Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Night Photography
Photography

Menjelaskan Eksposur: ISO, Kecepatan Rana dan Apertur untuk Pemotretan Malam Hari

by
Difficulty:IntermediateLength:LongLanguages:
This post is part of a series called Night Photography.
How to Set Up Your Digital SLR for Night Photography
How to Photograph an Eclipse

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Sebelum anda bergerak dari zona aaman anda dan memulai mengendalikan kamera anda secara manual, anda harus memahaim hubungan antara tiga variabel yang memengaruhi eksposur.

Pengaturan ISO, kecepatan rana dan apertur tidak hanya mengendalikan jumlah cahaya yang memasuki kamera anda, namun juga memberi kemampuan memasukkan beberapa kepribadian anda ke dalam gambar yang anda ciptakan.

Setelah anda memiliki kemapuan teknis yang dibutuhkan mengontrol eksposur, anda dapat memulai mengekploitasi banyak aspek kreatif ke pengaturan ini, memberi anda kebebasan mengekspresikan pandangan di pikiran anda dengan kemurnian selagi menambah interpretasi unik anda sendiri ke masalah subjek pilihan anda.

Dengan latihann dan pengalaman, mengendalikan banyak variabel pengaruh pengaturan ini akan menjadi dasar kedua, dan saya mendorong anda menerjuni dan mendalaminya untuk meningkatkan pengetahuan anda dan menambah kemampuan fotografi anda.

Dasar-dasar Eksposur

Sebelum saya memulai penjelasan bagaimana mengontrol eksposur secara manual, ada baiknya menjelaskan istilah referensi untuk tiga parameter pengendali jumlah cahaya di gambar anda.

ISO

ISO adalah kependekkan dari International Standards Organization (Organisasi Standarisasi Internasional). Istilah ini dulunya digunakan untuk menjelaskan sensitivitas cahaya di emulsi film tertentu, dan standar ini telah dibawa ke dalam dunia digital, yang menjelaskan amplifikasi sinyal dari dasar sensor pengaturan ISO.

Kecepatan Rana (Shutter Speed)

Pengaturan ini mengendalikan jumlah waktu mekanis rana terbuka, dengan waktu lebih lama memberikan lebih banyak cahaya yang masuk ke kamera. Juga secara langsung memengaruhi seberapa banyak gerakan samar-samar yang diperlihatkan di gambar.

Apertur

Pengaturan ini mengendalikan ukuran diafragma selaput dalam lensa, demikian pula dengan kontrol pupil mata, jumlah cahaya yang memasuki mata kita. Pengaturan ini juga memberikan anda kendali kedalaman bidang atau fokus area yang anda lihat di gambar anda.

Seni Kompromi

Setiap tiga parameter eksposur ini dapat diubah dalam tambahan yang terstandarisasi yang disebut “stop”. Kamera modern biasanya memberikan perubahan di tambahan stop 1/3 lebih kecil untuk variabel ekposur ini.

Untuk mengimbangi berbagai perubahan di salah satu pengaturan ini dan mempertahankan eksposur yang benar, anda harus mengimbangi dengan mengubah salah satu pengaturan eksposur lainnya dengan jumlah yang sama.

Sebagai contoh, jika anda meningkatkan pengaturan ISO dengan satu stop, anda harus mengimbangi “stopping down” (menurunkan satu stop) baik pengaturan apertur ataupun kecepatan rana untuk mempertahankan eksposur yang tepat. Secara alternatif anda dapat mengubah kedua apertur dan kecepatan rana dengan setengah stop setiap pengaturannya… semua ini tentang keseimbangan dan seni berkompromi.

The standard stops scale
Kaitan antara tiga variabel eksposur ini terlihat pada kenaikan satu stop. Karena anda meningkatkan eksposur satu stop, anda mendapatkan jumlah cahaya dua kali yang terekspos di gambar anda. Sebaliknya, menurunkan eksposur dengan satu stop menghasilkan jumlah cahaya yang terlihat terbagi dua.

Untuk mendapat eksposur yang tepat, anda harus mengetahui bagaimana menafsirkan membaca eksposur meter dari kamera anda dan memilih jenis ukuran yang tepat untuk subjek tertentu yang ingin anda potret. Ini merupakan bagian penting mendapatkan gambar yang terekspos dengan baik.

Kebanyakan kamera digital juga memberi anda kebanyakan alat-alat seperti display histogram yang membantu mendapat eksposur tepat, dan saya menemukan bantuan eksposur ini sangat berguna. Hasil yang sebenarnya memahami kontrol eksposur, namun, adalah kemampuan memilih pengaturan yang teroptimal dengan melengkapi masalah subjek yang anda bidik.

Pemotretan di malam hari tidak ada beda, dan saya biasanya tetap pada kumpulan panduan yang saya ketahui bekerja dengan baik pada sebagian besar gambar-gambar yang saya potret dalam pelajaran ini.

Saya akan menyelediki penggunaan meter eksposur kamera anda dan beberapa alat eksposur lainnya dan pengaturan kamera di artikel saya selanjutnya pada memotret foto malam hari dengan mode eksposur manual.

Aperture Shutter ISO triangle
Ini membantu menganggap eksposur sebagai tiga cara tempur antara ISO, kecepatan rana dan apertur. Penting menyeimbangkan tiga elemen bersaing ini untuk mendapat gambar terekspos dengang tepat, namun anda juga harus menggunakan pengaturan ini yang akan melengkapi subjek anda.

Apertur

Langkah awal proses mengumpulkan cahaya terjadi ketika cahaya memasukin kamera melalui lensa dan apertur tersebut adalah poin permulaan yang bagus untuk mendiskusikannya.

Apertur dapat menjadi ukuran yang ditentukan atau variabel yang terbuka dengan lensa, dan pengaturan ini memperkenankan anda mengubah jumlah cahaya yang mengenai pesawat film atau sensor gambar digital. Ini dapat diubah dengan menggunakan cincin apertur pada lensa itu sendiri, atau dengan menggunakan angka komando atau pengaturan menu di kamera.

“Kecepatan” lensa ditentukan dengan apertur maksimal. Lensa cepat memiliki diameter lubang yang lebih besar yang memberikan lebih banyak cahaya dan ini adalah pilihan yang baik untuk kondisi rendah cahaya yang serupa dengan pemotretan malam hari. Sebuah lensa dianggap cepat jika lensa memiliki apertur maksimal f2.8 ke bawah.

Nikkor 85mm lens with large aperture
Lensa yang cepat bagus untuk pemotretan malam hari! Memiliki apertur besar berarti gambar yang anda lihat di jendela bidik lebih terang, membuat fokus secara manual lebih mudah di kondisi rendah cahaya.

Selama anda menurunkan dari apertur ke maksimal apertur, ukuran lubang apertur mengecil, memberikan sedikit cahaya masuk melalui lensa dan melewati sensor gambar atau pesawat film. Akibatnya, kedalaman bidang (area fokus) dengan gambar meningkat.

Dengan mengubah apertur, anda mengontrol kedalaman bidang pada gambar anda. Gaya fotografi yang berbeda membutuhkan pengaturan apertur yang berbeda pula untuk melengkapi subjek, dan untuk sebagian besar subjek pemotretan malam hari yang akan anda butuhkan adalah kedalamaan bidang yang besar untuk menjaga semua bagian gambar terfokus tajam.

Untuk membantu memaksimalkan kedalaman bidang dan mencapai fokus kritis, beberapa lensa memiliki tanda hiperfocal. Banyak lensa fokus manual memiliki ini bersamaan dengan hard infinity stop, dan ini bagus untuk subjek pemotretan malam hari dimana fokus bisa menjadi sulit di tempat rendah cahaya.

Kualitas gambar secara langsung dipengaruhi oleh apertur dan ketika lensa digunakana pada pengaturan ekstrim, masalah seperti difraksi dan astigmatisme mampu mengarahkan kepada kehilangan resolusi dan kontras. Sebagian besar lensa beraksi sebaik mungkin ketika mengatur pengaturan apertur sedang seperti f8 atau f11. Sebagai peran umum utama, gunakan pengaturan apertur sedikitnya dua stop dari pengaturan minimal atau maksimal.

Lihatlah dua artikel lensa milik saya untuk info lebih jelasnya pada subjek ini dengan referensi spesial pada pemotretan malam hari:

Ada satu cara lain anda dapat mengontrol eksposur dan mengurangi jumlah cahaya masuk ke lensa yaitu menggunakan filter kepadatan netral (ND). Dengan menempatkan filter ND di depan lensa, anda membatasi jumlah cahaya yang kamera terima, dan filter ND dengan lebih dari 10 stop atau pengurangan cahaya atau lebih tersedia.

Ini menjadi berguna di situasi dimana ada terlalu banyak cahaya atau anda ini menggunakan waktu eksposur yang sangat lama.

Kecepatan Rana (Shutter Speed)

Mekanisme rana adalah kaitan kedua dalam rantai penggambaran dan dengan mempelajari mengendalikan pengaturan rana anda menjadi mahir dalam waktu singkat.

Pengaturan kecepatan rana mengubah panjang waktu rana terbuka, dan maka seberapa lama cahaya tertangkap. Pengaturan ini juga mengendalikan jumlah blur gerak dengan gambar anda, dan ketika digunakan secara kreatif pengaturan ini dapat menambah sensasi surrealisme atau memberikan konteks emosional pada sebuah foto, contohnya dengan meningkatkan sensasi kecepatannya atau gerakannya.

Image of motorbike in tunnel with motion blur
Gerak blur dapat memperkuat dan membesarkan sensasi kecepatan, memberikan kedinamisan pada gambar anda.

Gerak blur dapat dimasukkan dengan dua cara: dengan gerakan kamera atau gerakan subjek yang sedang anda potret. Selama anda meningkatkan kecepatan rananya, anda mengurangi efek blur gerak, intinya membekukan aksinya.

Kamera blur gerak dimasukkan ketika kamera bergerak sendiri sementara rananya terbuka.

Lebih meragukan ketika kamera dipegang oleh tangan dan alhasil gambarnya kabur atau berlumur, khususnya ini terlihat ketika menggunakan pengaturan kecepatan rana yang lambat.

Anda dapat meminimalisir kamera blur gerak dengan memasang kamera pada platform datar seperti tripod dan ini penting untuk pemotretan malam hari. Kamera blur gerak tidak harus menjadi masalah kecuali kamera bergerak disebabkan oleh angin atau beberapa benda lain yang menabraknya, atau saat menempatkan tripod pada permukaan yang bergerak atau tidak stabil.

Subjek blur gerak terjadi saat subjek yang anda potret bergerak melalui bingkai selagi rana terbuka.

Kecepatan rana yang anda pilih memengaruhi jumlah blur gerak pada foto anda, namun blur ini juga bergantung pada panjang focal lensa anda dan kecepatan dan arah gerakan subjek berkaitan ke semua tiga dimensi.

Subjek yang bergerak secara horizontal atau vertikal sepanjang bingkai pada arah x dan y akan memiliki lebih banyak motion blur dibanding dengan subjek yang bergerak ke arah atau jauh dari kamera di poros z. Anda harus mengimbangi ini dengan meningkatkan atau mengurangi kecepatan rana sesuai dengan subjek yang berbeda-beda.

Panjang fokal juga menunjang motion blur, terutama kamera genggam, membuat lensa wide-angle lebih mudah untuk menggunakan tangan daripada lensa telefoto.

Sebagai aturan utama menghindari motion blur sementara memegang kamera adalah menyesuaikan lensa 35mm setara panjang focal ke kecepatan rana resiprokal. Sebuah lensa dengan panjang focal 100mm akan membutuhkan kecepatan rana sedikitnya 1/100 per detik untuk menghindari blur saat menggenggam kamera.

Stabilisasi gambar juga menghindari kamera motion blur. Jika lensa atau kamera memiliki gambar stabilisasi, anda dapat menurunkan kecepatan rana hingga empat stop untuk pemotretan genggam. Untuk pemotretan malam hari, menggunakan tripod atau perlengkapan bantu kamera adalah pilihan yang lebih baik menghindari kamera blur gerak.

Satu hal yang perlu diingat adalah memperpanjang kecepatan rana dapat menyebabkan masalah di kedua film dan kamera digital.

Sebagian besar film didesain bekerja dengan jarak kecepatan rana antara satu detik dan 1/10,000 per detik dan pengaturan rana diluar kecepatan ini dapat menyebabkan kegagalan timbal-balik, membuat kekeliruan eksposur dan bergantinya warna. Efek kegagalan timbal-balik ini dapat diminimalisir dengan penggunaan filter koreksi warna atau pengimbang eksposur.

Sensor gambar digital tidak memperlihatkan kegagalan timba-balik, namun keceparan rana yang lebih dari beberapa detik dapat membuat masalah lain seperti cahaya amp dan hot piksel. Hal ini disebabkan sensor gambar kamera terlalu panas, namun hal ini lebih sedikit masalah dengan desain sensor yang lebih baru.

Menggunakan flash juga membantu mengurangi blur gerak, karena secara efektif mendalihkan kecepatan rana cepat sekitar 1/2500 per detik (durasi flash), meskipun kecepatan sinkronisasi flash kamera mungkin hanya 1/60 per detik. Jika anda ingin menggunakan flash, anda harus menyetel kecepatan rana pada atau di bawah kecepatan sinkronisasi flash kamera maka sinkronisasinya terjadi.

Untuk pemotretan malam hari, kecepatan sinkronisasi flash normalnya bukan masalah seperti kecepatan rana yang biasanya lambat dan flash bisa menjadi efektif menyinari subjek tertentu atau area bercahaya dalam bingkai. Sinkronisasi flash tirai belakang adalah trik bagus untuk menggunakan kecepatan rana lambat, karena membakar flash di akhir eksposur dan membekukan gerakan subjek lebih efektif.

Image with rear curtain flash sync
Saya menggunakan sinkronisasi flash tirai belakang untuk membekukan subjek utama selagi kamera tergenggam dan berotasi selama pemotretan kecepatan rana lambat ini. Tidak selalu tentang mendapat potret kamera yang stabil, dan anda dapat menggunakan blur untuk keuntungan anda mendapat kreatifivitas dengan fotografi anda.

ISO

ISO mungkin adalah faktor utama pengaruh kualitas gambar di foto anda – selama anda meningkatkan pengaturan ISO, kualitas gambar foto anda akan merosot.

Dalam kamera film, nilai ISO menunjukkan ukuran butiran film dalam emulsi tertentu. Butiran ini seperti “piksel film” dan ukuran mereka meningkat seperti anda meningkatkan nilai ISO, menjadi hilangnya resolusi. Film pendek seperti Fujichrome Velvia memiliki karakteristik butiran halus, memperlihatkan warna yang lebih inten dan resolusi detail.

Di kamera digital, nilai ISO berkenaan dengan amplifikasi sinyal dari sensor gambar. Selama anda meningkatkan ISO dari pengaturan dasar (biasanya sekitar ISO-100), anda juga menguatkan jumlah noise yang ada di data digital yang tertangkap sensor. Ini mengarahkan pada artefak seperti hot piksel dan hilangnya kontras, jarak dinamis, resolusi dan warna.

Berdasarkan pada ukuran sensor gambar di kamera anda, kualitas gambar di pengaturan ISO-400 ke atas sering terkompromi, dengan saturasi warna, resolusi dan jarak dinamis semua tertahan dibandingkan dengan pengaturan ISO yang lebih rendah.

Namun di situasi sedikit cahaya tertentu, tidak mungkin mendapat potret menggunakan pengaturan ISO lebih rendah, dan anda harus mengkompromi kualitas gambar dibawah keadaan ini.

Comparison of the same shot using two different exposure settings
Potret pemandangan yang sana menggunakan dua pengaturan eksposur berbeda menujukkan bagaimana meningkatnya nilai ISO memengaruhi kualitas gambar anda. Gambar di sebelah kiri diambil menggunakan pengaturan dasar ISO-200, sementara di sebelah kanan menggunakan pengaturan ISO-3200. Anda dapat melihat pada potongan gambar 100% ada hilangnya resolusi, warna dan kontras dengan noise ISO tinggi terutama yang terlihat di area langit di atas menara.

Untuk kondisi rendah cahaya yang serupa dengan fotografi malam hari, paling bagus menggunakan kombinasi lensa cepat dengan sensor gambar yang besar, seperti versi full-frame ukuran 35mm yang dipakai di beberapa kamera Canon, Sony, dan Nikon.

Kamera sensor besar ini memiliki performa cahaya rendah yang unggul, dan anda dapat menekannya untuk pengaturan ISO ekstrim tanpa berkompromi kualitas gambar terlalu banyak.

Nilai ISO pada kamera digital terbaru seperti Sony A7 telah mencapai tingkat stratosfer dengan menambahkan model pengaturan ISO-409,600. Jumlah piksel rendah (12 Megapixels) digabung dengan sensor full-frame yang digunakan pada kamera ini, memberikan kualitas gambar yang bagus di tingkatan hingga ISO-6400.

Memiliki kamera dengan IQ bagus pada nilai ISO yang lebih tinggi memberikan anda kemewahan untuk mengoptimalkan dua variabel lainnya yang mengendalikan eksposur. Pengaturan kecepatan rana dan apertur memberikan kontrol artistik lebih atas gambar anda yang benar-benar hanya memengaruhi kualitas gambar pada foto anda.

Garis bawah: pengaturan ISO yang lebih tinggi menurunkan kualitas gambar, maka biarkan pengaturan ISO rendah. Kombinasi resolusi tinggi (megapixel tinggi) dan ukuran sensor kecil menurunkan kualitas gambar di nilai ISO yang tinggi, maka pilihlah lensa cepat dan sensor kamera besar untuk mengatasi masalah ini.

Mengesampingkan Manual

Sementara kamera digital modern melakukan pekerjaan yang baik dalam memotret foto di berbagai mode eksposur otomatis yang membutuhkan sedikit usaha pengguna, jauh lebih penting memahami prinsip dasar bagaimana menggunakan kamera secara manual, dan artikel ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anda tentang prinsip penting ini.

Anda akan mendapat rasa kepuasan yang besar dari mengetahui, bagaimana dan mengapa anda harus kompromi variabel eksposur ini untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan, dan juga mengetahui bahwa anda mengambil kendali atas semua aspek fotografi anda.

Mempelajari mengoptimalkan pengaturan eksposur untuk situasi fotografi yang berbeda-beda membutuhkan waktu, usaha dan latihan.. jadi pergi keluar dan memotret!

Di artikel saya selanjutnya saya akan menggambarkan pengaturan apa yang digunakan dan bagaimana mengoperasikan kamera digital di mode manual untuk fotografi malam hari. Sampai nanti…

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.