6 Elemen Desain untuk Foto yang Luar Biasa
Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)
Apa yang membuat foto luar biasa? Seringkali, itu hanya hal biasa yang disusun dengan cara yang biasa. Itu karena mereka selalu cenderung memiliki satu tema atau ide, dan karena kekacauan dijaga seminimal mungkin. Mereka simple, benar, dan tulus. Hari ini kita melihat elemen desain (line, shape, form, texture, color dll) yang bisa mengubah subjek sederhana menjadi foto yang mencolok.
Foto yang sukses bergantung pada elemen penyusunnya, dan elemen utama yang membawa dan menekankan susunan dalam komposisi adalah: line, shape, form, texture, pattern, dan color. Setiap foto, sengaja atau tidak, berisi satu atau lebih elemen ini, yang dikenal sebagai elemen desain.
Semua elemen ini memiliki dampak besar pada foto, terutama line, texture, dan color. Biasanya kita mengenali dan memanfaatkan unsur-unsur ini secara tidak sadar. Hal ini tergantung pada kepekaan individu terhadap komponen visual yang berbeda di luar sana, dan sangat dipengaruhi oleh memory dan pengalaman hidup seseorang yang terdaftar di pita pikiran pribadi mereka.
Line
Dari 6 elemen desain, line atau garis adalah yang terkuat dan paling penting dan berpengaruh. Tanpa garis tidak ada shape. Tanpa shape tidak ada form. Tanpa form tidak ada texture dan tidak ada pattern. Line adalah tools yang ampuh yang dapat digunakan dengan cerdas untuk mengarahkan pandangan orang yang melihat ke tempat yang diminati dalam foto, dan mengubah keseluruhan perasaan dan mood terhadap gambar.
Line bisa vertikal, horizontal, diagonal, atau melengkung. Garis bisa pendek atau tinggi, bisa tebal atau tipis. Line bisa membawa anda menjauh, atau menggerakkan anda maju dalam gambar. Efek emosional garis pada sebuah gambar tidak bisa diabaikan. Mereka terkadang merasa tenang, menenangkan, kaku, aktif, membimbingkan, atau mengancam.
Thin line (garis tipis) bisa diartikan tidak stabil untuk beberapa orang, dan oleh orang lain sebagai sesuatu yang rentan. Thick line (garis tebal) bisa diarikan sebagai kaku dan tergantung, atau bisa diartikan sebagai dominasi atau keras. Curved line (garis melengkung) sering dianggap lembut, menyejukkan, menenangkan, dan santai. Jagged line (garis zigzag ) bisa dianggap kuat, kacau, tajam, dan mengancam.
Vertical line (garis vertikal) dalam foto cenderung menyampaikan suasana hati yang berbeda, mulai dari power dan kekuatan, hingga pertumbuhan. Garis vertikal bisa mencakup helai rambut, tiang, pohon, bangunan, dan banyak benda berbeda lainnya yang melebar secara vertikal dan bukan horizontal.


Horizontal line (garis horizontal) pada foto cenderung menimbulkan perasaan tenang, nyaman, dan stabil. Jika anda ingin lebih menonjolkan perasaan stabil dan tenang dari garis horizontal pada gambar, cara yang baik adalah menggunakan framing horizontal dan bukan vertikal.
Lapisan dari beberapa garis horizontal pada gambar bisa menciptakan drama dan ritme, dan bisa menjadi perhatian utama gambar itu sendiri. Garis horizontal bisa meliputi cakrawala, laut, peletakkan orang, sisi jalan, dan hampir apapun yang meluas secara horizontal.
Diagonal line (Garis diagonal) bekerja dengan baik untuk memandu perhatian orang yang melihat terhadap subjek utama foto anda. Mereka bisa menyampaikan rasa dari tindakan dan rendering foto yang dinamis dan menarik. Garis diagonal bisa berupa jalan setapak, sederet pohon, pagar, sungai atau komponen gambar lainnya.


Shape
Unsur desain paling mendasar kedua adalah shape (bentuk 2D), karena shape merupakan elemen utama untuk diidentifikasi. Hal yang paling penting yang perlu diingat bahwa shape adalah elemen penting dalam sebuah gambar yang hal itu paling baik dalam menjelaskan bila subjek dalam keadaan frontlit atau backlit. Agar shape itu berhasil diidentifikasi, perlu kontras dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat terlepas dari kekacauan di sekitarnya.


Shape dalam gambar juga bisa dilihat sebagai siluet, ini adalah shot terbaik yang dilakukan beberapa menit sebelum matahari terbenam sampai beberapa menit berikutnya, dan beberapa menit sebelum matahari terbit dan beberapa menit setelahnya. Patut juga disampaikan bahwa siluet adalah sesuatu yang murni dan yang terkuat dari segala shape.
Form
Form (bentuk 3D) pada dasarnya berbentuk tiga dimensi, dan paling baik ditonjolkan oleh pencahayaan samping karena menghasilkan bayangan lembut yang elegan, dan perbedaan antara cahaya dan bayangan memberi ilustrasi yang lebih baik pada depth (kedalaman) suatu objek dan memperkuat pemahaman sensual tentang makna dan pesannya.


Texture
Tidak ada elemen desain yang lebih mampu menggerakkan kedalaman emosi anda dari pada tekstur. Tantangan melihat dan meng-capture tekstur sebagian besar didasarkan pada satu elemen, yaitu cahaya. Tekstur dapat ditekankan oleh cahaya samping pada pagi hari yang cerah atau dini hari, atau oleh cahaya atas saat ketika matahari dalam posisi vertikal dan tinggi di langit.


Dengan sinar matahari yang tinggi di langit, kekasaran dinding bangunan, atau tekstur kayu batang pohon, atau tekstur apapun di sepanjang permukaan vertikal ditekankan saat cahaya atas menghasilkan bayangan kecil di sepanjang permukaannya. Sementara dampaknya tidak kentara, ia menambahkan tingkat kedalaman, minat, dan kenyataan terhadap shoot tersebut.
Lebih jauh lagi, perlu dicatat bahwa tekstur sebagai latar belakang dapat menciptakan komposisi yang menarik dan penuh emosi. Dan dengan penggunaan tekstur yang benar, gambar bisa menjadi lebih hidup dan hampir tiga dimensi.




Pattern
Hidup itu penuh dengan pattern (pola). Ini semua adalah bagian dari eksistensi kosmik kita, karena tanpa pola hidup kita akan terjadi kekacauan besar. Sebagian besar pola yang tidak kita kenali atau kita abaikan karena kesibukan, rutinitas dan kehidupan sehari-hari kita.
Dua teknik mulai berlaku saat bekerja dengan pola; anda bisa menekankan pola, atau anda bisa memecahkannya:
Menekankan suatu pattern (pola) dapat menonjolkan rasa dari ukuran dan perluasan. Idenya adalah untuk memperbesar ke dalam pola dan mengisi frame dengan itu. Pola yang ditekankan bisa mencakup wajah di antara orang banyak, sederetan tanaman yang homogen, dinding batu bata, dll


Memecah pola adalah tentang menemukan objek yang mengganggu aliran pola yang terus menerus. Ini bisa menjadi objek yang sangat kontras dengan benda-benda lainnya; baik itu dalam bentuk, warna, atau bahkan tekstur. Anda mungkin perlu menangani komposisi anda dengan ekstra hati-hati saat mencoba membuat pola yang tidak teratur, dan aturan rule of thirds bisa sangat berguna dalam situasi seperti itu.
Misalnya, anda dapat menempatkan objek "aneh" anda di sepanjang salah satu pertiga atau pada salah satu titik berpotongan mereka. Anda juga bisa bermain dengan depth of field anda. Miliki item yang kontras dalam fokus yang tajam dan item di sekelilingnya memudar perlahan ke luar fokus. Pola yang tidak teratur dapat ditemukan secara alami, atau beberapa situasi dapat dimanipulasi untuk mengacaukan pola yang ada.




Color
Color (warna) ditandai dengan atribut seperti value, hue, dan saturation. Warna, dan bagaimana pengaturannya, bisa membuat atau menghancurkan shot anda. Warna yang berbeda dapat mengirimkan pesan yang berbeda, dan mereka memang memiliki bobot visual yang penting dan berdampak pada sebuah foto.
Vibrant color itu energik, menarik, dan aktif. Begitu juga merah dan kuning. Blues dan hijau terasa nyaman dan menenangkan. Jalan menuju pembuatan foto kreatif bermanfaat dari pemahaman warna yang tinggi dan dampaknya pada sebuah gambar, serta kesadaran tinggi akan warna di sekitar anda.
Ada warna di mana-mana. Macro insect photography dipenuhi dengan warna yang menarik. Alam, kota, orang dan pakaian, rumah, jalanan, langit, pantai, segala sesuatu di sekitar anda dipenuhi dengan warna. Anda hanya perlu menyadarinya, dan melatih mata anda untuk melihatnya. Memperhatikan warna dan pesan emosional dan makna merupakan langkah penting menuju kematangan fotografi.
Perlu disampaikan bahwa ada dua jenis warna; Substruktif dan aditif. Setiap tipe memiliki dua set sendiri; warna primer, dan warna sekunder. Lukisan, fotografi, dan cetak menggunakan warna subtraktif, dan inilah yang jadi perhatian kami dalam posting ini.


Merah, biru, dan kuning disebut warna substruktif primer, dari warna-warna ini yaitu warna substruktif sekunder muncul warna ungu, oranye, dan hijau. Mencampur warna merah dan biru membuat ungu. Mencampur warna biru dan kuning membuat hijau, mencampur kuning dan merah membuat orange. Pencampuran jumlah yang sama biru, merah, dan kuning menghasilkan hitam.
Pasangan warna yang berlawanan satu sama lain pada color wheel (roda warna) di atas disebut complementary color. Pasangan ini melengkapi dan mengintensifkan satu sama lain saat disatukan. Mempelajari roda warna dapat memberi anda pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana warna saling mempengaruhi atau saling melengkapi, sehingga anda dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mendapatkan lebih baik makna dan pesan yang benar dalam fotografi anda.
Perhatikan bahwa kuning, merah, dan oranye dianggap warm color (warna hangat). Ini terkait dengan sinar matahari dan api. Biru, ungu, dan hijau dianggap cool color (warna dingin). Ini terkait dengan salju, air, dan bayangan.




Kesimpulan
Elemen desain adalah komponen visual paling dasar dari komposisi apapun. Memahami unsur-unsur desain, bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling melengkapi, dan pesan apa yang mereka sampaikan adalah cara untuk meningkatkan kualitas gambar fotografi anda dan menciptakan karya menakjubkan yang menjangkau hati dan jiwa orang-orang.
Ini adalah blok bangunan untuk menciptakan karya seni anda sendiri. Menempatkan unsur-unsur ini bersama-sama, dan mengetahui bagaimana/kapan menggunakannya akan membuat foto anda jauh lebih efektif dan terarah. Unsur-unsur ini ada di sekitar kita, kita hanya perlu melatih mata kita untuk melihat dan meng-capture-nya, dan pikiran dan jiwa kita menerjemahkannya kemudian menyampaikannya dalam bentuk emosi dan gagasan kita. Kemudian, dan baru kemudian, akankah pekerjaan kita menjadi eye-catching dan dramatis.



