Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Contrast Correction
Photography

Bagaimana Cara Membuat Local Contrast Adjustment (Penyetelan Kontras Lokal) dengan Kurva di Adobe Photoshop

by
Difficulty:IntermediateLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhlis Tirowali (you can also view the original English article)

Kurva itu sangat berguna/memiliki banyak manfaat: mereka memberikan kecepatan dan efisiensi dalam pasca kerja alur kerjamu seperti tidak seperti yang lain.  Bagi seorang pemula, kurva mungkin sedikit terlalu merepotkan.  Jangan takut!  Kurva tidaklah serumit atau seberlebihan seperti yang kamu pikirkan.

Dalam tutorial ini kita akan menggunakan fitur utama dari Curves Adjustment Layer, dari mana fitur-fitur tersebut datang, dan bagaimana menggunakan kurva secara efektif untuk membuat penyetelan kontras lokal pada gambarmu.

 

Kita akan mengenal beberapa prasyarat sebelum kita melakukan tekniknya.   Inilah yang kita bahas dalam tutorial ini:

  1. Bagaimana Tones (komposisi warna), Contrast (kontras), dan Curves (kurva) Bekerja
  2. Bagaimana Cara Membaca Tone Curves (kurva komposisi warna) dan Histograms (histogram)
  3. Bagaimana cara Menggunakan Control Points (Kontrol Poin)
  4. Order of Operations (Urutan Operasi/Pengerjaan)
  5. Bagaimana Cara Membuat Penyetelan Kontras Lokal dengan Kurva

Apa kamu siap?  Mari kita mulai.

Bagian 1. Dynamic Range (Rentang/Jarak Dinamis)

Ketika kamu membuat sebuah Curves Adjustment Layer baru di Adobe Photoshop, kamu akan mendapati tone curve, sebuah histogram dan beberapa opsi dan tombol lainnya.  Apakah mereka itu?

Ini Semua Tentang Dinamyc Range

Pertama, ingatlah ini: setiap gambar digital sebenarnya adalah kumpulan piksel berukuran sangat kecil.

Kedua, setiap masing-masing pixel memiliki sebuah value (nilai). 

Dynamic range dari sebuah foto adalah seberapa banyak nuansa abu, dari hitam sampai putih, yang berada pada gambar tersebut.  Dalam sebuah gambar 8-bit greyscale (skala abu-abu), seperti yang akan kita tinjau di bawah ini, setiap pikselnya bisa menjadi satu (dan satu-satunya) dari 256 intensitas diskrit, atau nuansa abu.  James Thomas baru saja memberikan kita sebuah overview of colour models (peninjauan model warna) dan aku sangat merekomendasikannya apabila kamu mau mempelajari lebih dalam tentang bagaimana gambar digital bekerja.

Histogram adalah sebuah visualisasi yang praktis.  Pada dasarnya, ini adalah gambar dari gambarmu: ini menunjukanmu, pada intensitas tertentu, seberapa banyak piksel tertentu yang bernilai abu-abu yang ada di dalam gambar.  Ini adalah cara cepat untuk mendapatkan kesan dynamic range di fotomu tanpa melihat gambarmu itu sendiri.  Pemisahan nilai fotografi dari informasi visual ini sangat berguna, dengan cara yang akan kita pelajari di bawah ini.

The curve is a way to manipulate the distribution of those tones using a graph, and the focus of this tutorial. Read on for more! Baca terus untuk kelanjutannya!

Bagian 2. Bagaimana Cara Membaca Tone Curve dan Histogram

curves

Seperti yang Harry Guinness jelaskan: "Curves Tool adalah sebuah grafik.  Pada sumbu X, kamu memiliki level Input dan pada sumbu Y, kamu memiliki level Output. Setiap sumbu memiliki nilai yang berjarak antara 0 dan 225."  Dari kiri ke kanan dan bawah ke atas:

  1. Pada zero (nol),  pada pojok kiri bawah grafik adalah black (hitam): piksel yang tidak memiliki intesitas.
  2. Pojok kanan dari zero adalah shadows (bayangan), yang mana para fotografer biasa sebut "darks."
  3. Di tengah grafik adalah middle grey (abu tengah), dikelilingi oleh kedua "mid-tones."
  4. Atas kanan adalah area bright (terang) atau "highlights."
  5. Di pojok kanan atas, pada nilai 255 adalah white (putih): piksel yang memiliki intensitas penuh.

Bagian atas dari kurva mengontrol highlight, pusat midtones dan dasar dari darks.

Kemiringan dari Kurva Mengontrol Kontrast

Contrast (kontras) adalah istilah dari seberapa banyak perbedaan yang ada di antara nilai komposisi warna dari sebuah gambar.  Kita dapat mengukur dua macam kontras: kontras global untuk keseluruhan gambar dan kontras lokal untuk area tertentu.

Setiap kurva baru dimulai dengan garis lurus pada kemiringan 45 derajat.  Ini berarti ada hubungan satu sama lain di antara Input dan Output, dan filternya tidak memiliki pengaruh.

Mengubah kemiringan dari garis tersebut mengubah hubungan antara Input dan Output. Membuat kemiringan yang lebih besar dari 45 derajat menaikan contrast, kemiringan yang lebih rendah dari 45 derajat merendahkan kontrasnya.

Memindahkan kurvanya juga berarti menyetel values. Memindah turun keseluruhan kurva menghasilkan nilai output yang lebih rendah: gambarnya menjadi lebih gelap.  Sedangkan memindahkan naik keseluruhan kurvanya menghasilkan nilai output yang lebih tinggi: gambarnya menjadi lebih terang.

Lihatlah histogram sebagai contohnya, kamu dapat melihat kebanyakan piksel berada di tengah jangkauan komposisi warna, hampir merata di antara shadows dan highlights, dengan midtones yang menurun.  Juga ada banyak piksel di darks dan lights.  Ini menunjukan bahwa kita memiliki gambar dengan pembagian komposisi warna yang relatif merata dan eksposur yang baik. Inilah gambar yang sebenarnya jadi kamu dapat melihat representasi yang bagus:

Before local adjustment
Gambar yang akan kukerjakan.  Difoto oleh penulis.

Semuah gambar yang cukup datar dan asli dari kamera sebenarnya normal dan diminati.  Untuk melindungi highlights dan shadows, produsen kamera digital cenderung mengambil cara konservatif untuk menginterperatiskan bahan baku, informasi linier dari sensornya menjadi sebuah gambar fotografi.  Lebih baik mulai dengan sebuah gambar yang datar daripada kehilangan informasi penting dengan kontras yang berlebihan!

The Power of Contrast (Kemampuan dari Kontras)

Mata kita tertarik pada area kontras.  Pikirkan seekor keruang kutub di salju, akan sulit dirinya untuk dilihat, benar?  Itu adalah kontras rendah.  Sekarang pikirkan seekor harimau berada di salju; akan lebih mudah untuk dilihat: itulah kontras tinggi.  Trik dalam mendapatkan jumlah kontras yang benar (dan ini sangat subjektif) adalah pastikan warna putihmu tidak terlalu putih dan hitam tidak terlalu hitam.

Secara sederhana, kontras adalah perbedaan antara bagian terang dan gelap dari gambarmu.  Meningkatkan perbedaan keseluruhannya akan 'memunculkan' gambarmu, dan merendahkannya akan membuatnya terlihat datar atau pudar. Penyetelan kontras global sangat berguna secara umum, tapi sebenarnya tidaklah begitu berguna ketika membuat gambar tertentu menarik.  Untuk itu, kita membutuhkan penyetelan kontras lokal.

Kita menggunakan penyetelan kontras lokal untuk menambahkan penekanan di dalam sebuah gambar atau bagian tertentu dari sebuah gambar, apakah dengan meningkatkan atau menurunkan kontrasnya.  Kita menyetel pembagian komposisi warna di dalam sebuah gambar untuk memanfaatkan secara maksimal dynamic range-nya dan yang lebih penting, langsung tersorot oleh mata para penontonnya.  Bagaimana kamu melakukannya, semuanya tergantung dari konten setiap fotomu.

Bagian 3. Bagaimana Cara Menggunakan Contol Point (Poin Kontrol)

Kamu mungkin berpikir bahwa semuanya terdengar mirip dengan alat Levels, dan kamu mungkin benar, tapi kunci perbedaannya adalah Curve yang bisa kamu gunakan dengan control points bersama garis diagonal untuk pengaturan yang baik daripada penyetelan kasar komposisi warnanya dalam rentang hitam, putih dan midtone.

Control points adalah koordinat di kurvamu.  Kamu bisa menyeret koordinat tersebut ke atas ataupun bawah untuk mengubah hubungan antara Input dan Output. Di mana peletakan poinmu menentukan bagian rentang komposisi warna mana yang mau kamu ubah.

Untuk menggambarkannya, aku telah membuat tiga control points pada tahap demonstrasi: satu di dekat pjok bawah, satu di tengah dan satunya di dekat pojok atas.  Aku menyetelnya seperti ini untuk membuat kurva "S" yang populer dan kamu bisa melihat efeknya pada gambar:

s curve

Shadows-nya menjadi lebih gelap, highlights menjadi lebih terang dan midtone relatif tetap sama tanpa perubahan tetapi memiliki lebih banyak kontras.  Kurva 'S' menambahkan kontras di dalam midtones sekaligus mengurangi kontras pada highlights dan shadows.  (Ini juga menambahkan saturasi ke dalam gambar berwarna.)  Kurva seperti ini adalah langkah yang umum dalam proses penyetelan global.

Memindah control points bisa tampak sedikit tidak intuitif, tapi ini hanya masalah dalam mengklik, menahan dan menyeretnya ke mana kamu mau mereka berada: 

dragging control points

Sekali sebuah poin dipilih, kamu juga bisa memindahkannya dengan kunci arrow pada keyboard.  Ini adalah penyetelan yang bagus.  Tekan tombol Tab untuk melingkari antara poin-poin.

Seret poin keluar grafik dan lepaskan untuk menghapusnya.

Bagian 4. Order of Operations (Urutan Operasi/Pengerjaan)

Sekarang kita telah melewati langkah dasar curve dan control points, mari kita tinjau alur kerjanya untuk menyetel kontras lokal.

Langkah 1: Menyelesaikan Semua Koreksi dan Penyetelan Global

Aku tahu kalau sangat menggiurkan untuk mengotak-atik gambar favoritmu dengan segera, tapi pastikan untuk memindahkan setiap gambar di dalam setmu melalui pengkoreksian dan penyetelan global sebelum kamu melakukan penyetelan lokal.  Melakukan penyetelan lokal pada suatu gambar sebelum kamu menyelesaikan pekerjaan global pada gambar lainnya akan dengan mudah membawa kumpulan gambarmu keluar dari sinkronasi dan membawamu pada kesulitan menjaga set matching yang berlipat-lipat kali. Selalu memindahkan semua gambar dalam satu set ke tahap sama produksi secara bersama.

Dalam kasus contoh kita ini dan mungkin ini adalah masalahmu juga, sebuah kurva 'S' yang halus seperti yang diilustrasikan di atas adalah perubahan global yang cukup sebelum kamu melakukan perubahan yang lebih mendetail.

Langkah 2: Buat Pengkoreksian Lokal yang Dibutuhkan

Beberapa gambar membutuhkan perbaikan ekstra.  Sebelum kamu melakukan penyetelan lokal, lakukanlah local corrections (pengkoreksian lokal).  Ini termasuk mengkoreksi vignetting, barrel distortion, fringing, chromatic aberration, dan seterusnya.  Mengkoreksi hal-hal tersebut setelah kamu melakukan penyetelan kontras lokal akan menjadi lebih sulit, jadi koreksilah sekarang.

Langkah 3: Evaluasi Gambarnya dan Bautlah Rencana

Baiklah. Pengkoreksian dan penyetelan global telah selesai, pengkoreksian lokal juga sudah dibuat.  Sekarang kamu bisa melihat gambarmu dengan jelas. Look at your image (Lihatlah gambarmu). Tentang apakah itu?  Apa yang spesial darinya?  Bagaimana perasaanmu setelah melihatnya?  Buatlah catatan tentang hal-hal tersebut di log kerjamu.

Apa yang gambar ini butuhkan?  Elemen apa yang mau kamu tambahkan penekanannya?  Adakah bagian tertentu dari gambarmu yang membutuhkan kontras lebih?  Mungkin ada area yang sebenarnya membutuhkan pengurangan kontras! Inilah semua pertanyaan yang butuh kamu tanyakan pada dirimu sendiri ketika memutuskan bagaimana kamu mau gambarmu terlihat.  Tulislah hal-hal tersebut di log kerjamu.

Proses penyetelan bisa menjadi intuitif, sebuah perubahan dapat membawa perubahan lainnya, tapi hal ini harus kembali lagi pada pengevaluasian gambarmu, imajinasimu dan bagaimana hasil yang kamu mau.

Langkah 4: Membuat Penyetelan Lokal

Bagi setiap area lokal utama yang mau kamu setel, buatlah sebuah layer penyetelan kurva baru.  Lebih lanjut tentang prosesnya ada di bawah.

Langkah 5: Mengevaluasi Ulang dan Membandingkan

Setelah kamu menyelesaikan satu tahap penyetelan, berhenti dan lihatlah gambarmu lagi.  Apakah penyetelan membuat gambar sama seperti yang kamu bayangkan saat membuat rencana?  Mungkin pemahamanmu tentang gambar tersebut telah berubah.  Tidak apa-apa!  Apabila begitu, buatlah sebuah catatan di log kerjamu.

Lihatlah juga pada bagaimana perbandingan gambarmu dengan sisa gambar lainnya di grup.  Apakah mereka tetap cocok? Apabila tidak, kamu mungkin perlu membuat perubahan pada penyetelanmu.

Bagian 5. Bagaimana Cara Membuat Penyetelan Kontras dengan Kurva

Pada contoh gambar kita, sebuah kurva 'S' memberikan hasil yang baik pada level penyetelan global, seperti yang kamu lihat di atas, tapi ada beberapa bagian dari gambar yang membutuhkan penyetelan lokal.

Langitnya masih agak datar dan aku sepertinya ingin lebih banyak drama/hal yang menonjol atau menarik perhatian. Aku sangat ingin semua perbedaan dan tekstur pengkontrasan dalam gambarnya—kekasaran kayunya, lembut awannya—dan bagaimana mereka membuat atmosfir dan perasaan yang mendalam.  Aku mau membawa hal-hal tersebut sebagai hal utama.  Bagaimana kita mewujudkannya?  Tujuanku adalah membuat langitnya menjadi lebih gelap, membuat awannya terlihat lebih keluar/nyata, dan membuat shadows yang lebih gelap di antara perahu dan pantai.  Masing-masing hal tersebut dapat dilakukan pada tahap-tahapnya masing-masing.

Langkah 1: Layer Tambahkan Sebuah Layer Penyetelan Kurva

Tambahkan sebuah Curves Adjustment Layer (klik pada New Adjustment Layer di pojok bawah panel Layers) dan buat sebuah control point pada curve dalam rentang komposisi warna yang mau kamu setel.

Gunakan ‘in-image’ selector (pointing hand), aku memilih langitnya:

Ini menunjukanku di mana kurva rentang komposisi warna langitku jatuh. Dengan mengklik, menahan dan menyeretnya ke bawah, aku membuat langitnya menjadi lebih gelap.  Berhati-hatilah karena ini juga mempengaruhi elemen-elemen lain yang berada pada rentang komposisi yang sama—bagiku, ini termasuk beberapa bagian dari pantai berbatunya—dan penyetelan lebih lanjut harus dilakukan untuk mengimbangi perubahan tersebut.

Kekhususan ini adalah di mana penggunakan curves membuatmu dapat melakukan hal yang lebih jauh daripada levels.

Langkah 2: Menggunakan sebuah Layer Mask untuk Membatasi Penyetelanmu pada Area-area Tertentu

Seperti semua adjustment layers, kamu tidak bekerja pada piksel yang sebenarnya secara langsung.  Layer kurva telah dibuat dengan sebuah Layer Mask, berarti kamu dapat melukis di atasnya untuk mengurangi efek dari layer pada bagian tertentu dari gambarmu.

Sekarang lukislah (menandai dengan brush) penyetelan yang tidak diinginkan pad agambarmu menggunakan Layer Mask menggunakan sebuah Brush (B) berwarna hitam.

brushes

Menggunakan opasitas brush yang halus dan rendah, seperti yang digambarkan di atas, lukis di atas area yang tidak memerlukan penyetelan.  Jadi, dalam kasus contoh kita, kita dapat melihat latar bagian depan dan shadows perahu telah menjadi semakin gelap.

layer mask
Ini adalah layer mask yang terlihat seperti rubylith (Alt-Click pada thumbnail Layer Mask), jadi kamu dapat melihat di mana aku telah melukisnya.  Pada beberapa area aku lebih menekankan brush-nya dengan opasitas sekitar 50% sehingga aku bisa bekerja secara bertahap dan menghindari mendapat garis yang berbeda di mana aku melukis.

Pada gambar di atas, merah adalah di mana filter dihalangi oleh mask.  Segala sesuatu lainnya adalah di mana filter diterapkan.  Inilah hasilnya:

after mask
Setelah penyetelan

Langitnya sekarang terlihat jauh lebih baik. Langkah selanjutnya membuat highlights dari perahu, awan, pantai dan air agar terlihat sedikit lebih 'muncul'.  Jadi kita harus kembali dan membuat Curves Adjustment Layer.

Langkah 3: Ulang!

Menggunakan metode yang sama seperti yang kita lakukan terakhir kali, aku menggunakan ‘in-image’ selector untuk menyeleksi highlights perahunya dan seret ke atas untuk menerangkannya.

brighten highlights
Menyeret highlights ke atas perahu, membuatnya menjadi lebih cerah tapi hal yang serupa juga terjadi pada area komposisi warna sama pada keseluruhan gambar.

Ini juga mencerahkan area komposisi warna yang sama pada keseluruhan gambar.  Awannya menjadi lebih cerah, seperti halnya pada area pantai dan langit.  Ini bukanlah apa yang kumau, jadi ini waktunya untuk menggunakan mask lagi.

Sebagaimana ada area yang lebih kecil untuk disetel kali ini, lebih mudah untuk meng-invert (membalikan) layer mask-nya (Ctrl-I) dan kerjakan dengan melukisnya secara bergantian daripada melukisnya secara menyeluruh.

second layer mask
Layer mask memperlihatkan di mana aku telah melukiskan efeknya

Apada gambar di atas, kamu melihat area merah di mana perubahan tidak diterapkan dan kemudian area merah mudah yang lebih terang adalah di mana aku telah melukisnya perubahan highlights-nya; kebanyakan berfokus pada perahu tapi perubahan juga ada di batu pantai yang terlihat lebih terang, highlights airnya dan bagian-bagian dari awan.

after highlight adjustments
Setelah penyetelan highlights

Masalah Potensial/Kemungkinan Masalah yang Akan Datang

Sebagaimana semua metode pengeditan, harus ada sebuah kompromi.  Dengan kurva, pada dasarnya kamu meregangkan atau memadatkan komposisi warna dan melakukannya terlalu berlebihan sehingga kamu mendapatkan hasil yang aneh; ini sering disebut sebagai posterisasi, yang mana cenderung terjadi ketika komposisi warna diregangkan:

Jika kamu mencoba mencerahkan gambar dan area warna gelap menjadi serupa, berarti kamu mengalami posterisasi.

Gambar di atas adalah contoh yang terlalu dibesar-besarkan (kamu tidak akan pernah menggunakan kurva seperti itu) tapi mendemonstrasikan efek yang mungkin kamu dapatkan apabila kamu mencoba menerapkan efeknya terlalu berlebihan di area yang sama pada satu layer.

Ketika Dalam Masalah, Bekerjalah dari Hal Besar ke Kecil

Apabila kamu tidak bisa menyelesaikan semuanya dalam satu layer, jangan tertekan: cukup buat layer lainnya.  Ini jauh lebih baik untuk bekerja dengan satu layer per satu 'masalah' dan sesuaikanlah dari sana, kerjakan dari area yang paling besar ke terkecil yang mau kamu setel.

Gunakan layer lebih dari satu dan fokus di setiap layar pada tugas tertentu.  Ini akan membantumu untuk tetap terorganisir (ingatlah untuk memberi nama layer-layermu!), biarkan dirimu kembali dan membuat penyetelan sebagaimana kamu membangun gambarmu.

Hampir Selesai

Seperti kebanyakan penyetelan semacam ini, sebenarnya sering lebih baik jika melakukan penyetelannya sedikit agak berlebihan, mengetahui bahwa kamu bisa menurunkan opasitas pada layer-layermu setelahnya apabila kamu perlu menurunkan komposisi warnanya. Cobalah mengelompokkan perubahan kamu ke dalam folder. Cukup klik ikon folder di bagian bawah panel Layers dan kemudian tarik lapisannya dikaitkan ke dalamnya:

Kamu bisa menurunkan Opacity di folder, yang mana akan memberikan efek pada semua layer, atau kamu bisa pergi menuju foldernya dan sesuaikan setiap opasitasnya secara terpisah.  Di sini aku menurunkan semua komposisi warna layernya dari opasitas 25% menjadi 75%. 

Semua Selesai

Baiklah, hembuskan nafas.  Mari lihat lagi gambar yang sedang kita uji coba ini.

Final image result
Semua selesai!

Awalnya gambar terlihat sedikit datar, semuanya dikelompokan disekitar area midtones di histogram.  Tidak terlalu banyak perbedaan di antara area gelap dan terang pada gambar.  Menambahkan sedikit kontras global dapat membantu, tapi itu hanya membuatnya berlebihan!  Terkadang kita tidak mau membuat perubahan pada keseluruhan gambar.  Terutama apabila kamu memiliki banyak komposisi warna pada rentang tertentu, seperti gambar ini, kamu sangat membutuhkan penyetelan lokal untuk menarik mata para penonton/penikmat gambarnya.

Gambar yang kumulai memiliki sangat sedikit definisi atau perbedaan di antara perahu, ban, pantai atau langitnya.  Masing-masing memiliki fitur-fitur berbeda, jadi menggunakan penyetelan kontras lokal untuk membuatnya lebih bagus masuk akal.  Sebagaimana awannya sudah agak terang, menggelapkan langitnya membantu mereka untuk terlihat menarik.  Begitu juga, dengan memokuskan highlights dari perahu, pantai dan air menggunakan layer penyetelan kurva dan layer mask, kita bisa membuat area lebih terang untuk menarik perhatian, tanpa perlu melakukannya secara berlebihan pada area-area yang sudah terang.  Aku suka tekstur yang kontras di area-area tersebut sekarang.

Dan Sekarang Kamu Bisa Menggunakan Curves dengan Teliti

Curves!  Alat yang sangat bagus.  Seperti kemajuan pada setiap versi-versi Photoshop, kini menjadi semakin bagus.  Aku merekomendasikannya karena dapat mengatasi curves dan kenali dirimu dengan pengaturannya dan bahkan dengan efek-efeknya miliki pada berbagai macam gambar.

Memulai dengan greyscale images (gambar skala abu-abu) akan menjadi lebih mudah karena kamu tidak perlu khawatir akan saturasinya dan lebih mudah untuk melihat perbedaan dari perubahan yang kamu buat.  Ditambah lagi, gambar hitam dan putih benar-benar memberikan kontras tinggi yang baik pada gambar itu sendiri, jadi bagus untuk digunakan sebagai latihan.  Tentu saja, tidak semua gambar perlu kontras lebih dan kamu bisa menggunakan kurva seefektifnya untuk mengurangi kontrasnya sebanyak kamu menambahkannya!

Cobalah gunakan preset dulu dan lihat apa yang masing-masing lakukan dan apa yang efeknya berikan pada gambar, kemudian gunakan pengetahuan ini untuk menyetel gambarmu lebih lanjut lagi.  Ingatlah untuk tetap menyetel dengan halus dan realistik atau kamu akan mendapatkan hal yang aneh muncul dari gambarmu.  Kamu selalu bisa menyetel lebih lanjut lagi gambar-gambar tersebut dengan memanfaatkan layer mask dan dengan menjauhkan kesalahan-kesalahan dengan melukis. 

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.