Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Color
Photography

Fotografi Warna vs Hitam-dan- Putih: Bagaimana Palet Memengaruhi Apa yang Kita Lihat dan Rasakan

by
Length:MediumLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Nasruddin (you can also view the original English article)

Salah satu keputusan terpenting yang dibuat saat memotret adalah apakah menggambarkan sebuah subjek berwarna atau hitam-dan-putih.  Di masa lampau fotografi film, keputusan itu harus dibuat lebih dahulu, dengan pandangan kedepan. Saat ini, berkat teknologi digital, kita bisa menentukan setelah bentuk nyatanya, pasca-produksi. 

Insting mungkin memberitahu kita palet mana yang lebih disukai saat kita membandingkan versi warna dan hitam-dan-putih dari gambar yang sama, tetapi jika kita tidak memahami apa yang menyokong insting tersebut, kita tidak sepenuhnya memahami bagaimana berkomunikasi dengan gambar. 

Di tutorial ini, kami akan mendiskusikan fitur-fitur setiap palet dan bagaimana fitur tersebut dapat membantu menjelaskan atau mengacaukan pesan sebuah gambar. 

Fotografi Hitam-dan-Putih

Memiliki Kesederhanaan yang Reduktif

Ada alasan banyak siswa belajar memotret (dan menggambar, untuk hal tersebut) dengan hitam-dan-putih dahulu: palet monokromatik yang lebih sederhana dengan elemen yang lebih sedikit.

  • Foto-foto hitam-dan-putih terdiri dari hanya highlight, shadow, dan nuansa abu-abu diselanya. Sebaliknya, setiap hue dalam foto berwarna menambah sebuah elemen ke gambar yang bisa membingungkan penonton dari subjeknya.  Dengan mengurangi elemen gambar dengan hitam-dan-putih, sedikit yang bisa dihadapi oleh fotografer dan penonton.
  • Komposisi bisa terlihat lebih jelas dengan gambar hitam-dan-putih karena hubungan struktur dan ruangnya perlu didahulukan. Siluet, contohnya, bisa menjadi kuat dalam gambar hitam-dan-putih jika siluetnya terpisah dengan jelas dari bentuk lainnya di komposisi.
  • Hal serupa, bentuk, garis, tekstur, dan kontras dalam gambar hitam-dan-putih ini berperan penting. Hasilnya, gambar hitam-dan-putih lebih menciptakan visual yang abstrak dibandingkan dengan yang berwarna. 
  • Semakin komplit rentang tonalnya, gambar menjadi semakin dinamis. Foto hitam-dan-putih dengan hitam pekat, putih murni, dan beragam jenis abu-abu diselanya bisa menarik perhatian para penontonnya.
“Hitam dan putih adalah warna fotografi. Bagi saya warna ini menyimbolkan alternatif harapan dan keputus-asaan yang mana manusia selamanya dipersoalkan.” ---Robert Frank

Memberikan Waktu Teknis Ekstra

Karena foto monokromatik berisi sedikit elemen, hanya hitam, putih dan nuansa keabuan, hal ini bisa dimanipulasi untuk mengatasi masalah teknis lebih mudah dan menghasilkan efek yang lebih bagus dari pada foto berwarna. 

  • Foto hitam-dan-putih bisa diubah ke ekstrim untuk mengatasi masalah eksposur.
  • Keperluan menghadapi perbedaan suhu warna dihapuskan dalam foto hitam-dan-putih. Membuat gambar yang berisi kedua cahaya alami dan buatan bukan suatu masalah seperti pada gambar berwarna. 
  • Noise digital yang diproduksi dari memotret dengan ISO tinggi cenderung menjadi kurang terlihat pada foto hitam-dan-putih. 
  • Blur dan titik-titik sedikit lebih menyenangkan di mata pada gambar hitam-dan-putih. Blur dan titik-titik mampu menyajikan gambar warna perasaan yang cantik juga, tentunya, tetapi mungkin karena hitam-dan-putih ditemukan lebih dulu, dua elemen ini lebih umum pada gambar monokromatik dan oleh karena itu lebih mungkin bisa diterima dan dinikmati.

“Pada gambar hitam-dan-putih yang anda usulkan, dengan warna yang anda nyatakan. Banyak yang bisa dimasukkan dengan usulan, tetapi pernyataan menuntut kepastian.” ---Paul Outerbridge. 

Menyediakan Estetika yang Nyata

Terakhir, palet hitam-dan-putih menyediakan sebuah estetika yang nyata. Ini menunjukkan subjek yang familiar dengan cara yang tidak biasa. 

  • Kami melihat dengan warna, jadi gambar monokromatik membuat dunia terlihat dan terasa tidak seperti dunia yang kita huni. Menunjukkan dunia yang baru membuat penonton memisahkan diri mereka dari kenyataan, sebuah pengalaman yang bisa membawa efek yang luar biasa. 
  • Gambar hitam-dan-putih sering memiliki penampilan yang abadi, romantis, dan nostalgia. Karena gambar hitam-putih ditemukan sebelum warna, kami menghubungkan gambar monokromatik dengan masa lalu, bahkan saat gambarnya memperlihatkan peristiwa saat ini.  Hasilnya, subjek yang memiliki tampilan yang abadi, romantis atau nostalgia yang serupa cenderung bagus saat dipotret dengan hitam-dan-putih.
  • Kontras diantara highlight dan shadow foto hitam-dan-putih dapat menambah sensasi. Menaikkan kontras dan menggunakan vignettes bisa menjadi cara yang kuat untuk menarik perhatian penonton.
  • Gambar monokrom terkadang dianggap sebagai gambar yang lebih serius, mendalam atau artistik daripada palet berwarna. Ini tidak terjadi hingga tahun 1970 bahwa fotografi warna dianggap “seni” di Amerika Serikat (berkat William Eggleston, Stephen Shore, Saul Leiter, dan lainnya), dan beberapa asosiasi yang masih ada, apakah kami menyadarinya atau tidak.
  • Foto hitam-dan-putih memiliki suasana keaslian, kredibilitas atau objektivitas. Melukiskan suasana yang hanya menggunakan nuansa hitam-dan-putih yang bisa terlihat mengeluarkannya dari subjektivitas yang warna serapkan. Hal ini mengingatkan kita akan gambar epik dari masa lalu seperti yang diterbitkan dalam majalah Life dan dibuat oleh fotografer Farm Security Administration (FSA) selama Depresi Besar, keduanya menggunakan gambar hitam-dan-putih untuk memberi isu penting ke permukaan.

“Hitam dan putih itu abstrak; warna tidak. Menyaksikan sebuah foto hitam dan putih, berarti anda telah menyaksikan dunia yang asing,” ---Joel Stemfeld

Palet manakah yang bekerja paling bagus? Pada akhirnya, saya memilih yang hitam dan putih. Saya suka bagaimana gambar ini menarik perhatian pada garis, sudut, dan bentuk pada gambar, membuatnya terlihat lebih abstrak. Daripada mata penonton terarah lurus ke warna vibrant pada pakaian mandi subjek saya, seperti yang mereka lakukan pada versi yang berwarna, mereka menariknya ke detail lainnya, seperti kualitas riak di air, yang mana saya rasa lebih cantik dan lebih ke poin gambar.  Foto oleh Amy Touchette. 

Fotografi Warna

Menambah Kompleksitas

Pada kontras yang sebenarnya, foto berwarna menunjukkan dunia dengan seluruh keagungan yang penuh warna. Ini kontroversial dan tidak ada seorang pun tampaknya tahu lebih jelas, tetapi sebagian besar penelitian mengatakan mata manusia dapat mendeteksi suatu tempat antara 1 juta dan 10 juta warna yang berbeda.  Maka, mengenalkan elemen warna ke foto secara signifikan mengubah reaksi penonton. 

  • Warna memainkan peran besar dalam cerita yang fotografi kisahkan. Jadi jika warna entah bagaimana mengurangi poin atau subjek utama sebuah gambar, gambar tersebut telah kehilangan kekuatannya.  Idealnya, subjek utama berada di hue yang penting sementara elemen yang tidak penting berada di hue yang kurang dominan. 
  • Kompleksitas yang warna libatkan harus dipisahkan dalam sebuah gambar. Untuk membuat gambar yang bersatu, seluruh warna perlu memperlihatkan beberapa macam hubungan satu sama lain.
  • Satu cara mencapai harmoni warna adalah dengan memotret warna pelengkap.  Pada model warna tradisional merah, kuning, dan biru, warna pelengkap ini berlawanan satu sama lain pada roda warna; merah dan hijau, kuning dan ungu, dan biru dan jingga. Memasangkan semuanya dapat menciptakan pengalaman visual yang sangat memuaskan.

“Ini rahasia kecil yang saya sangat sadari tentang mewarnai karya saya sendiri. Saya hanya melihat begitu banyak orang yang menyukai warna lebih daripada saya yang saya herankan setiap kali saya menyentuh Photoshop.  Hitam dan putih? Saya tahu persisnya apa yang dilakukan, tetapi warna memberikan sejuta solusi pada masalah yang saya bahkan tidak tahu adanya.”--Doug TenNapel, novelis grafis, ilustrator, desainer video game, animator dan penulis.

Menyajikan Deskripsi

Gambar berwarna nyatanya memiliki rentang warna, tone dan hue yang lebih dinamis daripada gambar hitam-dan-putih. Maka, foto berwarna cenderung memberikan deskripsi suasana yang lebih kaya dan lebih dalam. 

  • Warna pada foto dapat menunjukkan waktu hari dan waktu dalam tahun. Hue biru dapat berarti larut malam; berlimpahnya dedaunan merah dan jingga dapat berarti musim gugur. 
  • Foto berwarna dapat menunjukkan aspek penting sebuah subjek. Contohnya, di Kuba dan Peru, warna merupakan bagian besar dalam kebudayaan nasional. Memotret dengan warna memungkinkan detail intinya menonjol.
  • Warna dapat memberi kesan sebuah era yang mana foto telah dibuat. Film yang dihasilkan di masa lalu sering kali memiliki tampilan yang sangat nyata.  Contohnya, film Kodakrom, yang sangat populer di tahun 1960 dan 1970 tetapi terhenti di tahun 2009, fotografi menghadapi saturasi warna yang disesalkan masih hilang.
“Otak manusia bekerja sebagai sepasang komputer dan hanya bisa menganalisis informasi berbasis nol dan satu yang tepat (atau hitam dan putih). Jantung kita lebih layaknya seperti komputer kimia yang menggunakan logika yang tidak jelas untuk menganalisis informasi yang tidak bisa menegaskan dalam nol dan satu dengan mudahnya.”--Naveen Jain, pengusaha dan philanthropist. 

Membangkitkan Emosi

Saat kita berhadapan dengan sebuah warna, kita memiliki reaksi emosional berdasarkan asosiasi kita terhadap warna tersebut. 

  • Foto berwarna terasa lebih nyata daripada foto hitam dan putih, karena kita melihat dengan warna. Hasilnya, foto berwarna cenderung membuat penontonnya ke dalam emosi realita setiap harinya. 
  • Warna dapat membantu menggambarkan mood gambar. Contohnya gambar yang berisi warna kuning dapat membangkitkan mood yang menggembirakan atau menyenangkan, sementara biru bisa membuat gambar terasa melankolis atau tenang.
  • Warna itu beraneka ragam. Meskipun biru bisa terlihat murung, biru juga memiliki efek yang menenangkan, dan meskipun kuning bisa jadi menyenangkan, tetapi juga bisa berarti warna yang mengganggu. 
  • Warna memiliki kekuatan misterius yang membangkitkan reaksi pribadi dan psikologis. Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih mudah memahami bagaimana bentuk memengaruhi penonton daripada menggeneralisasikan mengenai efek warna.  Saat kita dihadapi dengan sebuah warna, kita bisa memiliki respon mendalam yang sangat kuat yang kita tidak perlu menyadarinya. 
“Awalnya saya memotret dengan hitam dan putih. Setelah beberapa saat, meskipun, saya mulai melihat sebuah dimensi arti yang menuntut kesadaran warna. Fotografi berwarna bukan hal baru bagi saya, sebagian besar karya tugas saya dan seluruh film saya telah dikerjakan dengan warna.  Tetapi warna dalam subway ini berbeda. Saya rasa lampu strobo merefleksikan permukaan besi dari mobil subway yang bernoda menciptakan pemahaman baru akan warna. Saya telah memotret ikan dasar laut yang dalamnya ribuan depa di bawah permukaan laut, bersinar di kegelapan total setelah cahaya telah digunakan.  Orang-orang di dalam subway, wujud mereka disejajarkan terhadap graffiti, efek tembus lampu strobo itu sendiri, dan bahkan gelapnya lembah dari terowongan, terinspirasi sebuah estetika yang tidak disadari oleh penumpang yang terjebak di bawah tanah, bersembunyi di belakang topeng, dan tertutupi dari satu sama lain.”--Bruce Davidson, berbicara mengenai bukunya, Subway. 

Kesimpulan

Pada akhirnya, pilihan apakah memotret subjek berwarna atau hitam-dan-putih merupakan pribadi masing-masing: bergantung pada apa yang kita ingin beri ke penonton dan dimana kita ingin fokus mereka terarah.  Setiap palet memiliki kelebihan dan kelemahan yang bisa dieksploitasi dengan keberhasilan besar. Tetapi supaya melukiskan pandangan unik kita sendiri, sebaiknya pahami bagaimana palet kromatik dan monokromatik memengaruhi apa yang kita lihat dan rasakan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.