—Voltaire

Contohnya, ketika kita berada di luar untuk mengambil gambar, ada beberapa hal tertentu yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kesempatan kita untuk mendapatkan gambar-gambar yang kita cari. Kita bisa menggunakan kata-kata dan mewujudkan emosi tertentu yang membantu subjek-subjek yang tidak percaya akan fotografi candid menerima foto mereka diambil tanpa izin. Kita bisa tanpa berbicara membuat orang lain merasa nyaman dengan tindakan yang benar, dan kita bisa mencegah diri kita dari hal-hal yang menyebabkan akibat yang tidak kita inginkan—kecurigaan dan ketakutan—dengan tidak melakukan gerakan yang menderu-deru, tidak konsisten, atau senewen. Dan kita bisa memilih untuk pergi ke tempat di mana kita bisa merasa terlibat dan ada.

Matikan Sinyal: Hukum Tarik-menarik

Ada juga beberapa dinamika sebab-akibat misterius lainnya yang berperan penting untuk diketahui. Sebagai contoh, ketika kita berperilaku buruk, sinis atau paranoid, kita cenderung bereaksi lebih kesal daripada semestinya. Mungkin inilah yang kita semua lihat; karena kita terlalu diliputi pikiran negatif, pandangan akan tabir buruk di atas segalanya. Mungkin ini juga karena hukum tarik-menarik: kita selalu membuat sinyal-sinyal yang merefleksikan pikiran kita, dan energi di sekeliling kita merespon sinyal-sinyal tersebut dengan cara yang sama.

Jika kita ingin memperoleh control lebih terhadap liarnya hidup, kita harus menjadi apa yang sedang kita cari, dan tidak menjadi apa yang kita tidak sukai. Mengubah kebiasaan kita tidaklah pernah mudah; biasanya hal ini membutuhkan pandangan mendalam dan jujur mengapa kita terjebak ke dalam berbagai macam pikiran dan gairah sang juara untuk mendedikasikan diri kita ke jalan yang baru.

Kita adalah apa yang kita lihat, lebih seperti kita adalah apa yang kita makan (dapatkan), jadi hal utama yang aku lakukan ketika aku butuh menganalisa dan mengubah pola pikirku adalah mencari tahu apa yang telah aku lihat. Dengan hati-hati aturlah pandanganmu—kelilingi dirimu dengan berita-berita, orang-orang dan suasana yang membangun, halangi dirimu dari berita-berita, orang-orang dan suasana yang menghambat perkembanganmu dan kemampuan untuk membuat konstribusi positif—adalah salah satu cara yang paling efektif dalam memperoleh kontrol lebih.

Penyebab-penyebab yang menempatkan kita pada tindakan, seperti hal-hal ini, mungkin tidak secara langsung atau dengan cepat menghasilkan akibat yang kita inginkan, dan hal tersebut juga mungkin juga tidak memberikan akibat yang persis seperti kita harapkan. Tetapi, seperti kendali pada kuda, berkuda tanpa kuda menghilangkan kendalimu, dan yang paling berbahaya dari itu semua, akibat dari persepsi yang salah adalah kamu tidaklah bertanggung jawab akan bagaimana kamu menangani apa yang terjadi padamu.

Kesimpulan

Apa yang ada di jalanan tidaklah terprediksi, dan itulah apa yang para fotografer jalanan sukai. Cepat, penuh dengan kejutan, bersifat liar, mereka menyukai tantangan dalam mengambilnya dan nyaman berada dalam ketidaktahuan. Untuk meningkatkan kesempatan dalam mengambil gambar yang menarik, fotografer jalanan tetap terbuka terhadap apa yang mungkin akan hadir dan mengambil langkah dengan hati-hati untuk memperoleh apa yang mereka inginkan.

Fotografer jalanan tidak hanya menyadari tentang pola dan mengambil gambar. Menerapkan fotografi jalanan dengan baik memerlukan pemahaman di mana kamu juga bagian dari pengembangan kemampuan untuk hasil kerja di dalamnya dengan kesadaran akan sinyal adanya kehadiranmu buat dan membawa tanggung jawab untuk akibat yang dihasilkan.

Mendengar fotografi jalanan, Gus Powell dan Aku, mendiskusikan peranan kesempatan berperan di jalanan di antara topik-topik lainnya, dengarkan B&H Photography's podcast, "Berkolaborasi dengan Kesempatan dan Esensi dari Fotografi Jalanan."

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.