7 days of unlimited video, AE, and Premiere Pro templates - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Camera Collecting

Langkah-Langkah: Membeli & Memotret dengan Sebuah Kamera Antik

Scroll to top
Read Time: 9 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Nasruddin (you can also view the original English article)

Ketika kebanyakan orang-orang diberi benda antik, ia tersimpan di rak seperti dekorasi pengumpul debu yang bagus. Bukan saya. Saya memisahkan bagian kamera 1924 Brownie vintage saya  untuk melihat caranya bekerja, meriset dan menemukan film tak terproduksi lagi, mengambil beberapa foto dan mencari seseorang untuk memprosesnya.

Kali ini saya akan membawa anda seperti saya menelusuri keseluruhan proses jadi anda bisa melihat betapa mudahnya memulai mengoleksi kamera vintage anda sendiri yang benar-benar memotret foto!


Lahirnya Sebuah Obsesi

Ketika saya mengunjungi kakek-nenek saya selama Natal tahun ini, saya menerima hadiah yang agak aneh.  "Hei, apa anda ingin kamera yang tua dan antik?" tanya kakek saya. Saya tidak terlalu menggemari barang antik tetapi saya pikir mungkin sebuah kamera tua akan terlihat bagus di rak kantor saya, maka saya menjawab, "tentu!"

Kakek saya kemudian menyerahkan sesuatu yang tak terduga. Kamera ini tidak hanya tua, tapi benar-benar tua. Reaksi pertama otak digital saya yaitu pastinya benda ini tidak pernah mampu mengambil foto. Ia kurang lebih dari sebuah kotak dengan lubang!

Dalam satu atau dua menit memeriksa kotak aneh itu, saya mulai benar-benar menghargai mesinnya. Banyak fitur yang ada di DSLR masa modern ada pula tersedia di kamera tersebut, walaupun dengan bentuk yang sangat primitif.

Saya langsung menyadari kamera ini sudah jelas tidak akan menjadi dekorasi rak. Tidak puas dengan meninggalkan kamera itu, saya pastinya akan membuatnya bekerja. Setelah saya membuat keputusan, saya ketagihan. 

Saya mulai meriset kamera itu segera saya pulang ke rumah. Saya menemukan kamera apa itu, kapan dibuat, jenis film yang diperlukan dan dimana saya bisa memesan filmnya. Dimanapun di sepanjang jalan saya jatuh cinta dengan kamera tua. Desain dan kelebihan setiap perangkat ini membuat penasaran dan fakta bahwa saya bisa mengikuti evolusi kamera modern dengan langkah-langkah yang dilukiskan dengan jelas membuat saya lebih menghargai kamera terbaru saya.

Prosesnya menyenangkan dan saya tahu banyak dari anda akan menikmatinya sebanyak saya, jadi di bawah ini kita akan menelusuri bagaimana anda bisa memulai fotografi vintage.


Mencari Kamera

Langkah pertama dalam perjalanan fotografi vintage anda adalah mencari kamera. Saya sangat merekomendasikan memeriksa tinjauan kamera vintage kita jadi anda bisa mendapat gambaran terhadap ada apa diluar sana dan model/dekade mana yang anda rasa paling menarik minat. 

Sebaliknya, cukup mulai berbelanja untuk melihat apa yang bisa anda dapatkan. Pasar loak, tempat cuci gudang, toko barang bekas ; semuanya adalah tempat yang bagus untuk mencari setumpuk kamera tua dari 25¢ hingga $10.    Ketika kakek saya membeli kamera saya, beliau mengambil rute apa yang mungkin terbaik dan ternyaman dan apa yang bisa anda lihat para kolektor tak terhitung sering bergantung pada: eBay. 



eBay adalah gudang emas kamera tua vistual, banyak yang menjualnya dengan harga yang sangat murah. Contohnya, kakek saya membeli kamera saya dalam satu set tiga buah dengan harga $6! Kedua harga dan kualitas produk rentangnya cukup jauh, tetapi itulah sensasinya berburu, bukan? 

Sebuah Kata Peringatan Tentang Film

Tampaknya seperti proses natural membeli kamera tua dan kemudian mencoba menemukan jenis film apa yang dibutuhkan jadi anda bisa membelinya, Jadinya, hal ini tidak menjadi penting (saya mempelajari cara yang sulit).

Jika anda bermaksud benar-benar mengambil foto dengan kamera vintage anda, dan saya sangat merekomendasikan, sebaiknya riset film sebelum membeli kamera anda untuk melihat apa yang bisa dan tidak bisa diraih.

Kamera saya berakhir dengan film ukuran 116, yang tidak diproduksi lagi sejak tahun 80-an. Ini membuat saya meriset dan memilih antara menggulung ulang film ukuran yang berbeda selama berjam-jam, melengkapi kamera saya atau memesan dari penyedia tunggal yang saya temukan siapa sebenarnya menjual film 116 fresh dengan harga tinggi $50/rol!  !   Bermaksud menyimpan keaslian segalanya, saya memilih yang terakhir.


Film Mana yang Bagus?

Banyak kamera film modern mengambil 35mm (juga dikenal sebagai 135), jadi hal ini pastinya akan mudah ditemukan. Meskipun, jenis film ini tidak muncul di permukaan hingga tahun 1934 dan tidak benar-benar populer sampai tahun 60-an, jadi banyak kamera lama yang tidak mendukung film ini.

Anda akan menemukan kamera yang membawa jenis 116, 127, 620 dan seluruhnya, tetapi dari kejauhan film yang paling mudah ditemukan untuk kamera vintage adalah 120. .  Jika anda punya pilihan, buatlah percobaan pertama fotografi vintage dengan kamera yang menggunakan film 120 (jika tidak 35mm).   Ini akan mempermudah keseluruhan proses membeli film dan membuatnya berkembang.

LomographyFilm.com memiliki segala jenis opsi film 120 yang bagus, beberapa berharga serendahnya $5.. Lagi, ingatlah rol 116 saya seharga $50. 120 adalah pilihannya. Anda mungkin masih tidak bisa mengembangkannya di Wal-Mart, tetapi banyak foto studio bisa menanganinya tanpa masalah.




Mencari Tahu Apa dan Bagaimana Kerjanya

Sejak saya menerima hadiah kamera saya, langkah ini muncul setelah membeli. Harus saya katakan bahwa sebelum menerima kamera ini, saya tahu past tidak ada hal tentang kamera, film vintage, atau apapun yang diciptakan sebelum Photoshop.

Awalnya, saya tidak mengetahui apa atauh bagaimana kamera saya bekerja. Kakek saya berkata bahwa itu adalah "Brownie", yang jadinya bukan hal yang menyenangkan tetapi nama brandnya ini adalah kamera pertama yang pernah diproduksi oleh Kodak Eastman (kedua hanya ke Kodak). Langkah pertama dalam riset saya adalah memisahkan bagian kameranya dan memotretnya.

Lihatlah No. 2A Brownie Model C.

Sekarang anda bisa mendapat gambaran kotak aneh yang saya jelaskan di awal artikel. Seperti yang anda bisa lihat, saya tidak melucu, itu benar-benar hanya sebuah kotak dengan gagangnya!



Pada pemeriksaan lebih jauh, saya menemukan dua indikator kosong dari persisnya sepersi kamera saya.   Ada stempel timbul di bagian belakangnya dan beberapa teks di dalam tempatnya, keduanya memberitahu saya bahwa saya pemilih No. 2A Brownie Model C yang bangga. 


Stempel di bagian belakang bahkan memberitahu saya jenis film apa yang dipakai! Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini memunculkan usaha panjang mengungkapkan semuanya. Melalui riset kecil lagi saya menemukan bahwa kamera saya diproduksi di suatu tempat antara tahun 1924 dan 1933, kira-kira hampir 90 tahun!


Cara Kerjanya

Lagi, tidak tahu apa-apa tentang kamera tua saya masih bisa melihat dengan tepat caranya bekerja berdasar terhadap apa yang saya tahu tentang kamera modern saya. Seperti yang bisa dilihat di gambar bawah, Brownie saya memiliki dua jendela bidik (untuk bidikan vertikal dan horizontal) beserta outlet untuk masing-masinya di bagian depan, tombol untuk menggulung film, dan lensa utama. 


Dari sini saya tahu saya akan melihat ke jendela bidik untuk membingkai potretan saya, tekan tuas shutter untuk memotret, kemudian gulung film untuk persiapan potretan selanjutnya.

Untuk mendapat tampilan yang lebih baik di bagaimana semua ini bekerja, saya membuka pelat depan.  Ini mengungkapkan bagian dalam pengerjaan semua tuas dan pemutar, semuanya beroperasi dengan fisik sederhana yang luar biasa tanpa komponen listrik apapun. 


Jangan takut mengusik kamera tua anda karena saya telah selesai disini. Yang aneh adalah, anda perlu membersihkan semua debu pada lensa dan kaca. Saya memakai Q-tip dan beberapa gosokan alkohol agar menjamin semuanya bagus dan siap memotret. 


Memuat Film

Setelah anda menemukan jenis film apa yang diperlukan dan mendapatkan beberapanya, kini saatnya memuat filmnya.  Untuk melindungi filmnya, proses ini harus dikerjakan di kamar gelap sehingga saya tidak bisa memotretnya, tetapi saya akan menjelaskan cara kerjanya.

Buka bagian belakang kamera, saya mendapati mesin box besar yang saya lihat bisa menahan film.


Kotak ini berisi gulungan yang terhubung ke tombol di bagian luar. Saat anda memutar tombol, gulungan terputar, yang menggulung film. Menari kenop luar membiarkan anda menghapur cartridge dalam untuk memuat film.


Gambar di bawah ini menjelaskan proses dasar memuat film. Cartridge ini cukup simetris dan harus memiliki satu sisi yang berisi gulungan kosong dan satu sisi di mana anda memasukkan gulungan film baru anda. Dari sini anda membuka film dan bawa film di sekitar kotak, menjalinnya di bawah gulungan kecil dan ke dalam gulungan kosong di ujung lain.


Ketika anda menekan tuas di bagian luar, shutter terbuka, membiarkan cahaya menembus melalui lensa masuk ke interior kotak, dimana ia melewati sisi cartridge yang terbuka dan mengenai film.

Ketika cahaya mengenai film, partikel perak yang terpasang bereaksi terhadap cahaya dan menghasilkan sebuah gambar, yang kemudian diproses menjadi sebuah foto.

Lucu melihat betapa sederhana kamera ini dulu sebelum sensor digital, metering cahaya, dan sebagainya. Perangkat ini agak terjangkau dan akan memiliki kurva belajar yang cukup kecil. Jika anda berpikir tentang ini, film ini benar-benar prestasi keseluruhan proses teknologi yang paling mengesankan.  


Mengambil Foto

Setelah anda mempersiapkan semua film anda, saatnya berangkat dan mulai memotret! Sekarang, kamera tua seperti ini anda harus ingat bahwa shutter speed tercepat mungkin akan menjadi agak lambat.

Ini artinya anda harus benar-benar menahan kamera untuk menghindari potretan kabur.  Juga, subjek anda harus tetap diam. 

Saya sebenarnya bisa mendapat dan mengunduh manual asli kamera saya, yang merekomendasikan mengambil gambar di ruang terbuka, jadi itulah yang saya lakukan. Cukup mengherankan, kamera tua berumur 90 tahun cocok dengan tempat tripod modern saya dengan sempurna! 


Ketika anda mengambil foto, ada jendela kecil di bagian belakang kamera yang menunjukkan sejauh mana menggulung film. Anda gulung film sampai anda melihat angka 1, jepret foto, kemudian gulung sampai anda melihat angka dua, dan seterusnya. Rol saya berisi delapan gambar. 


Jangan lupa menggulung film setiap foto atau anda akan berakhir dengan eksposur berlebih!. Agak aneh mengambil foto tanpa melihat hasilnya langsung dan sangat mudah membuat kesalahan dan menghancurkan segalanya. 


Mengembangkan Foto

Pada langkah ini, anda bisa melakukannya sendiri. Perhitungkan bahwa tidak akan mudah menemukan tempat yang mencuci format film tua, jadi sebaiknya riset mungkin penting tergantung dimana anda tinggal. Untungnya, saya tinggal di kota besar jadi tidak terlalu sulit mencari seseorang yang bisa menangani pekerjaan ini (terima kasih pada Colormark telah bekerja dengan saya).

Kebanyakan tempat yang saya sebutkan tidak akan berpikir mencoba mencuci film 116, dan saat saya akhirnya menemukan tempatnya, mereka mendapat banyak masalah saat mencobanya dengan mesin mereka kerena ukurannya salah. Akhirnya mereka harus melakukan pindai digital buatan yang harganya $5 per gambar! Akan saya katakan lagi, untuk kepentingan anda dan memilih film 120 untuk menghindari ongkos dan percekcokan berlebihan yang muncul dengan produk yang tak diproduksi lagi.   


Hasil

Setelah saya menyelesaikan artikel ini, foto saya akhirnya datang. Saya sebenarnya gemetar dengan hasilnya, mengingat itu adalah pengalaman pertama saya dengan fotografi vintage. Brownie tua saya membuat saya senang dan saya tidak sabar menunjukkan kepada kakek bahwa saya benar-benar membuatnya bekerja.

Inilah empat gambar dari potretan pertama saya:



Tak disangka, jika saya memotret dengan kamera digital, foto ini setidaknya tidak akan menjadi mengesankan.  Tetapi mempertimbangkan semua kerja keras yang saya lakukan untuk projek kecil ini, sangat memuaskan melihat gambar hasilnya.


Kesimpulan

Penutup, proses panjang ini petualangan yang lumayan.  Penemuan area fotografi yang berbeda seluruhnya telah menumbuhkan kecintaan saya terhadap seni dan saya ingin berterima kasih kepada kakek saya, George Farmer secara terbuka telah membangunkan saya.

Saya sangat merekomendasikan siapapun yang membaca artikel ini check-out Ebay dan miliki pengalaman fotografi vintage anda.  Ada beberapa barang peninggalan fantastis di luar sana dan rasanya memalukan menghabiskannya di sebuah rak ketika anda bisa menggunakannya untuk apa yang dibuat untuk mereka! 

Tinggalkan komentar di bawah jika anda memiliki pengalaman terhadap fotografi vintage. Kami akan senang melihat beberapa gambar yang telah anda ambil. Juga, beritahu kami jika anda ingin melihat artikel lain pada topik fotografi tua seperti artikel ini.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Photo & Video tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.