Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Lens Selection
Photography

Sebelum Kamu Membeli Kamera Yang Lebih Baik, Belilah Lensa Yang Lebih Baik

by
Length:ShortLanguages:
This post is part of a series called Lenses.
New Course: What Every Photographer Should Know About Lenses
Here Is What to Look For When You Buy Photography Lenses

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Akan sulit untuk menentukan peralatan apa yang akan membantumu mendapatkan hasil foto ke level selanjutnya. Dengan semua penjualan kamera baru yang diluncurkan setiap tahun, dan semua artikel dan review tentangnya, memilih upgrade berikutnya menjadi tugas yang sulit. Dalam tips singkat ini, kamu akan belajar mengapa membeli sebuah lensa yang lebih baik direkomendasikan dibandingkan membeli kamera yang lebih baik.

Lensa Membentuk Gambar

Saya sangat menyarankan kamu memilih optik lensa bagus terlebih dahulu karena lensa membentuk gambar pada sensor dan jika gambar tersebut tidak pada kondisi terbaiknya, tidak ada sensor yang dapat memperbaikinya.

Semua lensa mencoba memaksimalkan kualitas gambar dan perpindahan cahaya namun mereka harus berurusan dengan bentuk yang kompleks di dalam optik. Pembuat lensa harus menyeimbangkan berbagai faktor, dari batasan teknis seperti distorsi, flare, dan chromatic aberration hingga pertimbangan estetika seperti penampakan warna, ketajaman, dan penampakan pada area di luar fokus. Desain dan material beberapa lensa dapat melakukan tugasnya dengan lebih baik dibandingkan lensa lainnya saat berurusan dengan tantangan ini.

Oleh Bill Ebbesen - Diambil dari en.wikipedia, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons.

Lensa Adalah Bahan Utamanya

Berpindah dari lens kit adalah langkah besar dalam sebuah mutu. Sebuah lensa dengan mutu yang bagus pada sebuah kamera konsumer atau yang lebih tua tetap dapat menghasilkan hasil yang bagus. Sedangkan lensa dengan kualitas buruk pada kamera terbaru dan termahal tidak.

Banyak lensa yang lebih baru, bahkan yang tidak terlalu mahal, mutunya sangat bagus. Ada lensa yang layak dan terjangkau tersedia untuk semua sistem kamera yang menghasilkan sebuah gambar yang secara teknis diterima—tajam, kontras, netral—dalam berbagai situasi. Apa yang tidak dimiliki lensa tersebut, adalah karakter. Mereka terasa clinical. Dengan kata lain, mereka didesain untuk menjadi lensa yang cukup baik untuk sebanyak mungkin pemakaian. Lensa-lensa tersebut bukanlah alat untuk artistik.

Pilihlah Lensa Untuk Style dan Kebutuhan Kamu

Jika kamu berpikir tentang menginvestasikan beberapa peralatan fotografi baru, pertimbangkan untuk mendapatkan lensa jenis zoom level pro atau jenis prime (focal-length yang tetap) yang bagus.

Lensa Prime tidak terlalu mahal, lebih ringan, dan lebih tahan lama dibanding lensa zoom dan seringkali memiliki optik yang sangat bagus. Lensa zoom dapat mengubah panjang focal dan, dengan itu, mengubah area pandang tanpa harus mengatur ulang posisi kamera. Bagaimana pun juga, lensa zoom yang sangat bagus dengan aperture yang besar sangat mahal. Berdasarkan kebutuhanmu, kamu mungkin hanya perlu menggunakan salah satu lensa level pro.

Yang paling penting, lensa bermutu bagus meningkatkan mutu gambar dibandingkan yang lainnya, yang berarti kamu dapat memilih karakteristik yang paling cocok dengan jenis fotografimu. Ketika mempertimbangkan sebuah lensa, carilah:

Sudut Pandang

Seberapa banyak atau seberapa sedikit dunia berakhir di dalam framemu. Sudut pandang seperti apa yang ditawarkan lensa itu? Untuk lensa yang bekerja dengan crop-sensor APS dan kamera four-third terkadang ini dinyatakan sebagai ekuivalen dengan full-frame.

Penggambaran

Karakter dari lensa dan bagaimana itu "menggambar area", atau  menciptakan sebuah gambar tiga dimensi yang menarik. Ini adalah sebuah fungsi dari beberapa faktor, tapi secara umum lensa dengan elemen yang lebih sedikit (yaitu: bagian di dalam lensa) memiliki karakter yang lebih menarik. Lihatlah hidung dan dagu: apakah hasil dari lensa membuatnya tampak datar, ataukah terlihat lebih menarik dan 3 dimensi?

Ketajaman

Ketajaman muncul pada kemampuan untuk menggambar foto tiga dimensi, namun bergantung pada penerapanmu ini mungkin OK.

Penampakan Warna

Kendali warna dan suar adalah bagian besar dari kualitas elemen lensa. Lapisan lensa jenis baru telah meningkatkan pengurangan suar, namun secara mendasar semua lensa buatan dalam 40 tahun terakhir memiliki warna yang bagus.

Kecepatan

Seberapa banyak cahaya yang dibolehkan mencapai sensor pada bukaan maksimum? Bagi fotografer olahraga dan wedding, sebagai contoh, faktor kecepatan sangat penting. Namun lain halnya bagi fotografer alam, karakteristik seperti bobot dan ketajaman mungkin lebih penting.

Kontras

Range tonal dan kontras seperti apa yang dapat dihasilkan oleh lensa? Lensa yang lebih baru secara umumnya memiliki range tonal dan kontras yang lebih tinggi, namun beberapa orang lebih memilih lensa tua yang menghasilkan penurunan kontras yang lebih lembut.

Fokus Manual atau Autofocus

Ada variasi sistem fokus yang tersedia, dari mekanisme fokus manual hingga autofocus dengan motor "gerakan senyap". Autofocus sangat berguna, namun menambahkan autofocus ke dalam sebuah lensa berarti lebih banyak logam tambahan, bobot, kerumitan dan harga, yang terkadang mungkin tidak kamu butuhkan.

Jarak Fokus Minimum

Seberapa dekat lensa dapat fokus? Lensa rangefinder, sebagai contoh, biasanya memiliki jarak fokus dekat yang cukup lebar mengacu kepada desainnya yang kompak.

Distorsi Barrel

Semua lensa menerjemahkan bentuk subjek secara berbeda antara pusat gambar dan tepinya. Ini khususnya terjadi pada lensa wide-angle. Beberapa lensa memiliki lebih banyak distorsi sementara yang lainnya lebih sedikit, bahkan pada panjang focal yang sama.

A cut-away view of a Canon Zoom Lens
Oleh Dave Dugdale dari Superior, USA (Penampakan Irisan Lensa Canon L Series) [CC BY-SA 2.0], via Wikimedia Commons

Beberapa Lensa Termasuk Dalam Kategori Khusus

Beberapa lensa dikhususkan pada area fotografi tertentu. Sebuah lensa telephoto yang panjang mgkn sangat ideal untuk fotografi olahraga namun untuk jenis fotografi lainnya, sebuah lensa fisheye mungkin tidak bisa ditawar. Fotografi macro memerlukan sebuah lensa macro. Peralatan seperti filter close-up tidak bisa dibandingkan dengan sebuah lensa macro yang sesuai.

A photo of a Canon Tilt-Shift Lens
Oleh Nickolas Titkov (Penampakan Lensa Canon L Series) [CC BY-SA 2.0], via flickr

Fotografi Arsitektural mendapatkan keuntungan besar dari sebuah lensa tilt-shift yang dapat memperbaiki perspektif gambar sebelum foto tersebut diambil. Lensa jenis ini mahal namun kamu tidak dapat mengalahkan optiknya yang bagus dan kemampuannya untuk mengubah bidang fokus.

Lensa Berumur Awet

Lensa yang kamu miliki akan berumur lebih panjang dibandingkan sebuah kamera. Waktu yang lebih lama ini menjadikan pengembalian nilai investasi yang lebih banyak. Lensa kamera mendapatkan pembaruan sekitar setiap sepuluh tahun, sementara body camera jauh lebih cepat antara dua hingga empat tahun.

Lensa jarang soak atau rusak dengan sendirinya karena memiliki beberapa bagian yang bergerak. Alasan utama sebuah lensa gagal adalah karena rusak, bukan karena usia. Jadi selama kamu berhati - hati dengan lensamu, itu akan menyediakan penggunaan bertahun - tahun.

Ketika merenungkan bagaimana membawa fotomu pada level selanjutnya, sebuah lensa yang bagus seringkali menjadi investasi yang lebih baik dibandingkan sebuah kamera baru. Bukan hanya umurnya lebih lama, namun juga menawarkan berbagai spesialisasi yang menguntungkan fotografer tertentu. Lensa sangat rumit dengan banyak kejadian fisik tak terlihat, kecuali dalam lensa yang didesain sangat jelek atau rusak, dan itu yang membuat pentingnya lensa mudah untuk diabaikan. Bagaimana pun juga, lensalah yang membentuk gambar pada sensor dan jika gambar tersebut tidak dalam kondisi terbaiknya, tidak ada sensor atau fitur kamera manapun yang dapat membuatnya lebih baik.

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.