Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Composition

Cara Terbaik untuk Mempelajari Tentang Komposisi

by
Read Time:10 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Komposisi atau composition adalah salah satu keterampilan yang paling penting untuk dipelajari bagi seorang fotografer. Tapi konsep dasarnya bisa sedikit sulit dipahami karena topiknya begitu subjektif; Apa yang seorang fotografer anggap sebagai komposisi yang bagus mungkin tidak disukai oleh orang lain. Kabar baiknya adalah bahwa ada beberapa prinsip yang dapat anda gunakan untuk membangun pemahaman anda tentang komposisi.

Saya akan menjelaskan beberapa di antaranya dalam artikel ini, dan memberi anda beberapa latihan kreatif untuk dicoba, tapi jangan terlalu serius dalam hal ini. Perlakukan mereka sebagai serangkaian gagasan agar anda bisa mengeksplorasi dan memanfaatkannya dengan cara anda sendiri. Tidak ada 'aturan' di sini, hanya pedoman yang bisa anda tafsirkan sesuai keinginan anda.


Memotret dalam black and white

Melakukannya dalam warna hitam putih adalah cara ideal untuk belajar tentang komposisi. Alasannya sederhana saja. Warna adalah elemen yang kuat dalam gambar apapun, dan memanfaatkan itu dengan baik sebagai suatu alat untuk mendapatkan komposisi yang sesuai untuk anda, namun yang lebih menarik perhatian dari sebuah dasar gambar visual yang bagus adalah seperti garis (line), kontras tonal, tekstur, bentuk dan pola.

Jika anda bekerja dalam warna hitam putih, biarpun itu bukan ketertarikan anda, anda bisa melihat unsur-unsur yang mendasari komposisi yang baik dengan lebih jelas.

Warna adalah penarik perhatian sehingga bisa menyembunyikan komposisi yang buruk. Namun, dalam warna hitam dan putih, tidak ada tempat untuk disembunyikan, dan itu adalah hal yang baik ketika harus belajar tentang komposisi. Jika anda berhasil melewati gagasan di artikel ini, anda akan menjadi fotografer black and white yang lebih baik, dan pelajaran yang anda pelajari dapat diterapkan saat anda bekerja dalam warna untuk membuat gambar berwarna anda juga lebih baik.

Lihatlah kedua foto di atas untuk melihat apa yang saya maksud. Mana yang lebih mudah untuk melihat garis di dinding di latar belakang? Atau tekstur kayu dan mantel si gadis? Atau kontras antara tone yang paling gelap dan paling cerah? Jangan khawatir jika anda tidak mengerti apa yang sedang saya maksud. Ini akan menjadi jelas saat anda membaca artikel ini.


Memotret line atau garis

Garis merupakan bagian penting dari banyak komposisi foto. Ada tiga macam dasar:

Garis lurus seperti cakrawala yang membentang dari satu sisi ke sisi yang lain gambar. Mereka cenderung memberi kesan tenang, yang ditekankan lebih jauh jika anda menggunakan format panorama (yang merupakan salah satu alasan mengapa beberapa fotografer landscape suka menggunakannya).

Garis diagonal yang berpindah dari satu bagian gambar ke gambar lainnya. Ini menarik mata pemirsa melalui gambar dan menciptakan sensasi gerakan dan dinamisme. Mereka energik dibandingkan dengan gambar yang tenang.

Garis lengkung yang berliku-liku pada gambar. Garis melengkung dan S-curve adalah seperti garis diagonal yang memberikan penekanan. Mereka membantu menciptakan gerakan dalam gambar tetapi mereka melakukannya dengan cara yang damai. Anda sering melihatnya di landscape.

Steen Doessing dan Xavi Fuentes memanfaatkan line dengan baik di foto landscape black and white mereka. Perhatikan cara mereka menggunakan kedua garis cakrawala dan garis diagonal dalam komposisi mereka.

Latihan kreatif: Menggunakan karya kedua fotografer ini sebagai inspirasi, pergilah dan ambil beberapa foto di mana garis merupakan bagian penting dari komposisi. Pikirkan untuk mengunjungi jalan yang menarik. Pergilah ke tempat jalur kereta api yang ada di kota anda.


Tekstur foto

Tekstur adalah elemen lain yang memainkan peran penting dalam beberapa foto, dan itu lebih menonjol dalam warna hitam dan putih daripada berwarna. Jika anda melihat karya dua fotografer landscape yang telah disebutkan sebelumnya, anda akan melihat bahwa tekstur bebatuan, air, kayu dan bangunan merupakan bagian penting dari banyak komposisi mereka.

Yang juga penting adalah pemilihan tekstur, dan ada kontras yang kuat pada banyak gambar mereka antara area bertekstur dan area tanpa tekstur. Anda akan melihat ini dengan sangat jelas dalam gambar long exposure di mana membuat sedikit perbedaan pada keseimbangan air dengan tekstur batuan yang kuat dan objek- objek lain di laut.

Tekstur dan pencahayaan berjalan beriringan. Terangnya sinar matahari langsung meratakan teksturnya, sementara sorotan cahaya samping memberikan penekanannya. Memotret menjelang akhir hari, saat matahari rendah di langit, akan membantu anda menonjolkan tekstur. Anehnya, tekstur juga menonjol dalam pencahayaan lembut seperti yang ditemukan pada hari yang mendung (saya mengambil foto sebelumnya dengan cahaya mendung).

Latihan kreatif: Lakukan ini dalam praktik dengan mengambil beberapa foto yang menekankan tekstur. Pemandangan alam penuh tekstur, jadi pergi lah keluar untuk mendaki atau perjalanan dengan sampan. Kulit pohon, rumput, daun dan air semua menciptakan subjek yang bagus.


Eksplorasi tonal contrast

Tonal contrast adalah perbedaan antara tonal tercerah dan tergelap dalam gambar anda. Hal ini sangat penting dalam fotografi hitam putih karena saat anda menghilangkan warna, hanya tonal contrast yang tersisa.

Tapi itu juga penting dalam fotografi berwarna, hanya saja kita tidak peduli tonal contrast karena kekuatan warna pada gambar. Belajarlah untuk menyusun gambar dengan tone dan anda tidak hanya akan menjadi fotografer hitam putih yang baik tapi juga akan memperbaiki gambar berwarna anda secara dramatis.

Ada beberapa cara menarik untuk menggunakan tone. Keduanya merupakan latihan kreatif yang baik.

Latihan kreatif: Yang pertama adalah membuat gambar dengan sejumlah kecil tone cerah di antara banyak tone gelap (lihat contoh di atas). Anda bisa menggunakan teknik ini untuk membuat gambar yang cukup dramatis. Mata pemirsa langsung menuju tone paling cerah, lalu bergerak di sekitar gambar untuk mengamati sisa foto itu, sebelum kembali ke tone yang paling cerah lagi.

Latihan kreatif: Latihan lainnya adalah membuat gambar yang utamanya berupa tone cerah dengan beberapa tone gelap. Ini adalah pendekatan yang berlawanan dengan yang sebelumnya. Jika sekarang turun salju di tempat di mana anda tinggal, ini adalah kesempatan bagus untuk membuat gambar seperti gambar di atas. Membuat siluet melawan langit cerah adalah situasi yang paling ekstrem untuk ini.

Perhatikan dengan baik karya Josef Hoflehner untuk melihat kedua teknik dalam tindakannya. Anda akan melihat bahwa banyak komposisinya cukup sederhana. Ini membantu menekankan penggunaan tonal contrast.


Menegaskan bagian negatif

Ruang negatif atau negative space adalah penggunaan area yang sebagian besar kosong pada gambar untuk mengelilingi subjek. Anda akan melihat ruang negatif yang digunakan dengan baik dalam karya semua fotografer yang disebutkan di atas.

Jika anda membaca banyak artikel atau buku tentang fotografi, mungkin anda akan menemukan kutipan yang dikutip oleh fotografer Magnum Robert Capa: "Jika foto anda tidak cukup bagus, anda tidak cukup dekat." Ini benar, anda bisa sering memperbaiki gambar anda dengan semakin dekat dengan subjek anda. Tapi terkadang anda perlu mundur sedikit dan memikirkan ruang di sekitar subjek.

Latihan kreatif: Ambillah beberapa foto di mana ruang negatif merupakan bagian penting dari komposisi, seperti contoh di atas. Pergilah ke tempat-tempat dengan dinding putih besar. Pergi ke tempat di mana ada puncak bukit untuk menggunakan langit terbuka yang lebar sebagai latar belakang. Saat mem-framing gambar anda, letakkan subjek di bagian paling bawah atau paling atas frame.


Temukan shape dan form (objek 2D dan 3D)

Jika subjek anda memiliki bentuk yang khas, anda bisa melakukannya sesuai komposisi anda. Shape atau bentuk dua dimensi, dan terkadang anda ingin menunjukkan detail dengan menunjukkan bentuk subjek anda. Cobalah memasukkan petunjuk visual yang menunjukkan subjek anda lebih mendalam.

Pagoda dalam foto siluet ini. Ini memiliki shape yang kuat - tapi ini merupakan dua dimensi dan tidak memiliki bentuk (itu bukan hal yang buruk, hanya menunjukkan seberapa siluetnya hal tersebut).

Di foto bangunan ini, anda bisa melihat satu sisi bangunan itu terang benderang dan yang lainnya dalam bayangan. Pencahayaan menunjukkan bahwa bangunan itu adalah benda tiga dimensi. Ini adalah form.

Cahaya memainkan peran penting dalam form, seperti cahaya dan tekstur. Sudut cahaya bisa secara dramatis mengubah apakah benda terlihat rata atau tidak.

Lihatlah karya James Thornbrook untuk melihat bagaimana ia menggunakan shape dan form dalam foto bunga. Ada campuran warna hitam putih dan ada yang berwarna dalam portofolionya, dan anda akan melihat bagaimana shape dan form-nya bekerja di kedua medium.

Latihan kreatif: Bunga adalah subjek yang bagus untuk mengeksplorasi shape dan form, dan anda akan belajar banyak dengan membeli beberapa dari penjual bunga lokal di daerah anda dan mengambil beberapa foto seperti ini. Pikirkan untuk mengambil depth atau tingkat kedalaman buket atau shape dari benang sarinya.


Fokus pada pola

Pola adalah unsur lain yang membantu menciptakan komposisi yang kuat. Jika anda melihat sebuah pola, lihat apakah anda dapat menemukan cara menggunakannya untuk membuat foto yang bagus. Pola genteng di foto sebelumnya, membuat gambar abstrak yang menarik.

Latihan kreatif: Buat beberapa gambar abstrak seperti yang ada di atas menggunakan pola yang anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan setumpukkan kecil uang pun bisa membuat subjek bagus. Carilah shape yang berulang. Arsitektur juga bisa memiliki beberapa form pengulangan yang bagus.


Tantangan lain dalam komposisi

Saya berbicara tentang menyederhanakan komposisi di awal artikel, namun seiring dengan meningkatnya kemampuan fotografi anda, anda akan menemukan bahwa anda dapat memperkenalkan lebih banyak kerumitan ke foto anda dengan cara yang menambah interest dan tanpa mengurangi kekuatan komposisinya.

Para fotografer yang telah saya cantumkan sejauh ini semuanya menggunakan komposisi yang cukup sederhana, jadi untuk melihat gambar dengan lebih banyak kompleksitas, saya sarankan anda melihat karya James Nachtwey dan Charlie Mahoney.

Keduanya adalah jurnalis foto dan mencoba menceritakan kisah dengan gambar mereka. Sementara anda melihat portofolio mereka sambil pertimbangkan hal berikut: Bagaimana penggunaan komposisi mereka berbeda dari fotografer landscape yang disebutkan di atas? Bagaimana hal tersebut bisa serupa? Pertimbangkan juga bagaimana anda bisa menggunakan pendekatan ini dalam foto anda.


Belajar dari "master terdahulu"

Banyak fotografi 'master terdahulu' memulai dengan hitam putih. Memang kebanyakan dari mereka bekerja hampir seluruhnya dalam monokrom sepanjang karir mereka. Saya sarankan anda melihat karya fotografer berikut, semuanya dikenal karena keahlian komposisi mereka. Saat anda melihat pekerjaan mereka, pikirkan bagaimana mereka menerapkan prinsip-prinsip komposisi yang diuraikan di atas, dan bagaimana anda dapat melakukannya dalam gambar anda sendiri.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.