Unlimited After Effects and Premiere Pro templates, stock video, royalty free music tracks & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. RAW
Photography

Bagaimana: Mengedit Foto RAW DSLR Dengan Smartphone

by
Difficulty:IntermediateLength:ShortLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Dalam beberapa tahun terakhir, smartphone telah menjadi jauh lebih bertenaga. Bukannya hanya menjadi ponsel biasa, mereka sekarang memiliki spesifikasi seperti PC level pemula. Dengan semua tambahan ekstra ini, kamu dapat melakukan lebih banyak.

Sebagai seorang fotografer, penggunaan yang paling menarik adalah editing RAW tanpa komputer. Apakah saya dapat keluar memotret beberapa hari hanya dengan iPhone dan kamera, dan dapat mengedit dan memposting gambar ke media sosial sambil di jalan? Dan jika saya bisa, apakah prosesny cukup mudah digunakan?

image shot canon edited iPhone
Sebuah gambar yang saya ambil dengan 5DIII dan diedit dengan iPhone.

Tampaknya saya bisa, dan prosesnya cukup sederhana. Ini adalah alur kerja yang saya kembangkan. Itu tidak sempurna dan sedikit melalui hack, namun itu berfungsi dan hasilnya berbicara sendiri.

Mengapa kamu masih membeli PC?—Tim Cook, CEO Apple

Untuk mengikuti, kamu membutuhkan sebuah DSLR atau kamera mirrorless dengan wifi (atau sebuah SD card yang menambahkannya), dan sebuah smartphone modern dengan terinstal Snapseed (iOS, Android).

Mengakses File RAW Pada Kamera

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mendapatkan foto dari kamera ke dalam ponsel. Kamu dapat menggunakan kabel Apple Lightning to SD atau yang sejenis untuk Android, namun saya menginginkan pengaturan wireless. Saya menggunakan Canon 5DIII, yang tidak memiliki WiFi bawaan, jadi saya memilih Toshiba FlashAir SD card sehingga saya dapat menghubungkannya ke iPhone 6S milik saya.

Seperti EyeFi, FlashAir termasuk SD card class 10 dengan chip WiFi bawaan. Itu mengatur jaringan lokal untuk dihubungkan dengan ponselmu. Kemudian, dengan aplikasi yang benar, kamu dapat memindahkan file ke ponselmu.

Saya menyukai FlashAir karena, tidak seperti beberapa model EyeFi, itu dapat menangani file RAW yang merupakan point keseluruhan dari alur kerja ini. Jika kameramu memiliki WiFi bawaan, kamu harusnya dapat menggunakan aplikasi manufacturer untuk memindahkan file ke smartphonemu.

importing flashair
Mengimpor file dengan aplikasi FlashAir.

Metode manapun yang kamu gunakan, hubungkan smartphone dengan jaringan WiFi kamera dan buka aplikasi yang sesuai. Saya menemukan bahwa saya tidak dapat melakukan pratinjau file RAW (mereka terlalu besar dan tidak memiliki thumbnail yang mudah) sehingga saya harus mereview proses pada kamera. Saya akan mencatat nama file gambar yang saya suka, kemudian dengan aplikasi, masuk ke dalam sistem file SD card dan memilihnya.

Mengimpor File RAW

Secara teori, kamu harusnya dapat menyimpan file RAW langsung ke dalam Camera Roll iPhone namun saya memiliki kesulitan untuk hal itu dengan FlashAir. Ketika kamu mengatur alur kerja ini, coba untuk menyimpan gambar untuk melihat apakah mereka muncul. Jika iya, luar biasa; jika tidak, kamu akan mengimpornya dengan Snapseed.

opening in snapseed
Membuka file CR2 dalam Snapseed.

Klik Open In dan pilih Import with Snapseed; itu memiliki tool pengembangan RAW bagus yang, pada iPhone, mendukung kebanyakan format RAW. Pada Android, Snapseed hanya mendukung DNG untuk saat ini jadi kamu perlu menggunakan aplikasi seperti raw2dng terlebih dahulu—Saya menyebutnya sedikit hacking!

Bahkan jika kamu dapat menyimpan file RAW langsung ke dalam ponselmu, saya merekomendasikan untuk membukanya dalam Snapseed untuk melakukan editing RAW.

Mengedit File RAW

Sekarang setelah kamu mendapatkan file RAW ke dalam Snapseed, bagian tersulitnya telah dilewati. Hanya masalah mengedit file dan membagikannya.

Dalam Snapseed, pilih Adjustment yang ingin kamu terapkan dengan mengusapnya ke atas dan ke bawah. Usap ke kiri dan kanan untuk mengubah nilainya.

editing RAW
Mengedit Gambar RAW Dalam Snapseed.

Kamu dapat mengedit Exposure, Highlights, Shadows, Contrast, Structure (itu sama dengan clarity), Saturation, Temperature dan Tint. Kamu dapat juga mengubah white balance ke default biasa Sunny, Cloudy, Shade, Tungsten, Fluorescent, Flash dan Auto, atau menggunakan Colour Picker untuk menentukan titik putih. Itu adalah pengaturan pengembangan RAW penuh.

Ketika kamu selesai, klik Checkmark untuk menyelesaikan pengembangan. Lalu kamu dapat melanjutkan editing dalam Snapseed dengan semua tool reguler aplikasi atau menyimpannya pada Camera Roll dan membukanya dalam aplikasi editing lainnya yang kamu suka. Saya normalnya melakukan sedikit lebih banyak edit dalam Snapseed—khususnya edit lokal—dan kemudian membuka gambar dalam VSCO Cam untuk menyelesaikannya. Berikut tutorial lengkap untuk alur kerja itu.

Membagikan Gambar

Sekarang setelah kamu mendapatkan file RAW yang diedit dengan baik, waktunya untuk membagikannya. Kamu dapat menguploadnya pada sesuatu seperti Dropbox atau mengimpornya ke Lightroom Mobile untuk mensinkronisasikannya dengan komputer di rumah. Kamu dapat juga mempostingnya langsung ke Facebook atau Instagram—secara luar biasa, saya menemukan aplikasi ini mendukung untuk memposting file RAW yang telah diedit langsung dari iPhone saya.

image edited and shot
Sebuah gambar yang saya ambil dengan 5DIII dan diedit dengan iPhone.

Dan itu saja, kamu telah selesai. Kamu telah berhasil mengedit dan membagikan file RAW di lapangan tanpa sebuah kamera.

Mengevaluasi Alur Kerja

Mari ambil waktu sejenak untuk melihat dengan kritis tentang alur kerja ini; itu berfungsi namun bukan tanpa isu.

  • Kamu hanya dapat berkerja pada satu gambar sekali waktu dan kamu mereviewnya kembali pada kamera. Ini jauh dari ideal.
  • Penyesuaian lokal sulit dilakukan. Kamu hanya tidak memiliki kontrol yang sama untuk melakukan dodge and burn, paling tidak pada ponsel, seperti yang kamu lakukan pada komputer. Dengan sebuah iPad Pro atau Surface Pro, kamu mungkin akan baik-baik saja.
  • Memindahkan dan mengedit file RAW menyedot batre baik kamera dan ponsel. Itu dapat mengurangi jumlah waktu pemotretan secara serius.

Berdasarkan itu, ada juga banyak nilai positif.

  • Itu merupakan alur kerja pengembangan RAW penuh. Untuk penyesuaian global, hasilnya sebagus alur kerja komputer.
  • Itu cepat dan dapat dilakukan di mana saja. Saya telah mengedit foto sambil duduk di atas tanah gunung, dalam sebuah bar setelah memotret, pada angkutan umum, dan banyak titik-titik acak lainnya. Kamu cukup menggunakan smartphone dan dua atau tiga menit kemudian, kamu mendapatkan gambar yang telah diedit.
  • Beberapa aplikasi smartphone setara atau lebih baik dari aplikasi desktop. VSCO Cam, dan presetnya, luar biasa. VSCO membuat preset Lightroom juga namun harganya sepuluh kali lipat. Kamu dapat membuat beberapa foto yang sangat cantik dengan kerja relatif sedikit menggunakan smartphonemu.

Pada keseimbangan, alur kerja ini adalah tambahan pendukung alur kerja yang sudah ada. Itu sempurna untuk berbagi dalam media sosial ketika kamu berada berhari-hari jauh dari komputer namun itu bukanlah pengganti untuk alur kerja post-production yang lengkap. Itu bagus ketika kamu berada di lapangan untuk melakukan beberapa tes edit dan berbagi file, namun itu bukanlah pada titik dimana kamu mencampakkan laptopmu.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.