Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Shooting

Cara Memotret Foto Petir yang Sempurna

Scroll to top
Read Time: 9 min

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Pemotretan petir itu sangat menyenangkan, namun agak menantang dan bahkan berbahaya jika anda tidak menggunakan sedikit pemikiran dan rencana sebelumnya. Tutorial ini akan menguraikan perlengkapan penting juga menjelaskan trik dan teknik yang dapat digunakan menangkap dan mengolah foto petir yang menggemparkan dengan aman dan sukses di waktu selanjutnya melalui badai bergemuruh.

Hasil Gambar Akhir

LightningLightningLightning

Langkah 1: Perlengkapan

Required EquipmentRequired EquipmentRequired Equipment

Kebutuhan: zoom sudut standar atau lensa utama, filter polarize, pelepas rana jarak jauh, tempat dudukan (bean bag) , dan banyak kesabaran!

Rekomendasi: Kamera SLR dengan mode drive kontinu.

Seperti banyaknya subjek di alam, petir sulit diprediksi. Memiliki perlengkapan yang benar dapat berlangsung lama untuk menangkap foto petir yang sukses. Penggunaan lensa zoom sudut standar, seperti baik lensa tetap 30mm untuk kamera sensor APS-C ataupun lensa tetap 50mm untuk kamera full frame, akan membantu menangkap gambar petir yang memenuhi bingkai. Sudut lebar ke lensa zoom sudut standar, seperti 16-35mm atau 24-70mm dapat digunakan, namun lensa tetap normalnya akan menangkap gambar lebih tajam daripada satu set zoom pada panjang focal yang sama.

Apertur minimal tidak dipersoalkan, selama pengaturan apertur yang digunakan untuk foto petir lebih lambat dari lensa apertur minimal kebanyakan. Disamping tripod, bean bag digunakan untuk membantu kamera, karena foto akan diambil didalam mobil. Bean bag juga terkadang dianggap sebagai tas potret dan dapat dibeli pada toko penyedia fotografis dan video manapun. Gambar di atas saya membuatnya sendiri dengan tas yang cocok dan tahan lama, maksudnya adalah sebuah tas timah tua. Selanjutnya saya mengisi tas dengan kacang-kacangan, terakhir menjahit bagian yang terbuka bersamaan maka kacang-kacangnya tidak tumpah dari tas. Sederhana dan bean bag ini komponen penting dan serbaguna dalam perlengkapan inti fotografi saya.

Untuk menangkap foto petir yang ditunjukkan di atas, saya menggunakan kamera SLR Canon Digital Rebel T3i, “kotak’ lensa zoom hingga 35mm Canon EF-S 18-55m f/3.5-5.6 IS, kabel rilis Canon RS60-E3, dan bean bag buatan rumahan untuk bantuan.

Langkah 2: Mencari Petir

RadarRadarRadar

Mencari petir untuk difoto cukup sulit. Karena saya ahli cuaca dan pengejar badai saya cenderung mengecek ramalan cuaca sedikitnya sekali sehari, setiap hari sehingga saya akan mengetahui kapan cuaca badai diperkirakan. Tempat terbaik mengecek ramalan lokal adalah di website Pelayanan Cuaca Nasional. Disamping situs NWS, sumber bagus lainnya untuk radar dan ramalan adalah website TV berita nasional favorit anda. Biasanya, terutama pada hari-hari badai, stasiun berita akan menunjukkan radar animasi di halaman depan website mereka untuk semua pengunjung situs lihat dan monitor.

Pada hari yang diperkirakan badai saya akan menarik radar lokal pada situs NWS dan menonton badai yang mendekati area saya. Setelah badainya mencapai 20 mil dari lokasi pemotretan antisipasi saya, saya akan pergi ke lokasi tersebut untuk bersiap dan menunggu badai tiba. Proses ini tidak sepenuhnya diperlukan, selama anda benar-benar dapat mengatur kamera dan memotret melalui jendela atau pintu rumah ketika anda mulai mendengar gemuruh.  Hasilnya juga sama. Namun, mengikuti proses yang diuraikan di atas akan membiarkan waktu menemukan lokasi yang optimal untuk memotret.

Langkah 3: Mencari Lokasi Terbaik dan Teraman

Saat memilih lokasi untuk memotret petir, anda harus selalu mengingat keselamatan selagi menikmati pemandangan luar biasa di langit. Danau lokal merupakan tempat yang lumayan bagus untuk pemotretan petir, kecuali danau tersebut dikeliling oleh pepohonan. Meskipun begitu, jika anda dapat menemukan pemandangan yang tidak menghalangi sedikitnya satu arah, anda harusnya baik-baik saja.

Lahan terbuka juga bekerja, meskipun mobil anda mungkin lebih mudah terkena sambaran petir jika disana tidak ada benda-benda terdekat yang lebih tinggi. Namun jika mobil anda tersambar petir ketika anda berada didalamnya, percayalah, anda akan benar-benar aman dan takkan melukai anda, karena eksterior besi mobil anda akan menahan listrik dari petir tersebut dan membelokkan ke tanah dengan aman.

Percaya atau tidak, salah satu tempat tebaik memotret petir adalah di dekat jajaran transmisi daya yang tinggi. Foto pada tutorial ini diambil di tempat yang dimaksud. Mungkin terdengar aneh, namun halilintar besar kemungkinan menyambar salah satu menara tersebut daripada mobil anda, karena menara tersebut melepaskan sejumlah ion yang petir interaksikan.  Hal ini menambah keuntungan, disamping dari keselamatan, kemungkinan memberi kesempatan lebih besar untuk menangkap foto petir.

Setelah anda memilih lokasi memotret, keselamatan adalah hal yang selanjutnya diperhatikan. Saya sarankan jangan pernah berdiri di luar ketika memotret petir. Kesempatan tersambar petir benar-benar terlalu besar resikonya. Ingatlah petir adalah penyebab utama kematian yang berkaitan dengan cuaca di Amerika Seritkat tiap tahunnya. Untuk keselamatan sendiri saya selalu memotret halilintar dari dalam mobil saya.

Langkah 4: Mempersiapkan Pemotretan

Equipment SetupEquipment SetupEquipment Setup

Mempersiapkan kamera untuk memotret petir bersama mobil semudah menempatkan bean bag, atau pendukung lainnya, pada dash mobil dan meletakkan kamera pada dash, dengan lensa diletakkan pada bean bag. Hubungkan kabel rilis dan hanya itu yang dibutuhkan! Jika terjadi hujan saat anda sedang memotret, jangan lupa untuk mengaktifkan penyapu kaca mobil.  Melakukan ini tidak memengaruhi foto asalkan kecepatan rana lambat digunakan, jadi menyebabkan penyapu bergerak menghilang.

Saat ini mungkin waktu yang baik mendiskusikan komposisi. Memotret petir berbeda dari subjek lainnya yang anda tidak dapat mengendalikan dimana petir akan menyambar. Kenyataannya petir akan menyambar di luar bidang pandang lensa anda, maka buatlah bingkai kosong untuk petir manapun. Agak membuat frustrasi, inilah alasan saya merekomendasi banyak kesabaran. Mempersiapkan kamera di dash dan memotret melalui kaca mobil menggunakan panjang focal sudut standar akan benar-benar meningkatkan kesempatan anda memotret listrik petir yang menyambar dengan kamera bidang pandang anda.

Langkah 5: Pengaturan Kamera yang Direkomendasikan

Lightroom HistogramLightroom HistogramLightroom Histogram

Pemotretan petir umumnya membutuhkan kecepatan rana yang lambat, jadi untuk memberikan cukup waktu per eksposur mendapatkan sedikitnya satu ledakan. Inilah dimana memiliki setidaknya kamera SLR digital tingkatan awal dengan pengaturan mode drive kontinu bisa berguna. Anda dapat menyetel pengaturan eksposur anda, mengaktifkan dan mengunci tombol pelepas rana pada pelepasan kabel, kemudian duduk dan nikmati menyaksikan pertunjukkan petir sementara kamera dan kabel rilis melakukan pekerjaannya untuk anda.

Langkah berikut adalah skema dan penjelasan pengaturan eksposur yang direkomendasikan untuk memotret petir. Seperti yang anda tebak, anda harus menggunakan pengaturan manual lengkap untuk kamera anda sehingga anda dengan bebas mengatur apertur, kecepatan rana dan ISO.

ISO: 100 – saya mengatur ISO kamera ke 100 dan membiarkannya ketika memotret petir. Ini memberikan kecepatan rana yang lebih lama dengan noise seminimal mungkin.

Apertur atau f-stop:f/11 – seperti pengaturan ISO, saya mengatur apertur menjadi f/11 dan membiarkannya ketika memotret petir. Alasan utamanya adalah memastikan kedalaman bidang sebesar mungkin tanpa mengorbankan ketajaman foto, atau membutuhkan kecepatan rana yang terlalu panjang. Mengatur apertur menjadi f/16 akan memberikan kedalaman bidang yang lebih besar, namun kecepatan rana yang dibutuhkan adalah 10 detik atau lebih lama, mengenalkan resiko petir yang meniup bingkai, atau terlalu terang. Demikian juga, f/8 memiliki masalah yang sama. Namun, setelah berkata demikian, saya sukses memotret petir pada kedua apetur tersebut, namun kurang sukses daripada jika saya memotret pada f/11. Saya merekomendasikan anda memulai dengan apertur f/11, menangkap beberapa foto kemudian bereksperimen dengan apertur lain untuk melihat apa yang bisa dicapai.

Kecepatan rana: 4 sampai 6 detik – waktu terbaik untuk mencoba memotret halilintar adalah setelah gelap, jadi membutuhkan kecepatan rana yang lebih lama. Memotret halilintar bisa terjadi secepat mungkin, namun hasil yang lebih baik akan dicapai saat mendekati atau setelah malam. Kecepatan rana yang paling cepat digunakan untuk memotret petir adalah 4 detik. Ini memberikan rana terbuka cukup lama untuk menangkap sambaran jika aktivitas petir berkali-kali. Pengaturan kecepatan rana yang optimal adalah 6 detik. Ini membiarkan rana terbuka cukup lama untuk menangkap petir tanpa gambar yang terlalu gelap atau terang seperti kebanyakan kasus-kasus lain.

White balance: Auto – lagi, saya mengatur white balance kamera ke pengaturan auto dan membiarkannya karena ini memberikan fleksibelitas yang luar biasa dan mengendalikan saat pengolahan di Lightroom, dimana saya menyempurnakan white balance dengan mencocokkan preferensi saya untuk setiap gambar.

Format Gambar: RAW – memotret dalam format RAW adalah terbaik sehingga memungkinkan memberikan pilihan mengedit terbesar ketika pengolahan atau “mengembangkan” foto di software mengedit foto.

Pengaturan yang direkomendasi ini akan memberi kemungkinan kekeliruan paling kecil dan kesempatan sukses paling besar. Pengaturan yang tersisa adalah mengatur mode penggerak kamera anda menjadi kontinu. Dengan menggunakan pengaturan ini anda dapat mengaktifkan dan mengunci tombol pelepas rana pada kabel rilis. Kebanyakan pada kabel rilis ini dilakukan dengan menekan tombol pelepas rana dan dengan serempak geser ke depan sehingga tertekan.

Ini menyebabkan kamera terus-menerus menangkap gambar, satu demi satu, dengan hampir tidak ada penundaan antar eksposur. Menguntungkan karena membutuhkan nihil interaksi dari anda. Saya sarankan menggunakan CF atau kartu SD 4 GB ke atas, tetapi karena gambar akan cepat terakumulasi ke kartu ketika memotret seperti ini khususnya jika memotret dengan format RAW.

Langkah 6: Menghasilkan Foto Halilintar di Adobe Photoshop Lightroom

Foto di bawah adalah tangkapan layar dari pengaturan Basic and Tone Curve yang saya gunakan di modul pengembangan dari Adobe Photoshop Lightroom.

Lightroom SettingsLightroom SettingsLightroom Settings

Saat mengolah foto petir di Lightroom, benar-benar tidak ada yang berbeda untuk melakukannya dibanding dengan foto lain. Saya menggunakan Lightroom untuk menghasilkan semua foto RAW saya, sejak  dasarnya sama dengan Camera Raw di Photoshop.  Dengan semua gambar saya, saya mengatur garis kontras ke pengaturan Strong Contrast. Setiap gambar yang saya pernah hasilkan di Lightroom membutuhkan penyesuaian tertentu ini.

Satu hal pokok adalah sesuatu yang benar-benar soal rasa, lebih dari aturan utama, dan soal suhu warna pada foto petir. Saya cenderung foto petir saya menjadi lebih kalem daripada normal, memberikan lebih banyak sensasi elektris. Seperti yang anda lihat di tangkapan layar di atas, untuk foto petir ini perubahan lain yang saya buat hanya sedikit penggelapan dari level hitam.  Ini mendorong saturasi gambar begitu pula penggelapan di area yang memang hitam untuk memberi lebih banyak fokus pada petir.

Di bawah ini adalah contoh yang sudah selesai, foto petir yang dikembangkan. Listriknya tertangkap dari bawah jajaran transmisi daya sepanjang pinggir danau Mountain Creek di pesisir timur Grand Prairie, Texas selama badai petir akhir musim panas.

LightningLightningLightning

Inspirasi

Di bawah ini adalah lima gambar tambahan untuk senang-senang dan menginspirasi anda dalam pengejaran foto petir.

LightningLightningLightning

Diambil dari lokasi yang sama dengan foto yang sudah selesai di atas, listrik-listriknya menyala hanya beberpa menit sebelum foto listrik sebelumnya.

LightningLightningLightning

Foto ini diambil di dekat persimpangan dua jalan besar utama di Grand Praire, Texas. “petir laba-laba” seperti yang biasanya disebut, terlihat di foto ini, adalah penanda ke cahaya tambahan yang menunjukkan bahwa akan terbuka beberapa menit kemudian, dengan medan petir yang besar dan merangkak melintasi seluruh cakrawala ke segala arah sekaligus. Contoh yang lebih baik untuk foto ini dapat dilihat di bawah.

Dua foto berikut ini juga diambil dari sepanjang tepi danau Mountain Creek, di tepi timur Grand Prairie, Texas. Badai petir di akhir musim panas yang menghasilkan petir di foto-foto ini “hujan turun” dan seperti dilemahkan dan tergeser ke selatan, diproses untuk ditempatkan pada pertunjukan luar biasa CG listrik petir.

LightningLightningLightning

LightningLightningLightning

Foto terakhir di bawah ini menggambarkan contoh luar biasa “petir laba-laba” dan diambil dari dekat persimpangan dua jalan besar utama di Grand Prairie, Texas. Tidak mudah melihatnya di foto, petir laba-laba ini secara harfiah membentang ke kedua cakrawala ke kiri dan kanan.

LightningLightningLightning

Kesimpulan

Seperti kebanyakan hal di dunia fotografi, metode yang saya telah uraikan disini tidak menjadi awal dan akhir dari segalanya untuk memotret petir. Diharapkan dapat menjadi awalan yang baik dan jika keselamatan adalah hal terpenting, metode ini akan bekerja dengan baik. Jadi, jika di waktu selanjutnya gemuruh badai petir melintas, keluarlah dengan peralatan anda dan cobalah memotret beberapa foto halilintar!

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Photo & Video tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.