Birthday Sale! Up to 40% off unlimited courses & creative assets Birthday Sale! Save up to 40%!
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Portrait
Photography

Bagaimana Mengambil Foto Orang Seperti Seorang Profesional

by
Length:ShortLanguages:
This post is part of a series called Portraits.
15 Ways to Pump Up Your Portraits

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Pernahkah kamu merasa terintimidasi oleh pikiran mengambil foto orang lain? Percaya atau tidak, setelah kamu mengatasi rasa gelisahmu, orang adalah salah satu subyek termudah untuk difoto. Mengapa begini? Yah, bayangkan bahwa kamu sedang mengambil foto landscape. Kebanyakan dari kita tidak hidup di dalam landscape yang spektakular, yang berarti kita harus menyetir ke suatu tempat untuk mengambil foto. Setelah di sana, jika cuaca dan cahaya tidak bagus, tdk banyak yang dapat kita lakukan.

Memotret orang, bagaimana pun juga, memberikanmu kendali lengkap. Semua elemen fotografi yang bagus ada di tanganmu. Kamu dikelilingi oleh subyek potensial: teman, kerabat dan bahkan orang asing jika kamu memiliki keberanian untuk meminta. Setiap subyek potensial itu unik. Jika cahayanya tidak bagus, kamu dapat melakukan sesuatu tentang itu, seperti berpindah ke lokasi lainnya atau menggunakan flash. Kamu dapat menanyakan subyekmu untuk memakai pakaian yang berbeda, atau melakukan sesuatu yang sedikit gila—batasanmu hanya imajinasimu.

Dan ini adalah kunci untuk fotografi orang yang bagus—imajinasi. Bersenanglah, dan jika kamu belum mengetahui banyak tentang pengaturan kamera cukup atur itu pada mode automatic (kebanyakan kamera memiliki mode Portrait yang otomatis yang dapat kamu gunakan) dan konsentrasi pada membuat bbp foto yang cantik. Kamu dapat mempelajari detil teknis setelah ini.

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan fotografimu adalah belajar dari profesional. Berikut beberapa tips agar kamu berpikir seperti seorang pro, dan masuk ke pola pikir yang benar untuk mengambil beberapa portrait yang menakjubkan.

1. Bangun Sebuah Hubungan Dengan Subyek

Ini adalah skill yang paling terpenting! Kuasai ini, dan kamu pada jalan yang benar untuk menjadi fotografer ahli. Sebuah tip yang bagus, khususnya jika kamu memulai, adalah memotret seseorang yang kamu ketahui, yang suka bermain-main untuk kamera. Pekerjaanmu sebagai fotografer adalah membuat mereka rileks dan bersenang-senang. Jika kamu dapat melakukan ini, foto yang bagus akan mengikuti.

shoot with family
Ambil foto dengan keluarga dan teman. Hubungan yang kamu miliki adalah membantu membuat gambarmu kelihatan bagus. Gambar via Unsplash.

Ketika kamu mencari seorang model, pacar adalah tempat yang bagus untuk memulai.

2. Pilih Lensa Yang Benar

Focal length lensamu sangat penting. Kamu perlu mengerti sifat lensamu dan bagaimana menggunakannya untuk keuntunganmu. Kabar baiknya adalah jika kamu memiliki sebuah kamera digital dengan standard kit zoom (biasanya dengan focal length sekitar 18-55mm), maka kamu sudah memiliki alat yang luar biasa untuk mengambil foto orang. Cukup atur itu ke 55mm dan kerjakan dari situ. Alih-alih melakukan zoom in dan out, gunakan kaki dan ganti posisimu. Kamu akan mempelajari karakteristik focal length yang sedang kamu gunakan.

Jika kamu ingin sesuatu yang bahkan lebih baik, baik Canon dan Nikon membuat sebuah lensa murah 50mm f/1.8 yang sempurna untuk portrait; aperture yang lebar membuat background lebih blur.

wide portrait
Bahkan lensa wide angle dapat mengambil portrait yang bagus. Gambar via Unsplash.

Jangan juga abaikan wide angle pada lens kit. Fotografer dokumenter dan fotojurnalis suka lensa wide angle karena mereka bisa dekat dengan subyeknya. Fotonya sangat akrab, karena fotografer begitu dekat. Lensa wide angle juga adalah cara yang bagus untuk menunjukkan subyekmu di dalam lingkungan mereka. Itu hanya jenis portrait yang berbeda.

Hati-hati agar tidak terlalu dekat dengan wajah subyek saat menggunakan lensa wide angle. Itu akan mendistorsi fitur mereka dan kamu tidak akan mendapatkan terima kasih!

3. Bermain Dengan Cahaya Yang Berbeda

Cahaya terbaik untuk portrait mungkin tidak ketika kamu memikirkannya. Langit yang terlalu cerah dan cahaya matahari sore bagus. Sinar matahari langsung itu jelek—itu mengeluarkan bayangan keras pada wajah dan membuat orang menjadi juling. Backlighting sangat mengasyikkan, walaupun kamu harus berhati-hati dengan lidah api dan kamu akan memerlukan reflector atau flash untuk meletakkan cahaya pada wajah subyek. Cahaya jendela sangat cantik untuk mengambil foto indoor, walaupun sekali lagi kamu akan membutuhkan sebuah reflector untuk meletakkan cahaya kembali ke sisi berbayang pada wajah subyek.

different light
Coba sumber cahaya berbeda untuk menemukan apa yang kamu suka. Gambar via Unsplash.

Apakah reflector itu? Itu adalah sesuatu yang memantulkan kembali cahaya ke subyek sehingga bayangan yang dipancarkan cahaya tidak begitu kuat. Kamu dapat membeli reflector khusus dari pembuat seperti Lastolite, atau kamu dapat membuat sendiri dari selembar besar kartu putih atau kertas putih. Fotografer memerlukan reflector karena cahaya yang tersedia jarang sempurna. Reflector memudahkanmu untuk mengendalikan cahaya.

4. Pelajari Bagaimana Menggunakan Pengaturan Kamera

Untuk mengambil gambar yang bagus, kamu perlu mengendalikan kameramu. Jangan biarkan itu di dalam mode otomatis. Pelajari bagaimana shutter speed, aperture dan ISO akan mempengaruhi gambarmu.

Ketika kamu mengambil foto portrait berikutnya, coba menggunakan mode aperture priority dengan aperture diatur pada nilai terlebar. Itu akan memberikanmu sebuah background blur yang bagus. Jika hari itu cerah, coba ISO 100. Jika berawan, coba ISO 400. Shutter speed akan mengaturnya sendiri.

learn camera
Pelajari menggunakan kamera dengan benar sehingga kamu dapat mengambil gambar seperti ini. Gambar via Unsplash.

Kamu harus selalu memotret dalam gambar RAW. Mereka memberikanmu pilihan terbaik di dalam post production.

5. Hindari "Pose"

Kamu dapat mempelajari tentang berpose dari mempelajari majalah fotografi dan fashion. Namun jangan terlalu terlena dengan posing—kamu akan sering mendapatkan hasil yang lebih baik dengan mendorong subyek untuk bermain-main di sekitar kamera. Berikan mereka beberapa kesenangan dan jadi spontan. Foto hasil akan penuh hidup.

posing
Bahkan pose tidak tradisional dapat berkerja. Gambar via Unsplash.

6. Bermain Dengan Gerakan

Jadilah kreatif. Minta subyekmu untuk diam sementara orang-orang di sekitarnya bergerak. Letakkan kamera pada tripod untuk hasil terbaik.

different portaits
Jangan hanya mengambil foto yang sama berulang-ulang. Bermain dengan gerakan, atau elemen yang berbeda seperti jendela. Gambar via Unsplash.

7. Dapatkan Formulir Model Release

Jika kamu merencanakan untuk menjual fotomu, dapatkan formulir model release yang ditandatangani. Formulir model release adalah pernyataan sederhana yang ditandatangani model untuk memberikan kamu izin menjual foto mereka. Sebagai panduan umum, sebuah foto yang dipublikasikan pada sebuah website atau di dalam sebuah majalah tidak membutuhkan formulir model release karena ini dianggap sebagai penggunaan editorial (selama kamu tidak mencemarkan subyek). Jika kamu akan menjual foto untuk digunakan di dalam iklan atau material promosi lainnya, kamu membutuhkan formulir model release.

model release
Jika kamu ingin menjual gambarmu, kamu membutuhkan formulir model release. Gambar via Unsplash.

Periksa hukum di negaramu sendiri. Beberapa negara, khususnya di dalam Eropa, memiliki hukum privasi yang ketat yang mengatur bagaimana kamu dapat menggunakan foto yang telah kamu ambil. Ketika ragu, dapatkan formulir model release. Jauh lebih baik untuk memiliki satu, dan untuk menjual foto dengan izin subyekmu, daripada tidak memilikinya.

Alamy memiliki formulir model release yang bagus tersedia di sini.


Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.