Unlimited After Effects and Premiere Pro templates, stock video, royalty free music tracks & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Night Photography
Photography

Berkerja Dengan Cahaya di Malam Hari

by
Difficulty:IntermediateLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called Night Photography.
5 Ways Night Photographers See the World Differently
Film vs. Digital Cameras for Night Photography

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Diana Mufi Pratiwi (you can also view the original English article)

Mampu mengendalikan antara cahaya dan bayangan adalah sebuah keahlian yang membedakan fotografer hebat dari orang awam. Untuk fotografi malam ada begitu banyak sumber cahaya berbeda untuk ditangani dan bisa menyusahkan bahkan bagi profesional berpengalaman.

Di dalam tutorial saya sebelumnya saya menelusuri berbagai macam subyek berbeda yang bisa kamu foto di malam hari. Di dalam tutorial ini kita akan membahas sumber cahaya berbeda yang menyinari subyek tersebut atau sebagai sumber cahaya itu sendiri.

Tantangan dan Hadiah

Foto hasil fotografi malam pertama yang membuat saya benar-benar senang adalah sebuah foto dermaga Henley Beach yang diambil sekitar matahari terbenam. Itu merupakan perpaduan antara sumber cahaya dan warna dalam pemandangan yang menarik minat saya. Kondisi cahaya rendah di senja hari, tanpa tripod, dan sebuah film lambat juga membuat pengambilan gambar ini cukup menantang. Saya merasa usaha saya membuahkan hasil, ketika saya melihat hasilnya setelah itu diproses.


Warna intens yang hangat dari langit malam hari bersamaan dengan sumber cahaya buatan telah mengangkat gambar ini komposisinya yang biasa.

Perpaduan sumber cahaya buatan dan alami adalah sesuatu yang harus kamu tangani dalam kebanyakan skenario fotografi malam. Pemahaman beberapa prinsip dasar tentang cahaya dalam tiap pemandangan merupakan salah satu tantangan disiplin ini.

Ada banyak jenis sumber cahaya berbeda dan masing-masing akan memiliki nilai temperatur warna yang berbeda. Temperatur warna adalah sebuah metode dalam menjelaskan properti warna cahaya, entah sebagai nilai kuning yang hangat atau nilai biru yang sejuk dengan sebuah nilai yang dinyatakan dalam Kelvin.

Cahaya Buatan

Tungsten atau lampu pijar memiliki nilai temperatur warna sekitar 3200 Kelvin dan dianggap sebagai sumber cahaya "hangat". Mereka merupakan sumber cahaya yang sangat lazim dan digunakan dalam banyak penerapan seperti lampu mobil.

Lampu uap sodium memiliki temperatur warna yang lebih hangat sekitar 2500 Kelvin dan tampak sebagai sumber cahaya berwarna oranye. Mereka umumnya digunakan dalam lampu jalanan dan penerapan industri seperti pabrik dan galangan kapal. Subyek yang disinari oleh lampu uap sodium sangat sulit untuk mengimbangi warnanya secara akurat. Ini adalah sumber cahaya yang memberikan pendaran oranye khas pada kota ketika dilihat dari jauh.

Sodium vapor light at a factory yard
Lampu uap sodium menyinari pemandangan pabrik ini. Campuran cahaya biru yang sejuk dari langit di senja hari melengkapi warna hangat dari lampu uap sodium.

Lampu neon merupakan sumber cahaya umum lainnya. Mereka memiliki temperatur suhu sekitar 4000 Kelvin dan mengeluarkan warna hijau. Mereka berkerja dengan mengionisasi sebuah gas yang kemudian memendar, mengeluarkan cahaya. Mereka digunakan dalam banyak penerapan pencahayaan yang berbeda seperti lampu jalanan dan dalam ruangan.

Beberapa bentuk pencahayaan, seperti uap sodium dan neon, berkedip pada sebuah frekunsi yang setara dengan sumber daya yang digunakan. AC merupakan singkatan dari "alternatif current / arus bolak-balik" dan jenis sumber daya ini memasok fase bolak-balik pada arus yang menyebabkan sumber cahaya ini menyala dan padam secara cepat.

Jika sebuah sumber daya 110 volt digunakan maka kedipan ini terjadi pada 60 hertz atau 60 siklus dalam sedetik. Sumber daya dengan output 220 / 440 volt memiliki frekuensi 50 hertz dan berkedip pada 50 siklus per detik.

Untuk fotografi ini bukanlah sebuah permasalahan namun jika kamu mengambil video dengan sumber daya ini kamu perlu mensinkronisasikan shutter speed dengan frekuensi sumber daya atau artifak dari kedipan ini bisa mengacaukan rekamanmu. Untuk sumber daya AC 240 volt kamu perlu menggunakan 1/50 sedetik dan untuk sistem 110 volt pilih 1/60 per detik.

Cahaya Alami

Temperatur warna cahaya matahari bervariasi sepanjang waktu, dengan nilai yang lebih sejuk sekitar 5500 Kelvin di siang hari ketika matahari berada di atas kepala secara langsung. Pada saat matahari terbit atau terbenam, ketika sinar matahari harus melalui lapisan tebal atmosfir bumi, cahaya dibiaskan mengarah ke ujung spektrum merah yang menghasilkan nilai yang lebih hangat.

Efek ini juga terjadi pada cahaya bulan. Temperatur warna yang lebih hangat terjadi ketika bulan dekat dengan horizon. Cahaya bulan pada dasarnya adalah cahaya matahari yang dipantulkan pada permukaan bulan dan cahaya ini bisa menyediakan banyak penerangan untuk gambar lansekap, khususnya di sekitar waktu bulan purnama.

Cahaya bintang juga bisa menyediakan cahaya untuk gambar lansekap atau pemandangan laut namun sumber cahaya yang redup ini memerlukan waktu exposure yang sangat panjang.

Variasi dalam temperatur warna antara sumber cahaya buatan dan alami bisa membuat proses mendapatkan warna yang akurat menjadi sangat sulit - khususnya ketika kamu memiliki paduan dari sumber cahaya berbeda ini dalam foto yang sama.

Pick your colour balance city or starlight
Cahaya bintang dan pendaran oranye yang toksik dari sebuah kota dalam jarak jauh tampil dalam satu gambar tunggal. Dua sumber cahaya saling menyeimbangi dengan warna sejuk dari langit yang melengkapi pendaran oranye pada kota.

Contoh di atas mengilustrasikan mengapa saya merekomendasikan kamu untuk memotret dengan menggunakan format gambar RAW. Merekam data gambar RAW dari sensor kamera memungkinkanmu untuk menyesuaikan keseimbangan warna setelah foto diambil. Jika kamu memilih untuk memotret format gambar lainnya seperti JPEG, warnamu pada dasarnya diatur dan jauh lebih sulit untuk menyesuaikan nilai warna nantinya.

Senja

Senja adalah salah satu waktu terbaik untuk memotret foto malam. Itu sering diacu sebagai "blue hour" karena langit berubah menjadi warna biru mendalam yang kaya. Selama transisi dari siang menjadi malam ini keseimbangan warna berubah secara dramatis. Akan sangat sulit untuk memilih keseimbangan warna ketika kamu mencoba untuk memadukan senja dengan sumber cahaya buatan dari kota dan menangani skenario pencahayaan yang berubah secara cepat. Di dalam situasi ini memotret RAW akan memungkinkan fleksibilitas pemrosesan warna yang lebih besar.

Bridge at twilight
Gambar ini berisi paduan sumber cahaya buatan dan alami dan diambil saat senja. Dengan memotret RAW saya bisa memproses warna dalam Photoshop secara persis bagaimana saya menginginkannya. Software konversi RAW memungkinkan pemilihan white balance setelah gambar diambil. Jika saya memilih untuk memotret gambar ini sebagai file JPEG atau TIFF saya tidak akan memiliki fleksibilitas yang sama dalam pemrosesan warna.

Film dan Media Digital di Malam Hari

Jika kamu memilih untuk memotret dengan film kamu juga memiliki batasan pilihan dalam pemrosesan warna. Stok film memiliki keseimbangan warna yang dipadukan dalam bahan kimia dan kamu memilih antara variasi film yang berbeda tergantung pada kondisi pencahayaan yang berlaku. Jika kamu memilih untuk menggunakan stok film yang didesain untuk pencahayaan neon dalam kondisi siang hari maka keseimbangan warna akan berubah ke arah warna yang lebih sejuk, yang membuat keseluruhan gambar tampak terlalu biru.

Dengan film kamu bisa mengkompensasi perbedaan keseimbangan warna pada suatu tingkat tertentu dengan menggunakan filter konversi warna namun ini jauh dari solusi yang sempurna. Teknologi digital imaging menawarkan fleksibilitas yang jauh lebih besar dalam pemrosesan warna. Dengan digital kamu juga memiliki keuntungan feedback langsung dan bisa melihat hasil secara langsung pada layar LCD kamera. Saya akan membahas manfaat dan kerugian kedua teknologi ini secara mendalam dalam tutorial berikutnya.

Satu hal untuk diingat pada sumber cahaya dengan temperatur warna yang berbeda adalah bahwa titik fokus berubah dikarenakan gelombang cahaya yang berbeda. Efek ini cukup jelas dalam situasi fotografis tertentu seperti acara dalam ruangan seperti konser. Jika ada perubahan cepat dari sumber cahaya merah menjadi sumber cahaya biru titik fokus akan berpindah. Jika kamu ingin memotret jalanan secara candid di malam hari perubahan fokus ini bisa membuat tugasmu lebih sulit khususnya jika kamu mendapatkan diri dalam situasi dimana sumber cahaya berubah secara tetap seperti lampu neon yang berkedip.

Kesimpulan

Salah satu kesulitan utama dalam memotret di malam hari adalah variasi tak terbatas yang dihasilkan dalam sumber cahaya berbeda. Saya mencoba untuk memikirkan sumber cahaya ini sebagai tantangan kreatif, dan saya mendorongmu untuk memikirkannya juga seperti itu: rangkul eksperimen dengan subyek fotografi malam, ambil risiko dan lihat apa yang bisa kamu dapatkan. Luangkan waktu dalam menjelajahi sumber-sumber cahaya yang berbeda ini, khususnya selama periode transisi dari siang ke malam hari.

Pencahayaan campuran yang menantang biasanya bisa diatasi dengan memotret file digital format RAW. Dengan menyesuaikan keseimbangan warna nantinya dengan menggunakan software pemrosesan warna pilihanmu berkerja baik dalam kebanyakan situasi. Jangan batasi pilihanmu - eksperimen adalah kuncinya! Ketika kamu mengekspos gambarmu dengan baik kamu hampir bisa selalu melakukan pemrosesan foto persis seperti yang kamu inginkan - menambahkan aroma unik dan elemen pribadi pada pembuatan gambarmu.

Sampai jumpa di tutorial berikutnya! Saya akan menelusuri penggunaan film dan kamera digital serta pro dan kontra antara kedua media pengambilan gambar ini.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.