7 days of unlimited video, AE, and Premiere Pro templates - for free!* Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Adobe Lightroom

5 Trik untuk Meningkatkan Performa Adobe Lightroom CC

Read Time: 11 mins

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Seberapapun anda menyukai bagian mengedit pada fotografi, anda mungkin ingin mengerjakannya seefisien mungkin.  Untuk pengguna Lightroom, keluhan yang paling umum adalah program tersebut terasa lamban dan bergerak dengan lambat saat menukar foto.  Berita baiknya adalah Lightroom dapat berfungsi dengan maksimal hanya dengan sedikit perubahan konfigurasi.  Dalam tutorial ini saya akan membagi 5 tips hebat untuk mempercepat Adobe Lightroom.

1. Menaikkan Camera Raw Cache 

Jika anda hanya ingin melakukan satu perubahan dari daftar ini, pastikan bahwa yang anda ubah adalah hal ini.  Ketika Lightroom membaca data linear dari foto dalam format RAW, untuk menampilkan foto di layar, Lightroom akan membuat preview pada penyimpanan sementaranya, atau “cache”, yang artinya Lightroom menyimpan interpretasi dari foto.

Masalahnya adalah ukuran file raw dari foto terbilang besar, dan pengaturan bawaan dari Lightroom  tidak memiliki ruang yang cukup untuk menyimpan foto ini dalam cache.  Installasi bawaan dari Adobe menyisakan cache untuk raw sebanyak satu giga, dimana ukuran ini jauh dari cukup; artinya Lightroom akan menyimpan satu giga dari foto yang ditampilkan baru-baru ini.  Jika anda ingin melihat gambar lainnya, anda akan menyadari performa yang lebih lambat saat Lightroom menyimpan preview pada cache.

Solusinya adalah dengan menaikkan ukuran cache anda secara signifikan.  Hal ini akan menghabiskan lebih banyak ruang pada  disk anda namun hal ini juga akan meningkatkan performa secara signifikan.  Untuk mengatur Camera Raw Cache, klik Preferences pada Lightroom dan pilih tab File Handling.  Di bagian Camera Raw Cache Setting, masukkan jumlah maksimum dari ruang yang ingin anda gunakan untuk cache.

Camera Raw Cache settingsCamera Raw Cache settingsCamera Raw Cache settings
Pada menu Lightroom Preferences, pilih tab File Handling dan atur pengaturan Camera Raw Cache.  Anda dapat memilih lokasi dari file cache, dan ukuran maksimum yang ingin anda gunakan untuk cache.

Seberapa banyak ruang yang harus anda sediakan untuk file cache Camera Raw?  Begini, jawaban yang paling mudah adalah “sebanyak yang bisa anda sediakan”.  Secara teori, anda tidak membutuhkan ruang yang ukurannya lebih besar dari koleksi foto anda, jadi gunakanlah ukuran tersebut sebagai kapasitas maksimal.  Kenyataannya, bahkan sebuah peningkatan  sederhana pada dari nilai dasar sebanyak satu gigabyte ke 20 gigabyte dapat meningkatkan performa anda secara besar.  Menurut petunjuk dalam meningkatkan performa yang dimiliki Adobe, “meningkatkan cache Camera RAW ke ukuran 20GB atau lebih dapat meningkatkan kecepatan performa secara dramatis.”

Kunci lainnya dari cache yang cepat adalah dimana anda menyimpan filenya.  Jika memungkinkan, letakkan cache anda hard drive tercepat yang anda miliki.  Jika anda memiliki sebuah SSD, pastikan anda memindahkannya kesana.  Anda dapat mengganti lokasi cache dengan cara mengeklik Choose pada menu Setting lalu memilih lokasi yang anda inginkan untuk menyimpan cache.

Mengelabui Lightroom Untuk Menggunakan Smart Previews

Adobe menambahkan Smart Previews pada Lightroom 5 di tahun 2013, dan membuat fitur ini menjadi favorite pengguna dengan cepat.  Fitur ini mempermudah anda untuk tetap bisa bekerja bahkan ketika anda tidak tersambung dengan gambar asli.

Saya mengerjakan semua pekerjaan saya di laptop. Namun, ruang penyimpanan pada laptop saya terbatas, sehingga saya menyimpan foto-foto saya dalam hard drive eksternal.  Dulu, jika saya ingin tetap mengedit, saya harus membawa hard drive saya.  Smart Previews adalah solusi yang tepat tanpa harus membawa drive eksternal kemana-mana; fitur ini menciptakan tempat penyimpanan file yang lebih kecil dan lebih bisa digunakan daripada foto raw.

Ketika mengerjakan foto pada modul Develop, histogram menunjukkan tipe file preview mana yang dapat digunakan.  Di sebelah kiri, anda akan melihat bagaimana Lightroom memiliki foto asli dan Smart Preview.  Ketika kita tidak terhubung dengan foto yang asli atau melakukan trik mengubah nama, Lightroom hanya akan menampilkan Smart Preview – dan hasilnya, aplikasi ini menjadi lebih cepat.

Saya menggunakan Smart Previews untuk foto-foto saya.  Lightroom menyediakan versi yang lebih kecil dari foto saya dan mempermudah saya untuk mengerjakannya; saya dapat melanjutkan proses edit bahkan ketika hard drive saya tidak terpasang.  File Smart Preview berukuran cukup kecil untuk disimpan dalam laptop saya (koleksi foto saya sebesar 100 gigabyte dapat dikecilkan menjadi tujuh set Smart Preview).  Karena katalog dan file Smart Preview tersimpan dalam laptop saya, saya dapat mengerjakan pekerjaan saya dimanapun.  Jika anda belum pernah menggunakan Smart Preview, tutorial Tuts+ ini akan membantu anda untuk memulainya.

Memaksa Smart Preview

Sekarang, untuk triknya: ketika anda sedang bekerja dan Lightroom memiliki akses untuk file asli dan Smart Preview, Lightroom akan secara langsung memilih untuk menggunakan file foto dengan ukuran yang lebih besar.  Hal ini akan menyebabkan performa yang lebih lambat.  Percobaan saya sendiri menunjukkan bahwa mengedit dengan Smart Preview sebenarnya jauh lebih cepat!  Untuk memaksa Lightroom untuk mengedit dengan menggunakan Smart Preview, kita butuh untuk benar-benar tidak tersambung dengan foto kita atau menggunakan trik mengubah nama untuk membuat Lightroom berpikir bahwa kita memang mngubah nama filenya.

Jika anda ingin memutuskan hubungan secara fisik dengan tempat dimana anda menyimpan foto anda, hal ini sangat mudah: cabut penyimpanan eksternal anda dan memaksa Lightroom untuk mengedit dari Smart Preview.

Image Rename Trick - LRImage Rename Trick - LRImage Rename Trick - LR
Screenshot ini menujukkan bagaimana saya menggunakan trik mengubah nama untuk mempercepat alur kerja saya.  Semua foto saya simpan dalam folder bernama “Image Library”.  Ketika saya mengubah namanya dalam Finder menjadi nama sementara “Image Library – rename”, folder tersebut menjadi offline pada Lightroom.  Perhatikan (teks tidak lengkap)

Jika foto anda tersimpan dalam drive internal atau anda tidak ingin mencabut drive anda setiap kali, anda satu solusi untuk itu: temukan folder dimana anda menyimpan foto lalu ubah namanya.  Ini akan merusak sambungan dari Lightroom ke foto asli dan memaksa Lightroom untuk mengedit menggunakan Smart Preview.  Ingatlah bahwa anda perlu mengubah namanya di luar Lightroom agar sambungannya rusak; mengubah nama folder dari Lightroom akan menjaga hubungan dari foto tersebut.

Ketika anda telah selesai, anda hanya perlu menyambungkan kembali drive eksternal atau mengubah kembali nama folder anda ke nama sebelumnya.  Foto tersebut akan kembali online pada Lightroom dan anda dapat kembali melanjutkan proses edit seperti biasa.  Perubahan yang anda buat saat foto menjadi offline akan tetap tersimpan.

Trik mengubah nama yang sederhana ini adalah satu cara untuk memaksa agar performa Lightroom menjadi lebih cepat.  Karena Smart Preview adalah file yang berukuran kecil, performa dalam mengedit akan jauh lebih meningkat saat anda membatasi Lightroom untuk hanya menggunakan file tersebut.

Menggunakan XMP Saat Dibutuhkan

Satu fitur yang sering saya anjurkan adalah untuk menyalakan sidecar XMP saat anda bekerja dengan Lightroom.  Jika anda belum familiar dengan file XMP, mereka bekerja sebagai backup untuk sistem katalog Lightroom.  Hasil edit anda tidak hanya akan tersimpan dalam katalog namun juga dalam katalog “sidecar” yang menyimpan data hasil edit.  Bukalah foto dengan file XMP pada aplikasi lainnya, dan jika file tersebut didukung, hasil edit yang sama akan muncul di aplikasi

XMP FilesXMP FilesXMP Files
Screenshot ini menggambarkan bagaimana file XMP bekerja.  Untuk setiap foto raw saya, ada satu sidecar XMP yang menyimpan data hasil edit.  Saat kita mengedit, perubahan tersebut tidak akan mempengaruhi gambar asli namun sebaliknya, hasil edit tersebut akan tersimpan dalam katalog Lightroom.  Ketika kita menyalakan file XMP, hasil editnya juga akan tersimpan pada file XMP individual ini.

Membuat XMP Saat Dibutuhkan

Fitur untuk membuat file XMP tidak dinyalakan secara otomatis pada Lightroom, namun saya seringkali menganjurkan untuk menyalakannya.  Anda dapat menyalakan pembuatan XMP otomatis dengan cara mengakses Catalog Settings, lalu pergi ke tab Metadata dan memilih Automatically write changes into XMP. Untuk selanjutnya, Lightroom akan secara otomatis membuat file sidecar yang menyimpan data hasil edit.

XMP by DefaultXMP by DefaultXMP by Default
Satu pilihannya adalah dengan cara memilih Catalog Settings > tab Metdata lalu nyalakan “Automatically write changes into XMP.”  Seperti yang ada di menunya, fitur ini membuat hasil edit anda tersedia di aplikasi lainnya yang mendukung XMP standar.  Namun, terus-terusan menyimpan file dalam XMP dapat merusak performa Lightroom, jadi pastikan anda mematikan kembali fitur ini.

Masalahnya adalah saat pilihan ini dinyalakan, Lightroom akan terus menyimpannya di file sidecar.  Sangat mudah untuk melihat bahwa ini akan merusak performa Lightroom.  Meskipun saya masih mempercayai penggunaan file XMP, lebih baik bagi anda untuk menyimpannya secara bertahap dan tidak menghambat kerja sistem anda dengan cara terus-terusan menyimpan dalam bentuk XMP.

Untuk menyimpan file XMP saat diperlukan, pilih foto yang anda inginkan untuk diubah pada file sidecar.  Anda dapat memilih semua foto dengan menggunakan pilihan pada modul Library yang bernama Grid View (tekan G pada keyboard) dan pilih Edit > Select All. Lalu, pilih Metadata > Save Metadata to Files untuk menyimpan editan foto anda dalam file XMP.  File ini akan disimpan di folder yang sama dengan file foto, jadi anda akan mendapatkan backup dari apa yang telah anda edit.

Dengan cara ini, Lightroom hanya akan menggunakan penyimpanan yang lebih sedikit daripada saat anda terus-terusan menyimpan dalam XMP files dan Lightroom hanya akan menyimpan dalam file XMP files saat anda menginginkannya.  Ini adalah perubahan kecil lain yang akan membuat aplikasi terasa lebih responsif dan lebih cepat saat digunakan.

4. Mencoba Digital Negative Format (DNG)

Format foto raw sedikit lebih rumit.  Setiap kamera menggunakan format miliknya sendiri yang berbeda dari satu kamera dengan kamera lainnya; file raw dari kamera Canon anda (.cr2’s) berbeda dengan dengan file raw dari kamera Nikon (.nef’s) atau file raw Olympus (.orf’s), dan lain-lain.  Setiap pembuuat kamera mengembangkan formatnya tersendiri lalu semuanya tergantung apakah Adobe mendukung semua tipe file pada Camera Raw.

Adobe mengembangkan format DNG untuk mempermudah penyelesaian masalah yang bisa terjadi saat tipe tidak diketahui.  Tidak seperti RAW, DNG adalah format terbuka yang bisa dikerjakan dengan aplikasi yang dibuat oleh developer.

Adobe DNG converterAdobe DNG converterAdobe DNG converter
Adobe juga menawarkan pengubah DNG terisah secara gratis.  Banyak fotografer yang menggunakan format ini untuk menyetandarkan file Raw mereka menjadi satu format.

Digital Negative adalah format milik Adobe, jadi tidak heran jika percobaan saya menunjukkan bahwa file DNG menghasilkan performa Lightroom yang lebih cepat daripada format lainnya.  Lightroom menampilkan preview dengan lebih cepat dan pengaturannya juga tidak banyak terhambat seperti format raw lainnya.

Mencoba format DNG akan sepadan baik jika anda ingin untuk menyimpan cadangan koleksi foto anda atau jika anda sedang mencari cara meningkatkan performa Lightroom.

Mengubah ke DNG

Untuk mengubah sebuah foto ke DNG pada Lightroom, pergilah ke modul Library dan masuk ke pengaturan Grid View dengan menekan “G” pada keyboard anda.  Setelah anda melakukannya, pilihlah foto yang ingin anda ubah ke DNG.  Lalu, akses menu Library dan pilih Convert to DNG

Convert to DNG LightroomConvert to DNG LightroomConvert to DNG Lightroom
Setelah anda memilih Library > Convert to DNG dari Lightroom, ada beberapa pilihan yang dapat anda pilih untuk mengubah prosesnya.  Anda perlu tetap mencentang “Only convert Raw files” agar format seperti JPEG, misalnya, tidak terubah dengan percuma.  Saya merekomendasikan meninggalkan pengaturan lainnya tercentang seperti di awal pengaturan yang bisa anda lihat pada screenshot ini, terutama pilihan “Embed Fast Load Data” yang akan menolong menampilkan preview tercepat saat anda sedang mengerjakan foto.  Pilihan lainnya, anda dapat mencentang “Delete originals...” untuk menghilangkan file Raw yang asli dan tidak menggandakan penggunaan ruang disk anda.

Ketika anda mengubah foto anda dari raw to DNG, pilihan awal biasanya ada pilihan yang paling baik untuk dipilih termasuk tetap mengaktifkan Embed Fast Load Data.  Hal ini akan mempermudah untuk menampilkan preview foto secepat mungkin pada Lightroom.

Beberapa fotografer menggunakan pengubahan DNG untuk menyetandarkan file mereka dan memastikan bahwa file tersebut bisa digunakan nanti.  Beberapa fotografer lainnya menggunakan DNG untuk meningkatkan perfroma Lightroom.  Dalam kedua hal tersebut, sangatlah sepadan untuk mencoba format tersebut untuk melihat apakah format tersebut dapat meningkatkan hasil yang anda dapatkan.

5. Akselerasi GPU

Pengubahan performa yang terakhir sangatlah sederhana dan mudah untuk memeriksa fitur yang mungkin saja sudah anda gunakan.  Dengan Lightroom 6/CC, aplikasi ini dipercepat oleh GPU.  Artinya, jika komputer yang anda gunakan memiliki GPU atau kartu grafik, Lightroom dapat melakukan beberapa pengerjaan foto dalam modul Develop dengan cara memindahkan pengerjaan tersebut pada GPU anda.

Lightroom GPU accelerationLightroom GPU accelerationLightroom GPU acceleration
Nyalakan akselerasi GPU pada Lightroom dengan cara mengakses pengaturan Lightroom Preferences > tab Performance dan memastikan bahwa aplikasi tersebut menggunakan Graphic Processor jika tersedia.

Pastikan bahwa anda telah menyalakan akselerasi GPU dengan cara mengakses Lightroom Preferences dan memilih tab Performance.  Pastikan bawah kotak tersebut telah dicentang untuk mengaktifkan akselerasi GPU jika anda memiliki bagian hardware yang mendukung fitur tersebut.

Selesai!  Menurut catatan pengembang, saat ini Lightroom akan meningkatkan performa pada modul Develop ketika akselerasi GPU diaktifkan pada slider tertentu.  Jika anda memiliki bagian hardware yang mendukungnya, sangatlah mudah untuk mengaktifkan, atau jika tidak, mempertimbangkan hal ini saat anda memilih hardware selanjutnya.

Ringkasan

Saya melihat optimisasi Lightroom sebagai langkah penting yang mempercepat setiap bagian dari alur kerja saya.  Jika setiap langkah ini menghemat beberapa menit selama proses mengedit, saya yakin waktu yang telah saya hemat lebih banyak lagi.

Untuk tetap belajar tentang optimisasi performa dalam Lightroom, berikut ini adalah beberapa sumber bagus lainnya mengenai topik ini:

  • Daniel Sone menawarkan 3 Cara Untuk Menghindari Lambatnya  "Loading..." pada Lightroom.
  • Baca lebih banyak lagi tentang Smart Preview dengan artikel tahun 2014 yang saya tulis tentang bagaimana membuatnya dan menambahkannya pada katalog anda
  • Adobe menawarkan halaman resmi tentang bagaimana meningkatkan performa dengan tips yang mirip dengan milik saya, dan juga saran alternatif lainnya
  • Yang terakhir, jika anda mencari cara lain untuk mengerjakan editan foto dengan cepat dari sebuah foto dengan trik yang dapat dipilih dengan cepat, tutorial ini memiliki tips yang bagus tentang Auto Advance ketika memilih dan menilai foto
Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Photo & Video tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Scroll to top
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.