Unlimited AE and Premiere Pro templates, videos & more! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. Still Life

10 Tips Untuk Memulai Still Life Fotografi

by
Difficulty:IntermediateLength:MediumLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Abdul Mutholib (you can also view the original English article)

Tidak ada teknik fotografi yang lebih dulu dikenal selain fotografi benda mati/still life. di masa awal fotografi ditemukan, untuk mengambil sebuah foto diperlukan suatu proses yang panjang sehingga benda mati dianggap sebagai subyek yang tepat. Namun, seiring berkembangnya teknologi, still life masih mempunyai daya tarik tersendiri, dan tetap berlanjut sebagai salah satu dari karya seni—dan cabang dari karya fotografi—yang layak pada saat ini.

Pada level yang tinggi, still life dapat menjadi bisnis yang menguntungkan, karena majalah, katalog, galeri seni dan situs membutuhkan foto produk. Banyak keuntungan dari penggunaan still life yang masih sering dianggap remeh, jadi kami harap setelah membaca tutorial ini, anda dapat melihat jangkauan kreatifitas dari fotografi still life dan mulai mengambil foto anda sendiri!

1. Langkah awal

Berbanding terbalik dengan persepsi yang ada, anda tidak memerlukan studio atau tempat mewah untuk mulai mengambil foto still life. Anda dapat memulai dengan menggunakan ruang yang ada di rumah anda, misalnya meja yang diletakkan di dekat jendela, dengan latar sederhana dan menggunakan beberapa lampu.

Berbeda dengan foto landscape dan portrait, dimana subyek foto sudah tersedia, misalnya, pemandangan gunung yang indah atau model yang banyak tersedia dengan jenis yang beragam, anda dituntut untuk membuat foto dengan konten kreatif milik anda sendiri. Still life mempunyai variabel yang lebih sedikit. Sebagai fotografer, anda memegang kendali penuh terhadap situasi yang ada, termasuk subyek foto yang akan anda ambil, namun anda perlu untuk berfikir kreatif agar anda dapat mengambil foto dengan cara yang menarik dan menawan.


Foto oleh apwizard

2. Memilih Subyek

Apa yang ingin anda foto sepenuhnya terserah pada anda.  Jelajahi sekitar rumah anda untuk melihat apakah anda dapat menemukan sesuatu yang sederhana namun menarik untuk difoto.  Anda tidak perlu merasa bahwa anda harus mengambil foto buah-buahan atau bunga hanya karena orang lain menggunakan obyek tersebut: berfikirlah kreatif tanpa menjadi terlalu ambisius.

Jika anda sedang berada di luar dan sesuatu menarik perhatian anda, bawalah benda itu pulang (jangan mencurinya!) atau buatlah catatan yang akan mengingatkan anda untuk mengambil foto benda tersebut dengan teknik untuk mengambil foto still life. Hindari benda dengan permukaan yang memantul seperti kaca dan besi saat mulai mengambil foto, karena pencahayaan benda tersebut akan menjadi sulit untuk diatur. Setelah anda menguasai foto satu benda, cobalah untuk menyampur beberapa benda, mengkombinasikan berbagai obyek dengan bentuk, warna, dan tekstur yang berbeda dan lihatlah apa yang anda bisa buat dari benda-benda tersebut.


Foto oleh whereisyourmind

3. Pencahayaan

Pencahayaan tidak selalu harus mahal. Saya tahu sekali bahwa satu set lampu studio tidak masuk dalam budget saya, jadi untuk mengambil still life saya harus memanfaatkan semua pencahayaan yang ada, dan itu seringkali termasuk cahaya matahari. Ingatlah bahwa anda mempunyai kendali penuh dalam proses pengambilan foto, jadi jika anda mau, anda dapat mencari ruangan dengan pencahayaan natural yang dapat anda halangi dengan menggunakan tirai atau gorden. Dengan menggunakan cara ini anda akan dapat mengatur sendiri pencahayaan terhadap subyek anda sepenuhnya.

Lampu meja biasa juga dapat berfungsi dengan baik jika anda dapat menggunakannya secara efektif. Pastikan anda mencoba beberapa posisi saat mengatur obyek. Tidak semua cahaya harus diletakkan di depan obyek, pencahayaan dari samping dan belakang akan menambahkan kesan, bayangan, dan kedalaman ke dalam foto. Kalau tidak, pilihlah ruangan dengan pencahayaan jendela yang baik dan gunakan ruangan ini untuk foto anda. Cahaya natural dari satu sisi akan menyorot subyek anda secara luas  dan anda bisa melengkapinya dengan lampu atau pemantul cahaya.


Foto oleh brtsergio

4. Gunakan Tripod dan Carilah Sudut Yang Tepat

Tergantung pada keadaan pencahayaan anda, anda mungkin saja memerlukan atau tidak memerlukan tripod dan pengatur cahaya. Saya merekomendasikan untuk menggunakan kedua benda tersebut karena kedua benda ini dapat membantu anda untuk memperhatikan dan mengatur subyek foto anda. Pengaturan semacam ini juga dapat memudahkan anda untuk menggunakan kecepatan shutter yang lebih lambat dibandingkan biasanya untuk memastikan bahwa lubang lensa yang kecil dapat membuat gambar fokus dengan baik dari depan hingga ke belakang, jika anda menginginkannya.

Namun, jangan biarkan kamera yang statis menahan kreatifitas anda, seringkali kita lupa bahwa kamera kita terus berada di posisi yang sama selama pengambilan foto. Pastikan untuk mencoba sudut dan ketinggian yang berbeda saat mengambil foto. Jika tidak, sebelum anda menyadarinya, anda akan mempunyai koleksi foto yang semuanya diambil dari titik yang sama dengan variasi yang sangat sedikit. Buatlah gabungan dari beberapa sudut dan ketinggian. Cobalah untuk mengambil foto dari tinggi yang setara dengan subyek atau cobalah mengambil foto dari atas subyek, namun berhati-hatilah jika anda bergerak agar anda tidak membuat bayangan dalam foto anda.


Foto oleh yjhsu

5. Gunakan Latar Buatan Yang Tepat

Menggunakan latar buatan yang tepat untuk subyek foto anda akan berpengaruh besar dalam keberhasilan anda dalam mengambil foto. Lebih baik anda menggunakan latar yang sederhana, sehingga latar tersebut tidak mengganggu subyek foto anda. Dinding yang dicat polos atau selembar kertas besar berwarna putih atau kertas berwarna lainnya juga dapat digunakan.

Pikirkan tentang bagaimana pemilihan latar akan membuat subyek anda menjadi kontras, apakah anda menginginkan latar yang netral atau apakah ada warna yang dapat menyeimbangkan warna di dalam subyek anda.  Untuk benda yang ukurannya lebih kecil, anda mungkin tidak membutuhkan latar namun anda akan membutuhkan tempat untuk meletakkan benda-benda tersebut, suatu benda dari bahan velvet yang berwarna hitam akan sangat pas untuk digunakan karena ia akan menyerap cahaya dan terlihat seperti alas berwarna hitam yang kokoh.


Foto oleh darktechsystem

6. Mengatur Komposisi Foto

Unsur komposisi dalam foto still life anda merupakan bagian yang sangat penting untuk membuat foto anda menarik dan unik. Pertimbangkan untuk menggunakan aturan pertiga, bagaimana aturan tersebut dapat anda gunakan dalam pengambilan foto untuk membuat komposisi yang kuat. Pastikan tidak ada gangguan di dalam bingkai, hanya ada subyek dan latar.

Pastikan juga untuk menyusun subyek foto dalam komposisi yang berbeda saat mengambil foto dan berfikirlah dengan kreatif. Kemana anda akan mengarahkan mata orang yang melihat dalam foto tersebut? Apakah anda menggunakan space kosong yang ada atau mencoba untuk mengisi bingkai tersebut? Perhatikan subyek anda, ciri-ciri apakah yang menonjol dari benda itu? Apa kegunaannya? Apakah anda dapat menggunakannya di dalam konteks atau apakah benda itu dapat berdiri sendiri sebagai subyek?


Foto oleh lindenbaum

7. Luangkan Hari Anda Sepenuhnya

Saya seringkali menyadari bahwa perasaan saya saat mengambil sebuah foto tergantung dengan alasan saya dalam mengambil foto tersebut. Jika saya mengambil sebuah foto hanya untuk kesenangan atau untuk saya sendiri (berbanding terbalik saat saya mengambil foto karena tuntutan pekerjaan), saya akan cenderung tidak terlalu ‘memaksa’ untuk memastikan bahwa semua aspek dalam pengambilan foto sudah dijalankan dengan sebaik-baiknya. Hal ini tentu saja sebuah kebiasaan buruk yang harus dihilangkan, namun dalam still life fotografi, tidak ada alasan untuk tidak melakukannya dengan hal yang benar. Anda mempunyai waktu sebanyak yang anda inginkan untuk mendapatkan foto yang bagus!

Tidak seperti memotret landscape, cahaya anda tidak akan berubah dengan cepat, dan tidak seperti foto portrait, model anda tidak akan merasa lelah untuk  tetap diam dalam waktu yang lama. Manfaatkanlah keuntungan tersebut dengan baik, aturlah subyek, pencahayaan, latar dan posisi kamera anda. Cobalah untuk mengambil beberapa foto, kemudian pindahkan sedikit barang-barang tersebut sebelum anda mengambil foto lainnya. Jika anda sampai di titik dimana anda merasa jenuh, anda dapat meninggalkan ruangan itu sejenak, membuat secangkir teh dan kembali saat anda sudah merasa segar kembali.

Keuntungan lainnya adalah tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan foto yang jernih dan tajam, luangkan waktu untuk mengatur agar pencahayaan dan cahaya dalam foto tepat. Jika anda dapat mendapatkannya, lensa makro akan sesuai untuk jenis foto seperti ini, namun, jika tidak, cobalah untuk menggunakan mode makro di kamera anda untuk mendapatkan detail yang lebih dekat dalam subyek anda.


Foto oleh vamedia

8. Terinspirasi dari Para Master

Jika anda merasa kesulitan dalam pencahayaan, komposisi atau mengatur foto anda, artinya anda perlu untuk mencari beberapa inspirasi, dan tidak ada inspirasi yang lebih baik selain melihat foto still life terbaik dari tahun-tahun sebelumnya. Lakukan pencarian di internet untuk seniman still life di masa lampau dan pelajari unsur-unsur yang ada di foto mereka.

Mempelajari foto-foto ini akan membantu anda untuk berpikir tentang bentuk, warna, dan bagaimana warna-warna tersebut bekerja sama. Mudah-mudahan cara ini akan memberikan anda beberapa ide tentang bagaimana anda dapat membentuk hasil karya anda menjadi foto yang kuat dan menarik.


Foto oleh layos

9. Sekarang Giliran Anda!

Sekarang saatnya bagi anda untuk mencobanya sendiri. Carilah hari yang tenang dalam jadwal anda dan luangkan beberapa waktu untuk berlatih. Cobalah mengatur kamera dan latar anda dengan tempat yang banyak disinari cahaya seperti tempat disamping jendela dan mulailah mengambil foto!

Setelah anda menguasai dasarnya, cobalah untuk berkreasi, buatlah eksperimen dengan sudut kamera, sudut cahaya, dan sumber cahaya alternatif seperti lilin dan lampu. Anda bahkan dapat berkreasi dengan lensa cahaya selebar f/1.8 untuk mendapatkan fokus yang artistik. Namun, ingatlah satu hal dari tutorial ini: obyek fotografi still life tidak melulu harus buah atau bunga! Temukan subyek foto yang unik dan menginspirasi sehingga anda merasa senang dan mulai mengambil foto!


Foto oleh apwizard

10. Membuat sesuatu yang hidup?

Ada banyak permintaan untuk fotografi still life, apalagi sekarang sangat mudah bagi fotografer untuk mengirimkan foto mereka untuk stock photography, yang akan diakses oleh majalah, publikasi bisnis dan untuk konten online. Saat anda sudah mendapatkan foto anda, jangan takut untuk membaginya secara online! Anda bahkan dapat mencoba untuk menjual foto anda di PhotoDune, stock photography market milik Envato. Jadi saat anda akan mengambil sebuah foto, bekerjalah seakan-akan anda sedang diberi tugas, anda tidak akan pernah tahu, bisa saja foto still life anda dapat menghasilkan rupiah untuk anda!


Foto oleh gfpeck
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.