Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Inspiration

20 Pertanyaan yang Perlu Anda Tanyakan Pada Diri Anda Sendiri Untuk Meningkatkan Hasil Foto Anda

Read Time: 14 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Saat saya sedang merasa seperti sudah terbiasa dalam sebuah rutinitas fotografi, biasanya itu adalah waktu yang tepat bagi saya untuk menanyakan pertanyaan yang lebih banyak lagi. Rasa terbiasa ini biasanya datang karena menjalankan kegiatan dengan auto-pilot, mengerjakan sesuatu dengan lamban dan itu-itu saja. Saya mahir dalam fotografi landscape, jadi saya terus saja mengambil foto landscape karena hal itu terasa mudah, sudah saya kuasai, dan menyenangkan. Namun, tanpa waktu untuk merefleksikan atau mempertanyakan diri sendiri, sangat sulit bagi fotografer seperti kita untuk meningkatkan hasil foto yang kita dapatkan.

Untuk meningkatkan hasil foto anda adalah hal yang biasanya menjadi alasan mengapa anda membaca Phototuts+ dan itu adalah langkah awal yang bagus. Hal ini menunjukkan bahwa anda tertarik untuk melanjutkan perkembangan anda. Namun jika anda menemukan diri anda dalam sebuah rutinitas yang membosankan dan ingin meningkatkan kemampuan anda, berikut ini adalah 20 pertanyaan yang akan membantu anda menemukan cara untuk menghasilkan foto yang lebih bagus.

Catatan: Saya tidak menyuruh anda untuk menanyakan semua pertanyaan ini setiap kali anda akan memotret. Itu hal yang gila. Harapan saya adalah, pertanyaan ini akan mengguncang pemikiran anda dan membuat anda melihat foto anda dengan cara yang berbeda.


1. Mengapa Saya Mengambil Foto Ini?

Ini adalah pertanyaan pertama yang perlu anda pertanyakan dan tidak ada jawaban yang tepat dari pertanyaan ini. Namun, sangat penting bagi anda untuk menyadari mengapa anda mengambil sebuah foto. Pertanyaan ini mungkin akan masuk ke mode ‘pasif’ yang mungkin sedang anda alami.

Matahari terbenam yang indah? Sudah difoto. Kucing yang lucu? Sudah difoto.

Tapi mengapa anda mengambil foto tersebut? Apakah anda akan membagi gambar tersebut atau akankah gambar tersebut bersemedi di hard drive komputer anda? Apakah subyek tersebut berbicara pada anda? Apakah subyek tersebut mempunyai cerita atau membantu anda dalam memperluas pandangan anda?

Jika subyek anda adalah sebuah pemandangan yang indah, seperti matahari terbenam, maka silahkan saja ambil foto tersebut. Namun anda juga harus memperhatikan sejenak bahwa tidak semua hal yang indah perlu anda ambil fotonya. Saya percaya bahwa sesuatu yang indah tidak selalu menjadi alasan bagi orang untuk mengambil foto. Dan benar, bahwa anda tidak perlu menghiraukan nasihat saya ini. Tapi tolong pikirkan ‘mengapa’.


2. Apa yang Ingin Saya Sampaikan?

Anda melihat sebuah pemandangan dengan lima (atau seringkali empat) indra anda. Namun kamera anda hanya bisa menangkap satu. Anda mungkin tahu bahwa jalan kota itu bising, dingin dan bau, namun bagaimana cara anda untuk menyampaikannya dalam foto anda? Sebuah foto trotoar mungkin tidak cukup untuk menggambarkannya.

Anda perlu untuk menunjukkan orang-orang yang memakai mantel tebal atau nafas seseorang yang keluar sebagai uap. Fotolah beberapa sampah di jalan tersebut. Jika anda ingin menunjukkan sesuatu yang lebih dari sekedar bagaimana cahaya tersebut jatuh pada momen tertentu, anda mungkin perlu untuk berhenti dan memikirkannya lalu ambillah sebuah tindakan.

PeterWestCarey-Jordan2012-0713-2346
Apa yang ingin saya sampaikan? Sampah adalah sebuah masalah.

3. Darimana Cahaya Tersebut Berasal?

Ketika mulai dalam fotografi, fotografer biasanya berfokus pada aspek teknik seperti kecepatan shutter, ISO dan aperture. Mereka masih belajar untuk mengendalikan kontrol pada kamera mereka dan memastikan bahwa subyek mereka sudah berada dalam fokus. Satu hal yang sangat jelas, namun seringkali saya lihat terlewatkan adalah berpikir darimana cahaya berasal pada suasana tersebut.

Anda dapat melihat mobil yang bagus di jalan dan ingin mengambil foto ‘action’ dengan motion blur atau anda akhirnya bisa masuk ke Empire Building dan mengingkan foto anda sendiri. Situasi memotret yang cepat seperti ini seringkali membuat anda lupa untuk melihat darimana cahaya pada saat itu berasal dan bagaimana menyesuaikannya. Atau menemukan cara untuk menggunakannya sesuai dengan keinginan anda.

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang perlu anda tanyakan di setiap foto karena fotografi tidak akan bisa berjalan tanpa cahaya. Cahaya adalah elemen terpenting pada gambar apapun. Jadi, darimanakah cahaya dalam foto anda berasal?

PeterWestCarey-Jordan2012-0712-1950

4. Apakah Ini Angle Terbaik?

Kembali lagi pada contoh Empire Building di atas. Hanya karena anda telah sampai ke tempat X di gedung tersebut bukan berarti tempat X adalah tempat terbaik untuk mengambil foto. Jika anda mempunyai waktu yang sempit, silahkan saja ambil foto anda dan melanjutkan kegiatan anda. Namun, jika anda mempunyai waktu, pikirkan bagaimana caranya agar anda bisa mendapatkan foto yang anda inginkan.

Untuk mendapatkan angle dan cahaya yang pas, jika anda memotret tempat dengan pencahayaan natural, anda mungkin perlu untuk datang pada waktu, hari, atau musim yang berbeda. Fotografer hampir tanpa henti melakukan ini, membentuk cahaya dan angle dan mengaturnya sampai mereka mendapatkan hasil yang terbaik. Namun, matahari jauh lebih sulit untuk di manipulasi.

Thamserku and Kantega, Nepal


5. Mood Apa yang Ada Pada Foto Tersebut?

Anda bisa saja mengambil foto di pesta Tahun Baru yang paling meriah, namun jika anda secara tidak sengaja mengambil foto seorang pria yang sedang sakit kepala dan ingin pulang, maka mood keseluruhan dari suasana tersebut tidak akan bisa anda dapatkan.

Asal anda tahu saja, mood yang ingin anda sampaikan sepenuhnya terserah pada anda sebagai seniman. Kecuali jika anda memotret dalam sudut pandang jurnalis. Mungkin anda memotret pria tersebut karena anda juga sedang mengalami sakit kepala dan berharap anda ada di rumah saat itu daripada di tengah-tengah kerumunan orang mabuk. Bagaimanapun juga, pikirkanlah mood dari foto tersebut.


6. Apakah Kamera Saya Akan Menangkap Foto dalam Rentang Dinamis Penuh?

Kamera digital semakin berkembang, namun kamera-kamera tersebut masih belum sampai ke tingkat dimana mereka dapat menangkap gambar seperti apa yang dilihat oleh mata dan otak kita. Sambil menunggu kamera sampai ke tingkat tersebut (segera!), anda perlu mempertimbangkan apakah rentang dinamis kamera anda terlalu lebar dan jika benar, apa yang harus anda lakukan.

Yang saya maksud dengan rentang dinamis adalah jumlah cahaya dalam suatu suasana dari bayangan yang tergelap sampai dengan cahaya yang paling terang. Dengan rentang yang luas dari terang ke gelap, anda dapat memilih untuk menonjolkan highlight, bayangan, atau sesuatu diantara keduanya. Metode yang anda pilih akan mengorbankan detail yang ada pada pilihan lainnya. Atau anda dapat memotret foto dengan foto gabungan HDR yang akan menonjolkan semua rentang cahaya.

PeterWestCarey-100228-085427-0082
Ingin melihat-lihat di dalam gua? Kamera saya tidak bisa melakukannya.

7. Apakah Saya Membutuhkan Tripod?

Matahari sudah terbenam dan cahaya sudah mulai menghilang, namun masih ada foto yang harus anda ambil. ISO pada kamera sudah anda atur setinggi yang anda inginkan namun warnanya masih saja kaya. Berarti ini saatnya untuk memakai tripod. Beberapa orang sangat rewel akan penggunaan tripod pada setiap pemotretan landscape sementara yang lainnya tidak bisa membayangkan terus bertahan di satu tempat saat melakukan pemotretan fashion.

Jarang sekali ada momen ‘anda harus menggunakan tripod’ karena hal itu tergantung pada efek yang anda inginkan pada foto anda. Jika cahayanya tidak terang atau matahari tidak sedang bersinar, mungkin itu adalah waktunya untuk menggunakan tripod agar gambar yang anda dapatkan jernih.

Sunset From Nahargarh Fort, Jaipur, India
1/10 dari satu detik sambil memegang filter yang bisa membalikkan intensitas gradasi natural? Tripod akan menyelamatkan hari anda.

8. Bisakah Foto Ini Diambil Pada Waktu yang Berbeda?

Saya seringkali berurusan dengan fotografi perjalanan dan ada saatnya tidak ada pilihan untuk kembali lagi pada hari yang berbeda. Untuk beberapa dari kita, saat kita memotret di kampung halaman kita sendiri, anda sangat disarankan untuk mempertimbangkan waktu yang tepat untuk mengambil foto ketika anda bertemu dengan pemandangan yang indah.

Satu langkah yang mudah adalah dengan membuat project mengambil foto pada tempat yang sama pada setiap jam di siang dan malam hari. Oke, mungkin itu bukanlah hal yang mudah bagi anda yang menyukai tidur, namun bahkan memotret pada saat matahari terbit, siang hari, dan matahari terbenam akan membantu mata anda untuk menemukan ide untuk mengambil foto yang terlihat lebih baik dengan cahaya yang berbeda. Jangan terima begitu saja apa yang diberikan pada anda, kecuali jika hal tersebut sudah sempurna.

PeterWestCarey-Jordan2012-0711-1758Harta Karun di Petra, Yordania pada siang hari...
PeterWestCarey-Jordan2012-0711-1894dan Petra, Yordania pada malam hari.

9. Karya Siapa yang Saya Kagumi?

Pertanyaan ini jelas dan sederhana: Apakah anda menyukai hasil karya seniman lainnya? Jika iya, siapakah seniman itu? Mereka bisa saja berprofesi sebagai fotografer, tukang las, atau orang-orang gila yang ada di jalan yang menggambar seni dengan kapur di trotoar tanpa menggunakan alas kaki. Telusuri mereka, carilah buku mereka di toko buku atau perpustakaan.

Bahkan anda bisa mengirimkan email pada mereka jika anda mempunyai pertanyaan yang spesifik (yang terburuk yang bisa mereka lakukan hanyalah tidak membalasnya. Gunakan kesempatan ini), atau bahkan jika anda ingin memberitahu mereka bahwa mereka telah menginspirasi anda. Jika anda tidak pernah mengagumi karya seseorang, maka ini adalah waktu yang tepat untuk melihat di luar zona nyaman anda untuk beberapa inspirasi.


10. Bagaimana Cara Mereka Mengambil Foto Tersebut?

Memulai fotografi di masa dimana orang masih menggunakan roll film mempunyai keuntungan tersendiri. Salah satunya adalah kemampuan untuk meneliti sebuah foto secara akurat dan mengetahui bagaimana foto tersebut diambil. Hal ini lebih susah dilakukan di era digital karena foto yang anda lihat di website berukuran 500px atau bahkan seperti di Tuts+ dimana foto tersebut sudah diedit di komputer dan sangat jauh dari foto aslinya.

Meskipun semua itu bisa saja benar, banyak fotografer termasuk saya, seringkali membagikan postingan “bagaimana saya mengambil foto tersebut” untuk mereka yang ingin mempelajarinya. SLR Lounge juga adalah sumber yang bagus untuk mencari tentang tutorial tentang pencahayaan studio dan juga Phototuts+.


11. Bagaimana Cara Mereka Mengedit Foto Tersebut?

Ini adalah salah satu dari hal yang sulit untuk anda ketahui. Berbagai tutorial akan menjadi sahabat anda dan saya juga masih mencari cara baru untuk mengedit efek yang realistis sambil ‘bermain’ dengan berbagai subyek pada setiap minggunya. Phototuts+ mempunyai koleksi tutorial editing yang banyak dan anda bisa menemukan caranya disini.


12. Apakah Ada Hal yang Mengganggu dari Subyek Tersebut?

Pertanyaan ini paling tepat ditanyakan sebelum sebuah foto diambil, pertanyaan ini masih bisa ditanyakan di era manipulasi digital. Beberapa pemula akan senang jika sudah mendapatkan foto yang ‘sempurna’ dari Menara Eiffel atau Taj Mahal atau matahari terbenam yang indah yang tidak bisa mereka lihat kekurangannya dari kacamata mereka. Saya tidak berbicara tentang mengambil gambar dengan proporsi yang minimalis, saya berbicara tentang menghilangkan obyek yang mengganggu subyek foto anda.

Misalnya, gambar di bawah ini adalah hasil crop dari foto sebenarnya. Saya lebih menyukai ini daripada foto aslinya karena di foto yang asli mataharinya terlalu terang untuk digunakan dan mengurangi subyeknya, yang bagi saya adalah cahaya yang jatuh ke tanah tersebut.

PeterWestCarey-Utah2012-1021-7309
PeterWestCarey-Utah2012-1021-7309-2

13. Bagaimana Saya Bisa Menonjolkan Subyek Saya Dengan Lebih Baik?

Pertanyaan ini satu paket dengan distraksi. Ketika distraksinya sudah dihilangkan, apakah anda sudah menonjolkan subyeknya seperti yang anda inginkan? Misalnya gambar dari Snowmass Rodeo di bawah ini, penunggang kuda tersebut dan kudanya tidak terlihat lebih menonjol dari backgroundnya yang terlihat blur.

PeterWestCarey-110629-202506-2188

Bukan hanya itu, seperti #12 yang ada di atas, percikan magenta yang ada di stan tersebut menghilangkan fokus saya dari penunggang kuda tersebut. Dengan menggunakan Adjustment Brush di Adobe Lightroom, saya bisa mengatur exposure dari backgroundnya menjadi -1.3 dan mengurangi ketajaman dan kejelasan gambarnya. Kemudian saya menggambar penunggang kuda dan kudanya dengan brush yang lain dan menambahkan exposure sebanyak satu dan menaikkan kontras dan saturasinya. Secara keseluruhan, saya juga mengurangi saturasi magenta dan ungu untuk menghilangkan gangguan yang ada di stan.

PeterWestCarey-110629-202506-2188-2

Penunggang kuda dan kuda tersebut kini jauh lebih menonjol dan tidak banyak yang perlu dilakukan.


14. Bagaimana Gambar Ini Akan Digunakan?

Ini adalah pertanyaan yang seringkali saya ajukan untuk menguji para fotografer, yang biasanya mendapatkan tatapan kosong sebagai jawabannya. Mereka melihat tempat yang bagus dan memotretnya lalu saya bertanya “Jadi, apa yang akan kamu lakukan dengan foto itu?”

Seringkali mereka tidak tahu. Mereka hanya ‘menginginkannya’. Kita seringkali melakukan ini. Saya seringkali melakukan ini. Hal yang indah dan menarik harus diabadikan dalam kartu memori!

Namun mari pikirkan, bagaimana sebenarnya gambar tersebut akan kita gunakan? Apakah anda melihatnya sebagai bagian dari hal yang lebih besar atau akankah anda membesarkannya dan menggantungnya di dinding anda? Apakah anda akan membagi foto tersebut di media sosial atau mengirimkannya ke anggota keluarga anda? Saya tidak mengatakan bahwa setiap foto harus digunakan secara spesifik atau foto tersebut harusnya tidak usah diambil. Saya hanya mengatakan bahwa tidak semua foto harus diambil apalagi jika anda tidak mempunyai rencana untuk menggunakannya.


15. Apakah Foto Ini Berdiri Sendiri atau Bagian Dari Sebuah Seri/Cerita?

Seringkali orang bertanya pada saya “mengapa anda mengambil foto itu”. ‘Itu’ dianggap sebagai sesuatu yang membosankan, tidak menarik, atau tidak fotogenik. Jika berdiri sendiri ‘itu’ dianggap sebagai pemborosan digital film oleh kebanyakan orang.

Tapi seringkali saya memotret ‘itu’ karena hal itu sesuai dengan bagian dari cerita yang lebih luas yang saya sampaikan. Di acara publik speaking, slideshow saya tidak selalu berisi matahari terbenam yang indah atau puncak gunung. Ketika saya menceritakan tentang kehidupan sehari-hari di Nepal misalnya, ‘itu’ bisa jadi adalah foto dari sebuah pisau atau panci air yang mendidih atau hal biasa lainnya. Jika berdiri sendiri foto itu terlihat membosankan.

Namun dalam konteks kehidupan di Nepal, foto ‘itu’ yang membosankan menunjukkan betapa miripnya budaya kita dan membantu orang yang melihatnya merasa terhubung. Kita telah melihat berbagai macam foto dari daerah yang sangat jauh dengan segala keeksotisannya, seperti para pertapa dengan rambut gimbalnya dan penampilan yang tidak wajar. Namun ketika saya menunjukkan foto dari keseharian kaum Sherpa di Himalaya, foto itu terlihat biasa saja. Dalam perjalanan terakhir saya, saya membuat sebuah project untuk mengambil beberapa foto dari sepatu orang-orang. Walaupun foto tersebut bisa berdiri sendiri, 20 foto dari orang-orang tersebut akan menampilkan cerita yang lebih menarik tentang orang-orang yang saya temui daripada hanya dengan mengambil satu foto seorang lansia seperti yang sudah seringkali kita lihat.

PeterWestCarey-Nepal2011-1003-9245

16. Apa yang Akan Terjadi Jika Saya Menunggu?

Saat saya datang ke acara Yosemite National Park hari ini, saya tersadar akan sebuah kutipan dari seorang pelukis. Kurang lebih begini, dia mengatakan bahwa pelukis akan menghabiskan waktu satu jam atau lebih di lokasi untuk menyerap pemandangan dan suasananya sementara fotografer akan datang melihat pemandangan taman tersebut, memotretnya lalu pergi. Dan dia benar.

Seberapa sering anda melihat pemandangan yang indah atau gambar yang menarik dan menunggu? Apa yang akan terjadi jika anda melakukannya? Meskipun kita ingin membekukan sebuah peristiwa, kehidupan akan terus berjalan bahkan di lokasi yang paling tenang sekalipun dan seringkali kita akan mendapatkan gambar yang lebih mengagumkan jika kita mau menunggu.

Contohnya, berikut ini adalah tiga foto dari pemandangan yang sama. Foto pertama tidak terganggu oleh manusia, dan foto ini adalah foto yang saya kira akan saya inginkan. Foto kedua tidak terlalu terasa ‘tepat’ karena ada seorang pria yang terlalu menghalangi mangkuk air tersebut. Foto yang terakhir adalah foto yang akan saya simpan. Semua foto ini diambil dalam waktu yang sebentar, namun menunggu suasana lain yang akan terjadi seringkali sepadan untuk membuat kita menunggu.

PeterWestCarey-Nepal2011-0929-8483
PeterWestCarey-Nepal2011-0929-8484
PeterWestCarey-Nepal2011-0929-8485

17. Apakah Jarak Pandang dari Foto Saya Sudah Sesuai?

Tidak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan berikut ini, namun pertanyaan ini sangat berguna. Jika anda seringkali memotret dalam mode Auto atau Program dan berkeinginan untuk lebih menggunakan kontrol manual pada foto anda, maka mengatur jarak pandang anda akan memberikan efek yang sangat besar.

Ada banyak sekali buku tentang nilai dari blur yang strategis atau bokeh dalam sebuah foto. Sadarilah, bahwa tidak semua foto akan terlihat lebih baik jika ditampilkan dengan semua obyek yang terfokus. Namun bukan berarti juga anda harus mengambil semua foto dengan fokus f/1.0. Apakah jarak pandang anda, jumlah obyek yang ada dalam fokus, sesuai dengan apa yang ingin anda sampaikan dengan foto anda?


18. Apakah Saya Menginginkan Blur dan Bagaimana Cara Saya Membuatnya?

Selain area blur di foto anda yang dibuat dengan aperture yang terbuka lebar, anda juga bisa memperkenalkan blur yang dibuat dengan gerakan. Anda bisa bergerak (menggunakan panning blur atau zoom blur misalnya) atau subyek anda yang bergerak.

Berikut ini adalah proses pemikiran yang ada di otak saya saat melihat gambar-gambar ini.

“Hei, itu adalah gambar stupa dan kumpulan burung yang bagus” [klik]

PeterWestCarey-Nepal2011-0929-8541

“Dan kumpulan burung tersebut terlihat membosankan. Mereka tidak melakukan apapun, mungkin sedikit zoom blur akan membantu.”

PeterWestCarey-Nepal2011-0929-8544

“Tidak membantu. Bagaimana jika saya bersandar di dinding ini dan memperlambat kecepatan shutter dengan cara menutupnya aperturenya?”

PeterWestCarey-Nepal2011-0929-8553

Gambar terakhir adalah gambar yang paling saya sukai karena blurnya persis seperti apa yang saya inginkan dan kita masih bisa melihat bahwa obyeknya adalah burung-burung tersebut.


19. Apa yang Telah Saya Pelajari Hari Ini?

Sebelum anda membaca berbagai link acak yang anda temukan dari Facebook, Twitter, dan Google+ besok pagi (bahkan jika salah satu dari link tersebut membawa anda kesini), ambil waktu selama lima menit dan pikirkan apa yang ingin anda pelajari. Duduklah dengan tenang, tanpa komputer anda di depan anda, tanpa sarapan anda di depan anda.

Jika anda benar-benar serius untuk meningkatkan hasil foto anda, duduklah dan evaluasi hal apa saja yang akan berhasil jika anda gunakan dan bagian apa saja yang membutuhkan peningkatan. Evaluasi diri sangat penting di dalam peningkatan anda dan anda tidak perlu melakukannya setiap hari. Namun, sesekali, buatlah kesadaran untuk duduk, mungkin seminggu sekali, dan pikirkan tentang apa yang ingin anda pelajari besok, minggu depan atau sebulan kedepan.


20. Bagaimana Cara Saya Menolong Orang Lain Untuk Belajar Hari Ini?

Bagi saya, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling penting dan saya jarang menanyakan ini pada diri saya sendiri seperti yang harusnya saya lakukan. Cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah dengan cara mencoba untuk mengajarkannya pada orang lain. Ini akan membantu anda dan juga orang tersebut karena anda akan dipaksa untuk berpikir secara kritis tentang apa yang anda lakukan dan mengatakannya.

Saya tidak mengatakan bahwa semua orang harus menjadi seorang instruktur fotografi, namun menolong orang lain yang ada di komunitas fotografi bisa menjadi kesenangan tersendiri. Saya percaya jika ada lebih banyak orang yang dapat mengambil foto dengan lebih baik dan menghargai dunia di sekitar kita, maka itu adalah hal yang baik.

Advertisement
Did you find this post useful?
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.