Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Lighting

Panduan Lengkap Hot Shoe Flash

by
Read Time:14 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Menambahkan satu atau dua flash pada tas peralatan kamu menghadirkan peluang tak terbatas dalam meningkatkan foto-foto kamu. Jadi, hari ini kami menyajikan panduan lengkap untuk fungsi flash yang berbeda (juga beberapa penerapannya di dunia nyata!)


Peralatan

Ada banyak perusahaan yang membuat flash untuk kamera. Beberapa bisa dipasang pada hot shoe kamera, sementara yang lainnya merupakan lampu untuk studio besar. Untuk tujuan tutorial ini kita akan mengacu pada hot shoe flash karena mereka yang paling cocok dengan kebanyakan kendali flash dan fungsi exposure pada kamera masa kini.

Yang kamu perlukan untuk mengikuti tutorial ini adalah sebuah Digital SLR dan sebuah hot shoe flash dari pembuat kamera kamu. Canon memiliki seri Speedlite EX dan Nikon memiliki seri Speedlight SB. Flash juga hendaklah menjadi salah satu yang bisa bertindak sebagai pengendali (Master) untuk flash lainnya.

Canon Speedlites yang bisa menjadi Master:

  • 580EX (terhenti)
  • 580EX II

Nikon Speedlites yang bisa menjadi Master:

  • SB-800
  • SB-700
  • SB-900

Kedua pembuat, Canon dan Nikon, memiliki banyak pilih unit flash untuk banyak penerapan. Namun, hanya flash kelas atas yang bisa menjadi unit Master. Model kelas bawah seperti Canon 430EX II dan Nikon SB-600 hanya bisa menjadi tipe slaves selama fotografi wireless/remote flash.

Ada beberapa DSLR yang mampu memanfaatkan pop-up flash bawaan kamera untuk mengendalikan remote flash lainnya seperti Nikon D700 dan Canon EOS 7D. Ini bisa berguna jika kamu telah memiliki sebuah hot shoe flash karena kamu sekarang bisa melepasnya dari kamera dan tetap dapat mengendalikannya. Periksa spesifikasi kamera kamu untuk melihat apakah modelnya bisa memanfaatkan pop-up flash bawaan dalam mode "Master" atau "Commander".


Bagaimana Exposure Dikendalikan

Kamera memberikan tiga cara kepada fotografer untuk mengendalikan cahaya:

  • Kecepatan Rana (Shutter Speed)
  • Pengaturan Aperture (f-stop)
  • Pengaturan ISO

Menambahkan flash ke sebuah foto memberikan kendali keempat kepada fotografer pada situasi dia bisa menambahkan cahaya sendiri. Jika tidak, seorang photographer dibatasi pada apa yang bisa disediakan situasi cahaya ambient. Tentu saja, dia bisa menggunakan lampu sorot, reflector, scrim, dll. namun bukan itu yang sedang terjadi di sini.

Kita akan melihat fungsi yang tersedia ketika seorang membeli sebuah hot shoe flash seperti Canon Speedlite 580EX II atau Nikon Speedlight SB-900. Ketika tidak akan membahas semua hal dasar, itulah mengapa kamu memiliki sebuah manual, namun hanya fungsi-fungsi umum.


TTL Flash Control

TTL berarti "Through the Lens (Melalui Lensa)" dan merupakan fitur yang mencakup light-metering pada hampir setiap kamera digital di luaran sana. Canon memiliki E-TTL dan Nikon memiliki i-TTL. Apa yang telah dilakukan perusahaan kamera adalah menggerakkan handheld light meter di dalam kamera sehingga itu mengukur kilau, warna, dll melalui lensa kamera.

Kamera kemudian membuat penilaian dan memberitahu fotografer jika sebuah scene terlalu terang atau gelap untuk kombinasi shutter-aperture-ISO tertentu. Di dalam mode automatic kamera membuat penyesuaian bagi fotografer. Di dalam mode Manual ("M") fotografer yang membuat penyesuaian.

Informasi pencahayaan sebuah scene dilewatkan ke unit flash dengan TTL dan akan menembakkan sejumlah cahaya tertentu. Jumlah ini bisa ditentukan secara otomatis atau manual. Bahkan di dalam mode automatic, kamu tetap bisa menyesuaikan output flash pada rasio tertentu yang tergantung pada analisis sistem metering TTL. Pengaturan flash proporsional ini adalah Flash Exposure Compensation (Kompensasi Exposure Flash).


Flash Exposure Compensation

Kendali untuk penyesuaian output sebuah flash yang memanfaatkan TTL metering hampir identik dengan penyesuaian kompensasi exposure pada kamera, juga disebut Exposure Value (EV). Kamu tidak hanya bisa mengendalikan output flash bawaan namun juga unit flash dengan TTL.

Ini memungkinkan fotografer untuk mengendalikan flash dimanapun di dalam rentang 5-stop umum yang ditampilkan. Output flash bisa diatur di atas, di bawah, atau setara dengan EV pada kamera.

Flash Exposure Compensation yang menggunakan TTL metering merupakan cara yang bagus, cepat, dan cukup akurat dalam menyeimbangkan exposure flash-ambient dalam bermacam cara, untuk mencapai hasil yang diinginkan. Sebagai contoh, sebuah flash bisa diatur ke -2/3 untuk mengisi bayangan tanpa mempengaruhi highlights atau midtones.

Flash bisa juga digunakan untuk melampaui ambient atau keseimbangan 50-50 dengan itu. Jadi, kamu bisa mengatur flash pada output konsisten yang menyesuaikan scene.

Photo: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCI

Di dalam contoh di atas, saya menggunakan ambient sebagai pengisi dan strobes sebagai utama. Saya melakukan dengan cara ini untuk menghilangkan sebanyak mungkin warna hijau flourescent mengganggu sembari tetap mempertahankan nuansa hangat ruangan steril. Jadi, saya melampaui ambient untuk menghilangkan pemantulan warna dan menghasilkan sebuah scene yang lebih menarik.


Flash Exposure Bracketing

Flash Exposure Bracketing (FEB) berkerja dengan cara yang sama seperti Auto Exposure Bracketing (AEB) pada kamera. Di dalam mode ini pengguna bisa memilih output flash berbeda dalam 1/3, 1/2, atau full stops. Gunakan mode ini untuk mendapatkan foto yang berbeda dengan flash. Jumlah lazim untuk output adalah tiga. Jadi, exposure pertama bisa diatur pada 0, kedua pada +1, dan ketiga diatur pada -1 1/3.

Ada banyak kombinasi lainnya yang bisa diterapkan yang akan memberikan tampilan yang berbeda karena variasi flash. Ini berguna ketika melakukan evaluasi LCD yang cepat dan kotor untuk seberapa banyak flash yang tampak bagus.


Flash Exposure Lock

Flash Exposure Lock (FEL) merupakan cara berguna untuk memaksa flash secara cepat agar memberikan output EV tertentu yang konsisten pada sebuah flash. Ini lumayan berguna jika flash yang mengendalikan TTL menjadi tidak konsisten, atau di dalam kontras tinggi, backlit, atau scene lainnya yang membingungkan sistem metering kamera kamu.

FEL juga berguna ketika output flash TTL tetap bervariasi terlepas dari fakta bahwa scene tidak benar-benar berubah. Sebagai contoh, jika seseorang menggunakan baju putih, metering kamera mungkin menganggap scene menjadi lebih terang bahkan jika tidak begitu kenyataannya. Maka, dalam scene yang sama seseorang dengan baju berwarna gelap masuk. Sekali lagi, flash TTL melakukan over-exposing. Manfaatkan FEL di dalam EV flash terlepas dari pembacaan TTL.

Photo: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCI

Flash Manual

Flash Manual merupakan yang paling rumit, namun seperti mode Manual pada kamera, itu menawarkan kendali dan presisi yang terbanyak. Unit flash kelas atas menawarkan peningkatan 1/3-stop mulai dari daya 1/128 hingga 1/1 dan kendali zoom dari 14mm hingga 105mm (Canon) atau 200mm (Nikon SB-900). Manfaat flash Manual adalah output flash yang konsisten. Setelah dipasang, flash akan memberikan output yang sama untuk tenaga dan exposure pancaran setelah exposure.

  • Pengaturan daya yang lazim dari tertinggi ke terendah adalah (full stops): 1/1, 1/2, 1/4, 1/8, 1/16, 1/32, 1/64, dan 1/128.

Flash Manual memungkinkan fotografer untuk memiliki sebuah faktor konstan selama pemotretan, bahkan ketika cahaya ambient berubah. Itu juga memungkinkan fotografer untuk menggunakan shutter speed untuk menaikkan atau menurunkan cahaya ambient, membuatnya sebagai dua sumber cahaya terpisah. Walaupun fotografer mungkin menyesuaikan shutter speed sebesar 2 atau 3 stops, flash akan mengeluarkan jumlah cahaya yang sama dengan penyebaran yang sama antar foto.

Photo: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCI

Foto ini dihasilkan dengan flash Manual karena gelapnya ruangan, dikombinasikan dengan cahaya yang memancar dari opthalmaloscope, membuat pembacaan TTL saya melonjak di semua tempat. Flash dengan TTL-terkendali akhirnya akan membenarkannya, namun mungkin setelah beberapa kali meleset. Ingat, flash TTL menyesuaikan diri sendiri relatif pada exposure terukur.

Sebagai tambahan, flash Manual beroperasi di luar rentang 5-stop yang tersedia dalam sistem TTL. Terkadang, +2 atau bahkan +3 stop flash tidak cukup untuk melampaui matahari. Ini benar ketika menggunakan flash kecil. Flash studio besar — tidak begitu banyak.

Di dalam foto di bawah, saya menggunakan dua 580EX II untuk melampaui matahari senja yang tidak terhalang. Matahari begitu terang sehingga walaupun saya menggunakan dua flash dan +3 stops pada output dengan 105mm zoom, masih tidak cukup. Di dalam situasi ini pengaturan TTL mungkin tidak cukup. Saya meletakkannya ke dalam mode Manual dan mengaturnya pada daya 1/1 — maksimum. Misi tercapai.

Photo: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCI

Flash Head Zoom

Flash head zoom merupakan jumlah sebaran sinar cahaya, dan itu sesuai pada bidang tampilan lensa pada panjang fokal tertentu. Dalam mode TTL, zoom flash berubah untuk mencocokkan sedekat mungkin dengan zoom lensa sehingga flash menutupi field of view (FOV) sebanyak mungkin.

Apa yang juga berubah adalah "throw" atau jarak yang dicapai cahaya. Juga perubahan pengaturan pada memvariasikan intensitas cahaya.

Alasan dibalik fitur zoom pada flash kamera adalah sama seperti yang digunakan pada flashlight yang memungkinkan pengguna untuk mengendalikan sebaran sinar (yaitu Maglite). Jika dilakukan zoom out, cahaya tersebar pada area luas dan tidak begitu intens. Jika dilakukan zoom in, foton dikemas secara ketat satu sama lain dan intensitasnya naik.

  • Pengaturan zoom yang lazim adalah: 14mm, 24mm, 28mm, 35mm, 50mm, 70mm, 85mm, 105mm, dan 200mm.

Pengendalian tumpahan cahaya merupakan kendali berguna lainnya yang dimiliki fotografer ketika menyinari foto dengan flash. Sebagai contoh, seseorang bisa menempatkan sebuah flash dekat dengan subyek dan melakukan zoom pada flash untuk merendahkan cahaya pada porsi tertentu.

Contoh lainnya adalah melakukan zoom in flash secara ketat untuk memungkinkan cahaya mencapai lebih jauh, bahkan menyebrangi sebuah lapangan basket. Zoom out, katakanlah 14mm, merupakan cara bagus untuk menyediakan (secara cukup) pencahayaan yang rata.


High-Speed Sync/Focal Plane Flash

High-Speed Sync/Focal Plane Flash merupakan mode berguna ketika fotografer perlu menggunakan sebuah shutter speed di atas kecepatan maksimum flash-sync pada kamera, biasanya 1/250sec. Pengaturan flash pada mode ini memungkinkan fotografer untuk menggunakan shutter speed berapa pun yang diinginkan, bahkan 1/8000sec. Ini berguna jika fotografer ingin menggunakan fill-flash dalam mode Aperture Priority (Av).

Apa yang terjadi dalam mode ini adalah flash berdetak pada frekuensi tinggi selama exposure alih-alih hanya muncul sekali. Flash berdetak untuk memastikan cakupan yang merata di sepanjang gambar. Tumbal dari mode ini adalah flash mengorbankan daya, sehingga flash harus ditempatkan lebih dekat, terkadang jauh lebih dekat, ke subyek.

Tindakan bisa dibekukan di siang bolong dan terisi bayangan, dimana flash cukup dekat. Ingat, semakin tinggi shutter speed, flash perlu semakin dekat. Untuk mempertahankan jarak yang sama, naikkan EV dan/atau lakukan zoom in flash. 

Yang satu ini 1/800sec @ f4. Pertama-tama saya menurunkan pada posisi saya meninginkannya, kemudian mengatur flash TTL untuk mengembalikan dedaunan tanpa menyapu semua detail di dalam salju. Saya menggunakan ISO serendah mungkin sehingga saya tidak banyak menaikkan flash ketika mencoba melampaui ambient.

Photo: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCI

Second-Curtain Sync

Secara default, flash diatur untuk menembak ketika curtain pertama shutter terbuka. Di dalam mode Second Curtain Sync, flash tidak akan menembak hingga curtain kedua mulai bergerak. Ini berguna ketika fotografer ingin menghasilkan jejak cahaya dalam kaitannya dengan flash dan shutter speed lambat.

Ini berarti bahwa ambient memiliki kesempatan untuk melakukan tugasnya, dan persis sebelum exposure berakhir, flash menembak. Ini bisa membantu jejak cahaya "mengikuti" alih-alih mendahuluinya dikarenakan penundaan penembakan flash.


(Multi) Stroboscopic Flash

Tidak terlalu banyak fotografer menggunakan fitur ini, namun ini berguna dan bisa menghasilkan efek yang sangat keren dan bahkan bisa membantu menganalisa gerakan. Stroboscopic flash adalah ketika flash menembak pada tingkat daya dan frekuensi tertentu selama sebuah exposure. Frekuensi, dalam hertz (Hz), ditentukan oleh pengaturan daya flash. Semakin tinggi daya, semakin rendah frekuensi.

Idealnya, sebuah shutter speed lambat paling tidak 2 detik dan sebuah ruangan gelap total membuat efek ini berkerja dengan sangat baik. Juga, karena shutter speed lambat, diperlukan sebuah tripod. Setelah exposure dimulai, flash akan menembak pada frekuensi tertentu.

Formula untuk ini adalah:

Jumlah Flash ÷ Frekuensi Penembakan = Shutter Speed

Stroboscopic bisa menunjukkan, di dalam sebuah frame tunggal, bagaimana sesuatu bergerak dalam sebuah regangan waktu.


Wireless Remote Flash

Meletakkan flash terlepas dari kamera adalah dimana fotografi flash mulai sangat menarik. Dan kebanyakan unit hot shoe flash bisa melakukannya secara wireless. Dengan tanpa memerlukan kabel untuk menghubungkan sebuah flash ke kamera, mereka bisa ditempatkan hampir dimana saja. Fungsionalitas wireless tidak hanya memberikan fotografer banyak fleksibilitas, namun juga menjaga area aman yang disebabkan kabel.

Photo: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCI

Ada berbagai cara untuk menggunakan flash secara wireless, namun semakin banyak flash dan sistem kamera modern beroperasi dalam sebuah metode yang jauh lebih maju dengan fungsi yang canggih — semua dikendalikan oleh unit atau kamera tunggal. Unit pengendali ini disebut "Master" (Canon) atau "Commander" (Nikon). Untuk sekarang, hanya flash kelas atas yang memiliki fungsionalitas ini. Model kelas bawah hanya bisa bertindak seperti flash normal pada kamera atau "slave".

Unit Slave bisa dipicu dalam bermacam cara: secara optik, infrared, atau sinyal radio. Dan beberapa unit yang lebih maju, termasuk flash studio besar, mendukung ketiganya, termasuk metode keempat: tether.

Untuk mengendalikan flash lainnya seseorang memerlukan sebuah unit flash yang bisa diatur dalam mode "Master" atau "Commander" dan flash lainnya yang cocok pada sinyal yang dihasilkan oleh master. Remote flash perlu diatur sebagai "Slave". Tergantung pada merek, remote flash bisa dipicu dalam bermacam cara. Sebagai contoh flash Vivitar 285HV bisa dipicu secara optik atau dipicu dengan sinyal radio via PocketWizard atau perangkat pengirim radio lainnya.

Sistem flash wireless yang digunakan baik oleh Canon dan Nikon bisa mengendalikan banyak remote flash, biasanya 4 flash per group dengan 3 group maksimum dalam mode TTL. Angka tersebut bisa naik jika remote berada dalam mode Manual.

Photographer Joe McNally dikenal karena menggunakan pencahayaan kompleks dan bahkan dalam flash kecil yang sangat banyak untuk mencapai efek yang menakjubkan. Dia telah mampu menggunakan sesuatu di sekitar 50 flash kecil, untuk menerangi dan kelompok besar.

Flash wireless mendapatkan cahaya di luar kamera dan sumbu, yang memperluas pilihan kreatif bagi fotografer karena sekarang mereka bisa meletakkan cahaya hampir dimana saja. Batasan pada flash wireless tergantung pada bagaimana sistem berkomunikasi.

Optik dan infrared tergantung pada garis pandang untuk menerima sinyal dari unit Master, khususnya di luar ruangan dimana sinyal tidak bisa dipantulkan pada permukaan seperti dinding.

Jarak juga merupakan sebuah faktor dengan sistem flash optik/infrared wireless karena sinyal akan terlalu lemah setelah sekitar 60 kaki. Di sisi lain, pemicu radio seperti PocketWizards tidak memerlukan garis pandang dan bisa ditempatkan pada jarak yang jauh, seperti seberang lapangan sepak bola. Tumbal dari pemicu radio adalah harga yang lebih mahal untuk peningkatan kemampuan.

Ada lebih banyak solusi ekonomis baik pada sistem optik dan pemicu radio. Sebagai contoh, seseorang bisa membeli penerima optik slave Vivitar 285HV dan Wein pada harga sekitar $110. Sebuah tambahan Canon 430EX II atau Nikon SB-600 bisa seharga $270.

Alternatif yang lebih murah pada PocketWizards adalah RadioPopper JX atau Cactus V2 (pemicu eBay) yang sangat murah. Menggunakan yang lebih murah biasanya mengurangi kemampuan, namun kompetisi pemicu radio yang lebih murah pada rentang harga RadioPopper-CyberSync telah menerima ulasan yang disambut hangat.


Rasio

Ini sebagian terkait dengan Wireless Remote Flash dan Flash Exposure Compensation dengan menggunakan dua atau lebih flash. Dalam skenario multi flash keseluruhan output bisa ditentukan rasionya antara dua, tiga, atau lebih banyak kelompok flash. Ini berguna ketika fotografer ingin mendistribusikan jumlah cahaya yang merata atau proporsional.

Di dalam sebuah situasi flash A : B, distribusinya adalah sebagai berikut (dengan 1/3-stop di antara masing-masing): 8:1, 4:1, 2:1, 1:1, 1:2, 1:4, 1:8

Ini berarti bahwa dalam sebuah rasio 1:1, output flash kelompok A dan B seimbang. Di dalam rasio 4:1, kelompok B mendapatkan daya 1/4 lebih sedikit dari kelompok A. Rasio ini didasarkan pada kompensasi exposure flash yang diatur oleh fotografer. Jadi, jika +1-stop sebuah flash diatur ke dalam dua kelompok flash dengan rasio 1:2, kelompok A akan menembak 100% pada +1 dan kelompok B akan menembak 50% pada +1.

Photo: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCIPhoto: Daniel Sone - NCI

Penggunaan rasio merupakan cara luar biasa dan cepat untuk mendistribusikan cahaya sepanjang bermacam unit flash. Fotografer bisa menerapkan -1 untuk ambien, +1 pada flash, dan kemudian mendistribusikan flash tersebut secara proporsional di antaranya.


Kesimpulan

Semoga, ini menjadi panduan referensi berguna bagi banyak fungsi bawaan dan kemampuan dari unit hot shoe flash milikmu. Ingatlah bahwa tidak semua flash memiliki semua fitur yang disebutkan di atas, namun kebanyakan demikian.

Dengan banyak latihan, semua mode pada flash milikmu (juga kapan penggunaannya) akan menjadi natural. Untuk informasi lebih detail, inspirasi, dan panduan bagus saya sangat menyarankanmu untuk melihat blog dari David Hobby, Strobist.com, juga website Joe McNally di JoeMcNally.com. Strobist.com membantu saya untuk mengerti lebih baik mengenai kegunaan flash Manual dan Joe McNally membantu dalam flash kendali TTL.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.