Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Digital Asset Management

ABCs Dalam Pemilahan Foto: Cara Mengubah Gambar Yang Berantakan Menjadi Koleksi Yang Tertata

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:
This post is part of a series called Digital Asset Management for Photographers (Learning Resource Guide).
What's in a Name? Nomenclature, File Structure, and Saving Digital Images
How to Add Metadata to Archival Images

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Pernahkan kamu menghadapi sebuah project yang diperlukan yang tampak begitu berlimpah sehingga kamu tidak dimana harus memulainya? Kamu menunda, lalu kamu tidak memulai, dan segera setelahnya project tersebut menjadi teritip mental, selamanya menempel pada daftar tugas. Ini bisa berupa keadaan dimana niatmu adalah memilah koleksi foto. Mereka bisa saja berupa foto cetak atau foto digital; permasalahannya adalah tetap berupa kekacauan besar tanpa tempat yang jelas untuk memulai.

Collage of photographs
Foto oleh BepsImage, PhotoDune.

Di dalam seri manajemen aset digital kami, kami telah menawarkan saran dalam membentuk dan menggunakan sistem manajemen gambar, namun koleksi fotomu yang ada jumlahnya besar dan berantakan atau kamu mendapatkan diri memiliki tugas untuk memilih koleksi yang tidak tertata, kamu mungkin memerlukan beberapa cara untuk menata koleksi tersebut sebelum kamu bahkan mulai memikirkan tentang mengelola gambar baru dan yang ada. Di dalam tutorial ini, kita akan membahas beberapa teknik untuk menaklukkan tumpukan foto yang melimpah tersebut. Tidak masalah apakah foto-fotomu dalam bentuk cetak atau digital; teknik yang sama akan berlaku untuk keduanya.

1. Kumpulkan Itu Semua Ke Dalam Satu Tempat

Walaupun kamu akan ingin berkerja dengan foto-fotomu dalam potongan yang bisa diatur, kamu tidak akan tahu apa yang sedang kamu kerjakan hingga kamu mengumpulkan semuanya secara bersamaan. Juga, dengan mengumpulkan semua foto-fotomu dalam satu tempat sebelum kamu mulai akan membantu kamu menghindari mencari-cari foto di tengah project atau harus mengulangi kerja nantinya karena sebuah penemuan baru mengubah caramu melakukan pekerjaan sebelumnya.

Jika kamu berkerja dengan foto digital, kumpulkan semuanya dalam satu hard drive eksternal. Jika kamu berkerja dengan foto cetak, kumpulkan semuanya dalam satu tempat fisik. Pertahankan penataan yang telah ada seperti folder digital, amplop kertas, kotak, atau album. Seringkali, struktur penataan ini akan menyediakan informasi tentang kelompok foto dan, berdasarkan asosiasi, foto individu di dalam kelompok.

2. Buat Foto-Foto Aman

Foto-foto kamu yang tidak tertata akan selalu memiliki risiko rusak atau hilang, namun sekarang setelah kamu mengumpulkan semuanya bersama-sama, kamu bisa mengambil langkah awal untuk melindungi gambar-gambarmu. Jika kamu berkerja dengan gambar digital, buat salinan duplikat semuanya yang telah kamu kumpulkan dan simpan salinan tersebut di dalam tempat yang aman, lebih disukai pada lokasi yang berbeda.

Jika kamu berkerja dengan foto cetak, kamu tidak memiliki pilihan untuk membuat duplikat dengan mudah. Namun, kamu bisa melakukan yang terbaik untuk melindungi apa yang kamu miliki. Letakkan foto-fotomu dalam kotak kering dan bersih lengkap dengan penutup. Kotak penyimpanan kedap air ideal jika kamu memilikinya. Jika kamu tidak memiliki kontainer tersebut, gunakan apapun yang bisa kamu akses dengan mudah. Pastikan kotak tersebut cukup kecil sehingga kamu bisa menangani isi kotak dalam satu sesi pemilahan, dan simpan semua kotak kecuali yang sedang kamu kerjakan dalam sebuah ruang yang kering, bersih, dan sejuk yang cukup tinggi untuk mencegah kerusakan dari banjir.

Box of photographs
Kotak sepatu dan kotak kado bagus untuk memilah foto. Hati-hati dalam menggunakannya untuk penyimpanan jangka panjang kecuali jika foto ditempatkan ke dalam kantung arsip sebelum ditempatkan dalam kotak non arsip.

3. Pilih Metode Penataan

Sekarang pekerjaan memilah sebenarnya dimulai. Metode pemilahan yang berbeda direkomendasikan oleh orang dalam industri yang berbeda. Saran saya adalah bahwa kamu menggunakan apapun yang terbaik untukmu, yang berarti menjadi jelas dengan tujuan akhirmu. Jika kamu mengumpulkan koleksi foto untuk merayakan tahapan ulang tahun seseorang, kamu akan cenderung ingin memilah foto berdasarkan orang. Di sisi lain, jika kamu mengumpulkan foto buku tahunan keluarga, kamu akan ingin memilah foto berdasarkan tanggal atau kejadian. Pertimbangkan juga mengkombinasikan metode pemilahan. Satu metode mungkin membuatmu memulai namun tetap meninggalkanmu dengan tumpukan besar (terkadang lebih sedikit) foto yang berantakan.

Sortir Berdasarkan Orang Atau Subyek

Metode ini ideal jika kamu menelusuri foto orang-orang dengan niat mengidentifikasi hanya foto yang berisi satu individual. Ini bisa menjadi skenario jika, sebagai contoh, seorang kerabat memberikan kamu sebuah kotak berisi foto bersejarah keluarga. Kamu mungkin hanya menginginkan foto ibumu ketika masih kanak-kanak sementara sepupumu menginginkan foto ayahnya. Jelas sekali, tantangan dengan metode ini adalah memutuskan cara memilah foto kelompok.

Jika kamu memilah gambar digital, periksa fitur yang tersedia dalam software pengelolaan foto kamu. Banyak program yang sekarang menawarkan pengenalan wajah. Itu tidak sempurna, namun itu adalah tempat untuk memulai.

Metode penataan ini juga akan berkerja jika kamu tertarik dalam pengelompokan bersama, sebagai contoh, semua foto tanaman atau semua foto yang mengambil rumah yang dibangun keluargamu. Jika kamu melihat koleksi foto artistik, kamu mungkin ingin memilahnya berdasarkan gaya: dokumenter, abstrak, atau lansekap, sebagai contoh. Sedangkan untuk pemilahan berdasarkan orang, tantangannya akan berupa memutuskan cara memilah foto yang jatuh ke dalam lebih dari satu kategori; namun, metode pengelompokan yang luas ini bisa menjadi tempat memulai.

Pemilahan Berdasarkan Kejadian

Jika foto berada dalam beberapa jenis metode penataan longgar metode ini bisa mudah. Orang cenderung memproses atau mencetak foto setelah sebuah kejadian atau liburan, sehingga foto terkait sering dikelompokkan bersamaan. Jika berkerja dengan foto cetak, cari cetakan yang tetap dalam amplop printer komersial atau dikelompokkan bersama dalam satu kotak. Foto-foto dalam album juga cenderung terkait, seringkali berdasarkan kejadian. Foto digital dari kejadian yang sama mungkin memiliki sistem penamaan bersama—”Harry-6th_birthday,” sebagai contoh—atau diberi nomor urut atau dikelompokkan bersama dalam folder digital. Inilah ketika penyimpanan dengan penataan yang ada menunjukkan imbasnya.

Demikian juga, seringkali ada petunjuk di dalam sebuah foto yang akan menautkan foto pada sebuah kejadian. Sebagai contoh, mencari orang yang mengenakan pakaian yang sama dalam beberapa foto, atau mencari tempat, pencahayaan, dekorasi, gaya, atau bangunan yang sama. Foto liburan seringkali mudah dikelompokkan jika tujuan perjalanan tidak dikunjungi dalam waktu yang sama setiap tahun.

Two women standing together and a woman and man standing together
Dua foto diambil dalam tempat yang berbeda, namun orang yang ada dalam kedua foto mengenakan pakaian yang sama, sehingga menyarankan bahwa foto diambil pada kejadian yang sama.

Pemilahan Berdasarkan Tanggal

Jika kamu memilah foto digital, pemilahan berdasarkan tanggal bisa menjadi tempat termudah untuk memulai karena kamera digital biasanya menyimpan tanggal dan waktu foto diambil dalam metadata. Saya mengatakan “biasanya” karena jam mungkin tidak diatur dengan benar di dalam kamera, atau metadata mungkin telah dicopot dari foto atau mungkin diubah ketika gambar diproses. Juga, beberapa software pengelolaan foto lebih baik daripada yang lainnya dalam membaca metadata gambar. Sebagai contoh, Adobe Lightroom dan Apple Photos sangat bagus dalam membaca metadata ketika dalam keadaan utuh, namun PicassaLyn, dan aplikasi penamaan ulang tidak dapat diandalkan. Mereka tampak bisa diakali dengan perubahan yang dibuat pada file selama pemrosesan.

Dalam tiap kejadian, cari pilihan di dalam software pengelolaan foto kamu atau bahkan di dalam manajer file sistem operasi kamu untuk memilah berdasarkan tanggal dibuat. Itu merupakan tempat yang layak untuk memulai. Jika kamu menemukan beberapa foto yang tampak di luar urutan kronologis, cari pola yang mungkin menyediakan kamu dengan petunjuk tentang jam kamera yang tidak tepat atau perubahan tanggal.

Pemilahan berdasarkan tanggal bisa menjadi tantangan ketika berkerja dengan foto cetak, namun beberapa petunjuk bisa membantu. Sekali lagi, cari foto yang dikelompokkan bersama dalam amplop, kotak, atau album pencetak. Foto yang dicetak dalam sepuluh hingga dua puluh tahun terakhir mungkin memiliki tanggal yang tercetak pada sisi belakang. Cari tanggal di dalam rangkaian coding panjang yang menyediakan informasi tentang pengaturan mesin pencetak. Dan sekali lagi cara petunjuk di dalam foto itu sendiri. Foto Harry yang meniup enam lilin di atas kue ulang tahun mungkin diambil pada ulang tahun Harry yang keenam. Jika kamu mengetahui tangal ulang tahun Harry, kamu bisa mengetahui tanggal dan barangkali bahkan tanggal persisnya. Petunjuk lainnya bisa mencantumkan tanda yang menjadi acuan kejadian politik, bukti konstruksi dalam area yang kamu kenal, atau stiker pada plat kendaraan motor. Cari detail yang seringkali tidak kita sadari.

A pile of photographs loose and in envelopes
Foto yang dikelompokkan bersama dalam amplop cenderung berasal dari waktu, kejadian, atau subyek yang sama.

4. Sisihkan Foto

Setelah mengelola fotomu, kamu tentunya memiliki lebih banyak foto yang kamu inginkan atau bisa gunakan. Menjadi metodis dalam mengevaluasi foto yang dipilah akan membantu kamu mengurangi tumpukan pilahan menjadi koleksi yang ingin kamu arsip. Kamu bisa menyisihkan foto-fotomu sebelum memilah jika kamu ingin mengurangi tumpukan foto yang perlu kamu kelola, atau menggunakan itu setelah kamu menggunakan metode lain untuk memilah foto untuk menentukan yang mana dari foto yang dipilah dan foto terkait yang ingin kamu simpan.

Jika kamu tidak pernah mengevaluasi kualitas foto atau kamu berkerja dengan foto digital, lihatlah dua artikel terkait kami: Cara Menilai dan Mengedit Fotomu dan Membuka Kekuatan Penilaian dan Subyektifitas Dalam Alur Kerja Edit Foto Kamu. Bahkan jika koleksi fotomu hanya terdiri dari foto cetak, ada teknik-teknik di dalam artikel ini yang bisa kamu adaptasi dalam menyisihkan koleksimu.

Metode lainnya dalam menyisihkan foto adalah berdasarkan sebuah akronim yang mudah diingat—ABCs. Cathi Nelson, pendiri Association of Personal Photo Organizers (APPO), mengembangkan sistem ini, yang bisa digunakan baik untuk foto digital maupun cetak.

A adalah untuk Album—Foto-foto ini merupakan terbaik dari yang terbaik—foto yang berada di dalam album dan yang akan membuatmu meratap jika kehilangannya. Itu tidak berarti bahwa kamu akan menggunakan semua foto-foto ini; itu hanya berarti foto-foto tersebut layak untuk album. Ini adalah foto-foto yang akan kamu utamakan dalam membuat koleksi dan album tematik.

B adalah untuk Box/Kotak—Foto-foto ini merupakan ekstra yang mendukung foto terbaik. Mereka adalah foto-foto yang belum membuatmu siap untuk berpisah dan mungkin ingin kamu akses dalam beberapa hal di masa mendatang. Foto-foto ini akan diarsip untuk disimpan.

C adalah untuk Can/Tempat Sampah—Ya, kamu bisa menghapus foto-foto ini. Semua koleksi foto yang terisi dengan salinan ganda, salinan lebih dari dua, dan foto yang sangat jelek. Jika fotomu tidak masuk dalam salah satu dari kategori yang lain, maka itu adalah foto C. Namun saya merekomendasikan untuk tidak langsung membuang foto C. Pisahkan mereka dan tandai kalendermu untuk mengulas lagi seleksi ini dalam tiga bulan. Jika kamu tetap yakin bahwa mereka adalah foto C, maka buang saja.

S adalah untuk Story/Cerita—Apakah foto memberikan sebuah cerita? Foto-foto ini memainkan peran penting karena ada sesuatu yang ilustratif tentang foto walaupun itu mungkin bukan yang terbaik. Sebagai contoh, foto berikut bukan merupakan foto anjing yang sangat bagus namun itu memberikan sebuah cerita tentang hubungan antara anjing dan terapis renang.

Woman massaging a dogs foot in the swimming pool

Ketika kamu membuat koleksi dan album untuk dibagikan dengan orang lain, kamu akan berkerja dengan foto-foto dalam koleksi A dan S, menarik foto dari koleksi B jika kamu memerlukannya untuk melengkapi cerita.

5. Sampaikan Ceritamu

Foto mendokumentasikan hidup kita. Mereka menautkan kita ke yang lainnya, menyediakan makna berbagi cerita, menampilkan peran kita dalam hidup, dan mendokumentasikan kejadian, geografi, politik, masyarakat, dan banyak lagi. Setelah kamu memilah foto-fotomu, berinteraksilah dengan mereka.

Untuk mengingat, kita harus mengakses dan berinteraksi dengan foto, daripada hanya menumpuknya. —Linda Henkel, “Point-dan-Shoot Memories,” Psychological Science (2013)

Ada banyak sekali pilihan dalam mengumpulkan foto ke dalam cerita penuh makna. Pertimbangkan koleksi digital, album online, esai foto, album foto, lembar memo, atau buku cetak, sekian dari beberapa pilihan. Bingkai dan gantungkan foto. Bingkai foto berjenis kolase yang bisa menampung beberapa foto bisa menjadi cara bagus untuk berinteraksi dengan koleksi kecil foto. Asal jangan membuang foto ke tempat penyimpanan berdebu, dan tidak pernah melihatnya lagi!

6. Rawat Koleksimu

Foto merupakan aset penting dan memerlukan perawatan. Jika kamu menangani foto cetak, paling tidak simpan mereka dalam kotak penyimpanan foto. Toko kerajinan seringkali menjual kotak penyimpanan foto dalam departemen scrapbooking. Biasanya tidak mahal, namun berhati-hati untuk memilih kotak yang dibuat dari bahan bebas asam.

Jika kamu mampu, digitalkan negatif dan foto cetak. Di masa lampau, kita harus percaya bahwa kita tidak akan menghilangkan negatif dan foto karena kebakaran, banjir, atau kerusakan lainnya namun sekarang kita memiliki kemampuan untuk memindai foto menjadi file digital. File digital tersebut bisa diselamatkan dalam cara yang tidak bisa diterapkan pada foto analog.

Jika kamu berkerja dengan aset digital—dan setelah kamu mendigitalkan koleksi cetak dan negatif kamu—luangkan waktu untuk mengarsip gambar digital kamu. Kami memiliki seri artikel lengkap tentang manajemen aset digital. Jika bagaimana pun juga, kamu mencari sesuatu yang sederhana, artikel kami Kotak Sepatu Digital akan memberi tahu kamu apa yang kamu perlukan untuk sebuah sistem penyimpanan digital minimum, layak, dan aman.

Beberapa Pemikiran Akhir

Saya mendapatkan bahwa mengelola foto mirip dengan membersihkan rumah saya: Saya memulai dengan niat terbaik untuk menjadi sistematis, menyeluruh, dan cepat namun tanpa gagal, sesuatu yang saya temukan melepaskan saya dari tugas. Saya telah diberitahu bahwa profesional berbayar lebih efisien dalam project ini karena mereka tidak mudah diganggu di tengah tugas. Barangkali demikian, dan ada pengelola foto profesional untuk dibayar jika kamu ingin melalui rute tersebut. Jika kamu mengelola fotomu sendiri, saya hanya memiliki dua saran akhir:

  1. Bersabarlah dengan dirimu. Memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan foto-foto dan akan memerlukan lebih dari beberapa hari untuk memilahnya. Berkerjalah dalam kumpulan kecil sehingga kamu bisa melihat apa yang sedang kamu capai. Itu akan membantumu untuk tetap termotivasi dan tetap melakukan tugas hingga selesai.

  2. Ketahui apa yang cukup bagus untuk koleksimu. Kesempurnaan sulit dicapai, khususnya ketika memilah tumpukan campuran foto. Atur goal kamu sebelum kamu mulai sehingga kamu tahu seberapa banyak pengelolaan yang cukup. Apakah kamu berniat membuat slideshow untuk pernikahan kakakmu? Mengelola foto untuk anak-anak atau cucu-cucumu? Menggunakan foto sebagai media untuk project seni lainnya? Setelah kamu mampu mencapai apa yang kamu niatkan, kamu telah cukup mengelola. Pastikan koleksimu aman dan terawat, dan lanjutkan. 

Terus Belajar Dan Mengelola

Pengelolaan foto merupakan perjalanan seumur hidup! Untuk membantu kamu terus belajar, berikut artikel-artikel dan tutorial yang disebutkan di dalam tutorial ini:


Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.