Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Timelapse

Saat-saat Memicu: Dasar-dasar Intervalometer untuk Time-Lapse dan Long Eksposur

by
Difficulty:BeginnerLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called Time-Lapse and Long Exposure.
Creating a Starlight Time Lapse Video
Sunrise, Noon, Sunset: How to Plan Your Outdoor Photoshoot With SunCalc

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Beberapa tahun yang lalu, pertama kali saya mencoba kamera Canon Powershot G3. Saya mengetahui sedikit mengenai fotografi tetapi saya mengerti animasi dan rangkaian gambar.  Sebagian besar fungsi pada kamera kecil tersebut sangat kurang menurut saya kecuali satu fitur yang membuat saya kagum: Intervalometer. 

Sebuah Intervalometer atau remote timer pada dasarnya adalah cara untuk mengambil rangkaian banyak foto secara otomatis. Terkadang anda mengetahui fitur ini di menu kamera anda atau anda bisa memakai perangkat eksternal. 

Dengan fitur intervalometer saya bisa membuat rangkaian gerak-henti atau time-lapse tanpa usaha dengan memrogram kamera G3 agar memotret secara otomatis. Kemudian saya akan menyusun rangkaian saya bersama dan jadilah: video. Menonton desiran dunia dengan kecepatan yang bervariabel ini sangat ajaib, namun kualitasnya kurang baik. 

A busy airport arrivals lounge

Beberapa tahun berlalu begitu cepat dan saya kini memiliki sepasang kamera DSLR, fungsinya tidak lagi kurang, malah kamera ini bersahabat, memberi tingkatan kualitas saya dorongan yang dibutuhkan. 

Akan tetapi, kedua kamera DSLR saya memiliki fitur intervalometer. Terlepas dari keinginan besar saya akan fotografi time-lapse, saya sedikit mengeluh dan akhirnya berinvestasi di beberapa perangkat eksternal untuk mengisi kekurangannya. 

Sebanyak saya berpikir, intervalometer harus menjadi fitur dasar di semua kamera, bahkan iPhone saya mampu melakukannya, saya telah mempelajari sebenarnya da beberapa keuntungan memiliki remote pemicu atau intervalometer ‘off-camera’.

Jadi mengapa anda memerlukannya?

Intervalometer with SLR camera

Tombol Pemicu

Hampir semua intervalometer disertain dengan tombol pemicu yang besar.

Ini berguna karena bahkan kamera yang diam di atas tripod rawan terguncang di saat anda menekan tombolnya.   Tentu anda bisa selalu mengatur pengukur waktu jeda kamera agar mengambil potretan setelah 2 atau 10 detik tetapi anda mungkin melewati momen yang sempurna. Bahkan lebih jengkel yaitu lupa mengatur kameranya lagi dan melewatkan momen sempurna. 

Memakai tombol pemicu pada intervalometer menjauhkan faktor resiko mengoncang kamera dan juga memberi kesempatan anda memicu kamera tepat di saat anda ingin memicu tanpa menyentuh kamera. 

Manfaat lain menjauhkan tangan anda dari kamera adalah di saat mengambil potretan. Khususnya dengan subjek atau anak-anak yang gugup.  Setelah mengambil momen agar mengatur potretan, anda bisa menjauh dari kamera dan fokus daripada membuat subjek anda tetap santai atau bereaksi. Dengan jari anda dengan kuat pada pemicu, hanya masalah menunggu momen sempurna agar terjadi dan kemudian lakukan.

Trigger with delay

Jeda Pemicu

Selain memicu kamera secara manual, anda juga bisa mengatur jeda untuk memastikan kapan kamera mulai menjepret.

Kamera anda biasanya akan memiliki jeda waktu 2 atau 10 detik. Dengan intervalometer anda bisa menentukan memicu kamera sebanyak kapanpun yang anda inginkan. Mungkin anda ingin kamera memicu di beberapa jam atau mungkin beberapa hari. Pengaturan jeda pemicu adalah yang paling berguna di waktu-waktu harian dimana anda mungkin terlalu sibuk atau mungkin sedang tidur.

Mungkin anda sedang liburan dan anda tahu anda akan mendapatkan foto matahari terbenam yang luar biasa dari balkoni hotel anda tetapi juga malam terakhir anda dan anda kemungkinan sedang menghabiskan waktu berharga di restoran berkelas.   Bisa jadi anda membawa tripod dan intervalometer bersama anda di liburan anda, tidak masalah.  Hanya atur potretan dan konfigurasikan pengukur waktu untuk memotret foto di saat keajaiban dimulai, angkat jari dan tinjau kemudian. Anda selalu bisa menggunakan smartphone anda untuk mengkalkulasikan posisi dan waktu matahari. 

Tentu ada elemen yang meningkat dari kesempatan di saat bergantung pada kamera agar memulai secara otomatis tanpa pengawasan anda. Kegunaan yang paling umum untuk jeda pemicu adalah pengaturan rangkaian time-lapse.  Baik itu matahari terbenam, terbit atau hanya jangan menggoncang kamera ketika rangkaiannya dimulai. Sebuah intervalometer sungguh memainkan perannya saat digunakan untuk time-lapse. 

Trigger with Interval

Interval

Membiarkan kamera mengambil rangkaian otomatis dengan waktu yang diatur antar foto-foto adalah fitur yang sungguh luar biasa dari intervalometer. Pengaturan interval adalah tempat anda menentukan berapa waktu yang dibutuhkan antar tiap foto yang diambil. Hal ini penting untuk time-lapse. 

Mungkin anda ingin menangkap desiran awan atau menonton keramaian disekililing. Di lingkungan ini anda bisa mengatur interval relatif rendah seperti 3 sampai 5 detik. 

Atau mungkin anda ingin memotret pergerakan yang tidak bisa terlihat oleh mata manusia seperti bayangan mengerikan di atas bangunan. Di situasi itu anda akan menggunakan interval yang diperpanjang, mungkin sekitar 15 sampai 30 detik. 

Hanya satu hal yang perlu diperhatikan adalah waktu interval anda tidak boleh melampaui panjang eksposur anda. Kamera anda akan tetap terkontrol kecepatan rana dan intervalometer anda tidak mempedulikannya. Masalah terburuk anda berakhir dengan gambar yang kurang dari yang anda harapkan kamera masih sibuk memroses sebuah gambar sementara kamera mencoba memicu gambar selanjutnya.

Intervalometer with bulbb or long

Bulb (atau Panjang)

Mungkin time-lapse bukan keahlian anda dan malah anda lebih tertarik pada lukisan cahaya dan jejak bintang. Sebagian besar kamera akan disertai dengan mode yang dikenal sebagai Bulb.  Mode Bulb secara garis besar mengekspos gambar untuk waktu yang lebih lama dari mode lainnya seperti mode Manual. Sangat tidak berguna di siang hari tapi di malam hari dan di tempat yang lebih gelap menjadi fitur yang luar biasa. 

Long exposure of traffic using bulb
Long eksposur atau lalu lintas menggunakan mode bulb

Pada mode Bulb anda pada dasarnya menekan tombol shutter di waktu yang sangat lama dan melepasnya di saat anda menganggap gambar anda terekspos.  Konsepnya bagus tetapi berlawanan intuisinya. Jika anda memotret long eksposur super, hal terakhir yang harus anda lakukan adalah menyentuh kamera. 

Ketika anda mengontrol mode Bulb (sering disebut Long hanya menambah kebingungan) di intervalometer andahanya memrogram berapa lama gambar harus terekspos tanpa menyentuh kamera. Menggunakan kecepatan rana bebas tangan mengurangi getaran dan menghindari anda dari menekan tombol cukup lama, membebaskan diri anda untuk melukis cahaya atau menikmati cokelat hangat. 

Angka

Fitur akhir akan anda temukan pada intervalometer adalah fitur angka. Sering digambarkan dengan huruf N besar. Huruf N dimaksud untuk jumlah gambar. 

Asumsi bahwa anda akan memotret rangkaian time-lapse kemudian anda kemungkinan perlu mengambil ratusan foto agar menjadikan rangkaian anda ke video. Fungsi angkanya akan memudahkan anda. 

Berdasarkan pada brand apa intervalometer anda memiliki batasan angka akan berubah-ubah. Intervalometer official kamera Canon milik saya mampu mengambil sampai 99 foto. Di 25 frame perdetik ini memberi saya sedikitnya empat detik video.

Apa yang mungkin tidak menjadi secara instan jelas adalah mengatur timer ke 0 yang sebenarnya akan mengambil rangkaian tanpa batas. Tanpa batas jika kartu memori anda tidak pernah terisi atau baterai kamera anda tidak pernah mati. 

Intervalometer lain terlihat bisa diprogram hingga sekitar 399 frame yang mana akan memberi anda video 16 detik lebih banyak.

Pada titik ini, segalanya memulai sedikit agak matematis, setidaknya anda bisa selalu beralih ke beberapa aplikasi pintar dan berbagai macam kalkulator time-lapse untuk mengurangi kesulitan.

A stream

Alternatif Lain

Rentang intervalometer dari yang sangat murah ke yang paling mahal tetapi harus ada di setiap peralatan fotografer. Mengambil pendekatan dongle ini sangat nyaman tetapi bukan satu-satunya cara anda bisa mengendalikan kamera dari jarak jauh.  

Jika anda kurang beruntung memiiki terpasangnya intervalometer di kamera anda, anda bisa selalu mencoba memasang firmware seperti Magic Lantern. Anda bisa mengecek software yang disertai bersama dengan kamera anda dan lihat jika ada cara untuk menambat kamera anda ke sebuah laptop dan memicunya melalui USB atau wifi. Jika anda sangat beruntung anda mungkin menemukan aplikasi yang kompatibel untuk smartphone anda yang bisa berkomunikasi dengan kamera anda. Hal yang paling lucu adalah anda bisa mengeksplor menggunakan cahaya dan suara untuk memicu kamera anda. 

Apapun pendekatan anda, menjauhkan tangan anda dari kamera dan bereksperimen dengan memicu kamera dengan remote membuka cara baru tanpa batas untuk meningkatkan kretifitas anda dan mengembangkan keterampilan fotografi anda.

Tetap Belajar

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.